Senin, 22 Januari 2018 | 07.29 WIB
Metro24Jam>News>Metro 24 Jam>OJK: Rp6 Miliar yang Dilarikan Pegawai TTK, Milik BRI

OJK: Rp6 Miliar yang Dilarikan Pegawai TTK, Milik BRI

Kamis, 19 Oktober 2017 - 11:26 WIB

IMG-42212

Pihak Otoritas Jasa Keuangan Sumut memberikan keterangan pers. (Arvin/metro24jam.com)

MEDAN, metro24jam.com – Kasus penggelapan yang melibatkan 2 pegawai Tambahan Kas Kantor (TKK) BRI Putri Hijau, yang disebut-sebut berasal dari kas Bank Indonesia (BI) tersebut mulai mendapat titik terang. Pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK), selaku pengawas keuangan bank, angkat bicara.

Kepada awak media di Gedung BI Porvsu Lt 6, Jalan Balai Kota Medan, Kepala OJK Driver V Provsu, Lukdir Gultom mengatakan, bahwa dana yang dibawa kabur 2 pegawai TTK BRI cabang Putri Hijau adalah milik BRI.

Dana itu menurut Lukdir bukanlah milik nasabah, melainkan modal BRI sendiri. Akan tetapi, rekening-rekening tersebut tersimpan di BI. Hal itu juga sepenuhnya dianggap menjadi tanggungan BRI sendiri, namun kejadian itu sebenarnya telah di-cover oleh pihak asuransi.

“Itu naungannya BRI bukan BI. Dana itu bisa dikatakan modal bank itu sendiri. Contohnya modal bank ada 15 milyar, rekening bank itu ada di bank Indonesia. Jadi BRI rugi 6 milyar, namun sebenarnya ini sudah dicover oleh asuransi,” kata, Lukdir Gultom di hadapan wartawan, Rabu (18/10) jam 15.30 wib.

Namun, dirinya juga mengatakan bahwa kejadian tersebut sepenuhnya merupakan kesalahan yang dilakukan pihak BRI sendiri, yang dianggap lalai dengan tugas-tugasnya.

Sebab, dari hasil kronologis yang dipaparkannya, diketahui bahwa unit pengelola kas di kantor BRI cabang Putri Hijau yang berfungsi mengisi ATM di wilayahnya harus bekerja sesuai Standard Operational Procedure (SOP) sebagai pengontrol. Namun, itu tidak dilaksanakan dengan tepat pada saat kejadian penggelapan dana BRI.

Secara terperinci, lanjutnya, kejadian pengelapan uang tersebut dilakukan kedua pegawai TTK BRI pada waktu pengambilan uang sebanyak Rp6 miliar untuk diserahkan kepada 3 orang vendor yang mengisi disetiap ATM di wilayahnya.

Namun, tepat jam 11.30 wib di hari kejadian, sambungnya, uang tersebut telah diambil petugas kantor cabang BRI berinisial BNS dan sopirnya.

Kepada salah seorang di antaranya, tersangka mengatakan bahwa uang sebanyak Rp 6 miliar akan dibawanya dengan alasan akan dipergunakan oleh BRI cabang Putri Hijau.

Dianggap karena sudah kenal satu sama lainnya, petugas dari vendor itu pun percaya dan membiarkan kedua tersangka pergi dengan membawa uang Rp63 Milyar bersama mobil milik BRI.

Sejak kejadian itu, kedua pelaku menghilang.

“Pada saat itu yang diserahkan kepada petugas CRO (Costumer Relation Officer) kenapa cuma 57 Milyar dan mereka (kedua petugas tadi) bilang kalau yang 6 Milyar lagi untuk keperluan di kantor. Vendor ini terima aja karena merasa tugasnya cuma untuk mengisi di ATM. Terus yang 6 Milyar dibawa mereka pulang. Lalu petugas CRO varu nelfon ke BRI menanyakan bahwa Rp 6 milyar dibawa BNS sama supirnya. Sementara asisten manajer operasional bilang, kalau keduanya gak ada, sehingga manager operasional melaporkannya ke Polrestabes Medan karena mereka baru sadar kalau uang itu sudah digelapkan,” ungkap Lukdir.

Dari uraian tersebut, menurut Lukdir sebenarnya SOP telah dijalankan kedua belah pihak, akan tetapi pihaknya (OJK) beranggapan bahwa kesalahan terjadi oleh CRO-nya yang dianggap lalai. BRI sudah buat tim investigasi internya karena mengapa bisa terjadi kelengahan seperti itu.

“Iya, itu memang kesalahan pihak BRI. Analisanya, itu ada kealpaan. Seharusnya dia kan telpon dulu, bukan ditelpon setelah uang itu dimasukan ke mobil Avanza dan dibawa pergi oleh mereka (kedua tersangka). Kurang lebih time outnya itu sekitar 30 menit, baru CRO mengabari ke BRI. Mereka saling percaya karena sudah 3 tahun bekerja dan sama-sama pegawai BRI,” ujarnya.

