Senin, 22 Januari 2018 | 07.33 WIB
Metro24Jam>News>Metro 24 Jam>Selama 2 Hari, Bentrok Ojol vs Sopir Angkot Nyaris Terjadi di Seluruh Jajaran Polrestabes Medan

Selama 2 Hari, Bentrok Ojol vs Sopir Angkot Nyaris Terjadi di Seluruh Jajaran Polrestabes Medan

Sabtu, 13 Januari 2018 - 20:52 WIB

IMG-49827

Salah satu angkot yang pecah kaca. (ist/metro24jam.com)

POLRESTABES, metro24jam.com – Buntut dari bentrok yang terjadi Jum’at (12/1/2018) malam antara pengendara ojek online versus sopir angkot di kawasan Medan Deli Tua, ternyata belum tuntas. Hal itu bahkan berimbas hingga Sabtu (13/1/2018) sore hari.

Masing-masing dari para sopir baik Ojol (ojek online) maupun sopir angkot, saling sweeping. Kedua belah pihak ingin saling balas serang. Sweeping sempat dilakukan oleh pengemudi Ojol maupun angkot hampir seluruh di kawasan jajaran Polrestabes Medan.

Informasi yang dihimpun, aksi sweeping yang terjadi pagi hari dipicu saling gesekan antara pengemudi ojek online dengan sopir angkot berlangsung di kawasan Medan Selayang.

Buntut dari kisruh itu, kedua belah pihak masing-masing melaporkan kepada anggotanya. Sehingga, kedua belah pihak saling berjaga.

“Dari tadi malam udah ribut mereka (Ojol dan sopir angkot) bang. Pemicunya itu-itu, saja saling tidak senang. Udah 2 harilah mulai semalam. Kondisinya masih panas nih di jalanan. Saya aja udah beberapa jalanan tadi lewat, masing-masing ada yang kumpul dari ojek maupun angkot,” sebut, Nirman (49) seorang sopir mobil box tujuan Berastagi- Medan.

Akibatnya, di beberapa titik lain jalanan Kota Medan yang banyak dilalui ojek online maupun sopir angkot kembali memanas. Bahkan bentrokan dan saling lempar sempat terjadi di kawasan Medan Perjuangan. Bentrokan serupa juga terjadi di kawasan Padang Bulan Medan. Selanjutnya di kawasan MMTC Jalan Pancing, Medan Tembung hingga ke kawasan Jalan Peraturan, Medan Estate.

Terkait bentrok dan saling sweeping oleh kedua belah pihak, personel Polrestabes dan jajarannya melakukan patroli dan penjagaan di berbagai tempat.

Para pengemudi Ojol bersiap-siap. (ist/metro24jam.com)

Bahkan polisi mengaku telah melakukan mediasi terhadap kedua belah pihak yang berseteru untuk melakukan perjanjian perdamaian sesuai kesepakatan bersama di Gedung Rupatama Polrestabes Medan, Sabtu (13/1/2018) sore.

Perjanjian kesepakatan antara kedua belah pihak ditandatangani oleh Ali Akram mewakili sopir KPUM, G Munte dari Organda serta dari asosiasi pengemudi online, Afrizal Tanjung.

Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dr Dadang Hartanto SH SIK MSi ketika dikonfirmasi membenarkan hal itu.

“Ya, sudah mereka sepakat untuk tidak melakukan pembalasan,” aku Kapolrestabes Medan saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu (13/1/2018) sore.

Meski telah dilakukan kesepakatan, sepertinya kertas yang ditandatangani diatas meterai tersebut tidak berlaku bagi sopir angkot maupun pengemudi ojek online.

Buktinya, hingga menjelang petang, keributan kembali terjadi di beberapa titik. Ratusan driver ojek online (Go-Jek), juga terlihat berkumpul di kantornya Jalan Perintis Kemerdekaan, Komplek Jati Functolion, Kecamatan Medan Timur.

Bahkan para pengemudi ojek ramai-ramai sempat melakukan swiping dan berkumpul di lapangan Merdeka, Kecamatan Medan Barat. Sasaran utama sweeping adalah angkot RMC 104.

Sementara itu, para sopir angkot RMC 104 dan 103 juga akan melakukan hal yang sama, sehingga potensial terjadi kericuhan lagi di jalan.

Hal itu terlihat beberapa sopir angkot yang menunggu pengemudi ojek online di kawasan Simpang Selayang dan Padang Bulan Medan, guna melakukan penjegatan.

