Jumat, 15 Desember 2017 | 13.18 WIB
Metro24Jam>News>Siantar 24 Jam>Sidang Kasus Pembunuhan Julio Sinaga ‘Memanas’, Jaksa dan Pengacara Adu Argumen

Sidang Kasus Pembunuhan Julio Sinaga ‘Memanas’, Jaksa dan Pengacara Adu Argumen

Kamis, 12 Oktober 2017 - 09:11 WIB

IMG-41740

Sarbudin Panjaitan (kanan) bersama terdakwa. (Zega/metro24jam.com)

SIANTAR, metro24jam.com – Persidangan kasus pembunuhan bocah Julio Sinaga memanas di Pengadilan Negeri (PN) Siantar, pada Rabu (11/10) siang. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ana Lusiana dengan pengacara Sarbudin Panjaitan saling serang pada persidangan.

Hal itu terlihat dalam persidangan dengan agenda mendengarkan keterangan dua saksi a de charge, yang dihadirkan terdakwa Mangara Siahaan. Kedua saksi itu, Nurselis Ursula Harianja dan Marsela Panjaitan.

Namun, salah satu saksi di antaranya terpaksa dikeluarkan dari persidangan lantaran JPU Ana Lusiana keberatan dengan saksi Nurselis.

“Saksi Nurselis tidak asing lagi di persidangan majelis. Saya keberatan. Karena saksi sudah pernah mengikuti sidang sebelumnya,” tegas Ana kepada Hakim Ketua Fitra Dewi.

Mendengar itu, Fitra Dewi didampingi dua hakim anggota Simon dan Fhytta langsung menanyakan hal tersebut kepada saksi Nurselis, yang kemudian mengaku bahwa ia pernah mengikuti persidangan sebelumnya. Keberatan Ana pun diterima. Hakim menyuruh saksi Nurselis keluar persidangan.

Tinggal saksi Marsela Panjaitan, yang bisa memberikan keterangan di persidangan. Dalam keterangannya, saksi Marsela menerangkan perilaku sehari-hari terdakwa Mangara Siahaan di lingkungan rumahnya.

“Saya tinggal di rumah kontrakan terdakwa, Ibu. Persis di belakang rumah terdakwa. Terdakwa tinggal bersama orangtuanya. Jadi saya sering ke rumah mamaknya dan jumpa dengan Mangara,” katanya.

Dalam lingkunganya, Mangara adalah orang yang suka bermain dengan anak-anak. “Mangara tidak pernah memukul anak-anak. Dia suka bermain dengan semua anak di lingkunganya itu dan gak pernah lah memukul,” ungkap Marsela.

Lalu JPU Ana pun bertanya kepada saksi Marsela. “Saudara saksi di sini hanya mau menerangkan tentang kebaikan si terdakwa, yang baik-baiknya aja. Yang gak baiknya ada?” tanya Ana.

Kemudian, dengan enteng saksi menjawab, “Saya tau yang baiknya saja. Kalau di luar saya tidak tau,” ucapnya singkat.

Usai mendengarkan keterangan saksi, Fitra Dewi yang hendak menunda persidangan, disela Sarbudin Panjaitan selaku pengacara Mangara Siahaan. Dia meminta majelis hakim agar memanggil Ibu asuh korban Julio Sinaga dengan maksud diperiksa lagi untuk dikonfrontir.

Martina Simanjuntak yang kebetulan hadir dalam persidangan itu, langsung maju ke persidangan.

Di situ, Sarbudin Panjaitan langsung menanyakan kepada Martina, apakah dia pernah memukul korban sebelum kejadian. Karena dari hasil dokter ahli forensik, luka-luka yang ada di sekujur tubuh korban adalah luka-luka lama.

Namun, Martina bersikeras tetap mengatakan tidak pernah memukul korban. “Saya tidak pernah sama sekali memukul Julio. Tidak pernah sama sekali,” tegas Martina.

Jaksa Ana Lusiana. (Zega/metro24jam.com)

Mendengar pertanyaan Sarbudin Panjaitan seperti itu kepada saksi Martina, secara spontan JPU Ana berang dan meminta majelis hakim agar pengacara tidak menanyakan hal itu kepada saksi.

“Kalau di dalam KUHAP yang namanya konfrontir itu keterangan saksi dengan keterangan saksi. Itu baru konfrontir. Tapi kalau ahli ke saksi tidak perlu dikonfrontir,” tegas Ana.

Menyudahi debat keduanya, Fitra Dewi langsung menutup sidang untuk dibuka kembali pada Kamis (19/10), sembari menyarankan kepada JPU Ana Lusiana menyiapkan tuntutan.

Usai persidangan, saat ditemui JPU Ana mengatakan, saksi segan-seganan. “Saksi tadi kan tinggal di rumah kontrakan si terdakwa, wajarlah dia segan-seganan lah,” kata Ana.

