Jumat, 20 Juli 2018 | 06.01 WIB
Metro24Jam>News>Metro 24 Jam>Gawat Kali Bah…!!! Anggota Dewan Pun ‘Dipijak’ Oknum Binsos Sumut

Gawat Kali Bah…!!! Anggota Dewan Pun ‘Dipijak’ Oknum Binsos Sumut

Kamis, 7 Desember 2017 - 18:14 WIB

IMG-46969

Toni Togatorop, Ketua Fraksi Hanura yang sempat walkout saat sidang paripurna pengesahan R-APBD 2018, Selasa (5/12/2017) lalu. (Ihsan/metro24jam.com).

MEDAN, metro24jam.com – Dugaan penyalahgunaan dan penyelewengan dana bantuan sosial (Bansos) di Pemerintahan Provinsi Sumatera Utara (Sumut) semakin menguat. Bahkan beberapa orang oknum di jajaran itu disebut berani ‘memijak’ para wakil rakyat Sumatera Utara secara terang-terangan meminta sejumlah uang dengan berbagai modus.

Iskandar Batubara (file/metro24jam.com)

Jika tak diberikan, maka akan ada konsekuensinya. Mulai dari hilangnya sejumlah usulan rumah ibadah yang akan dibantu, sampai sama sekali tidak menerima bantuan apapun.

Anggota Fraksi PAN DPRD Sumut, Iskandar Sakty Batubara yang dimintai tanggapannya tentang sengkarut bantuan itu mengaku mengalami konsekuensi itu.

“Iya. Saya kena juga (konsekuensi itu),” ujarnya saat dijumpai di Gedung DPRD Sumut, Kamis (7/12/2017) jam 16.00 WIB.

Iskandar menyebut bahwa bantuan itu adalah hak konstituen yang dilakukan melalui anggota dewan. Hal itu juga sudah menjadi komitmen dengan Pemprovsu sejak 2016 yang dituangkan dalam P-APBD 2017 yang dianggarkan Rp 100 miliar.

Artinya, 1 anggota dewan mendapat Rp 1 miliar. Iskandar mengaku telah mengajukan untuk 20 rumah ibadah senilai Rp 1 miliar. Setelah dilakukan survei ke lokasi dan diverifikasi, ada oknum yang meminta sejumlah uang pada pengurus rumah ibadah tersebut.

“Awalnya saya sampaikan kepada pengurus rumah ibadah itu, bahwa bantuan aspirasi ini tidak dipungut biaya atau pemotongan dengan alasan apapun walau sepeser. Tapi, tiba-tiba ada seorang oknum yang memverifikasi, meminta uang. Orang itu wanita. Jadi, saya langsung telepon yang bersangkutan untuk tidak macam-macam. Saya juga telepon Pak Yusuf (Ka Biro Binsos Pemprovsu) tentang perbuatan nakal anak buahnya,” kata wakil rakyat yang akrab disapa Coki ini.

Coki mengaku kesal, karena masih ada yang berani meminta uang suap atau uang pelicin dalam pengurusan ini. Tapi Coki harus menghadapi “konsekuensi” dari sikap kerasnya itu. Dari 20 rumah ibadah yang diusulkan untuk dibantu, Coki hanya 9 saja yang diakomodir.

“Saya rasa, ada kaitannya dengan berita di Metro24Jam yang memuat komentar Bang Muchrid Nasution. Harus setor dulu, baru dibantu,” ujarnya.

Sedangkan anggota DPRD Sumut lainnya, Drs Aripay Tambunan MM dari Fraksi PAN mengatakan, para legislator awalnya cukup bersabar karena tahun 2014 sampai 2016, Pemprovsu sedang mengalokasikan banyak anggaran untuk menutupi hutang yang terjadi pada masa Gatot Pujonugroho jadi Gubsu. Makanya, tahun ini semua kebutuhan dalam dana bansos diakomodir.

