Jumat, 15 Desember 2017 | 13.15 WIB
Metro24Jam>News>Metro 24 Jam>Gawat Kali Bah…!!! Anggota Dewan Pun ‘Dipijak’ Oknum Binsos Sumut

Gawat Kali Bah…!!! Anggota Dewan Pun ‘Dipijak’ Oknum Binsos Sumut

Kamis, 7 Desember 2017 - 18:14 WIB

IMG-46969

Toni Togatorop, Ketua Fraksi Hanura yang sempat walkout saat sidang paripurna pengesahan R-APBD 2018, Selasa (5/12/2017) lalu. (Ihsan/metro24jam.com).

MEDAN, metro24jam.com – Dugaan penyalahgunaan dan penyelewengan dana bantuan sosial (Bansos) di Pemerintahan Provinsi Sumatera Utara (Sumut) semakin menguat. Bahkan beberapa orang oknum di jajaran itu disebut berani ‘memijak’ para wakil rakyat Sumatera Utara secara terang-terangan meminta sejumlah uang dengan berbagai modus.

Iskandar Batubara (file/metro24jam.com)

Jika tak diberikan, maka akan ada konsekuensinya. Mulai dari hilangnya sejumlah usulan rumah ibadah yang akan dibantu, sampai sama sekali tidak menerima bantuan apapun.

Anggota Fraksi PAN DPRD Sumut, Iskandar Sakty Batubara yang dimintai tanggapannya tentang sengkarut bantuan itu mengaku mengalami konsekuensi itu.

“Iya. Saya kena juga (konsekuensi itu),” ujarnya saat dijumpai di Gedung DPRD Sumut, Kamis (7/12/2017) jam 16.00 WIB.

Iskandar menyebut bahwa bantuan itu adalah hak konstituen yang dilakukan melalui anggota dewan. Hal itu juga sudah menjadi komitmen dengan Pemprovsu sejak 2016 yang dituangkan dalam P-APBD 2017 yang dianggarkan Rp 100 miliar.

Artinya, 1 anggota dewan mendapat Rp 1 miliar. Iskandar mengaku telah mengajukan untuk 20 rumah ibadah senilai Rp 1 miliar. Setelah dilakukan survei ke lokasi dan diverifikasi, ada oknum yang meminta sejumlah uang pada pengurus rumah ibadah tersebut.

“Awalnya saya sampaikan kepada pengurus rumah ibadah itu, bahwa bantuan aspirasi ini tidak dipungut biaya atau pemotongan dengan alasan apapun walau sepeser. Tapi, tiba-tiba ada seorang oknum yang memverifikasi, meminta uang. Orang itu wanita. Jadi, saya langsung telepon yang bersangkutan untuk tidak macam-macam. Saya juga telepon Pak Yusuf (Ka Biro Binsos Pemprovsu) tentang perbuatan nakal anak buahnya,” kata wakil rakyat yang akrab disapa Coki ini.

Coki mengaku kesal, karena masih ada yang berani meminta uang suap atau uang pelicin dalam pengurusan ini. Tapi Coki harus menghadapi “konsekuensi” dari sikap kerasnya itu. Dari 20 rumah ibadah yang diusulkan untuk dibantu, Coki hanya 9 saja yang diakomodir.

“Saya rasa, ada kaitannya dengan berita di Metro24Jam yang memuat komentar Bang Muchrid Nasution. Harus setor dulu, baru dibantu,” ujarnya.

Sedangkan anggota DPRD Sumut lainnya, Drs Aripay Tambunan MM dari Fraksi PAN mengatakan, para legislator awalnya cukup bersabar karena tahun 2014 sampai 2016, Pemprovsu sedang mengalokasikan banyak anggaran untuk menutupi hutang yang terjadi pada masa Gatot Pujonugroho jadi Gubsu. Makanya, tahun ini semua kebutuhan dalam dana bansos diakomodir.

