Sabtu, 18 November 2017 | 11.22 WIB
Metro24Jam>News>Metro 24 Jam>Usulan Diabaikan, Pencairan Bansos Dimintai Uang, Anggota DPRD Sumut Mengamuk

Usulan Diabaikan, Pencairan Bansos Dimintai Uang, Anggota DPRD Sumut Mengamuk

Selasa, 14 November 2017 - 20:06 WIB

IMG-45012

Donald Lumbanbatu meluapkan amarahnya di hadapan Asisten Hukum Pemprovsu, Sulaiman SH (kiri) disaksikan Sutrisno Pangaribuan. (Ihsan/metro24jam.com).

MEDAN, metro24jam.com – Mengenakan kaos oblong warna oranye, celana jeans dan topi, anggota DPRD Sumut, Donal Lumbanbatu, mengamuk di depan pintu utama gedung dewan, Jalan Imambonjol Medan, Selasa (14/11/2017) sekira jam 18.00 Wib.

Anggota Fraksi Gerindra itu kesal terhadap Pemerintah Provinsi dan Sekretariat Dewan Sumatera Utara, karena dirinya merasa dipermainkan.

“Rapat-rapat apa lagi kalian sudah mau malam ini? Rapat ta*k kucing. Enggak ada gunanya rapat-rapat lagi DPRD ini. Macam bukan manusia saja kami ini kalian bikin. Ta*k ini semua,” ujarnya dengan suara tinggi.

Sontak, kegaduhan itu mengundang perhatian sejumlah SKPD maupun anggota dewan yang lain untuk bertanya kepada Donald. Selidik, punya selidik, ternyata mantan Ketua Komisi B ini baru saja dari Kantor Sekwan, yang ada di belakang gedung paripurna.

Dia mempertanyakan realisasi usulan dana bantuan sosial untuk rumah ibadah. “Sudah lama saya usulkan, tapi kemarin katanya tunggu dan sabar. Tadi saya tanyakan lagi, katanya ada yang hilang beberapa. Ini apa maksudnya? Itu untuk rumah ibadah, bukan untuk saya pribadi. Tidak akan masuk ke perut saya itu,” ujarnya.

Dia menyesalkan sikap pimpinan dewan yang terkesan sangat “lembek” jika berhadapan dengan Pemprovsu dalam membela kepentingan rakyat. Seolah-olah, para legislator harus tunduk dan patuh atas apa yang diinginkan oleh Pemprovsu.

“Saya seperti orang yang tidak berguna di mata konstituen. Pimpinan dewan pun tidak pula mau mengakomodir keperluan dewan. Jangan dikiranya saya ini tidak bisa makan kalau bukan jadi anggota DPRD ini. Sekali lagi, ini bukan untuk pribadi saya, ini adalah untuk pembangunan rumah ibadah, masa iya dimain-mainkan,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, dia menjelaskan bahwa berdasarkan aturan, setiap anggota dewan dapat jatah menyalurkan bantuan sosial untuk pembangunan atau rehabilitasi rumah ibadah sebesar Rp 1 miliar. Dari jumlah itu, bisa dibagi-bagikan lagi, tergantung kebutuhan masing-masing rumah ibadah. Tapi hingga kini, hal itu tidak terealisasi.

“Saya jadi malu. Seharusnya DPRD Sumut sebagai sebuah lembaga negara bisa mendesak Pemprovsu untuk merealisasikannya, karena memang ada payung hukumnya,” tegas Donald.

Menyambung ucapan itu, Wakil Bendahara Fraksi PDI Perjuangan, Sutrisno Pangaribuan mengatakan hal yang sama. Tapi lebih parahnya, Sutrisno malah dimintai sejumlah uang oleh seorang oknum staf Biro Pembinaan Sosial (Binsos) Pemprovsu, berinisial JS.

“Kalau abang masih belum apa-apa. Saya dimintain uang lagi. Berani kali. Setingkat staf saja berani meminta uang dalam pengurusan pencairan dan bansos ini. Dikiranya uang bantuan untuk pembangunan mesjid dan gereja ini mau saya proyekkan? Kurang ajar sekali. Nanti saya cari orangnya,” ujar Sutrisno.

Sutrisno menjelaskan bahwa oknum itu mengaku meminta uang dengan alasan operasional. Permintaan itu disampaikan via telepon seluler di nomor: 085261877***.

