Senin, 22 Januari 2018 | 07.24 WIB
Metro24Jam>News>Metro 24 Jam>Koordinator Genk Mati Ditembak, 3 Begal Medan Balas Aksi Polisi

Koordinator Genk Mati Ditembak, 3 Begal Medan Balas Aksi Polisi

Senin, 13 November 2017 - 12:08 WIB

IMG-44882

Yogi, korban. (Arif/metro24jam.com)

PERCUT, metro24jam.com – MENGGONDOL segepok duit plus kreta lengkap STNK, 3 begal di Medan kembali sukses membantai korbannya. Beraksi di hari yang sama, kesadisan mereka menjadi cerita balasan kisah polisi menembak mati seorang bos genk bandit jalanan itu.

Aksi trio sadis ini terjadi di hari maut Enggar Maulana Sitompul (21), koordinator genk begal yang mati ditembak saat rumahnya di Jalan Sentosa Lama, Kecamatan Medan Perjuangan, disergap sejumlah polisi, Sabtu (11/11) dini hari. Aksi mereka bahkan persis terjadi saat Waka Polrestabes Medan AKBP Tatan Dirsan Atmaja memaparkan kisah maut Enggar kepada sejumlah wartawan di RS Bhayangkara, Medan, Sabtu (11/11) sore lalu.

Seperti menunjukkan kehebatan, Sabtu sore itu trio ini beraksi tak seperti jamaknya aksi kawanan begal. Dengan praktik modus menculik dan membantai sang korban, aksi mereka terjadi di 2 lokasi beda. Dua lokasi aksi kejahatan pada jam-jam macet (banyak orang) pulang kerja itu terjadi di Jalan Pasar 4 Timur, Desa Laut Dendang, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deliserdang, serta Jalan Tuasan, Kecamatan Medan Tembung.

Adalah Yogi Ryantama (21), korban aksi trio penghunus golok itu. Ditemui di sela membuat laporan di Mapolsek Percut Seituan, remaja asal Pasar 7 Tembung (Deliserdang) itu pun kemarin (12/11) bercerita pada wartawan.

Petaka di Sabtu sore lalu itu berawal saat Yogi pulang bekerja. Pukul 5 sore itu, dia ke luar dari tempat kerjanya, Gudang Intan di kawasan Titi Sewa, Tembung. Saat itu, dia tak langsung pulang ke rumah. Guna membayar utang, Yogi berniat mendatangi seorang temannya di kawasan Pajak Bengkok (depan eks Aksara Plaza).

Karena sore dan itu selalu menjadi masa kemacetan banyak jalan utama di wilayah Medan, guna menuju Pajak Bengkok, Yogi pun memacu gas motor Vixion-nya (B 5758 AHE) lewat jalur alternatif. Ceritanya, dari Titi Sewa dia berputar ke arah Jalan Pasar Empat Timur, Desa Laut Dendang. Pun rute menjadi tambah mengular, jalur itu -asal sore- dikenal tak semacet lintas Jalan Letda Sujono – HM Yamin, Medan. Tapi niat menghindari kemacetan, remaja ini malah disergap kawanan trio begal.

Saat melintas di kawasan Pasar 4 Timur, laju motornya mendadak dipepet kawanan begal berkendara motor Suzuki Satria FU dan Honda Vario. Saat memepet motor Yogi, kawanan itu ‘berakting’. Sambil melaju berdekatan, 2 dari 3 begal itu menuduh Yogi sebagai pelaku penabrak adiknya.

Karena tak pernah menabrak orang, Yogi awalnya santai membantah tuduhan 3 laki tak dikenal itu. Guna meninggalkan 3 laki pengendara 2 motor itu, dia pun makin menggenjot gas kretanya.

Tapi seorang tersangka begal yang duduk di boncengan motor Satria FU berhasil ‘menempelkan’ ujung goloknya ke pingggang Yogi.

“Di situ aku terkejut pelaku mengarah pisau ke pinggangku, terpaksa aku berhenti. Nggak bisa aku melawan, dikepet keretaku sama kedua kereta orang itu,” kata Yogi yang masih tampak trauma.

