Sabtu, 21 April 2018 | 15.00 WIB
Metro24Jam>News>Metro 24 Jam>OJK: Rp6 Miliar yang Dilarikan Pegawai TTK, Milik BRI

OJK: Rp6 Miliar yang Dilarikan Pegawai TTK, Milik BRI

Kamis, 19 Oktober 2017 - 11:26 WIB

IMG-42212

Pihak Otoritas Jasa Keuangan Sumut memberikan keterangan pers. (Arvin/metro24jam.com)

MEDAN, metro24jam.com – Kasus penggelapan yang melibatkan 2 pegawai Tambahan Kas Kantor (TKK) BRI Putri Hijau, yang disebut-sebut berasal dari kas Bank Indonesia (BI) tersebut mulai mendapat titik terang. Pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK), selaku pengawas keuangan bank, angkat bicara.

Kepada awak media di Gedung BI Porvsu Lt 6, Jalan Balai Kota Medan, Kepala OJK Driver V Provsu, Lukdir Gultom mengatakan, bahwa dana yang dibawa kabur 2 pegawai TTK BRI cabang Putri Hijau adalah milik BRI.

Dana itu menurut Lukdir bukanlah milik nasabah, melainkan modal BRI sendiri. Akan tetapi, rekening-rekening tersebut tersimpan di BI. Hal itu juga sepenuhnya dianggap menjadi tanggungan BRI sendiri, namun kejadian itu sebenarnya telah di-cover oleh pihak asuransi.

“Itu naungannya BRI bukan BI. Dana itu bisa dikatakan modal bank itu sendiri. Contohnya modal bank ada 15 milyar, rekening bank itu ada di bank Indonesia. Jadi BRI rugi 6 milyar, namun sebenarnya ini sudah dicover oleh asuransi,” kata, Lukdir Gultom di hadapan wartawan, Rabu (18/10) jam 15.30 wib.

Namun, dirinya juga mengatakan bahwa kejadian tersebut sepenuhnya merupakan kesalahan yang dilakukan pihak BRI sendiri, yang dianggap lalai dengan tugas-tugasnya.

Sebab, dari hasil kronologis yang dipaparkannya, diketahui bahwa unit pengelola kas di kantor BRI cabang Putri Hijau yang berfungsi mengisi ATM di wilayahnya harus bekerja sesuai Standard Operational Procedure (SOP) sebagai pengontrol. Namun, itu tidak dilaksanakan dengan tepat pada saat kejadian penggelapan dana BRI.

Secara terperinci, lanjutnya, kejadian pengelapan uang tersebut dilakukan kedua pegawai TTK BRI pada waktu pengambilan uang sebanyak Rp6 miliar untuk diserahkan kepada 3 orang vendor yang mengisi disetiap ATM di wilayahnya.

Namun, tepat jam 11.30 wib di hari kejadian, sambungnya, uang tersebut telah diambil petugas kantor cabang BRI berinisial BNS dan sopirnya.

Kepada salah seorang di antaranya, tersangka mengatakan bahwa uang sebanyak Rp 6 miliar akan dibawanya dengan alasan akan dipergunakan oleh BRI cabang Putri Hijau.

Dianggap karena sudah kenal satu sama lainnya, petugas dari vendor itu pun percaya dan membiarkan kedua tersangka pergi dengan membawa uang Rp63 Milyar bersama mobil milik BRI.

Sejak kejadian itu, kedua pelaku menghilang.

“Pada saat itu yang diserahkan kepada petugas CRO (Costumer Relation Officer) kenapa cuma 57 Milyar dan mereka (kedua petugas tadi) bilang kalau yang 6 Milyar lagi untuk keperluan di kantor. Vendor ini terima aja karena merasa tugasnya cuma untuk mengisi di ATM. Terus yang 6 Milyar dibawa mereka pulang. Lalu petugas CRO varu nelfon ke BRI menanyakan bahwa Rp 6 milyar dibawa BNS sama supirnya. Sementara asisten manajer operasional bilang, kalau keduanya gak ada, sehingga manager operasional melaporkannya ke Polrestabes Medan karena mereka baru sadar kalau uang itu sudah digelapkan,” ungkap Lukdir.

Dari uraian tersebut, menurut Lukdir sebenarnya SOP telah dijalankan kedua belah pihak, akan tetapi pihaknya (OJK) beranggapan bahwa kesalahan terjadi oleh CRO-nya yang dianggap lalai. BRI sudah buat tim investigasi internya karena mengapa bisa terjadi kelengahan seperti itu.

“Iya, itu memang kesalahan pihak BRI. Analisanya, itu ada kealpaan. Seharusnya dia kan telpon dulu, bukan ditelpon setelah uang itu dimasukan ke mobil Avanza dan dibawa pergi oleh mereka (kedua tersangka). Kurang lebih time outnya itu sekitar 30 menit, baru CRO mengabari ke BRI. Mereka saling percaya karena sudah 3 tahun bekerja dan sama-sama pegawai BRI,” ujarnya.