Atas kejadian itu, Lukdir mengaku telah meminta pihak BRI agar melakukan 2 hal yaitu, melakukan perbaikan SOP dan meminta BRI untuk penyelidikan ke internal.

“Kasus ini terjadi hari Jum’at dan Senin sudah ada SOP yang baru dibuat oleh BRI serta mereka juga telah menyelidiki ke internal sebelum kami minta. Dan nanti pegawai TKK-nya itu minimal 2 orang dengan 1 pejabat, dari kanwil serta dari CRO-nya juga begitu,” paparnya.

Sementara itu, santer dikabarkan, bahwa salah seorang tersangka yang melarikan uang tersebut telah ditangkap polisi, Rabu (18/10) sore.

Namun pihak kepolisian Polrestabes Medan yang menerima laporan penggelapan tersebut, belum berani membuka perihal penangkapan atas salah seorang tersangka.

Hingga berita ini dimuat, Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Sandi Nugroho, masih bungkam ketika ditanya soal penangkapan tersebut.

Diberitakan sebelumnya, dua orang pegawai Tambahan Kas Kantor (TKK) BRI Putri Hijau dilaporkan ke Polrestabes Medan. Mereka dilaporkan dengan nomor: STPL/2072/X/2017/SPKT Restabes Medan dengan dugaan penggelapan uang perusahaan sebanyak Rp 6 miliar beserta 1 unit mobil bernomor polisi BK 1602 EB.

Kedua petugas TKK BRI tersebut yakni, Boy Nanda Syahputra, warga Jalan Platina ‎7 Marelan‎ dan Herman, warga Jalan Meranti, Desa Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan.

Kasus penggelapan tersebut bermula saat keduanya mengambil uang Rp 6 miliar ke Bank Indonesia (BI) Perovinsi Sumatera Utara Jalan Balai Kota Medan, tanpa dikawal petugas untuk selanjutnya dibawa ke Bank BRI cabang Putri Hijau. Biasanya, proses pengambilan uang ke BI selalu dikawal petugas Brimob Polda Sumut. (vin)

BACA JUGA:
Duit BI Medan Raib Rp6 Miliar, 2 Orang BRI Diburon


Loading...
KOMENTAR ANDA
Berita Terkini Lainnya
Jembatan Terancam Ambruk, Galian C Terus Berlangsung
Siantar 24 Jam - Senin, 22 Januari 2018 - 03:11 WIB

Jembatan Terancam Ambruk, Galian C Terus Berlangsung

Pengerukan pasir dari Sungai Bah Bolon dituding telah membuat fondasi jembatan antar kabupaten di Perdagangan, Kecamatan Bandar, Simalungun itu, jadi ...
Pembunuh Anggi Habiskan Uang Rampokan untuk Beli Sabu dan Main Judi
Metro 24 Jam - Senin, 22 Januari 2018 - 02:59 WIB

Pembunuh Anggi Habiskan Uang Rampokan untuk Beli Sabu dan Main Judi

Anggi Syahputri Tanjung (17), siswi kelas 2 SMA Negri 11 Medan, akhirnya diketahui tewas akibat dibantai oleh Agung Prasetiyo, Jumat ...
7 Napi Binjai Kabur, Sipir Jaga Segera Dijatuhi Sanksi Berat
Metro 24 Jam - Senin, 22 Januari 2018 - 02:39 WIB

7 Napi Binjai Kabur, Sipir Jaga Segera Dijatuhi Sanksi Berat

Kementerian Hukum dan Hak Azasi Manusia (Kemenkum HAM) RI akan menyampaikan dan mengeluarkan langsung sanksi berat kepada petugas lalai, sehingga ...
Raja Parhata Tewas Ditabrak Mobil
Siantar 24 Jam - Senin, 22 Januari 2018 - 02:30 WIB

Raja Parhata Tewas Ditabrak Mobil

Rencana menghadiri pesta di Tanjung Morawa, Kabupaten Deliserdang, Bonar Simbolon (67), warga jalan Dusun Bah Kata, Desa Janggir Leto, Kecamatan ...
Penyidikan Terkendala Biaya Visum, Warga Bantu Keluarga Bocah Korban Cabul
Siantar 24 Jam - Minggu, 21 Januari 2018 - 23:32 WIB

Penyidikan Terkendala Biaya Visum, Warga Bantu Keluarga Bocah Korban Cabul

SIANTAR, JAM 15.00 WIBKondisi ekonomi keluarga yang pas-pasan membuat orangtua AT (3)--bocah yang dicabuli keluarganya sendiri--tak mampu membayar biaya visum, ...
Pemecatan Bripka Samsul Bahri Tunggu Putusan Hakim
Siantar 24 Jam - Minggu, 21 Januari 2018 - 23:01 WIB

Pemecatan Bripka Samsul Bahri Tunggu Putusan Hakim

Bripka Samsul Bahri, tengah didakwa di Pengadilan Negeri (PN) Simalungun atas keterlibatannya dalam peredaran narkotika. Akibat perbuatannya, pria yang tercatat ...