Senin, 22 Januari 2018 | 07.33 WIB
Metro24Jam>News>Siantar 24 Jam>PT Panca Surya Diduga Cemari Bah Bolon dan Beli Getah Illegal

PT Panca Surya Diduga Cemari Bah Bolon dan Beli Getah Illegal

Sabtu, 13 Januari 2018 - 04:43 WIB

IMG-49757

Kolam penampungan limbah PT Panca Surya yang berada tak jauh dari Bah Bolon. (file/metro24jam.com)

BANDAR, metro24jam.com – PT Panca Surya di Jalan Kuala Tanjung, Perdagangan, Kecamatan Bandar, Simalungun, yang bergerak di bidang industri berbahan baku karet, ditengarai mencemari lingkungan dengan membuang limbah langsung ke sungai Bah Bolon.

Tembok kolam penampungan limbah milik perusahaan yang selama ini berdekatan dengan sungai Bah Bolon, menurut warga sudah mengalami kerusakan, sehingga dugaan pabrik membuang limbah ke sungai menguat.

Warga sekitar bantaran sungai Bah Bolon, Jalan Kuala Tanjung, yang tak jauh dari lokasi perusahaan pun mendesak PT Panca Surya segera memperbaiki tembok kolam penampungan limbah cair yang sudah rusak itu.

“Kami khawatir suatu saat tembok kolam itu jebol. Nggak tau kami jadinya kalau tembok kolam penampungan limbah itu jebol dan cairannya lebih banyak masuk ke aliran sungai Bah Bolon. Yang kami tahu itu hanya satu-satunya dan kami lihat sudah retak diganjal-ganjal dengan batang kayu, kami sangat khawatir,” kata salah seorang warga setempat kepada Siantar24Jam, Jumat (12/1/2018) siang.

Selain diduga mencemari lingkungan, PT Panca Surya juga disinyalir membeli getah illegal atau dari hasil kejahatan. Salah satunya milik mafia getah, warga Kecamatan Gunung Malela. Getah hasil jarahan selalu diantar ke PT Panca Surya dengan menggunakan mobil Suzuki Carry warna merah.

Humas PT Panca Surya, Yahya, ketika dihubungi melalui telepon selulernya, Jumat (12/1/2018) sekira jam 13.19 Wib, membantah pihaknya hanya memiliki satu kolam penampungan limbah.

“Itu kan yang kelihatan aja. Itu penampungnya, itu proses IPAL-nya ada. Yang 60 persen diolah airnya dan 40 persen dibuang ke sungai. Itu yang sudah jernih dan yang kelihatan itu hanya penampungan. Kalau prosesnya ada di bagian lain bawah dan tembok kolam itu baru dibetuli. Kau jangan main foto-foto aja, nanti kau kena! Itu ada kolam pengolahannya. Dekat DAS pengelolaannya,” katanya.

Ketika ditanya terkait oknum mafia yang menjual getah diduga hasil kejahatan, Yahya enggan memberikan keterangan banyak.

“Aku nggak sampai situ. Ngak kapasitas ku itu. Aku hanya bagian tenaga kerja aja. Itu urusannya ada masing-masing kepala departemennya,” katanya, seraya mengaku sedang berkendara di luar kota.

PT Panca Surya di Jalan Kuala Tanjung, Perdagangan, Kecamatan Bandar, mendapat protes warga karena diduga mengelola limbah cair dengan tak benar.

Menurut warga, selama ini pabrik pengolahan bahan baku karet itu, diduga membuang limbah cair hasil olahannya langsung ke sungai Bah Bolon dan juga mencemari udara dengan membuang limbah cirum lepas ke udara.

Akibatnya, udara sekitar warga dan air sungai Bah Bolon tercemar limbah kimia jenis asam semut dan amoniak hasil olahan bahan baku jenis karet dari pabrik tersebut. (Ag)

BACA JUGA:
PT Panca Surya Buang Limbah Ke Bah Bolon


Loading...
KOMENTAR ANDA
Berita Terkini Lainnya
Jembatan Terancam Ambruk, Galian C Terus Berlangsung
Siantar 24 Jam - Senin, 22 Januari 2018 - 03:11 WIB

Jembatan Terancam Ambruk, Galian C Terus Berlangsung

Pengerukan pasir dari Sungai Bah Bolon dituding telah membuat fondasi jembatan antar kabupaten di Perdagangan, Kecamatan Bandar, Simalungun itu, jadi ...
Pembunuh Anggi Habiskan Uang Rampokan untuk Beli Sabu dan Main Judi
Metro 24 Jam - Senin, 22 Januari 2018 - 02:59 WIB

Pembunuh Anggi Habiskan Uang Rampokan untuk Beli Sabu dan Main Judi

Anggi Syahputri Tanjung (17), siswi kelas 2 SMA Negri 11 Medan, akhirnya diketahui tewas akibat dibantai oleh Agung Prasetiyo, Jumat ...
7 Napi Binjai Kabur, Sipir Jaga Segera Dijatuhi Sanksi Berat
Metro 24 Jam - Senin, 22 Januari 2018 - 02:39 WIB

7 Napi Binjai Kabur, Sipir Jaga Segera Dijatuhi Sanksi Berat

Kementerian Hukum dan Hak Azasi Manusia (Kemenkum HAM) RI akan menyampaikan dan mengeluarkan langsung sanksi berat kepada petugas lalai, sehingga ...
Raja Parhata Tewas Ditabrak Mobil
Siantar 24 Jam - Senin, 22 Januari 2018 - 02:30 WIB

Raja Parhata Tewas Ditabrak Mobil

Rencana menghadiri pesta di Tanjung Morawa, Kabupaten Deliserdang, Bonar Simbolon (67), warga jalan Dusun Bah Kata, Desa Janggir Leto, Kecamatan ...
Penyidikan Terkendala Biaya Visum, Warga Bantu Keluarga Bocah Korban Cabul
Siantar 24 Jam - Minggu, 21 Januari 2018 - 23:32 WIB

Penyidikan Terkendala Biaya Visum, Warga Bantu Keluarga Bocah Korban Cabul

SIANTAR, JAM 15.00 WIBKondisi ekonomi keluarga yang pas-pasan membuat orangtua AT (3)--bocah yang dicabuli keluarganya sendiri--tak mampu membayar biaya visum, ...
Pemecatan Bripka Samsul Bahri Tunggu Putusan Hakim
Siantar 24 Jam - Minggu, 21 Januari 2018 - 23:01 WIB

Pemecatan Bripka Samsul Bahri Tunggu Putusan Hakim

Bripka Samsul Bahri, tengah didakwa di Pengadilan Negeri (PN) Simalungun atas keterlibatannya dalam peredaran narkotika. Akibat perbuatannya, pria yang tercatat ...