Terkait masih adanya gejolak keributan tersebut, Kombes Pol Dadang mengaku pihaknya telah turun ke beberapa titiknlokasi guna mengantisipasi bentrokan.

“Kami masih di lapangan mengantisipasi kemungkinan terjadi dengan melakukan patroli,” katanya.

Kombes Dadang yang baru beberapa bulan menggantikan Kombes Pol Sandi Nugroho ini juga menghimbau kepada keduabbelah pihak agar dapat menahan diri dan menyerahkan ke proses hukum.

Petugas menenangkan massa pengemudi Ojol. (ist/metro24jam.com)

Meski keributan tak menimbulkan luka maupun korban jiwa, namun salah satu angkot terdapat mengalami kerusakan pecah kaca akibat terjadi saling lempar dengan pengemudi ojek online. Bahkan, terlihat ada beberapa angkot Rahayu mempersiapkan diri dengan batu-batuan yang dibawanya di dalam angkot.

Hingga berita ini diterima redaksi kondisi jalanan masih was-was bagi masyarakat. Keberadaan ojek online maupun angkot berkurang untuk beroperasi.

“Pasti was-waslah kami bang sebagai warga. Takut kita kalau naik angkot atau naik ojek kena sasaran swiping. Dari siang hingga sore pun saya pesan ojek Online agak susah, lama baru bisa ada yang datang,” kata, Ipah (22) salah seorang mahasiswa yang sedang menunggu ojek online.

Sementara itu, pihak kepolisian juga mengaku belum ada mengamankan dari salah satu kubu yang berseteru dalam aksi saling serang dan swiping. “Belum ada yang kita amankan. Kita masih periksa saksi-saksi,” ujar singkat, Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Putu Yuda. (vin)


Loading...
KOMENTAR ANDA
Berita Terkini Lainnya
Jembatan Terancam Ambruk, Galian C Terus Berlangsung
Siantar 24 Jam - Senin, 22 Januari 2018 - 03:11 WIB

Jembatan Terancam Ambruk, Galian C Terus Berlangsung

Pengerukan pasir dari Sungai Bah Bolon dituding telah membuat fondasi jembatan antar kabupaten di Perdagangan, Kecamatan Bandar, Simalungun itu, jadi ...
Pembunuh Anggi Habiskan Uang Rampokan untuk Beli Sabu dan Main Judi
Metro 24 Jam - Senin, 22 Januari 2018 - 02:59 WIB

Pembunuh Anggi Habiskan Uang Rampokan untuk Beli Sabu dan Main Judi

Anggi Syahputri Tanjung (17), siswi kelas 2 SMA Negri 11 Medan, akhirnya diketahui tewas akibat dibantai oleh Agung Prasetiyo, Jumat ...
7 Napi Binjai Kabur, Sipir Jaga Segera Dijatuhi Sanksi Berat
Metro 24 Jam - Senin, 22 Januari 2018 - 02:39 WIB

7 Napi Binjai Kabur, Sipir Jaga Segera Dijatuhi Sanksi Berat

Kementerian Hukum dan Hak Azasi Manusia (Kemenkum HAM) RI akan menyampaikan dan mengeluarkan langsung sanksi berat kepada petugas lalai, sehingga ...
Raja Parhata Tewas Ditabrak Mobil
Siantar 24 Jam - Senin, 22 Januari 2018 - 02:30 WIB

Raja Parhata Tewas Ditabrak Mobil

Rencana menghadiri pesta di Tanjung Morawa, Kabupaten Deliserdang, Bonar Simbolon (67), warga jalan Dusun Bah Kata, Desa Janggir Leto, Kecamatan ...
Penyidikan Terkendala Biaya Visum, Warga Bantu Keluarga Bocah Korban Cabul
Siantar 24 Jam - Minggu, 21 Januari 2018 - 23:32 WIB

Penyidikan Terkendala Biaya Visum, Warga Bantu Keluarga Bocah Korban Cabul

SIANTAR, JAM 15.00 WIBKondisi ekonomi keluarga yang pas-pasan membuat orangtua AT (3)--bocah yang dicabuli keluarganya sendiri--tak mampu membayar biaya visum, ...
Pemecatan Bripka Samsul Bahri Tunggu Putusan Hakim
Siantar 24 Jam - Minggu, 21 Januari 2018 - 23:01 WIB

Pemecatan Bripka Samsul Bahri Tunggu Putusan Hakim

Bripka Samsul Bahri, tengah didakwa di Pengadilan Negeri (PN) Simalungun atas keterlibatannya dalam peredaran narkotika. Akibat perbuatannya, pria yang tercatat ...