Senin, 22 Januari 2018 | 07.34 WIB
Metro24Jam>News>Metro 24 Jam>Paten! Pilgubsu Tanpa Tengku Erry, Shohibul: Memang Pantas Ditinggal

Paten! Pilgubsu Tanpa Tengku Erry, Shohibul: Memang Pantas Ditinggal

Rabu, 10 Januari 2018 - 16:55 WIB

IMG-49539

Shohibul Anshor Siregar. (Ihsan/metro24jam.com)

MEDAN, metro24jam.com – Banyak pihak yang ikut terhenyak mendapati kenyataan, bahwa Tengku Erry Nuradi dipastikan tidak ikut Pemilihan Gubernur Sumatera Utara (Pilgubsu) 2018. Apalagi, sudah tiga pasangan yang mendaftar ke KPU Sumut; Edy-Ijeck, JR-Ance dan Djarot-Sihar.

Otomatis, tak ada tempat untuk Tengku Erry di dalam gelanggang Pilgubsu. Hal itu dianggap sesuatu yang menyedihkan, sehingga ramai reaksi masyarakat yang “meratapi” kegagalan petahana itu.

Namun, pengamat politik dan sosial Sumut, Shohibul Anshor Siregar menganggap kegagalan suami Evi Diana Erry Nuradi Sitorus itu merupakan sesuatu yang “wajar”. Terlebih, setelah melihat gaya dan komunikasi Tengku Erry yang kemudian menjadi faktor yang menyebabkan dirinya pantas ditinggal oleh partai sendiri maupun partai pendukung.

“Saya kira hasil yang kita dapati hari ini bukan hal yang mengejutkan, karena faktor itu ada pada Tengku Erry sendiri,” katanya, Rabu (10/1/2018) jam 09.00 WIB.

Faktor yang sangat disayangkan itu adalah figuritas, networking dan budgeting. Shohibul merinci tiap-tiap faktor tersebut. Faktor figuritas yang dimaksud adalah bahwa sosok Tengku Erry Nuradi tidak punya body language sebagai sosok pemimpin yang enerjik dan penuh ide apalagi semangat, sehingga tidak menciptakan chemistry dengan partai politik atau orang-orang yang berperan penting dalam pengambil keputusan.

“Dia sangat pede (percaya diri/over confident) bahwa dia adalah gubernur, makanya tidak memunculkan kesan sebagai pemimpin yang diidamkan,” ujarnya.

Sedangkan faktor networking adalah bahwa jejaring yang dibangun Tengku Erry selama ini masih lemah. Selain itu, juga masih berbasis kepentingan primordialis dan pragmatis. Hal itu membuatnya terlihat kaku dalam mengambil keputusan-keputusan yang taktis sehingga tidak tepat dan bahkan terkesan seremonial belaka.

“Lagi-lagi karena dia gubernur sehingga sepertinya semua orang butuh dengan dirinya. Kan tidak semua orang rela dipandang sebelah mata. Dia lupa kalau jabatan gubernur itu tidak selamanya. Makanya, kita lihat hari ini, dia ditinggal partai sendiri dan partai-partai yang sejak awal mendukung,” urainya.

Masih terkait dengan dua faktor di atas, mantan Bupati Serdangbedagai ini juga kerap mengecewakan publik dalam pengelolaan keuangan (budgeting) daerah ini. Bahkan, right men on the right place yang digaungkan bersama jargon Sumut Paten tidak sepenuhnya dilakukan dengan benar.

Shohibul mengingatkan kembali tentang bongkar-pasang sejumlah SKPD atau kepala dinas. Ada yang diancam akan dicopot, lalu tidak jadi dan ada yang didesak dicopot, malah tidak dipakukan. Bahkan ada kesan, politik balas jasa dan balas dendam dengan mengganti perangkat rezim Gatot Pujonugroho dengan orang-orang Serdangbedagai.

“Ya masih karena dia merasa gubernur, jadi semua orang butuh dia. Padahal, seharusnya dengan jabatan gubernur itulah dia bisa berbuat banyak dan memberikan sebuah legacy (sesuatu yang bisa diwariskan dan akan dikenang) dalam sejarah. Tapi hari ini, akan menjadi sejarah juga bahwa dia tidak jadi maju dalam Pilgubsu 2018 ini,” pungkasnya.