Aripay Tambunan. (file/metro24jam.com)

“Tapi nyatanya tidak semua permintaan diakomodir. Jadi ini tidak ada kaitannya dengan R-APBD 2018 yang disahkan. Nanti, Januari 2018 akan diakomodir semuanya. Kota lihat saja nanti,” terangnya.

Dia menilai banyak legislator yang kecewa dan marah. Hal itu dianggap lumrah karena jangan sampai anggota dewan yang bersangkutan dianggap ingkar janji pada konstituennya.

“Kita kan sudah berjanji pada mereka akan membantu pembangunan rumah ibadah. Jika tidak ada yang dapat, tentu saja marah. Pertanggungjawabannya kami kan langsung pada masyarakat,” ujarnya.

Hal itu juga dibenarkan anggota Fraksi Partai Demokrat, Hj Meilizar Latief. Menurutnya, anggota dewan yang langsung terjun ke masyarakat seakan tersandera oleh janji yang tak ditepati.

“Mereka (masyarakat) minta kita bantu pembangunan rumah ibadah atau sekolah. Nah, karena memang ada anggarannya, ya kita janjikan. Kalau seperti ini, masyarakat akan menilai kami berbohong,” ujar Sekretaris DPD Partai Demokrat Sumut ini.

Dia mengaku memang mengusulkan permintaan masyarakat untuk membantu pembangunan salah satu sekolah di kawasan Kota Matsum senilai Rp 750 juta. Meilizar mengaku tak ingin banyak-banyak mengajukan usulan tersebut karena jika tak ditepati, maka akan banyak pihak yang membencinya dan mencap dirinya berbohong.

“Kalau sempat 20 lembaga, tapi tidak terakomodir, kan banyak yang marah. Kalau yang saya usulkan ini, memang tidak dapat untuk saat ini, tapi saya bisa jelaskan nanti pada mereka tentang keadaan yang sebenarnya,” pungkasnya.

Sementara Muchrid Coki Nasution yang kembali ditemui di gedung dewan mengatakan bahwa tak ada usulannya yang diterima dan direalisasikan. Padahal dia sudah berjanji pada masyarakat untuk membantu.

“Saya cukup kesal dengan keadaan ini. Tapi mau bagaimana lagi. Saya hanya bisa berharap konstituen saya dapat mengerti keadaan ini. Karena jangan sampai mereka menganggap saya tidak menepati janji, padahal di Pemprovsu yang tidak merealisasikannya,” ujarnya.

Ketika dikonfirmasi tentang adanya informasi bahwa dari 17 anggota Fraksi Partai Golkar, hanya 4 orang yang usulan bantuan dana aspirasi bansos, Muchrid enggan terlalu menanggapi.

“Kalau itu pertanyaannya, sebaiknya tanya sama yang lain saja. Saya rasa sudah cukup vokal memprotes ini,” pungkasnya.

Sementara anggota Fraksi PDI Perjuangan Brilian Moktar MM mengatakan berdasarkan informasi yang saya terima dari konstituen, kendala paling banyak adalah pengurusan administrasi yang berbelit. Akibatnya, banyak yang akhirnya tidak mau lagi mengurus itu.

“Saya tidak mengurusi itu secara langsung. Tapi saya serahkan kepada lembaga itu untuk berurusan langsung dengan Biro Binsos. Berkas mereka harus lengkap agar dipermudah. Tapi banyak yang ‘balik kanan’ karena mengaku pengurusannya berbelit,” katanya.

Ketika ditanya apakah ada ‘potongan’ dalam pengurusan itu, dengan bahasa diplomatik Brilian mengelak. Dia menyarankan wartawan menanyakan pada stafnya. Dia hanya menyarankan agar pengurusan dana bantuan ini transparan dan akuntabel.