Aripay Tambunan. (file/metro24jam.com)

“Tapi nyatanya tidak semua permintaan diakomodir. Jadi ini tidak ada kaitannya dengan R-APBD 2018 yang disahkan. Nanti, Januari 2018 akan diakomodir semuanya. Kota lihat saja nanti,” terangnya.

Dia menilai banyak legislator yang kecewa dan marah. Hal itu dianggap lumrah karena jangan sampai anggota dewan yang bersangkutan dianggap ingkar janji pada konstituennya.

“Kita kan sudah berjanji pada mereka akan membantu pembangunan rumah ibadah. Jika tidak ada yang dapat, tentu saja marah. Pertanggungjawabannya kami kan langsung pada masyarakat,” ujarnya.

Hal itu juga dibenarkan anggota Fraksi Partai Demokrat, Hj Meilizar Latief. Menurutnya, anggota dewan yang langsung terjun ke masyarakat seakan tersandera oleh janji yang tak ditepati.

“Mereka (masyarakat) minta kita bantu pembangunan rumah ibadah atau sekolah. Nah, karena memang ada anggarannya, ya kita janjikan. Kalau seperti ini, masyarakat akan menilai kami berbohong,” ujar Sekretaris DPD Partai Demokrat Sumut ini.

Dia mengaku memang mengusulkan permintaan masyarakat untuk membantu pembangunan salah satu sekolah di kawasan Kota Matsum senilai Rp 750 juta. Meilizar mengaku tak ingin banyak-banyak mengajukan usulan tersebut karena jika tak ditepati, maka akan banyak pihak yang membencinya dan mencap dirinya berbohong.

“Kalau sempat 20 lembaga, tapi tidak terakomodir, kan banyak yang marah. Kalau yang saya usulkan ini, memang tidak dapat untuk saat ini, tapi saya bisa jelaskan nanti pada mereka tentang keadaan yang sebenarnya,” pungkasnya.

Sementara Muchrid Coki Nasution yang kembali ditemui di gedung dewan mengatakan bahwa tak ada usulannya yang diterima dan direalisasikan. Padahal dia sudah berjanji pada masyarakat untuk membantu.

“Saya cukup kesal dengan keadaan ini. Tapi mau bagaimana lagi. Saya hanya bisa berharap konstituen saya dapat mengerti keadaan ini. Karena jangan sampai mereka menganggap saya tidak menepati janji, padahal di Pemprovsu yang tidak merealisasikannya,” ujarnya.

Ketika dikonfirmasi tentang adanya informasi bahwa dari 17 anggota Fraksi Partai Golkar, hanya 4 orang yang usulan bantuan dana aspirasi bansos, Muchrid enggan terlalu menanggapi.

“Kalau itu pertanyaannya, sebaiknya tanya sama yang lain saja. Saya rasa sudah cukup vokal memprotes ini,” pungkasnya.

Sementara anggota Fraksi PDI Perjuangan Brilian Moktar MM mengatakan berdasarkan informasi yang saya terima dari konstituen, kendala paling banyak adalah pengurusan administrasi yang berbelit. Akibatnya, banyak yang akhirnya tidak mau lagi mengurus itu.

“Saya tidak mengurusi itu secara langsung. Tapi saya serahkan kepada lembaga itu untuk berurusan langsung dengan Biro Binsos. Berkas mereka harus lengkap agar dipermudah. Tapi banyak yang ‘balik kanan’ karena mengaku pengurusannya berbelit,” katanya.

Ketika ditanya apakah ada ‘potongan’ dalam pengurusan itu, dengan bahasa diplomatik Brilian mengelak. Dia menyarankan wartawan menanyakan pada stafnya. Dia hanya menyarankan agar pengurusan dana bantuan ini transparan dan akuntabel.

