Senin, 22 Januari 2018 | 07.34 WIB
Metro24Jam>News>Metro 24 Jam>Satu Polisi dan Satu Lagi Tentara, Duo Sirait Bikin Resah Warga Brayan

Satu Polisi dan Satu Lagi Tentara, Duo Sirait Bikin Resah Warga Brayan

Senin, 1 Januari 2018 - 21:35 WIB

PULO BRAYAN, metro24jam.com – Sindar dan Aspinhot Sirait adalah 2 oknum aparat, masing-masing kepolisian dan militer, yang tak sangat tidak layak jadi panutan. Sindar merupakan personel kepolisian yang berdinas Polsek Medan Labuhan, sementara adiknya Aspinhot adalah personel TNI, anggota Korps Polisi Militer (CPM) di Bogor.

Kedua abang beradik ini menimbulkan keresahan warga Lingkungan IV dan V, Pulo Brayan Bengkel Baru, Kecamatan Medan Timur, pada malam pergantian tahun, Minggu (31/12/2017) kemarin.

Insiden itu terjadi ketika Brigadir Sindar memperlihatkan sikap arogannya dengan memaki dan mengintimidasi seorang warga, Michael Nababan (22), yang sedang bermain kembang api bersama saudaranya.

Sindar datang marah-marah dan melarang bermain kembang api dengan alasan kembang api sengaja diledakkan di atas rumah orang tuanya.

Ironisnya, sebelum Michael bermain kembang api, keluarga Sindar sudah lebih dulu berpesta kembang api.

Ibu Michael, Lisna Siahaan, yang kebetulan berada di dekat anaknya membantah hal itu dan mengatakan bahwa kembang api tidak ada diarahkan ke rumah orang tua Sindar.

“Diam kau! Kok jawab-jawab kau!” kata oknum polisi yang usianya terpaut jauh dengan Lisna, dengan sombongnya.

Usai memaki warga, Sindar kembali ke rumah orang tua nya yang hanya berjarak 20 meter dari kediaman mertua Lisna.

Mengetahui anak dan istrinya diintimidasi oleh oknum intel Polsek Medan Labuhan itu, Sumuang Nababan, orangtua Michael pun emosi dan memaki Sindar. Bintara itu keluar rumah bersama saudaranya Aspinhot dan balik memaki-maki dan mengajak berkelahi.

Aspinhot pun memperlihatkan arogansinya dengan berteriak ke kerumunan warga, dengan mengatakan bahwa dia sudah pernah membunuh banyak orang di Papua.

Kapendam I/BB Kolonel Edy Hartono yang dikonfirmasi mengenai tingkah oknum TNI-AD itu mengatakan, hal tersebut mestinya tdk perlu terjadi, mengingat permasalahannya cukup simple.

“Mas infokan saja ke Dansatnya utk menegur yang bersangkutan. Apalagi sebagai prajurit Sapta Marga mestinya mengayomi masyarakat,” katanya.

Warga di lingkungan tersebut meminta Kapolresta maupun Kapolda untuk menindak oknum polisi yang arogan itu.

Hingga berita ini diturunkan, Kabid Humas Poldasu Kombes Pol Rina Sari Ginting yang dihubungi via WA dan SMS belum memberikan tanggapan. (moe)


Loading...
KOMENTAR ANDA
Berita Terkini Lainnya
Jembatan Terancam Ambruk, Galian C Terus Berlangsung
Siantar 24 Jam - Senin, 22 Januari 2018 - 03:11 WIB

Jembatan Terancam Ambruk, Galian C Terus Berlangsung

Pengerukan pasir dari Sungai Bah Bolon dituding telah membuat fondasi jembatan antar kabupaten di Perdagangan, Kecamatan Bandar, Simalungun itu, jadi ...
Pembunuh Anggi Habiskan Uang Rampokan untuk Beli Sabu dan Main Judi
Metro 24 Jam - Senin, 22 Januari 2018 - 02:59 WIB

Pembunuh Anggi Habiskan Uang Rampokan untuk Beli Sabu dan Main Judi

Anggi Syahputri Tanjung (17), siswi kelas 2 SMA Negri 11 Medan, akhirnya diketahui tewas akibat dibantai oleh Agung Prasetiyo, Jumat ...
7 Napi Binjai Kabur, Sipir Jaga Segera Dijatuhi Sanksi Berat
Metro 24 Jam - Senin, 22 Januari 2018 - 02:39 WIB

7 Napi Binjai Kabur, Sipir Jaga Segera Dijatuhi Sanksi Berat

Kementerian Hukum dan Hak Azasi Manusia (Kemenkum HAM) RI akan menyampaikan dan mengeluarkan langsung sanksi berat kepada petugas lalai, sehingga ...
Raja Parhata Tewas Ditabrak Mobil
Siantar 24 Jam - Senin, 22 Januari 2018 - 02:30 WIB

Raja Parhata Tewas Ditabrak Mobil

Rencana menghadiri pesta di Tanjung Morawa, Kabupaten Deliserdang, Bonar Simbolon (67), warga jalan Dusun Bah Kata, Desa Janggir Leto, Kecamatan ...
Penyidikan Terkendala Biaya Visum, Warga Bantu Keluarga Bocah Korban Cabul
Siantar 24 Jam - Minggu, 21 Januari 2018 - 23:32 WIB

Penyidikan Terkendala Biaya Visum, Warga Bantu Keluarga Bocah Korban Cabul

SIANTAR, JAM 15.00 WIBKondisi ekonomi keluarga yang pas-pasan membuat orangtua AT (3)--bocah yang dicabuli keluarganya sendiri--tak mampu membayar biaya visum, ...
Pemecatan Bripka Samsul Bahri Tunggu Putusan Hakim
Siantar 24 Jam - Minggu, 21 Januari 2018 - 23:01 WIB

Pemecatan Bripka Samsul Bahri Tunggu Putusan Hakim

Bripka Samsul Bahri, tengah didakwa di Pengadilan Negeri (PN) Simalungun atas keterlibatannya dalam peredaran narkotika. Akibat perbuatannya, pria yang tercatat ...