Sabtu, 18 November 2017 | 11.21 WIB
Metro24Jam>News>Metro 24 Jam>Meutya Cemas Masa Depan Generasi Di Zaman Hoax

Meutya Cemas Masa Depan Generasi Di Zaman Hoax

Selasa, 14 November 2017 - 20:19 WIB

IMG-45014

Diskusi publik mencegah hoax di media sosial di Prime Plaza Hotel, Deliserdang. (ist/metro24jam.com)

MEDAN, metro24jam.com – Perkembangan teknologi informasi yang kian pesat, menuntut kecerdasan bagi para pengaksesnya. Ada ribuan informasi yang beredar di setiap detik dalam jaringan komunikasi dan informasi. Seiring dengan itu, banyak pula informasi sesat atau populer disebut “hoax” beredar bebas ditengah masyarakat yang sebagian besar adalah generasi muda.

Untuk itu, Rumah Berdikari bekerjasama dengan Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemkominfo) serta Balai Penyediadan Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika (BP3TI) menggelar diskusi publik bertajuk “Menjadi GenerasiMuda Cerdas di Media Sosial Tanpa Hoax”, Sabtu, (11/11/2017) di Prime Plaza Hotel, Jalan Bandara Kualanamu, Deliserdang.

Hadir dalam kegiatan itu, Meutya Viada Hafiz, Wakil Ketua Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai Golkar; Ahmad Jauhari dari BP3TI; DR Rudianto, Wakil Rektor Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU); Mutia Atiqah, Komisioner KPID Sumatera Utara; dan Yulis Widyo Marfiah, Kadiv Pel Monev Ekosistem BP3TI.

Dalam acara yang dipandu oleh Rizki Nasution itu terungkap bahwa berita hoax memang cukup sulit dibendung dan sangat provokatif serta pencegahannya.

Dalam sabutannya, Meutya mengatakan kekhawatirannyadengan kondisi yang terjadi saat ini, di mana generasi mudayang notabenenya harapan masa depan bangsa, di hadapkan pada sebuah fenomena kebebasan teknologi informasi dan komunikasi yang rentan menjadi korban hoax.

Media sosial menjelma sebagai wahana baru bagi generasi muda. Berdasarkan hasil survei diketahui bahwa pengguna internet di Indonesia mencapai 132,7 juta orang hingga akhir 2016.

Bahkan 42,6 persen di antaranya adalah generasi muda dalam usia 10–24 tahun. Makanya dibutuhkan pengetahuan yang utuh tentang penggunaan teknologi informasi dan komunikasi agar terhindar dari korban hoax atau menjadi bagian dari penyebarannya.

“Kehadiran teknologi yang cepat ini seharusnya menjadikan generasi muda Indonesia semakin cerdas dan kreatif. Tapi dengan kebebasan seperti sekarang, diperlukan pemahaman bagi pengguna, terutama generasi muda untuk menganalisis informasi yang benar-benar terpercaya. Karena tentu saja banyak informasi yang bertebaran di media social dan ini diserap oleh generasi muda. Makanya perlu peningkatan kapasitas literasi agar cerdas bermedia sosial,” kata legislator dari daerah pemilihan Sumut I (Medan, Deliserdang, Serdangbedagai dan Tebingtinggi) ini.

Sebagai Wakil Ketua Komisi I yang membidangi pertahanan, intelijen, luar negeri dan komunikasi dan informatika, Meutya mengatakan, di Indonesia banyak yang memanfaatkan hoax untuk kepentingan politik. Tujuannya untuk menciptakan situasitertentu agar tujuan mereka tercapai. Jika hal ini diterima bulat-bulat oleh masyarakat, maka kondisi di negara ini akan sangat buruk.

“Makanya ini adalah tanggungjawab semua kalangan untukmenganalisis sebuah informasi dengan literasi yang baik danbenar serta mengolah informasi itu berdasarkan literasi secarabaik pula,” ujarnya di hadapan 300 lebih siswa tingkat SMA/MA dan mahasiswa yang hadir.

Ahmad Jauhari, dalam sambutannya mengatakan, BP3TI adalahsebuah lembaga yang dibentuk Kemkominfo dengan salah satutugas menyediakan jaringan dan internet. Saat ini penduduk Indonesia ada sekitar 260 juta jiwa.

Dari jumlah itu, ada sekitar 90 juta pengguna internet aktif yang didominasi oleh anak muda. Makanya, generasi muda sangat rentan menjadi korban berita hoax yang dikhawatirkan akan berpengaruh negatif terhadap masa depan mereka.

“Selain itu, kita juga khawatir dengan konten pornografi yang dengan beragam cara dapat diakses di internet atau media sosial,” ujarnya.

Menyambung itu, Yulis Widyo Marfiah mengatakan, ada kenaikan jumlah pengguna internet sebesar 51,8 persen dibandingkan 2014 lalu. Bahkan 119,6 juta pengguna yang mengakses internet dari smartphone per bulan. Rata-rata mereka menghabiskan hingga 2GB data untuk mengakses media sosial.

“Makanya, internet bisa dimanfaatkan untuk hal baik. Bisa digunakan untuk produktivitas seperti bisnis online, bukan hanya untuk hal-hal yang merugikan. Jadi, internet seharusnya didistribusikan untuk kesejahteraan,” ujar Yulis.

DR Rudianto juga memaparkan manfaat positif internet sebagailini terdepan pada revolusi mental, memangkas batasan jarakdan waktu serta memenuhi kebutuhan masyarakat informasi. Meski interaksi dan komunikasi dengan banyak orang akan mendapatkan informasi, namun dengan kecanggihan teknologi yang superhigh speed, akan mengakibatkan informasi ituberlimpah tanpa batas.

