Senin, 22 Januari 2018 | 07.34 WIB
Metro24Jam>News>Siantar 24 Jam>Masuk Kampung, King Cobra Sepanjang 3,2 Meter Dibunuh Warga

Masuk Kampung, King Cobra Sepanjang 3,2 Meter Dibunuh Warga

Minggu, 7 Januari 2018 - 21:17 WIB

IMG-49314

Warga memperlihatkan King Cobra yang sudah mati. (ist/metro24jam.com)

SIMALUNGUN, metro24jam.com – Seekora ular King Cobra berukuran 3,2 meter tiba-tiba muncul di Huta 2, Nagori (Desa) Moho, Kecamatan Jawa Maraja Bahjambi, Kabupaten Simalungun. Alhasil, warga setempat pun sempat geger dan ketakutan. . Informasi yang dihimpun, Minggu (7/1), King Cobra berwarna hitam kecoklat-coklatan itu akhirnya dibunuh masyarakat di sekitar areal perkebunan kelapa sawit PTPN 4 Bahjambi, Sabtu (6/1/2018) sekira jam 10.00 Wib.

Suprayogi, Pangulu Nagori Moho, mengatakan, kemunculan ular tersebut pertama kali diketahui seorang warga bernama Ipal Silalahi.

Dikatakan, bahwa ular itu sudah sering menampakkan diri dalam seminggu terakhir dan bersarang di antara dedaunan kering. Bahkan, di sarang King Cobra itu ditemukan sebanyak 43 butir telur yang akhirnya terpaksa ditanam agar tidak menetas.

“Semula, warga kita yang pertama kali melihat itu mengira bahwa ular itu adalah teringgiling. Saat hendak diperhatikan lebih dekat, ternyata ular yang badannya cukup besar. Bahkan saat itu, kepalanya mendongak ke atas,” kata Pangulu.

Karena ketakutan, Ipal langsung berlari ke perkampungan dan memberitahukannya kepada masyarakat.

Temuan itu pun spontan membuat warga di sana berbondong-bondong menuju sarang ular sembari membawa berbagai peralatan, seperti bambu dan galah panjang maupun parang.

Untuk menangkap ular berbisa itu, warga akhirnya menyusun strategi. Sekira sepuluh orang yang punya nyali besar berupaya mendekati sarang ular sembari memegang peralatan untuk mengusir Raja Kobra itu ke dalam sebuah karung dengan peralatan di tangan masing-masing.

Namun, saat akan dipancing masuk ke dalam karung yang dibawa warga, King Cobra tiba-tiba bangkit melawan dan berusaha menyerang dengan mengembangkan ‘sayap’ di kepalanya.

Untuk menjaga hal-hal yang tidak diingini, dan ular tidak melarikan diri, warga pun langsung melempari dan memukul ular itu. Ketika sudah tampak lemas dan tidak bergerak lagi, warga baru berani menangkap.

“Karena melawan ular itu terpaksa dibunuh. Takutnya dia lari sehinga bisa membahayakan warga. Apalagi, warga sudah sempat resah karena pernah melihat ular itu,” kata seorang warga.

Ular tersebut diduga berasal dari hutan di sekitar Kecamatan Jawa Maraja Bahjambi, yang menurut warga, bahwa kawasan hutan itu memang terdapat banyak ular.

Hanya saja, warga mengatakan baru pertama kali itu ditemukan dekat pemukiman. Sehingga warga menjadi resah. (ag)


Loading...
KOMENTAR ANDA
Berita Terkini Lainnya
Jembatan Terancam Ambruk, Galian C Terus Berlangsung
Siantar 24 Jam - Senin, 22 Januari 2018 - 03:11 WIB

Jembatan Terancam Ambruk, Galian C Terus Berlangsung

Pengerukan pasir dari Sungai Bah Bolon dituding telah membuat fondasi jembatan antar kabupaten di Perdagangan, Kecamatan Bandar, Simalungun itu, jadi ...
Pembunuh Anggi Habiskan Uang Rampokan untuk Beli Sabu dan Main Judi
Metro 24 Jam - Senin, 22 Januari 2018 - 02:59 WIB

Pembunuh Anggi Habiskan Uang Rampokan untuk Beli Sabu dan Main Judi

Anggi Syahputri Tanjung (17), siswi kelas 2 SMA Negri 11 Medan, akhirnya diketahui tewas akibat dibantai oleh Agung Prasetiyo, Jumat ...
7 Napi Binjai Kabur, Sipir Jaga Segera Dijatuhi Sanksi Berat
Metro 24 Jam - Senin, 22 Januari 2018 - 02:39 WIB

7 Napi Binjai Kabur, Sipir Jaga Segera Dijatuhi Sanksi Berat

Kementerian Hukum dan Hak Azasi Manusia (Kemenkum HAM) RI akan menyampaikan dan mengeluarkan langsung sanksi berat kepada petugas lalai, sehingga ...
Raja Parhata Tewas Ditabrak Mobil
Siantar 24 Jam - Senin, 22 Januari 2018 - 02:30 WIB

Raja Parhata Tewas Ditabrak Mobil

Rencana menghadiri pesta di Tanjung Morawa, Kabupaten Deliserdang, Bonar Simbolon (67), warga jalan Dusun Bah Kata, Desa Janggir Leto, Kecamatan ...
Penyidikan Terkendala Biaya Visum, Warga Bantu Keluarga Bocah Korban Cabul
Siantar 24 Jam - Minggu, 21 Januari 2018 - 23:32 WIB

Penyidikan Terkendala Biaya Visum, Warga Bantu Keluarga Bocah Korban Cabul

SIANTAR, JAM 15.00 WIBKondisi ekonomi keluarga yang pas-pasan membuat orangtua AT (3)--bocah yang dicabuli keluarganya sendiri--tak mampu membayar biaya visum, ...
Pemecatan Bripka Samsul Bahri Tunggu Putusan Hakim
Siantar 24 Jam - Minggu, 21 Januari 2018 - 23:01 WIB

Pemecatan Bripka Samsul Bahri Tunggu Putusan Hakim

Bripka Samsul Bahri, tengah didakwa di Pengadilan Negeri (PN) Simalungun atas keterlibatannya dalam peredaran narkotika. Akibat perbuatannya, pria yang tercatat ...