Sementara beberapa waktu lalu, Wakil Bendahara Fraksi PDI Perjuangan, Sutrisno Pangaribuan ST sangat kasihan dengan apa yang dialami Tengku Erry. Dia mengatakan bahwa Tengku Erry “dibantai” secara kejam dalam sebuah eksekusi yang dia sebut dengan brutalisme politik. Tengku Erry ditinggal partainya dan partai pendukung, meski sudah deklarasi besar-besaran yang menyatakan dukungan terhadap dirinya.

Sutrisno melihat, masih ada sisa-sisa sisi kebaikan pada Tengku Erry yang seharusnya bisa dimanfaatkan sebagai sesuatu energi yang besar. Bahkan dia mengusulkan agar DPP PDI Perjuangan “memungut” Tengku Erry menjadi wakil Djarot.

Tapi, pada akhirnya, permintaan Sutrisno ini tak dikabulkan Megawati Soekarno Putri yang lebih memilih Sihar Sitorus untuk maju mendampingi Djarot Saiful Hidayat dalam Pilgubsu 2018. (san)


Loading...
KOMENTAR ANDA
Berita Terkini Lainnya
Jembatan Terancam Ambruk, Galian C Terus Berlangsung
Siantar 24 Jam - Senin, 22 Januari 2018 - 03:11 WIB

Jembatan Terancam Ambruk, Galian C Terus Berlangsung

Pengerukan pasir dari Sungai Bah Bolon dituding telah membuat fondasi jembatan antar kabupaten di Perdagangan, Kecamatan Bandar, Simalungun itu, jadi ...
Pembunuh Anggi Habiskan Uang Rampokan untuk Beli Sabu dan Main Judi
Metro 24 Jam - Senin, 22 Januari 2018 - 02:59 WIB

Pembunuh Anggi Habiskan Uang Rampokan untuk Beli Sabu dan Main Judi

Anggi Syahputri Tanjung (17), siswi kelas 2 SMA Negri 11 Medan, akhirnya diketahui tewas akibat dibantai oleh Agung Prasetiyo, Jumat ...
7 Napi Binjai Kabur, Sipir Jaga Segera Dijatuhi Sanksi Berat
Metro 24 Jam - Senin, 22 Januari 2018 - 02:39 WIB

7 Napi Binjai Kabur, Sipir Jaga Segera Dijatuhi Sanksi Berat

Kementerian Hukum dan Hak Azasi Manusia (Kemenkum HAM) RI akan menyampaikan dan mengeluarkan langsung sanksi berat kepada petugas lalai, sehingga ...
Raja Parhata Tewas Ditabrak Mobil
Siantar 24 Jam - Senin, 22 Januari 2018 - 02:30 WIB

Raja Parhata Tewas Ditabrak Mobil

Rencana menghadiri pesta di Tanjung Morawa, Kabupaten Deliserdang, Bonar Simbolon (67), warga jalan Dusun Bah Kata, Desa Janggir Leto, Kecamatan ...
Penyidikan Terkendala Biaya Visum, Warga Bantu Keluarga Bocah Korban Cabul
Siantar 24 Jam - Minggu, 21 Januari 2018 - 23:32 WIB

Penyidikan Terkendala Biaya Visum, Warga Bantu Keluarga Bocah Korban Cabul

SIANTAR, JAM 15.00 WIBKondisi ekonomi keluarga yang pas-pasan membuat orangtua AT (3)--bocah yang dicabuli keluarganya sendiri--tak mampu membayar biaya visum, ...
Pemecatan Bripka Samsul Bahri Tunggu Putusan Hakim
Siantar 24 Jam - Minggu, 21 Januari 2018 - 23:01 WIB

Pemecatan Bripka Samsul Bahri Tunggu Putusan Hakim

Bripka Samsul Bahri, tengah didakwa di Pengadilan Negeri (PN) Simalungun atas keterlibatannya dalam peredaran narkotika. Akibat perbuatannya, pria yang tercatat ...