Sabtu, 18 November 2017 | 11.25 WIB
Metro24Jam>News>Siantar 24 Jam>Pemandian Air Sejuk Banyak Tenda Kitik-Kitik

Pemandian Air Sejuk Banyak Tenda Kitik-Kitik

Senin, 13 November 2017 - 11:47 WIB

IMG-44897

Villa tenda biru sebagai lokasi. (Ag/metro24jam.com)

GUNUNG MALIGAS, metro24jam.com – Villa (pondok) tenda biru, yang disinyalir menjadi lokasi esek-esek kembali menjamur di sekitar kawasan hutan lindung sekitar objek wisata Pemandian Air Sejuk, Karang Anyer, Kecamatan Gunung Maligas, Simalungun.

Meski sebelumnya sudah sempat ditertibkan Satpol PP, informasi terbaru menyebut bahwa jumlahnya sudah ratusan termasuk bangunan liar, yang katanya dikoordinir oleh oknum Ketua SPBUN Cs dengan cara membayar sewa lahan mulai dari Rp800 ribu sampai Rp1 juta per tahun.

Selain membuat masyarakat risih, keberadaan bangunan liar yang menggunakan lahan kehutanan itu sangat berpotensi mengundang banjir akibat resapan air semakin sempit, dengan bertambahnya jumlah pondok tenda biru dan bangunan ilegal itu.

“Menjamurnya villa tenda biru dan bangun-bangunan ilegal di kawasan hutan lindung objek wisata Karang Anyer jelas akan mengundang bencana kalau Pemkab tak sigap melakukan pengawasan,” kata Sudimanto, warga Kecamatan Gunung Maligas, Minggu siang (12/11).

Menurutnya, saat ini hampir di sejumlah lokasi yang dulunya pernah dibongkar kembali dijadikan tempat vila tenda biru dan bangunan ilegal di kawasan hutan lindung.

“Salah satu lokasi terdapat di sekitaran mata air. Di lokasi tersebut terdapat beberapa bangunan baru. Padahal, di situ dulu ada bangunan yang sudah dibongkar. Selain itu, ada juga di lokasi lain,” tuturnya Sudimanto.

Lebih lanjut dikatakan, apabila pendirian pondok yang juga lazim disebut kandang bebek dan bangunan permanen di lokasi hutan lindung terus dibiarkan, maka, tak hanya mengundang banjir, tetapi, bakal menjadi lokasi mesum yang tentunya merusak kalangan generasi muda.

Sebab, bukan tidak jarang yang datang ke lokasi itu pasangan muda bahkan pelajar.

“Kita mengetahui, pemilik kandang bebek itu berasal dari orang luar daerah,” kata Sudiamanto.

Dia juga mengatakan ada yang mengklaim lokasi tersebut adalah lahan milik warga.

“Jadi lahan di situ sebagian katanya milik warga dan pemerintah yang dikelola oleh warga. Nah oleh warga dikhawatirkan banyak dijualbelikan pada orang yang berduit untuk membangun villa tenda biru dan bangunan,” paparnya.

Pantauan wartawan, lokasi tanpa izin atau liar itu memang ramai dikunjungi. Tidak hanya difungsikan sebagai tempat istirahat saat akhir pekan, tetapi juga didatangi pasangan muda yang sengaja menjadikannya sebagai lokasi mesum.

“Ya bang, di sini (Karang Anyer) banyak berdiri bangunan baru. Ada yang dijadikan tempat istirahat dan ada yang dibangun kandang bebek atau tempat kitik-kitik. Tapi itu di atas sana,” kata seorang warga.

Setiap bangunan sewanya bervariasi antara Rp800 ribu sampai Rp1 juta dan untuk kamar mandi Rp100 ribu.

“Kami bayar kepada pak Iskandar, dia Ketua SPBUN PTPN IV Kebun Laras, dan pembayaran sewa melalui bang Anto yang punya lapak dan kamar mandi di bawah,” ucap warga lagi minta identitasnya tidak disebutkan.

Sementara Iskandar, Ketua SPBUN PTPN IV Kebun Laras saat dikonfirmasi, berdalih kutipan sewa lapak kepada pedagang di objek wisata Karang Anyer, untuk mengganti uang pembangunan lapak yang dilakukan Koperasi PTPN IV Kebun Laras.

“Untuk mengganti uang koperasi bang, sebelumnya pembangunan lapak pedagang menggunakan uang koperasi, jadi mereka saat ini mengembalikannya,” katanya melalui sambungan telepon seluler. (ag)


Loading...
KOMENTAR ANDA
Berita Terkini Lainnya
Kasus Penculikan Mahasiswa USU,  Bos Ormas Narkoba Diburon !
Metro 24 Jam - Sabtu, 18 November 2017 - 08:36 WIB

Kasus Penculikan Mahasiswa USU, Bos Ormas Narkoba Diburon !

Lima lelaki yang 2 hari lalu ditangkap polisi dari sebuah kamar di Hotel Madani, Jalan SM Raja, Medan, akhirnya buka ...
Bahas RKA Dinas Kesehatan, Dua Anggota DPRD Deliserdang Nyaris Baku Hantam
Metro 24 Jam - Sabtu, 18 November 2017 - 08:21 WIB

Bahas RKA Dinas Kesehatan, Dua Anggota DPRD Deliserdang Nyaris Baku Hantam

Insiden memalukan terjadi saat akan dimulainya Rapat Pembahasan Rencana Kerja Anggaran (RKA) Dinas Kesehatan Deliserdang. Ruang Rapat Komisi A DPRD ...
Dukung BOPDT, Penangkaran Aek Nauli Dihuni 4 Ekor Gajah
Siantar 24 Jam - Sabtu, 18 November 2017 - 07:47 WIB

Dukung BOPDT, Penangkaran Aek Nauli Dihuni 4 Ekor Gajah

Para pengunjung yang berlibur di kawasan Parapat Danau Toba tampaknya segera akan menikmati pemandangan dan hiburan baru di kawasan tersebut. ...
PTPN IV Biang Kerok Rusaknya Saluran Irigasi, 500 Ha Sawah Terancam Tertimbun Longsor
Siantar 24 Jam - Sabtu, 18 November 2017 - 07:03 WIB

PTPN IV Biang Kerok Rusaknya Saluran Irigasi, 500 Ha Sawah Terancam Tertimbun Longsor

PTPN IV dituding sebagai “biang kerok” kerusakan saluran irigasi (drainase) di Nagori Bah Jambi II, Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun, ...
Panwas Simalungun Harus Rangkul Media
Siantar 24 Jam - Sabtu, 18 November 2017 - 06:45 WIB

Panwas Simalungun Harus Rangkul Media

Panwas Simalungun menggelar diskusi melibatkan para Panwas Kecamatan, untuk pembekalan dan penguatan kerja pengawasan Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden 2019. ...
Geger !!  Bunuh Diri , Setengah Nyali, Terjadi di Pusat Pasar Sidikalang
Metro 24 Jam - Sabtu, 18 November 2017 - 06:12 WIB

Geger !! Bunuh Diri , Setengah Nyali, Terjadi di Pusat Pasar Sidikalang

Sutrisno Hasugian. Pelajar kelas 12 di SMK Maranatha itu kemarin (17/11/2017) bikin aksi menggemparkan banyak orang di Pusat Pasar Sidikalang. ...