Sabtu, 18 November 2017 | 11.25 WIB
Metro24Jam>News>Siantar 24 Jam>Siswa SMK Bintang Timur Kembali Geruduk Polres Siantar, Orangtua Korban Dituding Minta Rp10 M

Siswa SMK Bintang Timur Kembali Geruduk Polres Siantar, Orangtua Korban Dituding Minta Rp10 M

Selasa, 14 November 2017 - 04:42 WIB

IMG-44950

Alumni dan siswa SMK Bintang Timur saat menyampaikan orasi di Lapangan Mapolres Siantar. (Jonathan/metro24jam.com)

SIANTAR, metro24jam.com – Ratusan siswa dan juga alumni SMK Bintang Timur (Persilum) kembali berunjuk rasa Markas Polres Siantar di Jalan Sudirman, Senin (13/11/2017) siang. Selain menuntut pembebasan dan penghentian penyidikan terhadap sang guru komputer, TM, mereka juga menuding orangtua korban telah memeras sebesar Rp10 miliar, pada tersangka. Bahh…!

Ini merupakan aksi kedua para siswa SMK Bintang Timur ke Polres Siantar, setelah sebelumnya melakukan aksi serupa pada Kamis (26/10/2017) lalu. Sebelum memasuki Polres Siantar, para siswa dan alumni SMK Bintang Timur menggelar pawai keliling ke Jalan Sutomo-Jalan Merdeka, sambil membawa berbagai poster.

Zetha Sianipar, yang bertindak sebagai orator dan koordinator lapangan, menyampaikan tiga pernyataan sikap aksi mereka di depan Wakapolres, Kompol JM Sagala dan jajaran Polres Siantar lainnya.

Dalam pernyataannya, mereka meragukan laboratorium komputer yang menjadi Tempat Kejadian Perkara (TKP) digunakan oleh TM untuk melakukan pelecehan seksual terhadap korbannya.

“Laboratorium komputer tempat kejadian, tidak memungkinkan untuk melakukan pencabulan. Karena, di dalam laboratoriun ada 42 siswa dan tidak ada pembatas tempat antara satu dengan yang lain,” sebut Zetha lantang, di Lapangan Mapolresta Siantar.

Poin kedua, dikatakan bahwa pihak yang mengaku korban tidak ada merasakan trauma pasca kejadian yang dialaminya. Korban bahkan tidak pernah ketakutan, apalagi menangis. Korban yang masih tetap bersekolah di SMK Bintang Timur itu, dikatakan mereka, sering terlihat tertawa tanpa adanya rasa trauma–seperti yang disebutkan orangtua korban.

Mereka menduga adanya permainan dalam kasus yang menimpa guru komputer TM. Hal itu tersirat dari pernyataan aksi poin ketiga. Di situ dikatakan, bahwa orangtua korban diduga telah memeras tersangka sebesar Rp10 miliar.

Selain menyampaikan pernyataan aksi, para siswa melalui Zetha Sianipar, juga menyampaikan lima poin tuntutan yang dilayangkan kepada kepolisian dan media.

Di antaranya, mendesak pihak Kepolisian agar melakukan proses penyelidikan dengan transparan dan objektif, meminta kepada pihak media (cetak dan online) agar tidak memberitakan kasus secara berlebihan, sebelum TM terbukti bersalah, meminta kepada Kepolisian untuk membebaskan TM.

Kemudian, mereka meminta dikembalikan nama baik SMK Bintang Timur dengan mencabut pemberitaan yang belum tentu kepastiannya, meminta agar mengembalikan nama baik TM.

Wakapolres Siantar, Kompol JM Sagala yang berdialog langsung dengan ratusan siwa itu merespons baik aksi yang dilakukan para pelajar.

Menyikapi pernyataan mereka, Kompol JM Sagala menyampaikan, saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan berkas berkas perkara tersangka.

Terkait status tersangka yang saat ini disandang TM, lanjut Sagala, tidak serta merta menandakan bahwa TM terbukti melakukan pencabulan terhadap korban.

Namun jawaban Kompol JM Sagala tidak dapat diterima para siswa. Akibatnya, sempat terjadi perdebatan antar siswa dengan pihak Kepolisian.

Tak ingin berkepanjangan, Kompol JM Sagala memberikan kesempatan kepada penyidik unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim.

Peyidik senior Sat Reskrim Aiptu Darwin Siregar kembali menjelaskan perjalanan kasus hukum tersangka TM yang saat ini masih mereka tangani.

Darwin Siregar menjelaskan kepada siswa, pengertian tindak pidana pencabulan menurut Undang-undang RI.

“Biar juga adik-adik pahami. Di dalam undang undang itu dikatakan pencabulan bukan berarti berhubungan badan atau berhubungan suami istri,” beber Darwin sembari membaca KUHPidana yang dipegangnya.