“Yang mengurus harus benar, yang memberi juga harus benar agar semuanya benar. Jangan niat baik ini dipermainkan, karena ini persoalannya bukan kepada manusia, tapi kepada Tuhan,” pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua Fraksi Hanura, Toni Togatorop meluapkan kekesalannya jelang dimulainya sidang paripurna pengesahan R-APBD 2018. Pasalnya, tidak ada satupun usulannya tentang bantuan untuk rumah ibadah yang diakomodir. Padahal, sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat sangat mengharapkan bantuan itu diperjuangkan.

Beberapa waktu lalu, Wakil Bendahara Fraksi PDI Perjuangan, Sutrisno Pangaribuan menyebut bahwa stafnya dimintain sejumlah uang oleh oknum di Biro Binsos. (san)

BACA JUGA:
Bantuan untuk Rumah Ibadah Harus Pakai Uang Pelicin, KPK Diminta Periksa Agus Tripriyono


Loading...
KOMENTAR ANDA
Berita Terkini Lainnya
BRI Gelar Evaluasi dan Monitoring Penyaluran BPNT Bersama Agen Brilink
Metro 24 Jam - Jumat, 20 Juli 2018 - 03:21 WIB

BRI Gelar Evaluasi dan Monitoring Penyaluran BPNT Bersama Agen Brilink

BRI Cabang Kisaran mengajak agen Brilink-nya yang tersebar di tiga kabupaten, masing-masing Asahan, Tanjungbalai dan Batubara untuk duduk bersama dalam ...
Tanding Futsal, Tim Pemenang Katanya Dipukuli Belasan Orang, Nyaris Diamuk Orang Sekampung
Metro 24 Jam - Jumat, 20 Juli 2018 - 03:11 WIB

Tanding Futsal, Tim Pemenang Katanya Dipukuli Belasan Orang, Nyaris Diamuk Orang Sekampung

Suasana di Kenanga Futsal, Jalan Bunga Kenanga, Kelurahan Padang Bulan Selayang II, Kecamatan Medan Selayang, mendadak riuh. Dua tim yang ...
Banting Stir Jadi Pengecer Sabu, Nelayan Terciduk di Rumahnya
Metro 24 Jam - Jumat, 20 Juli 2018 - 02:25 WIB

Banting Stir Jadi Pengecer Sabu, Nelayan Terciduk di Rumahnya

Penghasilan sebagai nelayan mulai seret. Kadang melaut, terkadang tidak. Alhasil Sukma Pauji Hasibuan alias Pauji (21) jadi gelap mata. Tergiur ...
“Abang Sangat Menyayangi Kalian Berdua Sampai Mati”: Lelaki Itu Pun Gantung Diri
Metro 24 Jam - Jumat, 20 Juli 2018 - 02:04 WIB

“Abang Sangat Menyayangi Kalian Berdua Sampai Mati”: Lelaki Itu Pun Gantung Diri

Seorang pria bernama Dedi Siswanto (31) ditemukan tewas dalam kondisi tergantung dengan seutas tali nilon, di kediamannya, Komplek Jakarta, Dusun ...
Ditabrak KA di Lintasan Tanpa Palang, Istri Sekarat, Suami Tewas di Tempat
Metro 24 Jam - Kamis, 19 Juli 2018 - 21:23 WIB

Ditabrak KA di Lintasan Tanpa Palang, Istri Sekarat, Suami Tewas di Tempat

Malang tak dapat ditolak. Itulah yang terjadi pada pasangan suami istri yang sehari-harinya berjualan ikan asin ini. Keduanya tertabrak kereta ...
Air Tirtadeli Mati Lagi, Warga Meminta Bupati Copot Direkturnya
Metro 24 Jam - Kamis, 19 Juli 2018 - 20:28 WIB

Air Tirtadeli Mati Lagi, Warga Meminta Bupati Copot Direkturnya

Air PDAM Tirtadeli Deliserdang kembali 'mandek'. Sebelumnya pada bulan Juni 2018 lalu, yang bertepatan dengan Ramadhan, air dari pipa PDAM ...