“Yang mengurus harus benar, yang memberi juga harus benar agar semuanya benar. Jangan niat baik ini dipermainkan, karena ini persoalannya bukan kepada manusia, tapi kepada Tuhan,” pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua Fraksi Hanura, Toni Togatorop meluapkan kekesalannya jelang dimulainya sidang paripurna pengesahan R-APBD 2018. Pasalnya, tidak ada satupun usulannya tentang bantuan untuk rumah ibadah yang diakomodir. Padahal, sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat sangat mengharapkan bantuan itu diperjuangkan.

Beberapa waktu lalu, Wakil Bendahara Fraksi PDI Perjuangan, Sutrisno Pangaribuan menyebut bahwa stafnya dimintain sejumlah uang oleh oknum di Biro Binsos. (san)

BACA JUGA:
Bantuan untuk Rumah Ibadah Harus Pakai Uang Pelicin, KPK Diminta Periksa Agus Tripriyono


Loading...
KOMENTAR ANDA
Berita Terkini Lainnya
Sudah 4 Bulan Kasus Belum P21, Keluarga Korban  Cabul Berdemo  di Polres Sergai
Metro 24 Jam - Jumat, 15 Desember 2017 - 00:53 WIB

Sudah 4 Bulan Kasus Belum P21, Keluarga Korban Cabul Berdemo di Polres Sergai

Butet. Sebut saja demikian korban cabul yang deritanya dilapor ke Polres Sergai, Agustus lalu. Siswi SMP itu mengaku berulang kali ...
Setor Duit Ratusan Juta, Ketipu !!, Massa Korban  Loker Pabrik  Tamora Ngamuk
Metro 24 Jam - Jumat, 15 Desember 2017 - 00:52 WIB

Setor Duit Ratusan Juta, Ketipu !!, Massa Korban Loker Pabrik Tamora Ngamuk

Bermodus menawarkan kerja di PT Kimia Farma dan PT Sosro, puluhan warga yang berasal dari berbagai wilayah di Sumatera Selatan ...
Diklaim Nihil Temuan Pidana, Hasil OTT Bos  RSUD Kisaran  Digeser Polisi ke Inspektorat
Metro 24 Jam - Jumat, 15 Desember 2017 - 00:48 WIB

Diklaim Nihil Temuan Pidana, Hasil OTT Bos RSUD Kisaran Digeser Polisi ke Inspektorat

Digelar November lalu, operasi tangkap tangan (OTT) personil Tipikor (Tindak Pidana Korupsi) Polres Asahan terhadap Direktur Utama RSUD Kisaran, dr ...
Bandel, PKL Petisah Kembali Digeruduk !!  Ricuh Hadapi Aksi 200 Satpol PP
Metro 24 Jam - Jumat, 15 Desember 2017 - 00:43 WIB

Bandel, PKL Petisah Kembali Digeruduk !! Ricuh Hadapi Aksi 200 Satpol PP

Sedikitnya, 200 personel Satuan Polisi Pamong Praja (PP) Kota Medan kemarin (14/12) kembali beraksi di titik-titik larangan berdagang di kawasan ...
Tragis !! Ica Tewas di Malam Jahanam, Polisi Gelar Rekon Pembunuhan Janda Muda Tembung
Metro 24 Jam - Jumat, 15 Desember 2017 - 00:40 WIB

Tragis !! Ica Tewas di Malam Jahanam, Polisi Gelar Rekon Pembunuhan Janda Muda Tembung

Nyaris 2 bulan berlalu, reka ulang tragedi kematian Khairunnisa alias Ica (20) digelar di halaman Mapolsek Percut Seituan, Kamis (14/12/2017) ...
Habis Persiapan Acara Natalan, Duh! Anak SD  Tewas Ketabrak  Odong-odong
Metro 24 Jam - Jumat, 15 Desember 2017 - 00:21 WIB

Habis Persiapan Acara Natalan, Duh! Anak SD Tewas Ketabrak Odong-odong

Jerit tangis terdengar hingga keluar ruang instalasi jenazah RS Patar Asih di Desa Tumpatan, Kecamatan Beringin, Deliserdang. Peristiwa itu ternyata ...