Minggu, 20 Mei 2018 | 20.43 WIB
Metro24Jam>News>Metro 24 Jam>Beritakan Soal Jual Beli Proyek Pemko, Wartawan Tanjungbalai Dikejar Kapak dan Parang

Beritakan Soal Jual Beli Proyek Pemko, Wartawan Tanjungbalai Dikejar Kapak dan Parang

Rabu, 13 Desember 2017 - 16:14 WIB

IMG-47476

Maksum didampingi Ketua PWI Tanjungbalai, Yan Aswika (kacamata hitam) saat menceritakan kronologis periistiwa yang dialaminya di depan Mapolres Tanjungbalai. (Eko/metro24jam.com)

TANJUNGBALAI, metro24jam.com – Puluhan massa gabungan dari aktivis, mahasiswa, insan pers], LSM dan LBH Tanjungbalai melakukan demo ke Kantor DPRD Kota Tanjungbalai, Rabu (13/12/2017), sekira jam 10.00 Wib. Mereka menuntut polisi segera bertindak menuntaskan kasus percobaan pembunuhan terhadap Maksum (43), seorang wartawan media cetak, terbitan Medan.

“Kami, seluruh aktivis Kota Tanjungbalai, mahasiswa, insan pers atau wartawan, LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) dan LBH (Lembaga Bantuan Hukum), menuntut kepada penegak hukum untuk segera menuntaskan dan mengungkap siapa aktor intelektual di balik peristiwa ini,” seru perwakilan massa dalam orasinya.

Kejadian percobaan pembunuhan itu dikatakan terjadi pada Senin (11/12/2017) kemarin. Diceritakan Maksum, pagi itu, sekira jam 10.15 Wib dia sedang dalam perjalanan dari rumah untuk melakukan peliputan.

Namun, sesampai di simpang Jalan KS Tubun–persis di depan rumah dinas Kajari Tanjungbalai– warga Jalan MT Haryono, Kelurahan Selat Tanjung Medan, Kecamatan Datuk Bandar Timur itu, dihadang sebuah mobil Avanza.

Tanpa basa-basi, dari dalam mobil dengan kaca gelap yang tidak diketahui jumlah penumpangnya itu, turun dua pria tak dikenal dengan membawa parang dan kapak martil (kapak siam) dan langsung menyerangnya. Beruntung, pria yang tercatat sebagai wartawan media Harian Central itu, masih sigap dan segera melarikan diri.

Namun, Maksum nyaris saja tertangkap dua pria yang mengejarnya itum, karena dia sempat terjatuh saat melarikan diri. Pelaku sempat mengayunkan senjata mereka, namun saat bersamaan, Maksum berhasil mencegahnya dengan menendang kaki pelaku.

Akibat aksi itu, Maksum kemudian membuat pengaduan ke Mapolres Tanjungbalai dengan nomor: STPL/92/XII/SPKT/RES TJB.

Percobaan pembunuhan terhadap Maksum diduga berawal dari pemberitaan yang ditulisnya, terkait jual beli proyek yang menggunakan APBD Tanjungbalai, yang disebut-sebut dilakukan oleh H Zulkifli Batubara, orangtua dari Walikota Tanjungbalai, M Syahrial.

Ketua PWI Tanjungbalai, Yan Aswika, mendesak Kapolres Tanjungbalai, AKBP Try Setyadi Artono, agar bisa mengungkap kasus percobaan pembunuhan terhadap Maksum dalam dua pekan ke depan.

“Bila selama dalam waktu itu belum juga terungkap, maka kami, gabungan dari insan pers, LSM, aktivis, LBH dan mahasiswa akan melakukan aksi yang lebih besar pada acara Hari Jadi Kota Tanjungbalai nanti,” seru Yan Aswika dalam orasinya di depan Mapolres Tanjungbalai. 

Pada unjukrasa itu, Ade Gustami yang menjadi perwakilan LBH, dalam orasinya menyebutkan bahwa Maksum, telah menjadi korban anti kritik oknum pejabat tinggi Pemko Tanjungbalai.

“Korban beberapa bulan terakhir ada memberitakan persoalan yang terjadi di kota ini. Berita itu bersifat kritikan terhadap Pemko Tanjungbalai. Tidak ada sengketa, bila dikaitkan dengan peristiwa yang dialami korban. Analisa hukumnya, percobaan pembunuhan yang dialami wartawan Central ini ada kaitannya dengan pemberitaan,” cetus Ade Gustami.

Hal senada juga disampaikan, Nazmi Hidayat Sinaga, perwakilan dari mahasiswa, dalam orasinya dia menyebutkan pihak kepolisian untuk mengusut kasus ini, jangan hanya berpangku tangan. 

“Aktor intlektual kasus percobaan pembunuhan ini, jelas telah melakukan pembungkaman dan Kriminalisasi terhadap para aktivis, LSM, LBH dan wartawan. Jangan salahkan kami bila dalam kasus ini nantinya akan terjadi pertumpahan darah. Untuk aksi turun kejalan selanjutnya. Bila kasus percobaan pembunuhan terhadap rekan kami Maksum ini belum juga terungkap kami siap mati,” ketusnya. 

