Rabu, 18 Juli 2018 | 02.04 WIB
Metro24Jam>News>Metro 24 Jam>6 Hari Menghilang, Siswi SMP Pulang Selamat, Mengaku Dicabuli Teman Facebook

6 Hari Menghilang, Siswi SMP Pulang Selamat, Mengaku Dicabuli Teman Facebook

Rabu, 14 Februari 2018 - 23:20 WIB

IMG-52187

DL dan Putri. (Arvin/metro24jam.com)

PERCUT, metro24jam.com – Setelah hampir sepekan menghilang, akhirnya DL (13) siswi kelas 1 SMP akhirnya dapat berkumpul dengan keluarganya di Jalan M Yakub Lubis, Desa Bandar Khalipah, Kecamatan Percut Sei Tuan, Rabu (14/2/2018) siang.

Informasi yang dihimpun, DL ditemukan setelah seorang pria menghubungi ke nomor sepupunya bernama Putri.

Dari seberang telepon, pria yang mengaku bernama Petrus alias Angga alias Joko, warga Medan Perjuangan, yang sebelumnya juga beberapa kali mengontak keluarga korban dengan nomornya yang sama, mengaku kalau DL ada bersamanya.

Namun, kepada Putri, Petrus meminta uang sejumlah Rp2 juta dan meminta keluarga DL agar tak menghubungi polisi.

“Awalnya saya ditelpon pakek nomor yang itu juga. Pertama dia mengaku kerja di elektronik, lalu saya matikan. Gak berapa lama dia nelpon lagi, baru mengatakan kalau si DL bersamanya. Tapi dia minta uang tebusan Rp 2 juta dikirim melalui transfer,” beber Putri, saat ditemui di kediamannya.

Mengetahui hal itu, keluarga DL mengambil alih telpon dan berkomunikasi dengan Petrus. Selanjutnya diputuskan, bahwa DL harus dijemput oleh seorang utusan wanita di kawasan Parit Busuk (Parbus), Medan Perjuangan.

Putri dan bersama keluarganya menuju ke lokasi. Sesampainya di tempat yang ditentukan, si Petrus kemudian datang dan menemui Putri bersama keluarga perempuannya. Keduanya pun dibawa ke rumah Petrus yang berjarak sekitar 30m dari lokasi dan akhirnya bertemu dengan DL.

“Kami dibawa ke rumahnya dan dia mengaku gak tau menau soal si DL. Katanya dia menyelamatkan si DL yang diturunkan oleh kenalan Facebook bernama Usuf Fernandos,” sambung Putri.

Masih menurut Putri, saat ditanya soal nomor yang dipakai saat menghubungi dirinya beberapa kali sebelum itu dengan nomor yang sama, pria yang mengaku bernama Petrus itu membantahnya.

“Dia mengelak, katanya gak ada, padahal pakek nomor itu juga,” sambung Putri.

Namun, karena DL terus memohon dan mengatakan kalau Petrus tidak terlibat dan tak mau menimbulkan keributan, akhirnya pihak keluarga berencana membawanya pulang.

Tapi Petrus tidak mengizinkan begitu saja DL dibawa pulang dan meminta uang tanggungan, karena menganggap telah menampung dan membiaya DL selama beberapa hari di rumahnya.

“Kami kasih juga uang Rp 600 sama dia (Petrus), terus kami bawa DL pulang,” timpal Erna, salah seorang keluarga DL.

Suwaji (35) dan istrinya Handayani (35) orangtua korban beserta keluarganya menginterogasi DL.

Dicabuli Dekat Kebun Sawit
Sesampai di rumah, awalnya, DL susah ditanyai dan terlihat masih syok dan ketakutan. Namun setelah dibujuk, DL akhirnya mengakui kalau dirinya sempat dicabuli oleh kenalan Facebook-nya bernama Usuf.

Menurut penuturan DL, peristiwa itu berawal saat dia pulang dari sekolah dan bertemu dengan pelaku Usuf di Simpang Pasar 7 Tembung, Jum’at (9/2/2018) sekira jam 11.30 wib.

Dari pertemuan itu, DL pun dibujuk oleh pelaku dan diajak berkeliling mengendarai kreta. Korban mengaku kebingungan, karena pelaku membawanya keliling hingga tak tau arah. Dan akhirnya, di satu kawasan sepi yang banyak pepohonan sawit, Usuf mencabulinya.

“Aku dipaksa dan diancamnya. Setelah itu, aku diturunkan di Jalan Prof HM Yamin depan Mesjid Juang 45,” tutur DL terbata-bata.

Dari situlah, DL mengaku semakin ketakutan untuk pulang dan mengadukan nasibnya kepada kedua orangtua dan keluarganya.

“Si Petrus alias Angga atau Joko itu aku telpon dan aku dijemput sama dia kok. Bukan dia yang ngapain aku,” kata DL masih terlihat takut kalau Petrus dilibatkan polisi.

Atas kejadian itu, keluarga korban sempat mendatangi Polsek Percut Sei Tuan, namun keluarga korban mengaku semakin bingung, lantaran respon polisi dianggap kurang membantu.

