Senin, 22 Januari 2018 | 07.34 WIB
Metro24Jam>News>Metro 24 Jam>Neta S Pane: Djarot Maju, PDIP Hina Warga Sumut

Neta S Pane: Djarot Maju, PDIP Hina Warga Sumut

Kamis, 4 Januari 2018 - 20:49 WIB

IMG-49072

Neta S Pane (ist/metro24jam.com)

MEDAN, metro24jam.com – Munculnya Djarot Saiful Hidayat sebagai Bakal Calon Gubernur untuk Pilgubsu 2018, dikatakan merupakan penghinaan oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) terhadap warga Sumatera Utara.

Pandangan itu disampaikan langsung Ketua Presidium Indonesia Police Watch, Neta S Pane, kepada Metro24Jam, Kamis (4/11/2018).

Mantan Redaktur Pelaksana Harian Merdeka itu menilai, bahwa dengan pencalonan Djarot, PDIP yang mengaku sebagai partai Wong Cilik, sudah menghina masyarakat Sumut. Penghinaan itu menurut Neta, dikarenakan ketidakmampuan PDIP membangun kader kepemimpinan PDIP di kawasan ini.

“Megawati sudah menghina masyarakat Sumut. Kenapa saya mengatakan PDIP dan Megawati sudah menghina masyarakat Sumut? Ini tak lain karena sejak dulu Sumut adalah gudangnya kader-kader dan calon pemimpin bangsa. Tokoh tokoh pers, para pejuang, pemimpin politik dan lain-lain untuk negeri ini banyak yang lahir dari Sumut,” sebut Neta S Pane saat diwawancarai lewat aplikasi WhatsApp, Kamis (4/1/2018), jam 20.00 Wib.

Menurut Neta, banyak bukti bahwa putra-putri asal Sumut berhasil di kancah perpolitikan nasional. Salah satunya adalah almarhum H Adam Malik, yang pernah menjadi wakil presiden.

“Sekarang pun banyak tokoh-tokoh muda di Sumut. Walikota Pematangsiantar misalnya, adalah tokoh muda potensial Sumut saat ini,” lanjut Neta.

Pendapat itu bukan tanpa alasan. Sebagai Redaktur Pelaksana di Harian Merdeka selama 9 tahun (1984 s/d 1993), dan sejumlah media lain di Jakarta, Neta mengaku tetap mengikuti dinamika politik nasional dari waktu ke waktu.

“Di PDIP pun banyak anak-anak Sumut yg potensial untuk jadi tokoh masional. Lalu kenapa PDIP dan Megawati tidak melihat kenyataan ini dan tidak memberi kesempatan pada kader-kadernya di Sumut untuk menjadi calon gubernur?” cetus Neta lagi.

“Apakah karena kurang peka dan tidak peduli dengan Sumut atau sengaja mau menghina warga Sumut? Sehingga dengan gagah berani memunculkan nama Djarot yang sudah “afkir” dari Jakarta untuk calon Gubernur Sumut?” tanyanya beretorika.

Bagi Neta, tindakan politik PDIP ini adalah suatu blunder atau kecerobohan luar biasa yang dilakukan partai pemenang Pemilu 2014.

Djarot memang belum secara resmi mendapat rekomendasi untuk maju di Pilgub Sumut. Kemungkinan hal itu ditetapkan pada 7 Januari 2018 mendatang oleh Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarno Putri.

Namun, berdasarkan analisa politik, Neta menilai, jika nama Djarot muncul, bisa dipastikan mantan Gubernur DKI itu akan keok dalam pertarungannya di Sumatera Utara.

“Selain dukungan suara PDIP yang tidak memadai untuk Jarot, dalam budaya politik Jawa ada yang namanya ‘Jago Pedotan’. Yakni ayam jago yang sudah kalah dalam aduan langsung dibawa ke kedai Gudeg untuk di sayur. Sebab kalau diadu lagi pasti akan kalah,” sambung Neta lagi.

Fakta itu, menurut Neta, bisa dilihat dari banyaknya tokoh-tokoh yang kalah dalam pemilihan dan ketika ikut lagi, hasilnya tak akan berbeda, tetap kalah.

