Sabtu, 21 April 2018 | 15.00 WIB
Metro24Jam>News>Metro 24 Jam>Pukuli Warga, Oknum TNI Dijemput Paksa Personel Denpom

Pukuli Warga, Oknum TNI Dijemput Paksa Personel Denpom

Sabtu, 13 Januari 2018 - 12:45 WIB

IMG-49795

Kopka YD saat dijemput personel Denpom. (Arif/metro24jam.com)

PERCUT, metro24jam.com – Kopral Kepala (Kopka) YD, dari satuan angkatan darat (AD), anggota Batalion Infantri, Yonif 100 Rider di Jalan Binjai KM 6,5 Namu Sirasira, dijemput paksa oleh personel Ddetasemen Polisi Militer (Denpom 1/5), dari Polsek Percut Sei Tuan di Jalan Letda Sujono, Bandar Selamat No 50, Medan Tembung, Jumat (12/1/2018) sekira jam 19.30 Wib.

Informasi yang diperoleh, oknum TNI tersebut menganiaya warga sipil di Jalan Gambir Pasar VIII, Percut Sei Tuan. Puncak persoalan itu bermula dari ditahannya tersangka Bower di Polsek Percut Sei Tuan atas kasus pencurian di kios milik Jhoni Tobing saat di pajak Gambir Pasar 8 Tembung pada tiga minggu yang lalu.

Lantas, Kopka YD yang mengaku sebagai paman tersangka Bower, dengan emosi bersama tiga rekannya Praka IR, Kopda HL, Kopda AAH mendatangi rumah Indra (40), warga Jalan Gambir Pasar VIII Tembung menggunakan mobil Toyota Avanza warna putih, BK 1659 UO, Jumat siang sekira jam 14.00 Wib.

Sesampainya di sana, masih mengenakan pakaian dinas TNI, Kopka YD yang tersulut emosi, memaksa Indra untuk ikut ke kantor polisi Polsek Percut Sei Tuan, guna mencabut laporannya. Itu dilakukan di hadapan anak istri Indra dan ketiga rekan Kopka YD.

Di situ Indra, yang merupakan karyawan Jhony Tobing, menolak permintaan Kopka YD, dengan alasan harus diketahui pimpinannya. Mendengar penjelasan Indra, Kopka YD tambah naik pitam. Seketika itu juga dia memukuli wajah Indra di hadapan anak dan istrinya, disaksikan warga sekitar.

Sementara, ketiga rekan oknum TNI yang bersama Kopka YD hanya melihat saja. Akibatnya mulut Indra pecah-pecah dan mengeluarkan darah. Selanjutnya Kopka YD memaksa Indra masuk ke dalam mobil dan membawanya ke Polsek Percut Sei Tuan.

Setibanya di kantor polisi, Indra yang tak senang atas sikap arogan oknum TNI itu, lalu memberitahukan peristiwa yang dialaminya kepada Jhoni Tobing selaku pimpinannya.

Tak lama Jhoni, bersama dua anggota TNI satuan Denpom datang ke Polsek Percut Sei Tuan. Di halaman Mapolsek Percut Sei Tuan, dua personel Polisi Militer berpangkat Sersan Mayor dan Sersan Kepala itu langsung menginterogasi dan mengamankan Kopka Yudi.

Untuk menjaga situasi, sejumlah personel polisi, termasuk Waka Polsek, AKP Junaidi dan Kanit Reskrim Iptu Philip Purba membawa masuk oknum TNI itu ke ruangan Waka Polsek.

Di dalam ruangan, Kopka Yudi di hadapan korban dan dua anggota TNI dari Denpom itu tidak dapat berkilah dan hanya terdiam dan sesekali membela diri ketika dicecar pertanyaan.

Lantas dua anggota Denpom itu menghubungi anggota TNI Denpom Jalan Suprapto Medan, untuk menjemput Kopka Yudi, dibawa paksa ke kantor Denpom 1/5 guna proses hukumnya lebih lanjut.