“Oknum itu beralasan belum bisa bekerja melakukan survei karena belum ada perintah dari atasan. Dia juga menyebut uang itu untuk keperluan operasional saja, agar semuanya segera diurus. Berani dia minta itu. Saya diamkan saja,” ujarnya.

Dengan gambaran situasi ini, semakin menegaskan bahwa Pemprovsu tidak pernah menghargai DPRD Sumut. Sutrisno juga menuding Pemprovsu hanya menjadikan lembaga ini sebagai lembaga “stempel” untuk mengesahkan apa yang diinginkan, bukan membangun kemitraan dalam pembangunan daerah.

“Jadi anggota DPRD Sumut ini tidak ada lagi harganya di mata Pemprovsu dan jajarannya. Kami hanya disuruh menyetujui apa yang mereka inginkan. Dan sayangnya, sikap yang ditunjukkan oleh hampir semua anggota DPRD Sumut hari ini adalah seolah mengamini “pelecehan” itu dengan bersikap pasrah dan tidak menunjukkan sesuatu yang bernilai, sehingga tidak lagi diremehkan,” ujarnya.

Sementara Asisen Hukum Pemprovsu mengaku tidak bisa mengomentari lebih lanjut. Dia mengatakan, jika sesuatu berkaitan dengan hukum, barulah dia bisa masuk ke ranah itu.

“Cuma itu yang bisa saya sampaikan. Karena bukan persoalan hukum yang bersinggungan dengan Pemprovsu,” ujarnya berkelakar sambil berlalu. (san)


Loading...
KOMENTAR ANDA
Berita Terkini Lainnya
Kasus Penculikan Mahasiswa USU,  Bos Ormas Narkoba Diburon !
Metro 24 Jam - Sabtu, 18 November 2017 - 08:36 WIB

Kasus Penculikan Mahasiswa USU, Bos Ormas Narkoba Diburon !

Lima lelaki yang 2 hari lalu ditangkap polisi dari sebuah kamar di Hotel Madani, Jalan SM Raja, Medan, akhirnya buka ...
Bahas RKA Dinas Kesehatan, Dua Anggota DPRD Deliserdang Nyaris Baku Hantam
Metro 24 Jam - Sabtu, 18 November 2017 - 08:21 WIB

Bahas RKA Dinas Kesehatan, Dua Anggota DPRD Deliserdang Nyaris Baku Hantam

Insiden memalukan terjadi saat akan dimulainya Rapat Pembahasan Rencana Kerja Anggaran (RKA) Dinas Kesehatan Deliserdang. Ruang Rapat Komisi A DPRD ...
Dukung BOPDT, Penangkaran Aek Nauli Dihuni 4 Ekor Gajah
Siantar 24 Jam - Sabtu, 18 November 2017 - 07:47 WIB

Dukung BOPDT, Penangkaran Aek Nauli Dihuni 4 Ekor Gajah

Para pengunjung yang berlibur di kawasan Parapat Danau Toba tampaknya segera akan menikmati pemandangan dan hiburan baru di kawasan tersebut. ...
PTPN IV Biang Kerok Rusaknya Saluran Irigasi, 500 Ha Sawah Terancam Tertimbun Longsor
Siantar 24 Jam - Sabtu, 18 November 2017 - 07:03 WIB

PTPN IV Biang Kerok Rusaknya Saluran Irigasi, 500 Ha Sawah Terancam Tertimbun Longsor

PTPN IV dituding sebagai “biang kerok” kerusakan saluran irigasi (drainase) di Nagori Bah Jambi II, Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun, ...
Panwas Simalungun Harus Rangkul Media
Siantar 24 Jam - Sabtu, 18 November 2017 - 06:45 WIB

Panwas Simalungun Harus Rangkul Media

Panwas Simalungun menggelar diskusi melibatkan para Panwas Kecamatan, untuk pembekalan dan penguatan kerja pengawasan Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden 2019. ...
Geger !!  Bunuh Diri , Setengah Nyali, Terjadi di Pusat Pasar Sidikalang
Metro 24 Jam - Sabtu, 18 November 2017 - 06:12 WIB

Geger !! Bunuh Diri , Setengah Nyali, Terjadi di Pusat Pasar Sidikalang

Sutrisno Hasugian. Pelajar kelas 12 di SMK Maranatha itu kemarin (17/11/2017) bikin aksi menggemparkan banyak orang di Pusat Pasar Sidikalang. ...