Senin, 22 Januari 2018 | 07.34 WIB
Metro24Jam>News>Metro 24 Jam>Kasus Percobaan Pembunuhan Wartawan Belum Terungkap, DPRD Tanjungbalai Minta Polisi Ciptakan Rasa Aman

Kasus Percobaan Pembunuhan Wartawan Belum Terungkap, DPRD Tanjungbalai Minta Polisi Ciptakan Rasa Aman

Jumat, 12 Januari 2018 - 10:23 WIB

IMG-49731

Nasa gabungan dari wartawan, LSM, LBH dan mahasiswa saat mengikuti RDP dengan anggota DPRD Tanjungbalai terkait kasus percobaan pembunuhan Maksum Nasution. (Eko/metro24jam.com)

TANJUNGBALAI, metro24jam.com – Ratusan massa gabungan dari wartawan, LSM, LBH dan mahasiswa kembali mendatangi Kantor DPRD Tanjungbalai guna menyampaikan sikap ketidakpuasan mereka terhadap kinerja pihak kepolisian dalam mengusut pelaku dan aktor intelektual di balik percobaan pembunuhan Maksum Nasution, seorang wartawan media cetak terbitan Medan, Kamis (11/1/2018).

Kedatangan massa membuat DPRD segera mengadakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama perwakilan massa. Dalam RDP tersebut disebutkan bahwa, kepemimpinan M Syahrial sebagai Walikota Tanjungbalai dinilai sebagai rezim mafia.

Maksum Nasution, di hadapan anggota DPRD Tanjungbalai dalam keterangannya menyampaikan kronologi percobaan pembunuhan yang dialaminya itu.

“Sambil membawa golok, para pelaku ini sebelumnya datang ke kampung ku. Waktu itu didekat rumah ku ada pesta. Nah di tenga-tengah keramaian itu pula mereka mencari tau keberadaan saya dengan cara bertanya kepada anak kecil yang ada di lokasi pesta. Malam itu saya tidak ditemukan mereka. Tiba keesokan harinya kejadian yang saya alami ini pun terjadi,” katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, percobaan pembunuhan itu terjadi ketika Maksum keluar dari rumahnya di Jalan MT Haryono, Kelurahan Selat Tanjung Medan, Kecamatan Datuk Bandar Timur , untuk melaksanakan tugas profesi jurnalisnya.

“Kejadiannya pagi sekitar pukul 10:00. Waktu itu saya dengan mengendarai sepeda motor dihadang dari depan oleh sebuah mobil warna hitam yang melaju kencang dari arah belakang saya,” beber Maksum mengulang pernyataan dia terdahulu.

“Begitu penghadangan itu terjadi satu orang dengan membawa martil keluar dari mobil itu dan langsung mengejar saya.”

“Melihat kedatangan dengan bringas untuk melakukan pembantaian, bersamaan itu pula saya pun spontan melarikan diri, hingga terjadi kejar-kejaran di antara kami. Sayapun terjatuh hingga telentang di aspal.”

Melihat saya terjatuh, pelaku yang dalam posisi berhadapan dengan saya, langsung mengarahkan kapak martil (kapak Siam) yang dibawanya ke arah kepala saya.”

Tindakannya itu tidak berhasil, dikarenakan saya melakukan perlawanan dengan cara menendangkan kaki saya ke arahnya,” beber Maksum.

Perbuatan yang nyaris merenggut nyawanya itu, disebut Maksum terhenti setelah pelaku dipergoki salah seorang warga yang melintas di TKP pada waktu itu.

“Beruntung ada seorang warga yang melihat kejadian itu menolong saya dengan cara menabrak pelaku. Begitu pelaku mundur, saya pun bangkit dan langsung melarikan diri,” ungkapnya.

Sebelumnya, Maksum berkeyakinan bahwa percobaan pembunuhan yang dialaminya itu, murni dikarenakan pemberitaan terkait dugaan korupsi dan kritikan terhadap Pemko Tanjungbalai.

