Selasa, 19 Juni 2018 | 23.02 WIB
Metro24Jam>News>Siantar 24 Jam>Sejak Dicabuli Gurunya, Bocah Ini Tak Sekolah dan Jadi Pemurung

Sejak Dicabuli Gurunya, Bocah Ini Tak Sekolah dan Jadi Pemurung

Sabtu, 24 Februari 2018 - 20:08 WIB

IMG-52852

Ilustrasi

SIANTAR, metro24jam.com – Pasca mengalami pelecehan seksual secara berulang dari terduga pelaku, HP (50), oknum wali kelasnya, bocah perempuan, NS, (10) yang masih duduk di bangku kelas 6 Sekolah Dasar (SD) negeri di Jalan Karel S Tubun, Kecamatan Siantar Timur, Kota Siantar, ini terpaksa menganggur alias tak lagi sekolah.

NS trauma untuk kembali bersekolah, lantaran takut melihat gedung sekolahnya dulu yang berada di belakang Stadion Sang Nauluh tersebut dan juga ngeri melihat wajah HP.

“Dia tak mau lagi sekolah. Sejak kejadian pelecehan itu terungkap, pada 24 Januari 2018 lalu, boruku ini tak lagi bersekolah. Takut melihat gedung sekolah, terutama oknum wali kelasnya itu,” tutur boru A, ibunda NS, saat berbicara kepada awak media ini, Sabtu (24/2) sore.

Menurut boru A, dia dan suaminya sudah mencoba mencari solusi dengan memindahkan NS ke salah satu SD negeri di Jalan Tongkol, Kota Siantar.

Sekolah tersebut menerima NS, hanya saja dia tak akan bisa ikut ujian nasional, karena memang database NS sudah disetor pihak sekolah di Jalan Karel S Tubun untuk jadi peserta ujian di sekolah tersebut.

Akhirnya keluarga memutuskan, NS tak usah dulu sekolah dan baru akan masuk tahun ajaran baru di SD negeri Jalan Tongkol.

Dalam masa alpa begitu, menurut boru A, putrinya mengalami banyak perubahan perilaku. Jika dulunya NS suka bercanda dengan abang-abangnya, kini dia suka menyendiri dan termenung. Anak ke-4 dari 5 bersaudara dan satu-satunya putri itu lebih banyak mengurung diri di kamar.

Khawatir dengan kondisi putrinya, boru A dan suaminya akhirnya sering membawa NS jalan, agar dia bisa melupakan kejadian buruk akibat pelecehan seksual.

“Boruku ini suka berenang. Sering kubawa dia ke kolam. Sering kubawa jalan biar hatinya senang. Dia juga sering dibawa Bapaknya kalau lagi memancing,” tutur boru A.

Perubahan lain, kata boru A, NS sekarang jarang dan malas makan. Meski dia sudah memasak makanan kesukaannya, tapi NS tetap tak bersemangat dan tak selera untuk makan.

#Polisi Harus Tangkap HP

Lebih jauh boru A sangat berharap, polisi agar secepatnya menangkap HP, wali kelas yang diduga telah melakukan pelecehan seksual terhadap putrinya.

“Biar kami senang, polisi harus menangkap dan memenjarakan si HP itu,” kata boru A, dengan terbata menahan kegeraman hatinya.

Sejak keluarga melaporkan kejadian ini pada 30 Januari 2018 lalu ke Polres Siantar, HP memang belum ditangkap oleh polisi.

Laporan itu adalah No. Pol : LP/I/2018/SU/STR tanggal 30 Januari 2018 tentang terjadinya tindak pidana perbuatan cabul terhadap anak di bawah umur.

#Kronologis

Kejadian ini terkuak awalnya pada 24 Januari 2018. Dimana saat itu, korban NS, yang sedianya akan pergi les ke sekolah, tak mau berangkat.

Ibundanya, boru A yang saat itu sedang menyetrika kain, kemudian mempertanyakan kepada NS kenapa tak pergi les. Karena memang les tersebut tambahan guna persiapan menghadapi ujian nasional.

Ditanya begitu, mendadak NS menangis dan mendekati ibunya. Setelah dibujuk ada apa sehingga NS menangis dan tak mau les, akhirnya dia mengaku, wali kelasnya HP memegangi bagian tubuh sensitifnya.

Kaget dengan pengakuan itu, boru A mengaku terpukul dan memeluk erat satu-satunya putrinya itu. Dia kemudian bercerita soal itu ke suami dan keluarga. Namun karena keesokan harinya ada pesta adat, keluarga menunda mendatangi sekolah NS.