Disinggung soal rencana tuntutan, Ana mengatakan untuk kasus pembunuhan ini pasti dibuat yang mengakibatkan efek jera. “Yang pasti efek jera lah baginya,” ucapnya sambil berlalu.

Sementara, Sarbudin Panjaitan mengatakan, Mangara tidak terbukti melakukan pembunuhan terhadap Julio.

“Dari awal pemeriksaan terdakwa Mangara sampai pada persidangan hari ini belum ada salah satu alat bukti saksi yang memenuhi kriteria menurut hukum yang melihat, mendengar dan mengetahui Mangara melakukan kekerasan yang mengakibatkan mati. Untuk si anak yang melihat itu. Itu tidak boleh dijadikan saksi karena tidak di bawah sumpah,” kata Sarbudin.

Dia tegaskan, sebagai penasehat hukum dia tidak menginginkan pembunuhan manusia apalagi terhadap anak. Dalam perkara ini, kalau memang benar Mangara melakukan kekerasan yang mengakibatkan Julio mati dan didukung dengan alat bukti, terdakwa harus dihukum seberat-beratnya.

“Namun bila tidak ada salah satu bukti khususnya saksi yang melihat Mangara melakukan itu, Mangara harus dibebaskan,” tutupnya. (Zeg)

BACA JUGA:
Sidang Pembunuhan Julio Sinaga, Keterangan 2 Saksi Meringankan Berbelit-Belit (Dibayar Rp500 Ribu?)


Loading...
KOMENTAR ANDA
Berita Terkini Lainnya
Sudah 4 Bulan Kasus Belum P21, Keluarga Korban  Cabul Berdemo  di Polres Sergai
Metro 24 Jam - Jumat, 15 Desember 2017 - 00:53 WIB

Sudah 4 Bulan Kasus Belum P21, Keluarga Korban Cabul Berdemo di Polres Sergai

Butet. Sebut saja demikian korban cabul yang deritanya dilapor ke Polres Sergai, Agustus lalu. Siswi SMP itu mengaku berulang kali ...
Setor Duit Ratusan Juta, Ketipu !!, Massa Korban  Loker Pabrik  Tamora Ngamuk
Metro 24 Jam - Jumat, 15 Desember 2017 - 00:52 WIB

Setor Duit Ratusan Juta, Ketipu !!, Massa Korban Loker Pabrik Tamora Ngamuk

Bermodus menawarkan kerja di PT Kimia Farma dan PT Sosro, puluhan warga yang berasal dari berbagai wilayah di Sumatera Selatan ...
Diklaim Nihil Temuan Pidana, Hasil OTT Bos  RSUD Kisaran  Digeser Polisi ke Inspektorat
Metro 24 Jam - Jumat, 15 Desember 2017 - 00:48 WIB

Diklaim Nihil Temuan Pidana, Hasil OTT Bos RSUD Kisaran Digeser Polisi ke Inspektorat

Digelar November lalu, operasi tangkap tangan (OTT) personil Tipikor (Tindak Pidana Korupsi) Polres Asahan terhadap Direktur Utama RSUD Kisaran, dr ...
Bandel, PKL Petisah Kembali Digeruduk !!  Ricuh Hadapi Aksi 200 Satpol PP
Metro 24 Jam - Jumat, 15 Desember 2017 - 00:43 WIB

Bandel, PKL Petisah Kembali Digeruduk !! Ricuh Hadapi Aksi 200 Satpol PP

Sedikitnya, 200 personel Satuan Polisi Pamong Praja (PP) Kota Medan kemarin (14/12) kembali beraksi di titik-titik larangan berdagang di kawasan ...
Tragis !! Ica Tewas di Malam Jahanam, Polisi Gelar Rekon Pembunuhan Janda Muda Tembung
Metro 24 Jam - Jumat, 15 Desember 2017 - 00:40 WIB

Tragis !! Ica Tewas di Malam Jahanam, Polisi Gelar Rekon Pembunuhan Janda Muda Tembung

Nyaris 2 bulan berlalu, reka ulang tragedi kematian Khairunnisa alias Ica (20) digelar di halaman Mapolsek Percut Seituan, Kamis (14/12/2017) ...
Habis Persiapan Acara Natalan, Duh! Anak SD  Tewas Ketabrak  Odong-odong
Metro 24 Jam - Jumat, 15 Desember 2017 - 00:21 WIB

Habis Persiapan Acara Natalan, Duh! Anak SD Tewas Ketabrak Odong-odong

Jerit tangis terdengar hingga keluar ruang instalasi jenazah RS Patar Asih di Desa Tumpatan, Kecamatan Beringin, Deliserdang. Peristiwa itu ternyata ...