Kamis, 21 Juni 2018 | 11.10 WIB
Metro24Jam>News>Metro 24 Jam>Selama 2 Hari, Bentrok Ojol vs Sopir Angkot Nyaris Terjadi di Seluruh Jajaran Polrestabes Medan

Selama 2 Hari, Bentrok Ojol vs Sopir Angkot Nyaris Terjadi di Seluruh Jajaran Polrestabes Medan

Sabtu, 13 Januari 2018 - 20:52 WIB

IMG-49827

Salah satu angkot yang pecah kaca. (ist/metro24jam.com)

POLRESTABES, metro24jam.com – Buntut dari bentrok yang terjadi Jum’at (12/1/2018) malam antara pengendara ojek online versus sopir angkot di kawasan Medan Deli Tua, ternyata belum tuntas. Hal itu bahkan berimbas hingga Sabtu (13/1/2018) sore hari.

Masing-masing dari para sopir baik Ojol (ojek online) maupun sopir angkot, saling sweeping. Kedua belah pihak ingin saling balas serang. Sweeping sempat dilakukan oleh pengemudi Ojol maupun angkot hampir seluruh di kawasan jajaran Polrestabes Medan.

Informasi yang dihimpun, aksi sweeping yang terjadi pagi hari dipicu saling gesekan antara pengemudi ojek online dengan sopir angkot berlangsung di kawasan Medan Selayang.

Buntut dari kisruh itu, kedua belah pihak masing-masing melaporkan kepada anggotanya. Sehingga, kedua belah pihak saling berjaga.

“Dari tadi malam udah ribut mereka (Ojol dan sopir angkot) bang. Pemicunya itu-itu, saja saling tidak senang. Udah 2 harilah mulai semalam. Kondisinya masih panas nih di jalanan. Saya aja udah beberapa jalanan tadi lewat, masing-masing ada yang kumpul dari ojek maupun angkot,” sebut, Nirman (49) seorang sopir mobil box tujuan Berastagi- Medan.

Akibatnya, di beberapa titik lain jalanan Kota Medan yang banyak dilalui ojek online maupun sopir angkot kembali memanas. Bahkan bentrokan dan saling lempar sempat terjadi di kawasan Medan Perjuangan. Bentrokan serupa juga terjadi di kawasan Padang Bulan Medan. Selanjutnya di kawasan MMTC Jalan Pancing, Medan Tembung hingga ke kawasan Jalan Peraturan, Medan Estate.

Terkait bentrok dan saling sweeping oleh kedua belah pihak, personel Polrestabes dan jajarannya melakukan patroli dan penjagaan di berbagai tempat.

Para pengemudi Ojol bersiap-siap. (ist/metro24jam.com)

Bahkan polisi mengaku telah melakukan mediasi terhadap kedua belah pihak yang berseteru untuk melakukan perjanjian perdamaian sesuai kesepakatan bersama di Gedung Rupatama Polrestabes Medan, Sabtu (13/1/2018) sore.

Perjanjian kesepakatan antara kedua belah pihak ditandatangani oleh Ali Akram mewakili sopir KPUM, G Munte dari Organda serta dari asosiasi pengemudi online, Afrizal Tanjung.

Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dr Dadang Hartanto SH SIK MSi ketika dikonfirmasi membenarkan hal itu.

“Ya, sudah mereka sepakat untuk tidak melakukan pembalasan,” aku Kapolrestabes Medan saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu (13/1/2018) sore.

Meski telah dilakukan kesepakatan, sepertinya kertas yang ditandatangani diatas meterai tersebut tidak berlaku bagi sopir angkot maupun pengemudi ojek online.

Buktinya, hingga menjelang petang, keributan kembali terjadi di beberapa titik. Ratusan driver ojek online (Go-Jek), juga terlihat berkumpul di kantornya Jalan Perintis Kemerdekaan, Komplek Jati Functolion, Kecamatan Medan Timur.

Bahkan para pengemudi ojek ramai-ramai sempat melakukan swiping dan berkumpul di lapangan Merdeka, Kecamatan Medan Barat. Sasaran utama sweeping adalah angkot RMC 104.

Sementara itu, para sopir angkot RMC 104 dan 103 juga akan melakukan hal yang sama, sehingga potensial terjadi kericuhan lagi di jalan.

Hal itu terlihat beberapa sopir angkot yang menunggu pengemudi ojek online di kawasan Simpang Selayang dan Padang Bulan Medan, guna melakukan penjegatan.

Terkait masih adanya gejolak keributan tersebut, Kombes Pol Dadang mengaku pihaknya telah turun ke beberapa titiknlokasi guna mengantisipasi bentrokan.