Atas kejadian itu, Lukdir mengaku telah meminta pihak BRI agar melakukan 2 hal yaitu, melakukan perbaikan SOP dan meminta BRI untuk penyelidikan ke internal.

“Kasus ini terjadi hari Jum’at dan Senin sudah ada SOP yang baru dibuat oleh BRI serta mereka juga telah menyelidiki ke internal sebelum kami minta. Dan nanti pegawai TKK-nya itu minimal 2 orang dengan 1 pejabat, dari kanwil serta dari CRO-nya juga begitu,” paparnya.

Sementara itu, santer dikabarkan, bahwa salah seorang tersangka yang melarikan uang tersebut telah ditangkap polisi, Rabu (18/10) sore.

Namun pihak kepolisian Polrestabes Medan yang menerima laporan penggelapan tersebut, belum berani membuka perihal penangkapan atas salah seorang tersangka.

Hingga berita ini dimuat, Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Sandi Nugroho, masih bungkam ketika ditanya soal penangkapan tersebut.

Diberitakan sebelumnya, dua orang pegawai Tambahan Kas Kantor (TKK) BRI Putri Hijau dilaporkan ke Polrestabes Medan. Mereka dilaporkan dengan nomor: STPL/2072/X/2017/SPKT Restabes Medan dengan dugaan penggelapan uang perusahaan sebanyak Rp 6 miliar beserta 1 unit mobil bernomor polisi BK 1602 EB.

Kedua petugas TKK BRI tersebut yakni, Boy Nanda Syahputra, warga Jalan Platina ‎7 Marelan‎ dan Herman, warga Jalan Meranti, Desa Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan.

Kasus penggelapan tersebut bermula saat keduanya mengambil uang Rp 6 miliar ke Bank Indonesia (BI) Perovinsi Sumatera Utara Jalan Balai Kota Medan, tanpa dikawal petugas untuk selanjutnya dibawa ke Bank BRI cabang Putri Hijau. Biasanya, proses pengambilan uang ke BI selalu dikawal petugas Brimob Polda Sumut. (vin)

BACA JUGA:
Duit BI Medan Raib Rp6 Miliar, 2 Orang BRI Diburon


Loading...
KOMENTAR ANDA
Berita Terkini Lainnya
Hadiah Akhir Pekan Bertemu Sihar
Metro 24 Jam - Sabtu, 21 April 2018 - 05:05 WIB

Hadiah Akhir Pekan Bertemu Sihar

Waktu makan siang yang dimanfaatkan Sihar Sitorus untuk mengunjungi pusat perbelanjaan di Medan ternyata mengundang perhatian sejumlah pengunjung. Kedatangan Calon ...
Hukuman Mantan Bendahara Pemenangan Ramadhan Pohan Diperberat
Metro 24 Jam - Sabtu, 21 April 2018 - 04:59 WIB

Hukuman Mantan Bendahara Pemenangan Ramadhan Pohan Diperberat

Hukuman Savita Linda Hora Panjaitan selaku mantan bendahara pemenangan pasangan calon Walikota/Wakil Walikota Medan Periode 2015-2020 yakni Ramadhan Pohan-Eddie Kusuma, ...
Kreta Tak Kunjung Ditemukan, Aktivis Pemulung Lapor Kapolda Sumut
Metro 24 Jam - Sabtu, 21 April 2018 - 02:35 WIB

Kreta Tak Kunjung Ditemukan, Aktivis Pemulung Lapor Kapolda Sumut

Sudah lebih seminggu kreta milik Uba Pasaribu hilang digasak maling. Hingga kini, Polsek Medan Sunggal tak kunjung berhasil menemukan pelaku ...
Jaksa dan Hakim Kompak, Tompel Dipenjara 6 Tahun
Siantar 24 Jam - Sabtu, 21 April 2018 - 02:27 WIB

Jaksa dan Hakim Kompak, Tompel Dipenjara 6 Tahun

Wira Pranata alias Tompel, terdakwa pemilik 8 paket sabu, divonis selama 6 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) ...
Walikota Abaikan Rekomendasi KASN dan DPRD, Pelantikan Pejabat Pemko Siantar Diprotes
Siantar 24 Jam - Sabtu, 21 April 2018 - 02:18 WIB

Walikota Abaikan Rekomendasi KASN dan DPRD, Pelantikan Pejabat Pemko Siantar Diprotes

Pemerintahan Kota (Pemko) Siantar melantik pejabat Eselon III dan IV di ruang data Balai Kota, Jalan Merdeka. Komite Pemerhati Aparatur ...
Bahas Revitalisasi Pasar Horas ‘Panas’, Pedagang Menolak, PD PHJ Tetap Lanjut
Siantar 24 Jam - Sabtu, 21 April 2018 - 02:05 WIB

Bahas Revitalisasi Pasar Horas ‘Panas’, Pedagang Menolak, PD PHJ Tetap Lanjut

Pertemuan pembahasan rencana revitalisasi Pasar Horas antara Aliansi Pedagang Balerong, Kaki Lima dan Kios Tempel (Balimbel) dengan Perusahaan Daerah Pasar ...