“Makanya ini akan berpengaruh pada perubahan sistem nilai dan norma serta bahkan menjadi sebagian dari otoritas diri pada teknologi. Anak-anak sekarang, kalau bangun tidur bukan mencari orangtuanya, tapi smartphone. Sehari atau bahkan sedetik tanpa smartphone, mereka akan gelisah. Inilah kenyataannya,” ujar Rudi.

Pergeseran nilai ini yang kemudian mempengaruhi tingkat kepercayaan diri. Jika sudah demikian, kondisi ini akan mendorong seseorang untuk berbohong. Bahkan dalam sebuah penelitian yang dilakukan Robert Feldmen, psikolog University of Messachusetts menunjukkan bahwa kebohongan sangat berkaitan dengan kepercayaan diri. Hal itu juga terjadi di dunia internet. Kerap kali ada orang yang menambahi atau mengarang informasi sehingga menghasilkan hoax yang merantai.

“Nah, banyak sekali orang yang kemudian menelan bulat-bulat berbagai postingan di media sosial. Orang Indonesia hanya membaca judul, tanpa mau menglarifikasi. Jadilah, judul yang mereka baca sebagai sebuah kebenaran yang kemudian diperparah lagi dengan menambah-nambahi isinya. Pembaca di Indonesia, sangat malas untuk berepot-repot mencari kebenaran,” ujarnya.

Dalam memerangi hoax, pemerintah telah memblokir 700 ribulebih situs berbau pornografi dan berita perovokasi yang tidak kredibel. Bahkan UU No. 11 tahun 2008 juga telah mengatur tentang ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik) dan KUHP terkait ujaran kebencian.

“Makanya muncul gagasan untuk menerbitkan QR Code di setiap produk jurnalitik, baik berupa berita atau artikel untuk mengindentifikasi validitas sebuah informasi. Dengan demikian, penulis atau perusahaan penerbit berita dapat dilacak,” kata Mutia Atiqah.

“Makanya muncul gagasan untuk menerbitkan QR Code disetiap produk jurnalitik, baik berupa berita atau artikel untukmengindentifikasi validitas sebuah informasi. Dengan demikian, penulis atau perusahaan penerbit berita dapat dilacak,” kata Mutia Atiqah.

Karena itu, sambung Mutia, KPID Sumut memperingatkan masyarakat untuk selalu waspada terhadap judul berita yang provokatif, mencermati alamat situs, mengecek kebenaran fakta dan kualitas berita.

Selain itu, membaca berita di portal atau situs berita resmi adalah salah satu cara menangkal berita hoax.

“Jadi cerdaslah bermedia sosial dan lebih cerdaslah daripada handphone pintar itu. Jangan mudah percaya terhadap berita-berita yang memuat konten SARA atau menebar fitnah,” pungkasnya. (rel/san)


Loading...
KOMENTAR ANDA
Berita Terkini Lainnya
Kasus Penculikan Mahasiswa USU,  Bos Ormas Narkoba Diburon !
Metro 24 Jam - Sabtu, 18 November 2017 - 08:36 WIB

Kasus Penculikan Mahasiswa USU, Bos Ormas Narkoba Diburon !

Lima lelaki yang 2 hari lalu ditangkap polisi dari sebuah kamar di Hotel Madani, Jalan SM Raja, Medan, akhirnya buka ...
Bahas RKA Dinas Kesehatan, Dua Anggota DPRD Deliserdang Nyaris Baku Hantam
Metro 24 Jam - Sabtu, 18 November 2017 - 08:21 WIB

Bahas RKA Dinas Kesehatan, Dua Anggota DPRD Deliserdang Nyaris Baku Hantam

Insiden memalukan terjadi saat akan dimulainya Rapat Pembahasan Rencana Kerja Anggaran (RKA) Dinas Kesehatan Deliserdang. Ruang Rapat Komisi A DPRD ...
Dukung BOPDT, Penangkaran Aek Nauli Dihuni 4 Ekor Gajah
Siantar 24 Jam - Sabtu, 18 November 2017 - 07:47 WIB

Dukung BOPDT, Penangkaran Aek Nauli Dihuni 4 Ekor Gajah

Para pengunjung yang berlibur di kawasan Parapat Danau Toba tampaknya segera akan menikmati pemandangan dan hiburan baru di kawasan tersebut. ...
PTPN IV Biang Kerok Rusaknya Saluran Irigasi, 500 Ha Sawah Terancam Tertimbun Longsor
Siantar 24 Jam - Sabtu, 18 November 2017 - 07:03 WIB

PTPN IV Biang Kerok Rusaknya Saluran Irigasi, 500 Ha Sawah Terancam Tertimbun Longsor

PTPN IV dituding sebagai “biang kerok” kerusakan saluran irigasi (drainase) di Nagori Bah Jambi II, Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun, ...
Panwas Simalungun Harus Rangkul Media
Siantar 24 Jam - Sabtu, 18 November 2017 - 06:45 WIB

Panwas Simalungun Harus Rangkul Media

Panwas Simalungun menggelar diskusi melibatkan para Panwas Kecamatan, untuk pembekalan dan penguatan kerja pengawasan Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden 2019. ...
Geger !!  Bunuh Diri , Setengah Nyali, Terjadi di Pusat Pasar Sidikalang
Metro 24 Jam - Sabtu, 18 November 2017 - 06:12 WIB

Geger !! Bunuh Diri , Setengah Nyali, Terjadi di Pusat Pasar Sidikalang

Sutrisno Hasugian. Pelajar kelas 12 di SMK Maranatha itu kemarin (17/11/2017) bikin aksi menggemparkan banyak orang di Pusat Pasar Sidikalang. ...