“Kami masih di lapangan mengantisipasi kemungkinan terjadi dengan melakukan patroli,” katanya.

Kombes Dadang yang baru beberapa bulan menggantikan Kombes Pol Sandi Nugroho ini juga menghimbau kepada keduabbelah pihak agar dapat menahan diri dan menyerahkan ke proses hukum.

Petugas menenangkan massa pengemudi Ojol. (ist/metro24jam.com)

Meski keributan tak menimbulkan luka maupun korban jiwa, namun salah satu angkot terdapat mengalami kerusakan pecah kaca akibat terjadi saling lempar dengan pengemudi ojek online. Bahkan, terlihat ada beberapa angkot Rahayu mempersiapkan diri dengan batu-batuan yang dibawanya di dalam angkot.

Hingga berita ini diterima redaksi kondisi jalanan masih was-was bagi masyarakat. Keberadaan ojek online maupun angkot berkurang untuk beroperasi.

“Pasti was-waslah kami bang sebagai warga. Takut kita kalau naik angkot atau naik ojek kena sasaran swiping. Dari siang hingga sore pun saya pesan ojek Online agak susah, lama baru bisa ada yang datang,” kata, Ipah (22) salah seorang mahasiswa yang sedang menunggu ojek online.

Sementara itu, pihak kepolisian juga mengaku belum ada mengamankan dari salah satu kubu yang berseteru dalam aksi saling serang dan swiping. “Belum ada yang kita amankan. Kita masih periksa saksi-saksi,” ujar singkat, Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Putu Yuda. (vin)


Loading...
KOMENTAR ANDA
Berita Terkini Lainnya
KM Sinar Bangun Tenggelam, 3 Korban Lagi Ditemukan, BPBD Sumut: 178 Orang Hilang
Metro 24 Jam - Kamis, 21 Juni 2018 - 08:21 WIB

KM Sinar Bangun Tenggelam, 3 Korban Lagi Ditemukan, BPBD Sumut: 178 Orang Hilang

Hingga Rabu (20/6/2018) siang, tiga korban KM Sinar Bangun yang tenggelam di perairan Danau Toba akhirnya ditemukan. Dua di antaranya ...
Jalur Jalan Berastagi Kembali Normal
Metro 24 Jam - Kamis, 21 Juni 2018 - 07:33 WIB

Jalur Jalan Berastagi Kembali Normal

Jalan kota wisata Berastagi, Kabupaten Karo yang sejak hari pertama Idul Fitri sempat dipadati wisatawan, kini berangsur sepi. Pada H+5 ...
Tagih Uang Tip Sama Tamu, Pelayan Cafe KO Ditinju (Katanya yang Bogem Sipir Lapas)
Metro 24 Jam - Kamis, 21 Juni 2018 - 07:25 WIB

Tagih Uang Tip Sama Tamu, Pelayan Cafe KO Ditinju (Katanya yang Bogem Sipir Lapas)

Echa (24), seorang waitress di Sempurna Cafe, Jalan Ringroad, mendapat bogem mentah alias tinju dari tamunya, hanya gara-gara menagih uang ...
Patricia Berdoa untuk Para Korban KMP Sinar Bangun
Metro 24 Jam - Kamis, 21 Juni 2018 - 06:57 WIB

Patricia Berdoa untuk Para Korban KMP Sinar Bangun

Patricia Siahaan, istri dari Cawagub Sumut Sihar Sitorus ikut memberikan kekuatan pada keluarga korban Kapal Motor Penumpang (KMP) Sinar Bangun ...
Termasuk Ketua, 7 Anggota Komunitas Slankers Ikut Tenggelam Bersama KM Sinar Bangun
Metro 24 Jam - Kamis, 21 Juni 2018 - 06:52 WIB

Termasuk Ketua, 7 Anggota Komunitas Slankers Ikut Tenggelam Bersama KM Sinar Bangun

Tujuh di antara penumpang KM Sinar Bangun yang tenggelam di perairan Danau Toba, Senin (18/6/2018) kemarin, diketahui merupakan anggota komunitas ...
Tiga Hari KM Sinar Bangun Tenggelam, PNS Pemko Medan Itu Belum Ditemukan
Metro 24 Jam - Rabu, 20 Juni 2018 - 18:31 WIB

Tiga Hari KM Sinar Bangun Tenggelam, PNS Pemko Medan Itu Belum Ditemukan

Tim gabungan Basarnas dan TNI, Polri, terus menelusuri sejumlah titik mencari penumpang Kapal KM Sinar Bangun yang tenggelam di Danau ...