Sabtu, 18 November 2017 | 11.26 WIB
Metro24Jam>News>Metro 24 Jam>Poyek Stadion Sang Naualuh Bau Kolusi

Poyek Stadion Sang Naualuh Bau Kolusi

Kamis, 19 Oktober 2017 - 13:31 WIB

IMG-42239

Stadion Sang Naualuh Siantar. (Tigor/metro24jam.com)

SIANTAR, metro24jam.com – Pelaksanaan proyek revitalisasi Stadion Sang Nauluh di Kelurahan Asuhan, Kecamatan Siantar Timur yang dikerjakan PT Duta Sumatera Perkasa yang bermarkas di Medan terindikasi kolusi.

Selain waktu pengerjaan yang bermasalah dan melanggar aturan, harga penawaran dari pemenang lelang dinilai tidak kompetitif, karena masih di atas 95 persen dari nilai pagu kontrak Rp10 miliar.

Sebelumnya, sesuai data yang diperoleh dari plank proyek di lokasi, Selasa (17/10) pagi, tertera pelaksanaan pekerjaan dilakukan selama 102 hari kalender sejak penandantangan kontrak yakni 3 Oktober 2017.

Hal ini kemudian membuat sejumlah pelaku usaha yang dimintai pendapat oleh Siantar24Jam, menjadi kaget. Jika dihitung sejak tanda tangan kontrak sampai habis tahun anggaran 2017, yakni 31 Desember, tak cukup waktu 102 hari. Pelaksanaannya dipastikan melewati tahun anggaran 2017.

“Itu sudah pasti melompat dari tahun 2017. Apalagi proyek disebut tahun tunggal. Itu tidak boleh sesuai aturan tentang pengelolaan keuangan yang ada,” terang Rudolf Hutabarat, mantan anggota DPRD Siantar yang kini kembali aktif menjadi pengusaha jasa konstruksi, profesi yang membesarkannya selama ini.

Rudolf menyebut aturan yang diduga dilanggar kontrak proyek tersebut, yakni PP No 58 tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah dan juga UU No 17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara.

“Bahkan dalam Peraturan Presiden (Perpres) nomor 70 tahun 2012 tentang perubahan kedua atas Perpres nomor 54 tahun 2010 tentang pengadaan barang dan jasa pemerintah itu juga ditegaskan bahwa tidak boleh pengadaan barang dan jasa melewati satu tahun anggaran jika itu merupakan tahun tunggal,” tegasnya.

Rudolf meyakini itu terjadi akibat dari rendahnya kompetensi dari Kelompok Kerja (Pokja) Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Siantar di bawah Plt Kadis Jhonson Tambunan.

Harusnya, Pokja sejak perencanaan, hingga masa pelaksanaan dan serah terima pekerjaan dari rekanan, sudah menghitung waktu, dimana tahun anggaran sudah mulai sejak Januari hingga Desember.

Menurut mantan anggota DPRD Siantar itu, aneh jika pekerjaan dimulai sejak 3 Oktober 2017 lalu selesai tahun 2018 jika masa kerja 102 hari. Itu membuktikan Pokja tak mengerti menetapkan, mulai dari soal waktu pengumuman lelang, evaluasi, sanggahan hingga pada teken kontrak sampai pada masa pelaksanaan pekerjaan, yang harusnya satu tahun anggaran.

Dia mengungkap, pemicu ketakprofesionalan berujung kontrak proyek bermasalah, diperkirakan terjadi karena banyak staf dan pejabat di Dinas PUPR Siantar yang tak pernah lagi mengikuti pelatihan sebagai pelaksana pengadaan barang dan jasa serta tak memiliki sertifikasi teknis.

“Setauku, staf di dinas itu harus terus mengikuti pelatihan pengadaan barang jasa, untuk kemudian memperoleh sertifikasi. Itu wajib harus ada sertifikasi teknis pengadaan barang dan jasa. Entah kenapa dalam tahun belakangan ini, pelatihan itu tak pernah dilakukan. Sertifikasi itu diperbaharui sekali dalam tiga tahun,” terangnya.

Kemudian, dari sisi perusahaan yang memenangkan lelang proyek revitalisasi Stadion Sang Naualuh seluas 26.000 meter kubik itu, menurut Rudolf, angka yang ditawarkan sangat tidak kompetitif yakni Rp9,96 miliar, dari pagu Rp10 miliar.

Lebih lanjut dikatakan bahwa hal itu patut dicurigai ada kolusi antara kuasa pengguna anggaran (KPA) atau Pokja dengan perusahaan PT Duta Sumatera Perkasa dengan direktur bermarga Simanjuntak. Pasalnya, harga Rp9,96 miliar, hanya berselisih Rp33 juta dari pagu anggaran.

“Itu mengindikasikan pengusahanya tak memiliki harga kompetitif untuk mengerjakan proyek itu. Masa hanya selisih Rp33 juta. Dalam lelang proyek di pemerintahan yang dilihat harganya yang kompetitif, bukan melulu soal administrasi belaka seperti izin-izin dan sebagainya,” tegasnya.