Pantauan wartawan di Mako Polsek Percut Sei Tuan, tiga anggota TNI Denpom 1/5 Medan menggunakan mobil dinas datang ke kantor polisi guna menjemput oknum TNI arogan itu dan disusul korban ke kantor Denpom 1/5 Medan untuk membuat laporannya.

Indra (baju kaos). (Arif/metro24jam.com)

“Saya didatangi empat orang oknum TNI bang. Di rumah saya dipaksa untuk ikut ke Polsek Percut Sei Tuan untuk mencabut laporan atas ditahannya tersangka Bower. Dia ditangkap polisi beberapa minggu lalu karena terlibat kasus pencurian di kios Pajak Gambir Pasar 8, Tembung milik Jhoni Tobing,” kata Indra.

Indra menambahkan, semula dirinya menolak tawaran oknum TNI tersebut. Berkoordinasi dengan pimpinannya namun Kopka Yudi spontan arogan memukuli wajahnya bertubi-tubi tanpa perlawanan di hadapan keluarganya.

“Saya dipaksa naik ke mobil dan dibawa ke kantor polisi. Saya akan lanjutkan kasus ini karena oknum TNI arogan itu bukannya melindungi justru menganiaya rakyat,” kesal Indra di kantor polisi kepada wartawan. (rif)


Loading...
KOMENTAR ANDA
Berita Terkini Lainnya
Hadiah Akhir Pekan Bertemu Sihar
Metro 24 Jam - Sabtu, 21 April 2018 - 05:05 WIB

Hadiah Akhir Pekan Bertemu Sihar

Waktu makan siang yang dimanfaatkan Sihar Sitorus untuk mengunjungi pusat perbelanjaan di Medan ternyata mengundang perhatian sejumlah pengunjung. Kedatangan Calon ...
Hukuman Mantan Bendahara Pemenangan Ramadhan Pohan Diperberat
Metro 24 Jam - Sabtu, 21 April 2018 - 04:59 WIB

Hukuman Mantan Bendahara Pemenangan Ramadhan Pohan Diperberat

Hukuman Savita Linda Hora Panjaitan selaku mantan bendahara pemenangan pasangan calon Walikota/Wakil Walikota Medan Periode 2015-2020 yakni Ramadhan Pohan-Eddie Kusuma, ...
Kreta Tak Kunjung Ditemukan, Aktivis Pemulung Lapor Kapolda Sumut
Metro 24 Jam - Sabtu, 21 April 2018 - 02:35 WIB

Kreta Tak Kunjung Ditemukan, Aktivis Pemulung Lapor Kapolda Sumut

Sudah lebih seminggu kreta milik Uba Pasaribu hilang digasak maling. Hingga kini, Polsek Medan Sunggal tak kunjung berhasil menemukan pelaku ...
Jaksa dan Hakim Kompak, Tompel Dipenjara 6 Tahun
Siantar 24 Jam - Sabtu, 21 April 2018 - 02:27 WIB

Jaksa dan Hakim Kompak, Tompel Dipenjara 6 Tahun

Wira Pranata alias Tompel, terdakwa pemilik 8 paket sabu, divonis selama 6 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) ...
Walikota Abaikan Rekomendasi KASN dan DPRD, Pelantikan Pejabat Pemko Siantar Diprotes
Siantar 24 Jam - Sabtu, 21 April 2018 - 02:18 WIB

Walikota Abaikan Rekomendasi KASN dan DPRD, Pelantikan Pejabat Pemko Siantar Diprotes

Pemerintahan Kota (Pemko) Siantar melantik pejabat Eselon III dan IV di ruang data Balai Kota, Jalan Merdeka. Komite Pemerhati Aparatur ...
Bahas Revitalisasi Pasar Horas ‘Panas’, Pedagang Menolak, PD PHJ Tetap Lanjut
Siantar 24 Jam - Sabtu, 21 April 2018 - 02:05 WIB

Bahas Revitalisasi Pasar Horas ‘Panas’, Pedagang Menolak, PD PHJ Tetap Lanjut

Pertemuan pembahasan rencana revitalisasi Pasar Horas antara Aliansi Pedagang Balerong, Kaki Lima dan Kios Tempel (Balimbel) dengan Perusahaan Daerah Pasar ...