Rabu, 18 Juli 2018 | 01.59 WIB
Metro24Jam>News>Metro 24 Jam>BNP2TKI Kawal Proses Hukum dan Pemulangan Jenazah Adelina

BNP2TKI Kawal Proses Hukum dan Pemulangan Jenazah Adelina

Selasa, 13 Februari 2018 - 13:01 WIB

IMG-52061

Kondisi Adelina sebelum meninggal dunia. (NewStraitTimes)

JAKARTA, metro24jam.com – Terkait tewasnya Adelina, TKI yang bekerja sebagai asisten rumah tangga di Bukit Mertajam, Penang, Malaysia, Minggu (11/2/2018) lalu, Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), dilaporkan sudah melakukan koordinasi untuk pemulangan jenazah korban ke Tanah Air.

Melansir Tribunnews.com, Selasa (13/2/2018), Kepala BNP2TKI, Nusron Wahid, akan terus mengawal kasus itu, untuk memastikan proses hukum terhadap pelaku, dan hak-hak dari almarhumah Adelina diberikan kepada keluarga.

Dikatakannya, hingga Senin kemarin, Satgas KJRI Penang telah bertemu dengan Ms Aida, yang merupakan Agen Malaysia dan telah mendapatkan paspor korban.

Dari paspor tersebut diketahui, korban bernama Adelina Lisao, dengan nomor paspor A4725964, yang dikeluarkan Imigrasi Blitar. Alamat yang tertera di paspor yakni Desa Tanah Merah, RT07/03 Kupang Tengah, Kupang, NTT.

Dijelaskan Nusron, Adelina pernah bekerja secara resmi di Malaysia, kemudian pulang ke Indonesia tanggal 29 September 2014, dan masuk lagi secara ilegal pada 22 Desember 2014 via agen Malaysia atas nama Ms LIM (agen ke-1).

Korban kemudian dijual ke Ms Aida (agen ke-2), dan selanjutnya dipekerjakan ke majikan WN Malaysia atas nama Jaya, hingga ditemukan terkapar di teras rumahnya sebelum meninggal dunia di rumah sakit.

“Saya sudah instruksikan BP3TKI Kupang untuk berkoordinasi dengan pihak terkait termasuk juga berkomunikasi dengan keluarga mengenai proses ini,” ujar Nusron.

Nusron melanjutkan, berdasarkan informasi sementara dari satgas yang telah melihat langsung kondisi jenazah dan bertemu dengan DR Amir Sa’ad, pakar forensik RS Sebrang Jaya dan Inspektur Zul, polisi Kantor Polisi Seberang Prai Tengah, kematian korban disebabkan oleh anemia, hemoglobin 3,6 (normal 12-15), malnutrisi 43 kg BMI 16 (normal 18), akibat pembiaran yang dilakukan majikannya dalam jangka waktu lama.

Sedangkan bekas luka yang tidak diobati berakibat kegagalan fungsi organ tubuh. Dari hasil forensik sementara tidak ditemui bekas-bekas penganiayaan atau pemukulan dan tidak ada luka dalam.

Sementara, penyebab bekas luka ditangan kanan diperkirakan bekas gigitan binatang dan tangan kiri akibat air keras.

“Penyebab luka masih dalam penyidikan. Dan Pemerintah Malaysia akan memanggil pakar forensik gigi dan dokter gigi dari Pusat Forensik Malaysia. Hasil post mortem akan disampaikan ke KJRI Penang,” sebut Nurwahid. (tri/asp)

BACA JUGA:
Ibu dari Dua Penyiksa TKI Ditahan Polisi
Sadis! Dianiaya dan Tidur Sama Anjing, TKI Asal Medan Tewas di Penang


Loading...
KOMENTAR ANDA
Berita Terkini Lainnya
DPC Partai Garuda Serahkan Berkas Bacaleg ke KPUD Siantar
Metro 24 Jam - Rabu, 18 Juli 2018 - 01:45 WIB

DPC Partai Garuda Serahkan Berkas Bacaleg ke KPUD Siantar

Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Garuda Pematangsiantar hadir di Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Pematangsiantar, untuk menyerahkan berkas pengajuan ...
Sambut HBA-58 dan HUT IAD-18, Kejari Deliserdang Bagikan 1.000 Nasi Bungkus
Metro 24 Jam - Rabu, 18 Juli 2018 - 01:36 WIB

Sambut HBA-58 dan HUT IAD-18, Kejari Deliserdang Bagikan 1.000 Nasi Bungkus

Banyak cara yang dapat dilakukan untuk mencari simpatik masyarakat dalam menyambut Hari Bakti Adhyaksa (HBA) ke-58 tahun dan HUT Ikatan ...
Pengedar Sabu Ditembak Mati: Jaringan Rizal Cs dan Kasus 14 Kg Sabu di Namorambe
Metro 24 Jam - Rabu, 18 Juli 2018 - 01:23 WIB

Pengedar Sabu Ditembak Mati: Jaringan Rizal Cs dan Kasus 14 Kg Sabu di Namorambe

Salah satu terduga jaringan pengedari sabu yang ditembak mati oleh polisi, Selasa (17/7/2018), merupakan bagian dari jaringan Rizal, yang sebelumnya ...
Maling Kreta Kualat! Sering Beraksi di Masjid, Ditembak Polisi
Metro 24 Jam - Rabu, 18 Juli 2018 - 00:57 WIB

Maling Kreta Kualat! Sering Beraksi di Masjid, Ditembak Polisi

Sekali maen berhasil, duo kawanan maling kreta jadi ketagihan. Kemarin, aksi keduanya berakhir setelah ditembak tim anti bandit Polres Binjai ...
Pengedar Sabu Ditembak Mati, Ini Penjelasan Kapolrestabes Medan
Metro 24 Jam - Selasa, 17 Juli 2018 - 21:50 WIB

Pengedar Sabu Ditembak Mati, Ini Penjelasan Kapolrestabes Medan

Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan meringkus 3 pengedar sabu asal Aceh di Jalan Rakyat, Kecamatan Medan Timur, Selasa (17/7/2018) pagi ...
Jelang Penutupan, Parpol Ramai-ramai Daftarkan Bacaleg ke KPU Sumut
Metro 24 Jam - Selasa, 17 Juli 2018 - 21:21 WIB

Jelang Penutupan, Parpol Ramai-ramai Daftarkan Bacaleg ke KPU Sumut

Jelang penutupan pendaftaran, partai politik mulai ramai berdatangan secara bergantian ke Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumut di Jalan Perintis ...