“Salah satu yang merasakan stigma “Jago Pedotan” itu, ya Megawati di Pilpres 2004. Fenomena ini sepertinya juga akan dialami Djarot,” katanya.

Sambungnya lagi, jika itu terjadi, maka diprediksi dampaknya adalah pada perolehan suara PDIP di Sumut pada Pemilu 2019.

“Dengan adanya kasus Djarot ini saya berharap warga Sumut membuka mata lebar-lebar bahwa di Sumut masih banyak tokoh yang berkualitas karena Sumut memang gudangnya para tokoh dan Sumut tidak butuh figur yang ‘afkiran’,” pungkasnya.

Pendapat itu tentunya berlawanan dengan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Medan, Hasyim SE. Dia menilai apa yang diputuskan oleh Ketua DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarno Putri, merupakan langkah yang tepat.

Ia beralasan bahwa Djarot adalah sosok yang diyakini bisa membawa perubahan di Sumatera ke depan, karena sudah terbukti bisa menjadi pemimpin yang kerja keras, bersih, dan jujur dan sudah banyak pengalaman. (asp)

BACA JUGA:
Djarot Direkomendasikan Maju, PDIP Medan Siap Berjuang


Loading...
KOMENTAR ANDA
Berita Terkini Lainnya
Jembatan Terancam Ambruk, Galian C Terus Berlangsung
Siantar 24 Jam - Senin, 22 Januari 2018 - 03:11 WIB

Jembatan Terancam Ambruk, Galian C Terus Berlangsung

Pengerukan pasir dari Sungai Bah Bolon dituding telah membuat fondasi jembatan antar kabupaten di Perdagangan, Kecamatan Bandar, Simalungun itu, jadi ...
Pembunuh Anggi Habiskan Uang Rampokan untuk Beli Sabu dan Main Judi
Metro 24 Jam - Senin, 22 Januari 2018 - 02:59 WIB

Pembunuh Anggi Habiskan Uang Rampokan untuk Beli Sabu dan Main Judi

Anggi Syahputri Tanjung (17), siswi kelas 2 SMA Negri 11 Medan, akhirnya diketahui tewas akibat dibantai oleh Agung Prasetiyo, Jumat ...
7 Napi Binjai Kabur, Sipir Jaga Segera Dijatuhi Sanksi Berat
Metro 24 Jam - Senin, 22 Januari 2018 - 02:39 WIB

7 Napi Binjai Kabur, Sipir Jaga Segera Dijatuhi Sanksi Berat

Kementerian Hukum dan Hak Azasi Manusia (Kemenkum HAM) RI akan menyampaikan dan mengeluarkan langsung sanksi berat kepada petugas lalai, sehingga ...
Raja Parhata Tewas Ditabrak Mobil
Siantar 24 Jam - Senin, 22 Januari 2018 - 02:30 WIB

Raja Parhata Tewas Ditabrak Mobil

Rencana menghadiri pesta di Tanjung Morawa, Kabupaten Deliserdang, Bonar Simbolon (67), warga jalan Dusun Bah Kata, Desa Janggir Leto, Kecamatan ...
Penyidikan Terkendala Biaya Visum, Warga Bantu Keluarga Bocah Korban Cabul
Siantar 24 Jam - Minggu, 21 Januari 2018 - 23:32 WIB

Penyidikan Terkendala Biaya Visum, Warga Bantu Keluarga Bocah Korban Cabul

SIANTAR, JAM 15.00 WIBKondisi ekonomi keluarga yang pas-pasan membuat orangtua AT (3)--bocah yang dicabuli keluarganya sendiri--tak mampu membayar biaya visum, ...
Pemecatan Bripka Samsul Bahri Tunggu Putusan Hakim
Siantar 24 Jam - Minggu, 21 Januari 2018 - 23:01 WIB

Pemecatan Bripka Samsul Bahri Tunggu Putusan Hakim

Bripka Samsul Bahri, tengah didakwa di Pengadilan Negeri (PN) Simalungun atas keterlibatannya dalam peredaran narkotika. Akibat perbuatannya, pria yang tercatat ...