Jumat, 27 April 2018 | 10.02 WIB
Metro24Jam>News>Metro 24 Jam>BNP2TKI Kawal Proses Hukum dan Pemulangan Jenazah Adelina

BNP2TKI Kawal Proses Hukum dan Pemulangan Jenazah Adelina

Selasa, 13 Februari 2018 - 13:01 WIB

IMG-52061

Kondisi Adelina sebelum meninggal dunia. (NewStraitTimes)

JAKARTA, metro24jam.com – Terkait tewasnya Adelina, TKI yang bekerja sebagai asisten rumah tangga di Bukit Mertajam, Penang, Malaysia, Minggu (11/2/2018) lalu, Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), dilaporkan sudah melakukan koordinasi untuk pemulangan jenazah korban ke Tanah Air.

Melansir Tribunnews.com, Selasa (13/2/2018), Kepala BNP2TKI, Nusron Wahid, akan terus mengawal kasus itu, untuk memastikan proses hukum terhadap pelaku, dan hak-hak dari almarhumah Adelina diberikan kepada keluarga.

Dikatakannya, hingga Senin kemarin, Satgas KJRI Penang telah bertemu dengan Ms Aida, yang merupakan Agen Malaysia dan telah mendapatkan paspor korban.

Dari paspor tersebut diketahui, korban bernama Adelina Lisao, dengan nomor paspor A4725964, yang dikeluarkan Imigrasi Blitar. Alamat yang tertera di paspor yakni Desa Tanah Merah, RT07/03 Kupang Tengah, Kupang, NTT.

Dijelaskan Nusron, Adelina pernah bekerja secara resmi di Malaysia, kemudian pulang ke Indonesia tanggal 29 September 2014, dan masuk lagi secara ilegal pada 22 Desember 2014 via agen Malaysia atas nama Ms LIM (agen ke-1).

Korban kemudian dijual ke Ms Aida (agen ke-2), dan selanjutnya dipekerjakan ke majikan WN Malaysia atas nama Jaya, hingga ditemukan terkapar di teras rumahnya sebelum meninggal dunia di rumah sakit.

“Saya sudah instruksikan BP3TKI Kupang untuk berkoordinasi dengan pihak terkait termasuk juga berkomunikasi dengan keluarga mengenai proses ini,” ujar Nusron.

Nusron melanjutkan, berdasarkan informasi sementara dari satgas yang telah melihat langsung kondisi jenazah dan bertemu dengan DR Amir Sa’ad, pakar forensik RS Sebrang Jaya dan Inspektur Zul, polisi Kantor Polisi Seberang Prai Tengah, kematian korban disebabkan oleh anemia, hemoglobin 3,6 (normal 12-15), malnutrisi 43 kg BMI 16 (normal 18), akibat pembiaran yang dilakukan majikannya dalam jangka waktu lama.

Sedangkan bekas luka yang tidak diobati berakibat kegagalan fungsi organ tubuh. Dari hasil forensik sementara tidak ditemui bekas-bekas penganiayaan atau pemukulan dan tidak ada luka dalam.

Sementara, penyebab bekas luka ditangan kanan diperkirakan bekas gigitan binatang dan tangan kiri akibat air keras.

“Penyebab luka masih dalam penyidikan. Dan Pemerintah Malaysia akan memanggil pakar forensik gigi dan dokter gigi dari Pusat Forensik Malaysia. Hasil post mortem akan disampaikan ke KJRI Penang,” sebut Nurwahid. (tri/asp)

BACA JUGA:
Ibu dari Dua Penyiksa TKI Ditahan Polisi
Sadis! Dianiaya dan Tidur Sama Anjing, TKI Asal Medan Tewas di Penang


Loading...
KOMENTAR ANDA
Berita Terkini Lainnya
Baru Beli Sabu Ditangkap Polisi, Bandarnya Terciduk di Dalam Rumah
Metro 24 Jam - Jumat, 27 April 2018 - 06:44 WIB

Baru Beli Sabu Ditangkap Polisi, Bandarnya Terciduk di Dalam Rumah

Personel Polsek Tanjungbalai Selatan meringkus seorang pembeli sabu berikut bandarnya bernama Fauzi (46), warga Jalan Anwar Idris, Lingkungan IV, Kelurahan ...
Resmikan Posko Patriot, Sihar Disambut Barongsai dan Reog
Metro 24 Jam - Jumat, 27 April 2018 - 05:49 WIB

Resmikan Posko Patriot, Sihar Disambut Barongsai dan Reog

Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Sumatera Utara Sihar Sitorus disambut barongsai dan reog diarak untuk menyapa warga Desa Helvetia Kecamatan Labuhan ...
Ali Ngabalin: Kalau Sumut tak Bisa Pilkada Damai, Biar Kami Orang Papua yang Jaga
Metro 24 Jam - Jumat, 27 April 2018 - 00:00 WIB

Ali Ngabalin: Kalau Sumut tak Bisa Pilkada Damai, Biar Kami Orang Papua yang Jaga

Ketua Badan Koordinator Mubaligh Indonesia, Dr H Ali Muchtar Ngabalin MA, menyebut Sumatera Utara (Sumut) adalah barometer Indonesia. Maka, mengantisipasi ...
Pulas Tertidur, HP Disikat Maling, Rekaman CCTV pun Hilang, Ali Toho Lapor Polisi
Metro 24 Jam - Kamis, 26 April 2018 - 23:33 WIB

Pulas Tertidur, HP Disikat Maling, Rekaman CCTV pun Hilang, Ali Toho Lapor Polisi

Tiga unit HP milik Ali Toho (56), yang sedang di-charger di warung Jalan Pahlawan,Gang Roso, Kelurahan Kedai Durian, Kecamatan Delitua ...
Ketangkap CCTV Curi Besi, Bulu Terciduk Rekannya Buron
Metro 24 Jam - Kamis, 26 April 2018 - 22:59 WIB

Ketangkap CCTV Curi Besi, Bulu Terciduk Rekannya Buron

'Gelap' tak punya uang, Budianto alias Bulu nekat mencuri besi di bengkel las PT Cahaya Casindo Cemerlang. Sial bagi Bulu, ...
Divonis 5 Tahun 6 Bulan, Bayar UP Rp5 M Lebih, OK Arya: “Pusing Kepala Ku!”
Metro 24 Jam - Kamis, 26 April 2018 - 22:45 WIB

Divonis 5 Tahun 6 Bulan, Bayar UP Rp5 M Lebih, OK Arya: “Pusing Kepala Ku!”

Bupati Batubara non aktif, OK Arya Zulkarnaen, mengaku pusing setelah dijatuhi vonis 5 tahun 6 bulan penjara dan denda Rp200 ...