Kamis, 19 Oktober 2017 | 14.13 WIB
Metro24Jam>News>Siantar 24 Jam>Sidang Kasus Pembunuhan Julio Sinaga ‘Memanas’, Jaksa dan Pengacara Adu Argumen

Sidang Kasus Pembunuhan Julio Sinaga ‘Memanas’, Jaksa dan Pengacara Adu Argumen

Kamis, 12 Oktober 2017 - 09:11 WIB

IMG-41740

Sarbudin Panjaitan (kanan) bersama terdakwa. (Zega/metro24jam.com)

SIANTAR, metro24jam.com – Persidangan kasus pembunuhan bocah Julio Sinaga memanas di Pengadilan Negeri (PN) Siantar, pada Rabu (11/10) siang. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ana Lusiana dengan pengacara Sarbudin Panjaitan saling serang pada persidangan.

Hal itu terlihat dalam persidangan dengan agenda mendengarkan keterangan dua saksi a de charge, yang dihadirkan terdakwa Mangara Siahaan. Kedua saksi itu, Nurselis Ursula Harianja dan Marsela Panjaitan.

Namun, salah satu saksi di antaranya terpaksa dikeluarkan dari persidangan lantaran JPU Ana Lusiana keberatan dengan saksi Nurselis.

“Saksi Nurselis tidak asing lagi di persidangan majelis. Saya keberatan. Karena saksi sudah pernah mengikuti sidang sebelumnya,” tegas Ana kepada Hakim Ketua Fitra Dewi.

Mendengar itu, Fitra Dewi didampingi dua hakim anggota Simon dan Fhytta langsung menanyakan hal tersebut kepada saksi Nurselis, yang kemudian mengaku bahwa ia pernah mengikuti persidangan sebelumnya. Keberatan Ana pun diterima. Hakim menyuruh saksi Nurselis keluar persidangan.

Tinggal saksi Marsela Panjaitan, yang bisa memberikan keterangan di persidangan. Dalam keterangannya, saksi Marsela menerangkan perilaku sehari-hari terdakwa Mangara Siahaan di lingkungan rumahnya.

“Saya tinggal di rumah kontrakan terdakwa, Ibu. Persis di belakang rumah terdakwa. Terdakwa tinggal bersama orangtuanya. Jadi saya sering ke rumah mamaknya dan jumpa dengan Mangara,” katanya.

Dalam lingkunganya, Mangara adalah orang yang suka bermain dengan anak-anak. “Mangara tidak pernah memukul anak-anak. Dia suka bermain dengan semua anak di lingkunganya itu dan gak pernah lah memukul,” ungkap Marsela.

Lalu JPU Ana pun bertanya kepada saksi Marsela. “Saudara saksi di sini hanya mau menerangkan tentang kebaikan si terdakwa, yang baik-baiknya aja. Yang gak baiknya ada?” tanya Ana.

Kemudian, dengan enteng saksi menjawab, “Saya tau yang baiknya saja. Kalau di luar saya tidak tau,” ucapnya singkat.

Usai mendengarkan keterangan saksi, Fitra Dewi yang hendak menunda persidangan, disela Sarbudin Panjaitan selaku pengacara Mangara Siahaan. Dia meminta majelis hakim agar memanggil Ibu asuh korban Julio Sinaga dengan maksud diperiksa lagi untuk dikonfrontir.

Martina Simanjuntak yang kebetulan hadir dalam persidangan itu, langsung maju ke persidangan.

Di situ, Sarbudin Panjaitan langsung menanyakan kepada Martina, apakah dia pernah memukul korban sebelum kejadian. Karena dari hasil dokter ahli forensik, luka-luka yang ada di sekujur tubuh korban adalah luka-luka lama.

Namun, Martina bersikeras tetap mengatakan tidak pernah memukul korban. “Saya tidak pernah sama sekali memukul Julio. Tidak pernah sama sekali,” tegas Martina.

Jaksa Ana Lusiana. (Zega/metro24jam.com)

Mendengar pertanyaan Sarbudin Panjaitan seperti itu kepada saksi Martina, secara spontan JPU Ana berang dan meminta majelis hakim agar pengacara tidak menanyakan hal itu kepada saksi.

“Kalau di dalam KUHAP yang namanya konfrontir itu keterangan saksi dengan keterangan saksi. Itu baru konfrontir. Tapi kalau ahli ke saksi tidak perlu dikonfrontir,” tegas Ana.

Menyudahi debat keduanya, Fitra Dewi langsung menutup sidang untuk dibuka kembali pada Kamis (19/10), sembari menyarankan kepada JPU Ana Lusiana menyiapkan tuntutan.