Ia pun berharap agar siswa yang melakukan unjuk rasa memberikan kepercayaan kepada Kepolisian untuk bekerja secara profesional. Pihak Kepolisian dalam hal ini, sambung Darwin, tidak akan melakukan intervensi. “Kami memaklumi perasaan kalian. Tapi berikanlah kepercayaan kepada kami untuk bekerja secara profesional,” terangnya.

Dikarenakan polisi masih memiliki tugas yang lainnya, Kompol JM Sagala pun meminta maaf dan meminta kepada para siswa yang melakukan unjuk rasa untuk membubarkan diri dan kembali ke rumah mereka masing-masing.

Tanpa perlu diminta dua kali, para siswa akhirnya membubarkan diri dengan tertib dan teratur.

Di tengah-tengah perjalanan ratusan siswa sebelum meninggalkan Polres Siantar, Zetha Sianipar sebelumnya berharap bertemu langsung dengan Kapolres Siantar AKBP Doddy Hermawan.

“Penyelidikannya itu kan sudah transparan dan objektif, makanya kami ke sini mau menjumpai Bapak Kapolres, tapi Bapak Kapolres tidak ada di sini,” kata Zetha pada Siantar24Jam.

“Jadi poinnya itu belum semua terpenuhi, tapi mungkin itulah keterbatasan pihak polisi untuk memberikan apa yang dilakukan polisi sekarang. Menurut kami ini uda lebih dari cukup,” sambungnya.

Zetha berharap agar Kapolres Siantar lebih tegas dan transparan dan objektif. “Bukan cuman untuk perkara kami ini aja karena kami demo rame-rame tapi untuk semua perkara. Mau perkara kecil saja pun harus dilakukan dengan tegas, transparan, dan objektif,” harapnya. (jo)

BACA JUGA:
Pelecahan Seksual Oknum Guru Terhadap 3 Siswi SMK, 4 Saksi Datangi Mapolres Siantar
Guru “Cabul” Ditahan, Pelajar Demo Polres
Raba-Raba 3 Siswi, Guru Komputer Gemetaran di Kantor Polisi


Loading...
KOMENTAR ANDA
Berita Terkini Lainnya
Kasus Penculikan Mahasiswa USU,  Bos Ormas Narkoba Diburon !
Metro 24 Jam - Sabtu, 18 November 2017 - 08:36 WIB

Kasus Penculikan Mahasiswa USU, Bos Ormas Narkoba Diburon !

Lima lelaki yang 2 hari lalu ditangkap polisi dari sebuah kamar di Hotel Madani, Jalan SM Raja, Medan, akhirnya buka ...
Bahas RKA Dinas Kesehatan, Dua Anggota DPRD Deliserdang Nyaris Baku Hantam
Metro 24 Jam - Sabtu, 18 November 2017 - 08:21 WIB

Bahas RKA Dinas Kesehatan, Dua Anggota DPRD Deliserdang Nyaris Baku Hantam

Insiden memalukan terjadi saat akan dimulainya Rapat Pembahasan Rencana Kerja Anggaran (RKA) Dinas Kesehatan Deliserdang. Ruang Rapat Komisi A DPRD ...
Dukung BOPDT, Penangkaran Aek Nauli Dihuni 4 Ekor Gajah
Siantar 24 Jam - Sabtu, 18 November 2017 - 07:47 WIB

Dukung BOPDT, Penangkaran Aek Nauli Dihuni 4 Ekor Gajah

Para pengunjung yang berlibur di kawasan Parapat Danau Toba tampaknya segera akan menikmati pemandangan dan hiburan baru di kawasan tersebut. ...
PTPN IV Biang Kerok Rusaknya Saluran Irigasi, 500 Ha Sawah Terancam Tertimbun Longsor
Siantar 24 Jam - Sabtu, 18 November 2017 - 07:03 WIB

PTPN IV Biang Kerok Rusaknya Saluran Irigasi, 500 Ha Sawah Terancam Tertimbun Longsor

PTPN IV dituding sebagai “biang kerok” kerusakan saluran irigasi (drainase) di Nagori Bah Jambi II, Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun, ...
Panwas Simalungun Harus Rangkul Media
Siantar 24 Jam - Sabtu, 18 November 2017 - 06:45 WIB

Panwas Simalungun Harus Rangkul Media

Panwas Simalungun menggelar diskusi melibatkan para Panwas Kecamatan, untuk pembekalan dan penguatan kerja pengawasan Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden 2019. ...
Geger !!  Bunuh Diri , Setengah Nyali, Terjadi di Pusat Pasar Sidikalang
Metro 24 Jam - Sabtu, 18 November 2017 - 06:12 WIB

Geger !! Bunuh Diri , Setengah Nyali, Terjadi di Pusat Pasar Sidikalang

Sutrisno Hasugian. Pelajar kelas 12 di SMK Maranatha itu kemarin (17/11/2017) bikin aksi menggemparkan banyak orang di Pusat Pasar Sidikalang. ...