Sementara itu, Ketua DPRD Tanjungbalai, Bambang Hariyanto SE, meminta agar massa tidak melakukan tindakan anarkis dan mendukung tuntutan agar dilakukan pengusutan tuntas terhadap pelaku dan aktor intelektual di balik rencana pembunuhan Maksum.

“Kami sudah mengikuti dan mengetahui persoalan yang dihadapi Saudara Maksum ini dan informasi juga sudah masuk ke DPRD Kota Tanjungbalai,” kata pria yang akrab disapa Bambang Lobo itu.

Ketua DPRD Tanjungbalai, Bambang Hariyanto SE, saat memberikan statement-nya. (Eko/metro24jam.com)

Dikatakan Bambang, bahwa dia juga sudah memberikan statement terkait permasalahan itu kepada salah satu media cetak terbitan Medan.

“DPRD Tanjungbalai hari ini memberikan dukungan sepenuhnya dan mempercayakan kepada pihak kepolisian untuk mengusut tuntas, baik pelaku mau pun dalang intelektual di balik kasus ini,” sebut Bambang.

“Karena kita mengingat, bahwa di bawah pimpinan Pak Kapolres, Kota Tanjungbalai ini cukup aman, tapi beberapa hari ini terusik dengan adanya perencanaan pembunuhan terhadap Saudara Maksum,” sambungnya.

Selanjutnya, Bambang mengatakan bahwa DPRD Tanjungbalai siap menampung aspirasi warga, termasuk para jurnalis kapan saja. Selain itu, dia juga meminta agar penyaluran aspirasi tersebut jangan sampai ditunggangi oleh pihak ketiga.

Bambang meminta agar massa mempercayakan proses kasus ini kepada pihak kepolisian.

Maksum (baju lengan panjang) diterima Kanit Idik I dan Kasat Reskrim Polres Tanjungbalai, AKP Heri Sofyan (berkacamata) saat membuat pengaduan. (ist/metro24jam.com)

Sementara itu, Kapolres Tanjungbalai, AKBP Tri Setyadi Artono SH SIK MH, yang dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim, AKP Heri Sofyan lewat WhatsApp, belum memberikan jawaban hingga berita ini diunggah. (eko/asp)


Loading...
KOMENTAR ANDA
Berita Terkini Lainnya
Jamaah Mesjid Ar Ridho Demo dan Grebek Judi Berkedok Game di Titipapan
Metro 24 Jam - Minggu, 20 Mei 2018 - 19:05 WIB

Jamaah Mesjid Ar Ridho Demo dan Grebek Judi Berkedok Game di Titipapan

Seratusan umat Islam spontan melakukan demo dan menggrebek lokasi perjudian game online Golden, di Jalan Platina Raya, Lingkungan II Kelurahan ...
Periode April-Mei, Polres Asahan Ungkap 48 Kasus Narkoba dan Sita Ribuan Botol Miras
Metro 24 Jam - Minggu, 20 Mei 2018 - 18:23 WIB

Periode April-Mei, Polres Asahan Ungkap 48 Kasus Narkoba dan Sita Ribuan Botol Miras

Satuan Reserse Narkoba Polres Asahan berhasil mengungkap 48 kasus tindak pidana penyalahgunaan narkotika. Hasil pengungkapan itu, polisi menyita 25 batang ...
Resmi Ditahan, Dosen USU Himma Lubis Sempat Pingsan
Metro 24 Jam - Minggu, 20 Mei 2018 - 17:22 WIB

Resmi Ditahan, Dosen USU Himma Lubis Sempat Pingsan

Sehari pasca dijemput dari kediamannya, Himma Dewiyana Lubis (45), akhirnya resmi ditahan Subdit II/Cybercrime Ditreskrimsus Poldasu, Minggu (20/5/2018) sore.Himma, resmi ...
Dikejar dan Dipukuli Begal, Pemuda Ini Selamat Setelah Pak Polisi Lewat
Metro 24 Jam - Minggu, 20 Mei 2018 - 17:01 WIB

Dikejar dan Dipukuli Begal, Pemuda Ini Selamat Setelah Pak Polisi Lewat

Dengan wajah tampak memar terkenal pukulan dan bagian mulut mengeluarkan darah, Safrizal (19) tiba di Mapolsek Percut Sei Tuan, dengan ...
Dugaan ’86′ Kasus Pemerasan 11 Kepsek, Oknum Jaksa Kejari Siantar Bakal Dilapor ke Komjak
Siantar 24 Jam - Minggu, 20 Mei 2018 - 16:26 WIB

Dugaan ’86′ Kasus Pemerasan 11 Kepsek, Oknum Jaksa Kejari Siantar Bakal Dilapor ke Komjak

Jaksa di Kejaksaan Negeri Siantar, yang dibentuk dalam satu tim, di antaranya, Kasubbag Pembinaan, Kasi Pidsus, Kasi Intel dan Kasi ...
Kapoldasu Interogasi Oknum Polisi Terduga Perusak Al-Qur’an: Ancamannya Pecat!
Metro 24 Jam - Minggu, 20 Mei 2018 - 15:46 WIB

Kapoldasu Interogasi Oknum Polisi Terduga Perusak Al-Qur’an: Ancamannya Pecat!

Brigadir TH, oknum polisi yang bertugas di Dokkes Polrestabes Medan yang diduga melakukan pengrusakan Al-Quran di Masjid Nurul Iman RSUP ...