Tak berdaya diancaman 3 begal itu, Yogi pun akhirnya menuruti perintah kawanan bandit itu. Dia berhenti lalu (berpindah duduk di boncengan) motornya kemudian dikendarai 1 dari 3 begal itu. Saat telah diculik, trio itu membawanya ke sebuah gang di Jalan Tuasan, Medan (dekat persimpangan Jalan William Iskandar/Pancing).

Di situ, Yogi lalu disuruh turun dari boncengan. Persis saat mencecahkan kakinya, leher dan wajahnya pun sontak dihantam dengan sepotong (kayu) broti. “Di gang itu banyak semak semaknya, saya disuruh turun dan dipukul. Uang di dalam dompetku dan STNK juga diambil mereka. Akhirnya, dari lokasi itu, aku pulang ke rumah naik becak,” ujarnya dengan nada terdengar pilu.

Mengakhiri cerita nahasnya, Yogi yang didampingi Nadrianto (49) ayahnya, melapor kejadian itu ke Polsek Percut Sei Tuan. Ia mengatakan bahwa, petugas SPKT meminta surat keterangan dari perusahaan pembiayaan tentang status kredit kereta Yogi.

“Makanya kami pulang lagi, kami disuruh ke leasing ambil suratnya,” tuturnya. Belum diketahui apakah trio begal itu memiliki hubungan dengan Enggar Maulana Sitompul, yang kawanan begalnya diketahui telah beraksi di 40 TKP di Kota Medan. (rif)


Loading...
KOMENTAR ANDA
Berita Terkini Lainnya
Jembatan Terancam Ambruk, Galian C Terus Berlangsung
Siantar 24 Jam - Senin, 22 Januari 2018 - 03:11 WIB

Jembatan Terancam Ambruk, Galian C Terus Berlangsung

Pengerukan pasir dari Sungai Bah Bolon dituding telah membuat fondasi jembatan antar kabupaten di Perdagangan, Kecamatan Bandar, Simalungun itu, jadi ...
Pembunuh Anggi Habiskan Uang Rampokan untuk Beli Sabu dan Main Judi
Metro 24 Jam - Senin, 22 Januari 2018 - 02:59 WIB

Pembunuh Anggi Habiskan Uang Rampokan untuk Beli Sabu dan Main Judi

Anggi Syahputri Tanjung (17), siswi kelas 2 SMA Negri 11 Medan, akhirnya diketahui tewas akibat dibantai oleh Agung Prasetiyo, Jumat ...
7 Napi Binjai Kabur, Sipir Jaga Segera Dijatuhi Sanksi Berat
Metro 24 Jam - Senin, 22 Januari 2018 - 02:39 WIB

7 Napi Binjai Kabur, Sipir Jaga Segera Dijatuhi Sanksi Berat

Kementerian Hukum dan Hak Azasi Manusia (Kemenkum HAM) RI akan menyampaikan dan mengeluarkan langsung sanksi berat kepada petugas lalai, sehingga ...
Raja Parhata Tewas Ditabrak Mobil
Siantar 24 Jam - Senin, 22 Januari 2018 - 02:30 WIB

Raja Parhata Tewas Ditabrak Mobil

Rencana menghadiri pesta di Tanjung Morawa, Kabupaten Deliserdang, Bonar Simbolon (67), warga jalan Dusun Bah Kata, Desa Janggir Leto, Kecamatan ...
Penyidikan Terkendala Biaya Visum, Warga Bantu Keluarga Bocah Korban Cabul
Siantar 24 Jam - Minggu, 21 Januari 2018 - 23:32 WIB

Penyidikan Terkendala Biaya Visum, Warga Bantu Keluarga Bocah Korban Cabul

SIANTAR, JAM 15.00 WIBKondisi ekonomi keluarga yang pas-pasan membuat orangtua AT (3)--bocah yang dicabuli keluarganya sendiri--tak mampu membayar biaya visum, ...
Pemecatan Bripka Samsul Bahri Tunggu Putusan Hakim
Siantar 24 Jam - Minggu, 21 Januari 2018 - 23:01 WIB

Pemecatan Bripka Samsul Bahri Tunggu Putusan Hakim

Bripka Samsul Bahri, tengah didakwa di Pengadilan Negeri (PN) Simalungun atas keterlibatannya dalam peredaran narkotika. Akibat perbuatannya, pria yang tercatat ...