Barulah pada Sabtu (27/1) pagi, keluarga mendatangi sekolah dan bertemu dengan kepala sekolah, boru Manurung. Di sana, setelah diungkap kejadiannya, HP dipanggil dan dikonfrontir dengan pengakuan orangtua NS. Saat itu HP membantah melakukan pelecehan seksual terhadap muridnya itu.

Keluarga lalu memberi waktu kepada HP agar datang ke rumah mereka guna mengaku dan berdamai. Jika tidak maka keluarga NS akan membuat laporan polisi.

Usai pertemuan itu, siang harinya, HP datang sendiri ke rumah keluarga NS. Di sana HP bertemu dengan NS dan ibundanya.

Saat itu HP kepada NS menyebut, dia tak pernah melakukan hal tak baik. Namun, NS dengan berani di hadapan HP dan ibunya menegaskan kalau HP melakukan tindakan cabul terhadapnya.

“Bapak pegang punyaku,” kata boru A menirukan ucapan NS di hadapan HP saat itu. “Kami akhirnya memutuskan membuat pengaduan ke polisi pada 30 Januari 2019, setelah kami beri waktu sampai 29 Januari, pelaku berniat baik. Tapi dia tidak ada niat baik,” ungkap boru A.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Siantar, AKP Restuadi melalui peniyidik yang dihunjuk menangani kasus ini Aipda Hermida Pelawi dari Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) belum memberikan keterangan sejauh mana kasus ini ditangani.

Saat coba dihubungi melalui sambungan seluler, Sabtu (24/2) sore, belum ada respons sama sekali.

Informasi diperoleh, Polres Siantar sudah menyampaikan kasus ini ke Kejaksaan Negeri Siantar pada 5 Februari 2018 lalu. Namun pihak kejaksaan mengembalikan berkas laporan karena masih P19, yang meminta kepolisian melengkapi berkas perkara tersebut.

“Kami dapat kabar, sudah diserahkan ke jaksa tapi dikembalikan karena masih P19,” tutur boru Manurung, salah seorang kerabat NS. (tig)


Loading...
KOMENTAR ANDA
Berita Terkini Lainnya
Daftar Terbaru,  147 Penumpang KM Sinar Bangun Belum Ditemukan
Metro 24 Jam - Selasa, 19 Juni 2018 - 18:18 WIB

Daftar Terbaru, 147 Penumpang KM Sinar Bangun Belum Ditemukan

Berdasarkan daftar terbaru yang dirilis Posko Bencana Danau Toba, hingga Selasa (19/6/2018), ada 147 penumpang yang dinyatakan hilang dalam musibah ...
KM Sinar Bangun Tenggelam, 94 Korban Belum Ditemukan, Ini Daftarnya
Metro 24 Jam - Selasa, 19 Juni 2018 - 16:41 WIB

KM Sinar Bangun Tenggelam, 94 Korban Belum Ditemukan, Ini Daftarnya

Tim penyelamat gabungan terus melakukan pencarian terhadap para korban yang dinyatakan hilang dalam peristiwa tenggelamnya KM Sinar Bangun, hingga Selasa ...
PDPM Protes Keras Logo Muhammadiyah Dicatut Relawan Ashari-Yusuf
Metro 24 Jam - Selasa, 19 Juni 2018 - 15:54 WIB

PDPM Protes Keras Logo Muhammadiyah Dicatut Relawan Ashari-Yusuf

Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kabupaten Deliserdang menyayangkan logo Muhammadiyah dicatut untuk mendukung calon Bupati Deliserdang, Ashari Tambunan - Yusuf ...
Pihak Ini Paling Bertanggungjawab Atas Tragedi KM Sinar Bangun
Metro 24 Jam - Selasa, 19 Juni 2018 - 13:21 WIB

Pihak Ini Paling Bertanggungjawab Atas Tragedi KM Sinar Bangun

Tenggelamnya Kapal Motor Penumpang (KMP) Sinar Bangun di perairan Danau Toba sangat disesalkan Sekretaris Komisi D DPRD Sumatera Utara (Sumut), ...
Djoss Diyakini Unggul di Deliserdang
Metro 24 Jam - Selasa, 19 Juni 2018 - 11:53 WIB

Djoss Diyakini Unggul di Deliserdang

Pasangan Djarot Sihar Sitorus diyakini unggul di Deliserdang. Bahkan ditarget 75 persen suara di Deliserdang akan jatuh pada pasangan yang ...
Video: Detik-detik Tenggelamnya KM Sinar Bangun
Metro 24 Jam - Selasa, 19 Juni 2018 - 11:47 WIB

Video: Detik-detik Tenggelamnya KM Sinar Bangun

Awan gelap mengiringi jerit tangis penumpang Kapal Motor Sinar Bangun saat tenggelam di perairan Danau Toba, Senin (18/6/2018) sekira jam ...