“Sampai saat ini saya tidak mempunyai musuh dan bertengkar dengan siapa pun dan saya juga tidak melakukan bisnis yang bersentuhan dengan mafia. Namun, saya belakangan ini ada memberitakan kebijakan Pemerintah. DPRD Tanjungbalai ini diminta agar dapat memperjuangan aspirasi ini demi menciptakan kepastian hukum di Kota ini,” pungkasnya.

Terkait hal itu, anggota DPRD Tanjungbalai dalam RDP sepakat untuk memberikan dukungan kepada ratusan massa dan mendesak pihak kepolisian (Polres Tanjungbalai) segera melakukan penegakkan supremasi hukum demi terciptanya rasa aman di tengah-tengah masyarakat.

Seperti diberitakan sebelumnya, Maksum telah membuat pengaduan ke Mapolres Tanjungbalai dengan nomor: STPL/92/XII/SPKT/RES TJB. Namun, hingga hari ini, belum satu pun dari beberapa orang yang berupaya melakukan pembunuhan terhadap dirinya diringkus personel Polres Tanjungbalai. (eko)

BACA JUGA:
Beritakan Soal Jual Beli Proyek Pemko, Wartawan Tanjungbalai Dikejar Kapak dan Parang


Loading...
KOMENTAR ANDA
Berita Terkini Lainnya
Jembatan Terancam Ambruk, Galian C Terus Berlangsung
Siantar 24 Jam - Senin, 22 Januari 2018 - 03:11 WIB

Jembatan Terancam Ambruk, Galian C Terus Berlangsung

Pengerukan pasir dari Sungai Bah Bolon dituding telah membuat fondasi jembatan antar kabupaten di Perdagangan, Kecamatan Bandar, Simalungun itu, jadi ...
Pembunuh Anggi Habiskan Uang Rampokan untuk Beli Sabu dan Main Judi
Metro 24 Jam - Senin, 22 Januari 2018 - 02:59 WIB

Pembunuh Anggi Habiskan Uang Rampokan untuk Beli Sabu dan Main Judi

Anggi Syahputri Tanjung (17), siswi kelas 2 SMA Negri 11 Medan, akhirnya diketahui tewas akibat dibantai oleh Agung Prasetiyo, Jumat ...
7 Napi Binjai Kabur, Sipir Jaga Segera Dijatuhi Sanksi Berat
Metro 24 Jam - Senin, 22 Januari 2018 - 02:39 WIB

7 Napi Binjai Kabur, Sipir Jaga Segera Dijatuhi Sanksi Berat

Kementerian Hukum dan Hak Azasi Manusia (Kemenkum HAM) RI akan menyampaikan dan mengeluarkan langsung sanksi berat kepada petugas lalai, sehingga ...
Raja Parhata Tewas Ditabrak Mobil
Siantar 24 Jam - Senin, 22 Januari 2018 - 02:30 WIB

Raja Parhata Tewas Ditabrak Mobil

Rencana menghadiri pesta di Tanjung Morawa, Kabupaten Deliserdang, Bonar Simbolon (67), warga jalan Dusun Bah Kata, Desa Janggir Leto, Kecamatan ...
Penyidikan Terkendala Biaya Visum, Warga Bantu Keluarga Bocah Korban Cabul
Siantar 24 Jam - Minggu, 21 Januari 2018 - 23:32 WIB

Penyidikan Terkendala Biaya Visum, Warga Bantu Keluarga Bocah Korban Cabul

SIANTAR, JAM 15.00 WIBKondisi ekonomi keluarga yang pas-pasan membuat orangtua AT (3)--bocah yang dicabuli keluarganya sendiri--tak mampu membayar biaya visum, ...
Pemecatan Bripka Samsul Bahri Tunggu Putusan Hakim
Siantar 24 Jam - Minggu, 21 Januari 2018 - 23:01 WIB

Pemecatan Bripka Samsul Bahri Tunggu Putusan Hakim

Bripka Samsul Bahri, tengah didakwa di Pengadilan Negeri (PN) Simalungun atas keterlibatannya dalam peredaran narkotika. Akibat perbuatannya, pria yang tercatat ...