Sabtu, 18 November 2017 | 11.23 WIB
Metro24Jam>News>Metro 24 Jam>Koordinator Genk Mati Ditembak, 3 Begal Medan Balas Aksi Polisi

Koordinator Genk Mati Ditembak, 3 Begal Medan Balas Aksi Polisi

Senin, 13 November 2017 - 12:08 WIB

IMG-44882

Yogi, korban. (Arif/metro24jam.com)

PERCUT, metro24jam.com – MENGGONDOL segepok duit plus kreta lengkap STNK, 3 begal di Medan kembali sukses membantai korbannya. Beraksi di hari yang sama, kesadisan mereka menjadi cerita balasan kisah polisi menembak mati seorang bos genk bandit jalanan itu.

Aksi trio sadis ini terjadi di hari maut Enggar Maulana Sitompul (21), koordinator genk begal yang mati ditembak saat rumahnya di Jalan Sentosa Lama, Kecamatan Medan Perjuangan, disergap sejumlah polisi, Sabtu (11/11) dini hari. Aksi mereka bahkan persis terjadi saat Waka Polrestabes Medan AKBP Tatan Dirsan Atmaja memaparkan kisah maut Enggar kepada sejumlah wartawan di RS Bhayangkara, Medan, Sabtu (11/11) sore lalu.

Seperti menunjukkan kehebatan, Sabtu sore itu trio ini beraksi tak seperti jamaknya aksi kawanan begal. Dengan praktik modus menculik dan membantai sang korban, aksi mereka terjadi di 2 lokasi beda. Dua lokasi aksi kejahatan pada jam-jam macet (banyak orang) pulang kerja itu terjadi di Jalan Pasar 4 Timur, Desa Laut Dendang, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deliserdang, serta Jalan Tuasan, Kecamatan Medan Tembung.

Adalah Yogi Ryantama (21), korban aksi trio penghunus golok itu. Ditemui di sela membuat laporan di Mapolsek Percut Seituan, remaja asal Pasar 7 Tembung (Deliserdang) itu pun kemarin (12/11) bercerita pada wartawan.

Petaka di Sabtu sore lalu itu berawal saat Yogi pulang bekerja. Pukul 5 sore itu, dia ke luar dari tempat kerjanya, Gudang Intan di kawasan Titi Sewa, Tembung. Saat itu, dia tak langsung pulang ke rumah. Guna membayar utang, Yogi berniat mendatangi seorang temannya di kawasan Pajak Bengkok (depan eks Aksara Plaza).

Karena sore dan itu selalu menjadi masa kemacetan banyak jalan utama di wilayah Medan, guna menuju Pajak Bengkok, Yogi pun memacu gas motor Vixion-nya (B 5758 AHE) lewat jalur alternatif. Ceritanya, dari Titi Sewa dia berputar ke arah Jalan Pasar Empat Timur, Desa Laut Dendang. Pun rute menjadi tambah mengular, jalur itu -asal sore- dikenal tak semacet lintas Jalan Letda Sujono – HM Yamin, Medan. Tapi niat menghindari kemacetan, remaja ini malah disergap kawanan trio begal.

Saat melintas di kawasan Pasar 4 Timur, laju motornya mendadak dipepet kawanan begal berkendara motor Suzuki Satria FU dan Honda Vario. Saat memepet motor Yogi, kawanan itu ‘berakting’. Sambil melaju berdekatan, 2 dari 3 begal itu menuduh Yogi sebagai pelaku penabrak adiknya.

Karena tak pernah menabrak orang, Yogi awalnya santai membantah tuduhan 3 laki tak dikenal itu. Guna meninggalkan 3 laki pengendara 2 motor itu, dia pun makin menggenjot gas kretanya.

Tapi seorang tersangka begal yang duduk di boncengan motor Satria FU berhasil ‘menempelkan’ ujung goloknya ke pingggang Yogi.

“Di situ aku terkejut pelaku mengarah pisau ke pinggangku, terpaksa aku berhenti. Nggak bisa aku melawan, dikepet keretaku sama kedua kereta orang itu,” kata Yogi yang masih tampak trauma.

