Jumat, 27 April 2018 | 09.52 WIB
Metro24Jam>News>Metro 24 Jam>Ini Penjelasan Dinas Pendidikan Pemprov DKI Terkait Ijazah JR Saragih

Ini Penjelasan Dinas Pendidikan Pemprov DKI Terkait Ijazah JR Saragih

Senin, 12 Februari 2018 - 14:33 WIB

IMG-51974

JR Saragih meneteskan air mata saat menenangkan pendukungnya. (ist/metro24jam.com)

MEDAN, metro24jam.com – Bakal Pasangan Calon Gubernur Sumatera Utara dan Wakilnya, JR Saragih-Ance Selian, dinyatakan KPU gagal untuk melaju mengikuti kontestasi Pilgubsu 2018 pada Juni mendatang.

Ketua KPU Sumatera Utara, Mulia Banurea, menegaskan bahwa, kegagalan tersebut dikarenakan ijazah SMA JR dinyatakan tidak pernah ada oleh Dinas Pendidikan Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta, tempat di mana JR menimba ilmu semasa SMA.

Dalam surat balasan tertanggal 22 Januari 2018, terkait permohonan KPU Sumut nomor: 82/PL.03.2-SD/Prov/2018, tertanggal 14 Januari 2018, untuk klarifikasi fotokopi Izajah STTB SMA nomor 01 OC Oh 0373795, atas nama Jopinus Saragih, berikut pernyataan Disdik Pemprov DKI:

1. SMA Swasta Iklas Prasasti tempat JR Saragih terdaftar sebagai siswa pada tahun 1990, yang beralamat di Jalan Raya Sumur Batu, Kemayoran, Jakarta Pusat, menggunakan gedung SD Negeri.

2. SMA Swasta Iklas Prasasti dinyatakan sudah tutup (bubar) sejak tahun pelajaran 1993/1994.

3. Blanko Ijazah/STTB yang didistribusikan ke SMA Swasta Ikas Prasasti tahun 1990 sebagai berikut:
- Program Biologi (A2), nomor seri 01 OC Oh 0373 776 s/d 01 OC Oh 0373 823, atau sejumlah 48 lembar.
- Program IPS (A3), nomor seri yang didistribusikan adalah 01 OC Oh 0791 833 s/d 01 OC Oh 0791 891 atau berjumlah 59 lembar.

4. Sampai dengan saat ini, Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta tidak pernah melegalisir/mengesahkan Ijazah/STTB SMA nomor 01 OC Oh 0373 795 tahun 1990, atas nama Jopinus Saragih G.

Surat balasan Disdik Pemprov DKI ke KPU Sumut.(Arvin/metro24jam.com)

Surat dengan nomor: 1454/-I.851.623, ditandatangani Sekretaris Dinas Pendidikan Pemprov DKI Jakarta, Susi Nurhati dan ditembuskan kepada Kepala Dinas Pendidikan Pemprov DKI. (vin)


Loading...
KOMENTAR ANDA
Berita Terkini Lainnya
Baru Beli Sabu Ditangkap Polisi, Bandarnya Terciduk di Dalam Rumah
Metro 24 Jam - Jumat, 27 April 2018 - 06:44 WIB

Baru Beli Sabu Ditangkap Polisi, Bandarnya Terciduk di Dalam Rumah

Personel Polsek Tanjungbalai Selatan meringkus seorang pembeli sabu berikut bandarnya bernama Fauzi (46), warga Jalan Anwar Idris, Lingkungan IV, Kelurahan ...
Resmikan Posko Patriot, Sihar Disambut Barongsai dan Reog
Metro 24 Jam - Jumat, 27 April 2018 - 05:49 WIB

Resmikan Posko Patriot, Sihar Disambut Barongsai dan Reog

Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Sumatera Utara Sihar Sitorus disambut barongsai dan reog diarak untuk menyapa warga Desa Helvetia Kecamatan Labuhan ...
Ali Ngabalin: Kalau Sumut tak Bisa Pilkada Damai, Biar Kami Orang Papua yang Jaga
Metro 24 Jam - Jumat, 27 April 2018 - 00:00 WIB

Ali Ngabalin: Kalau Sumut tak Bisa Pilkada Damai, Biar Kami Orang Papua yang Jaga

Ketua Badan Koordinator Mubaligh Indonesia, Dr H Ali Muchtar Ngabalin MA, menyebut Sumatera Utara (Sumut) adalah barometer Indonesia. Maka, mengantisipasi ...
Pulas Tertidur, HP Disikat Maling, Rekaman CCTV pun Hilang, Ali Toho Lapor Polisi
Metro 24 Jam - Kamis, 26 April 2018 - 23:33 WIB

Pulas Tertidur, HP Disikat Maling, Rekaman CCTV pun Hilang, Ali Toho Lapor Polisi

Tiga unit HP milik Ali Toho (56), yang sedang di-charger di warung Jalan Pahlawan,Gang Roso, Kelurahan Kedai Durian, Kecamatan Delitua ...
Ketangkap CCTV Curi Besi, Bulu Terciduk Rekannya Buron
Metro 24 Jam - Kamis, 26 April 2018 - 22:59 WIB

Ketangkap CCTV Curi Besi, Bulu Terciduk Rekannya Buron

'Gelap' tak punya uang, Budianto alias Bulu nekat mencuri besi di bengkel las PT Cahaya Casindo Cemerlang. Sial bagi Bulu, ...
Divonis 5 Tahun 6 Bulan, Bayar UP Rp5 M Lebih, OK Arya: “Pusing Kepala Ku!”
Metro 24 Jam - Kamis, 26 April 2018 - 22:45 WIB

Divonis 5 Tahun 6 Bulan, Bayar UP Rp5 M Lebih, OK Arya: “Pusing Kepala Ku!”

Bupati Batubara non aktif, OK Arya Zulkarnaen, mengaku pusing setelah dijatuhi vonis 5 tahun 6 bulan penjara dan denda Rp200 ...