“Dari awal kejadian sampai hari ini tadi kami sudah datang ke Polsek Percut Sei Tuan, tapi kami gak juga bisa buat laporan. Malah sama polisi di Polsek, kami disuruh ke Polres (Polrestabes Medan), makanya kami bingung mau lapor kemana?” ucap Suwaji diamini istrinya Handayani.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Putu Yudha saat di konfirmasi perihal tersebut, berjanji akan segera memproses laporan korban dan secepatnya menangkap pelaku. Namun, perwira dua melati emas ini menyarankan agar menenangkan korban dan laporan bisa didahulukan oleh orangtuanya.

“Buat laporannya segera, pasti kita tindaklanjuti. Nantinya akan dibantu Kanit PPA untuk konseling. Tapi, yang paling penting adalah pulihkan dulu psikologis anak itu, jangan sampai dia trauma ataupun shock,” saran Kasat Rrskrim.

Diberitakan sebelumnya, DL (13) berpamitan berangkat ke sekolahnya di SMP Negri 1 Tembung, Jalan Besar Tembung/Medan Batang Kuis, pada Jum’at (9/2) sekira jam 07.00 wib. DL sempat mengikuti pelajaran sekolah sebelum dipulangkan gurunya sekitar jam 11.30 wib.

Sejak itu, DL tak diketahui keberadaanya. Menjelang magrib, seorang pria menghubungi sepupu korban, Putri dan mengatakan kalau DL bersamanya di kawasan Pasar 7 Tembung.

Pria yang belum diketahui identitasnya itu mengaku kalau kaki korban terkilir. Satu jam kemudian, sekitar jam 8 malam, pria tersebut kembali menghubungi Putri dengan nomor yang sama dan mengatakan kalau korban bersamanya di kawasan Jalan Pancing, tak jauh dari Diskotik Barcelona. Namun saat dikejar keluarga DL ke tempat itu, remaja tersebut tak juga ditemukan, apalagi si penelepon gelap.

Nomor tersebut pun tak dapat dihubungi kembali. Hingga Rabu (14/2/2018) sekira jam 11.10 wib, nomor telfon yang sama kembali menghubungi dan memberi kabar kepada Putri dan keluarganya kalau DL ada bersamanya.

Setelah ditemui, sewaktu menjemput DL, si menelfon tersebut mengaku bernama, Petrus atau Angga atau Joko. (vin)


Loading...
KOMENTAR ANDA
Berita Terkini Lainnya
Upacara Kesadaran Nasional di Deliserdang, Bupati Ingatkan Hari Aksara Internasional
Metro 24 Jam - Rabu, 18 Juli 2018 - 02:01 WIB

Upacara Kesadaran Nasional di Deliserdang, Bupati Ingatkan Hari Aksara Internasional

Bupati Deliserdang H Ashari Tambunan pimpin upacara Hari Kesadaran Nasional Pemerintah Kabupaten Deliserdang, Selasa (17/7), di Lapangan Kantor Bupati, bersamaan ...
DPC Partai Garuda Serahkan Berkas Bacaleg ke KPUD Siantar
Metro 24 Jam - Rabu, 18 Juli 2018 - 01:45 WIB

DPC Partai Garuda Serahkan Berkas Bacaleg ke KPUD Siantar

Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Garuda Pematangsiantar hadir di Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Pematangsiantar, untuk menyerahkan berkas pengajuan ...
Sambut HBA-58 dan HUT IAD-18, Kejari Deliserdang Bagikan 1.000 Nasi Bungkus
Metro 24 Jam - Rabu, 18 Juli 2018 - 01:36 WIB

Sambut HBA-58 dan HUT IAD-18, Kejari Deliserdang Bagikan 1.000 Nasi Bungkus

Banyak cara yang dapat dilakukan untuk mencari simpatik masyarakat dalam menyambut Hari Bakti Adhyaksa (HBA) ke-58 tahun dan HUT Ikatan ...
Pengedar Sabu Ditembak Mati: Jaringan Rizal Cs dan Kasus 14 Kg Sabu di Namorambe
Metro 24 Jam - Rabu, 18 Juli 2018 - 01:23 WIB

Pengedar Sabu Ditembak Mati: Jaringan Rizal Cs dan Kasus 14 Kg Sabu di Namorambe

Salah satu terduga jaringan pengedari sabu yang ditembak mati oleh polisi, Selasa (17/7/2018), merupakan bagian dari jaringan Rizal, yang sebelumnya ...
Maling Kreta Kualat! Sering Beraksi di Masjid, Ditembak Polisi
Metro 24 Jam - Rabu, 18 Juli 2018 - 00:57 WIB

Maling Kreta Kualat! Sering Beraksi di Masjid, Ditembak Polisi

Sekali maen berhasil, duo kawanan maling kreta jadi ketagihan. Kemarin, aksi keduanya berakhir setelah ditembak tim anti bandit Polres Binjai ...
Pengedar Sabu Ditembak Mati, Ini Penjelasan Kapolrestabes Medan
Metro 24 Jam - Selasa, 17 Juli 2018 - 21:50 WIB

Pengedar Sabu Ditembak Mati, Ini Penjelasan Kapolrestabes Medan

Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan meringkus 3 pengedar sabu asal Aceh di Jalan Rakyat, Kecamatan Medan Timur, Selasa (17/7/2018) pagi ...