Tak berdaya diancaman 3 begal itu, Yogi pun akhirnya menuruti perintah kawanan bandit itu. Dia berhenti lalu (berpindah duduk di boncengan) motornya kemudian dikendarai 1 dari 3 begal itu. Saat telah diculik, trio itu membawanya ke sebuah gang di Jalan Tuasan, Medan (dekat persimpangan Jalan William Iskandar/Pancing).

Di situ, Yogi lalu disuruh turun dari boncengan. Persis saat mencecahkan kakinya, leher dan wajahnya pun sontak dihantam dengan sepotong (kayu) broti. “Di gang itu banyak semak semaknya, saya disuruh turun dan dipukul. Uang di dalam dompetku dan STNK juga diambil mereka. Akhirnya, dari lokasi itu, aku pulang ke rumah naik becak,” ujarnya dengan nada terdengar pilu.

Mengakhiri cerita nahasnya, Yogi yang didampingi Nadrianto (49) ayahnya, melapor kejadian itu ke Polsek Percut Sei Tuan. Ia mengatakan bahwa, petugas SPKT meminta surat keterangan dari perusahaan pembiayaan tentang status kredit kereta Yogi.

“Makanya kami pulang lagi, kami disuruh ke leasing ambil suratnya,” tuturnya. Belum diketahui apakah trio begal itu memiliki hubungan dengan Enggar Maulana Sitompul, yang kawanan begalnya diketahui telah beraksi di 40 TKP di Kota Medan. (rif)


Loading...
KOMENTAR ANDA
Berita Terkini Lainnya
Kasus Penculikan Mahasiswa USU,  Bos Ormas Narkoba Diburon !
Metro 24 Jam - Sabtu, 18 November 2017 - 08:36 WIB

Kasus Penculikan Mahasiswa USU, Bos Ormas Narkoba Diburon !

Lima lelaki yang 2 hari lalu ditangkap polisi dari sebuah kamar di Hotel Madani, Jalan SM Raja, Medan, akhirnya buka ...
Bahas RKA Dinas Kesehatan, Dua Anggota DPRD Deliserdang Nyaris Baku Hantam
Metro 24 Jam - Sabtu, 18 November 2017 - 08:21 WIB

Bahas RKA Dinas Kesehatan, Dua Anggota DPRD Deliserdang Nyaris Baku Hantam

Insiden memalukan terjadi saat akan dimulainya Rapat Pembahasan Rencana Kerja Anggaran (RKA) Dinas Kesehatan Deliserdang. Ruang Rapat Komisi A DPRD ...
Dukung BOPDT, Penangkaran Aek Nauli Dihuni 4 Ekor Gajah
Siantar 24 Jam - Sabtu, 18 November 2017 - 07:47 WIB

Dukung BOPDT, Penangkaran Aek Nauli Dihuni 4 Ekor Gajah

Para pengunjung yang berlibur di kawasan Parapat Danau Toba tampaknya segera akan menikmati pemandangan dan hiburan baru di kawasan tersebut. ...
PTPN IV Biang Kerok Rusaknya Saluran Irigasi, 500 Ha Sawah Terancam Tertimbun Longsor
Siantar 24 Jam - Sabtu, 18 November 2017 - 07:03 WIB

PTPN IV Biang Kerok Rusaknya Saluran Irigasi, 500 Ha Sawah Terancam Tertimbun Longsor

PTPN IV dituding sebagai “biang kerok” kerusakan saluran irigasi (drainase) di Nagori Bah Jambi II, Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun, ...
Panwas Simalungun Harus Rangkul Media
Siantar 24 Jam - Sabtu, 18 November 2017 - 06:45 WIB

Panwas Simalungun Harus Rangkul Media

Panwas Simalungun menggelar diskusi melibatkan para Panwas Kecamatan, untuk pembekalan dan penguatan kerja pengawasan Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden 2019. ...
Geger !!  Bunuh Diri , Setengah Nyali, Terjadi di Pusat Pasar Sidikalang
Metro 24 Jam - Sabtu, 18 November 2017 - 06:12 WIB

Geger !! Bunuh Diri , Setengah Nyali, Terjadi di Pusat Pasar Sidikalang

Sutrisno Hasugian. Pelajar kelas 12 di SMK Maranatha itu kemarin (17/11/2017) bikin aksi menggemparkan banyak orang di Pusat Pasar Sidikalang. ...