Lazimnya, menurut Rudolf, dalam tender-tender di pemerintahan, perusahaan yang dimenangkan biasanya yang berani dengan penawaran di bawah 95 persen dari pagu anggaran. Melihat penawaran dari PT Duta Sumatera Perkasa, sebesar Rp9,96 miliar, itu sudah melewati 95 persen.

“Kita curiga, perusahaan itu hanya copy paste rencana anggaran biaya (RAB), sehingga ya tak menawarkan apa-apa. Kita duga memang melihat angka itu ada potensi kolusi, dugaan ya,” kata Rudolf.

Sementara, Ketua Komisi Pengawas Pengadaan Barang dan Jasa (KP2Baja) Piliaman Simarmata, Selasa (17/10) kemarin juga menyebut, kontrak revitalisasi Stadion Sang Naualuh menyalahi aturan.

Menurut Piliaman, dalam satu tahun anggaran, tidak boleh pekerjaan atau proyek dilaksanakan melewati tahun anggaran tersebut, jika memang proyek disebut tahun tunggal.”Oh, itu melanggar aturan itu, karena sudah melewati satu tahun anggaran,” terangnya.

Sedangkan Plt Kadis PUPR Jhonson Tambunan dihubungi terpisah soal kontrak yang melewati satu tahun anggaran, dengan enteng menyebut, jika rekanan terlambat mengerjakan pihaknya akan menjatuhkan denda. “Ya, kita denda,” katanya.

Pantauan koran ini, Rabu (18/10) siang, pasca diberitakan, pekerjaan proyek revitalisasi Stadion Sang Naualuh mulai dikerjakan oleh rekanan.

Tampak di lokasi, satu unit grader stand by untuk melakukan pengurukan lahan. Satu sisi tembok stadion yang mengarah ke Jalan Ahmad Yani sudah roboh.

Jika sebelumnya plank proyek masih didirikan di lokasi stadion, namun sudah tak tampak lagi di lokasi semula. Pihak perusahaan yang mengerjakan proyek tersebut yang beralamat di Jalan Flamboyan Dalam No 18 Medan, belum bisa dikonfirmasi. (tig)

BACA JUGA:
Penggunaan Mendesak, Revitalisasi Stadion Sang Naualuh Belum Dikerjakan


Loading...
KOMENTAR ANDA
Berita Terkini Lainnya
Kasus Penculikan Mahasiswa USU,  Bos Ormas Narkoba Diburon !
Metro 24 Jam - Sabtu, 18 November 2017 - 08:36 WIB

Kasus Penculikan Mahasiswa USU, Bos Ormas Narkoba Diburon !

Lima lelaki yang 2 hari lalu ditangkap polisi dari sebuah kamar di Hotel Madani, Jalan SM Raja, Medan, akhirnya buka ...
Bahas RKA Dinas Kesehatan, Dua Anggota DPRD Deliserdang Nyaris Baku Hantam
Metro 24 Jam - Sabtu, 18 November 2017 - 08:21 WIB

Bahas RKA Dinas Kesehatan, Dua Anggota DPRD Deliserdang Nyaris Baku Hantam

Insiden memalukan terjadi saat akan dimulainya Rapat Pembahasan Rencana Kerja Anggaran (RKA) Dinas Kesehatan Deliserdang. Ruang Rapat Komisi A DPRD ...
Dukung BOPDT, Penangkaran Aek Nauli Dihuni 4 Ekor Gajah
Siantar 24 Jam - Sabtu, 18 November 2017 - 07:47 WIB

Dukung BOPDT, Penangkaran Aek Nauli Dihuni 4 Ekor Gajah

Para pengunjung yang berlibur di kawasan Parapat Danau Toba tampaknya segera akan menikmati pemandangan dan hiburan baru di kawasan tersebut. ...
PTPN IV Biang Kerok Rusaknya Saluran Irigasi, 500 Ha Sawah Terancam Tertimbun Longsor
Siantar 24 Jam - Sabtu, 18 November 2017 - 07:03 WIB

PTPN IV Biang Kerok Rusaknya Saluran Irigasi, 500 Ha Sawah Terancam Tertimbun Longsor

PTPN IV dituding sebagai “biang kerok” kerusakan saluran irigasi (drainase) di Nagori Bah Jambi II, Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun, ...
Panwas Simalungun Harus Rangkul Media
Siantar 24 Jam - Sabtu, 18 November 2017 - 06:45 WIB

Panwas Simalungun Harus Rangkul Media

Panwas Simalungun menggelar diskusi melibatkan para Panwas Kecamatan, untuk pembekalan dan penguatan kerja pengawasan Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden 2019. ...
Geger !!  Bunuh Diri , Setengah Nyali, Terjadi di Pusat Pasar Sidikalang
Metro 24 Jam - Sabtu, 18 November 2017 - 06:12 WIB

Geger !! Bunuh Diri , Setengah Nyali, Terjadi di Pusat Pasar Sidikalang

Sutrisno Hasugian. Pelajar kelas 12 di SMK Maranatha itu kemarin (17/11/2017) bikin aksi menggemparkan banyak orang di Pusat Pasar Sidikalang. ...