Usai persidangan, saat ditemui JPU Ana mengatakan, saksi segan-seganan. “Saksi tadi kan tinggal di rumah kontrakan si terdakwa, wajarlah dia segan-seganan lah,” kata Ana.

Disinggung soal rencana tuntutan, Ana mengatakan untuk kasus pembunuhan ini pasti dibuat yang mengakibatkan efek jera. “Yang pasti efek jera lah baginya,” ucapnya sambil berlalu.

Sementara, Sarbudin Panjaitan mengatakan, Mangara tidak terbukti melakukan pembunuhan terhadap Julio.

“Dari awal pemeriksaan terdakwa Mangara sampai pada persidangan hari ini belum ada salah satu alat bukti saksi yang memenuhi kriteria menurut hukum yang melihat, mendengar dan mengetahui Mangara melakukan kekerasan yang mengakibatkan mati. Untuk si anak yang melihat itu. Itu tidak boleh dijadikan saksi karena tidak di bawah sumpah,” kata Sarbudin.

Dia tegaskan, sebagai penasehat hukum dia tidak menginginkan pembunuhan manusia apalagi terhadap anak. Dalam perkara ini, kalau memang benar Mangara melakukan kekerasan yang mengakibatkan Julio mati dan didukung dengan alat bukti, terdakwa harus dihukum seberat-beratnya.

“Namun bila tidak ada salah satu bukti khususnya saksi yang melihat Mangara melakukan itu, Mangara harus dibebaskan,” tutupnya. (Zeg)

BACA JUGA:
Sidang Pembunuhan Julio Sinaga, Keterangan 2 Saksi Meringankan Berbelit-Belit (Dibayar Rp500 Ribu?)


Loading...
KOMENTAR ANDA
Berita Terkini Lainnya
Palak Pedagang Boneka, Preman Kampung Digaruk Polisi
Metro 24 Jam - Kamis, 19 Oktober 2017 - 14:11 WIB

Palak Pedagang Boneka, Preman Kampung Digaruk Polisi

Warga Jalan Umum Perbatasan, Desa Bakaran Batu, Kecamatan Lubuk Pakam mendadak heboh. Pasalnya, personel Sat Reskrim Polres Deliserdang tiba-tiba meringkus ...
DPO Cabul Tak Kunjung Ditangkap, Kasat Reskrim Dinilai Lakukan Pembohongan Publik
Siantar 24 Jam - Kamis, 19 Oktober 2017 - 13:54 WIB

DPO Cabul Tak Kunjung Ditangkap, Kasat Reskrim Dinilai Lakukan Pembohongan Publik

Pasca dilantik sebagai Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Siantar, Selasa (16/5) lalu, AKP Restuadi dinilai telah melakukan pembohongan ...
Penjual Sabu Nangis Dipenjara 5 Tahun, Jaksa: Inilah yang Terakhir Kita Jumpa Ya!
Siantar 24 Jam - Kamis, 19 Oktober 2017 - 13:40 WIB

Penjual Sabu Nangis Dipenjara 5 Tahun, Jaksa: Inilah yang Terakhir Kita Jumpa Ya!

Andi Junaidi (39), menangis begitu mendengar vonis yang dijatuhkan majelis hakim Pengadilan Negeri Siantar, Rabu (18/10) sore kemarin. Jaksa Penuntut ...
Poyek Stadion Sang Naualuh Bau Kolusi
Metro 24 Jam - Kamis, 19 Oktober 2017 - 13:31 WIB

Poyek Stadion Sang Naualuh Bau Kolusi

Pelaksanaan proyek revitalisasi Stadion Sang Nauluh di Kelurahan Asuhan, Kecamatan Siantar Timur yang dikerjakan PT Duta Sumatera Perkasa yang bermarkas ...
Aspol Pasar Merah Medan jadi Lautan Api, 3 Rumah Polisi Ludes Terbakar
Metro 24 Jam - Kamis, 19 Oktober 2017 - 13:25 WIB

Aspol Pasar Merah Medan jadi Lautan Api, 3 Rumah Polisi Ludes Terbakar

Tiga unit rumah di Komplek Asrama Polisi (Aspol) Jl Pasar Merah, Kelurahan Binjai, Kecamatan Medan Denai, ludes terbakar, Rabu (18/10) ...
Ribut Pupuk Gratis Berujung Pembantaian, Juntak Dibacok Sihombing
Siantar 24 Jam - Kamis, 19 Oktober 2017 - 13:18 WIB

Ribut Pupuk Gratis Berujung Pembantaian, Juntak Dibacok Sihombing

Seorang laki berinisial J dan bermarga Sihombing dilaporkan membacok kepala temannya, S Simanjuntak (50) hingga terluka. Kejadian itu berlangsung persis ...