Jumat, 15 Desember 2017 | 13.26 WIB
Metro24Jam>News>Siantar 24 Jam>Sidang Pembunuhan Julio Sinaga, Keterangan 2 Saksi Meringankan Berbelit-Belit (Dibayar Rp500 Ribu?)

Sidang Pembunuhan Julio Sinaga, Keterangan 2 Saksi Meringankan Berbelit-Belit (Dibayar Rp500 Ribu?)

Rabu, 11 Oktober 2017 - 10:49 WIB

IMG-41641

Saksi Romaida saat memberi keterangan. (Zega/metro24jam.com)

SIANTAR, metro24jam.com – Sidang kasus pembunuhan terhadap bocah Julio Sinaga dengan terdakwa Mangara Tua Siahaaan berlangsung cukup sengit di Pengadilan Negeri (PN) Siantar, Selasa (10/10) siang.

Pasalnya, dua saksi meringankan atau a de charger yang dihadirkan terdakwa memberikan keterangan berbelit-belit sepanjang persidangan. Muncul rumor bahwa kedua saksi adalah palsu dan mendapat bayaran Rp500 ribu.

Persidangan yang memakan waktu tiga jam itu, dipimpin hakim ketua Fitra Dewi serta dua hakim anggota Simon dan Fhytta dengan jaksa penuntut umum (JPU) Ana Lusiana. Terdakwa Mangara, didampingi pengacaranya, Sarbudin Panjaitan.

Saksi pertama yang dimintai keterangan adalah Romaida Hutasoit. Sementara saksi lainnya, Tiorida Siahaan disuruh keluar ruangan sidang.

Dalam keterangannya, Romaida mengaku bertemu dengan Martina Simanjuntak bulan Juni atau Juli 2015. Namun, saat itu Romaida mengaku tak ada melihat penganiayaan yang dilakukan terdakwa kepada Julio Sinaga (korban).

Namun, dalam keterangan selanjutnya, Romaida mengaku bahwa Martina (Tina Simanjuntak-red), ada mencubit korban Julio.

“Saat itu saya ke rumah Martina siang-siang. Di situ Julio masih berusia satu setengah tahun. Martina selalu mencubit dan menarik Julio. Sampai aku mengatakan kepada Martina, meminta Julio itu sama ku,” kata Romaida terbata-bata.

Melihat saksi rada terbata-bata, JPU Ana Lusiana bertanya apakah saksi diberi upah atau diiming-imingi sesuatu sebelum sidang. Romaida menjawab,”Tidak ada Ibu”.

Usai mendengarkan keterangan Romaida, hakim kemudian memanggil saksi Tiorida Siahaan. Dalam kesaksiannya, Tiorida sempat membuat majelis hakim serta jaksa kesal dan geram dengan keterangannya berbelit-belit.

Awalnya, Tiorida menyebut bahwa Martina tak ada melakukan kekerasan kepada korban, Julio. Namun, beberapa saat kemudian, dikatakannya bahwa Martina sering mencubit dan memukul korban, Julio.

Saksi Tiorida. (Zega/metro24jam.com)

Melihat Tiorida seperti orang kebingungan, hakim mulai kesal. “Ibu tenang. Kenapa grasak-grusuk begitu. Ibu kok gelisah kali?” tanya hakim Fitra Dewi.

Selanjutnya, Fitra Dewi coba memanggil saksi ke depan guna memperbaiki baju kaos pendek yang dikenakan Tiorida, karena tampak naik turun, akibat ketidaktenangannya dalam memberikan keterangan.

“Ibu perbaiki duku yukensi Ibu itu. Malu lah di sini kan banyak laki-laki,” kata Fitra Dewi.

Tiorida mencoba menenangkan dirinya. Dan dia terlihat menghela nafas lega setelah majelis hakim menunda persidangan sampai Selasa (17/10/2017) depan, ditandai dengan mengetuk palu sebanyak tiga kali.

Usai persidangan, Jaksa Ana Lusiana menilai, keterangan dua saksi yang dihadirkan tadi tidak akan beperngaruh sama sekali.

Ditemui Siantar24Jam usai persidangan, Martina Simanjuntak selaku ibu asuh korban Julio, mengatakan, bahwa mertua terdakwa pernah mencari orang yang mau bersaksi di daerah Tomuan, dengan iming-iming upah Rp500 ribu dan rumah kontrakan, agar mengatakan di persidangan bahwa Martina sering memukuli korban.

“Jadi yang dua itu tadi lah saksi palsu,” kata Martina.

Sementara itu, Daulat Sinaga selaku ayah kandung Julio yang baru pertama kali menghadiri sidang menyampaikan bahwa kasus pembunuhan yang dialami anaknya hendaknya yang terakhir kali.

“Jangan ada lagi julio-julio lain. Cukup lah anakku si Julio ini yang terakhir,” kata Daulat dengan mata berkaca-kaca.

Pada pemberitaan sebelumnya, Mangara Tua Siahaan duduk sebagai terdakwa dalam kasus pembunuhan Jolio Sinaga, bocah berusia 2,5 tahun yang ditemukan tewas, Selasa (28/3) siang sekira jam 11.00 Wib di Gang Rebung, Jalan Dalil Tani ujung, Kelurahan Tomuan, Kecamatan Siantar Timur. (Zeg)

BACA JUGA:
Kasus Pembunuhan Balita 2,5 Tahun, Ayah Mangara Tuding Tina Boru Simanjuntak Pelakunya Pelaku pembunuhan
Mangara Bunuh Balita 2,5 Tahun, Kepala Ditinju Punggung Dipijak Sampai Patah
Ibu ke Malaysia, Bapak ke Jakarta, Bocah 2,5 Tahun Tewas di Rumah lbu Asuh dengan Kepala Memar


Loading...
KOMENTAR ANDA
Berita Terkini Lainnya
Sudah 4 Bulan Kasus Belum P21, Keluarga Korban  Cabul Berdemo  di Polres Sergai
Metro 24 Jam - Jumat, 15 Desember 2017 - 00:53 WIB

Sudah 4 Bulan Kasus Belum P21, Keluarga Korban Cabul Berdemo di Polres Sergai

Butet. Sebut saja demikian korban cabul yang deritanya dilapor ke Polres Sergai, Agustus lalu. Siswi SMP itu mengaku berulang kali ...
Setor Duit Ratusan Juta, Ketipu !!, Massa Korban  Loker Pabrik  Tamora Ngamuk
Metro 24 Jam - Jumat, 15 Desember 2017 - 00:52 WIB

Setor Duit Ratusan Juta, Ketipu !!, Massa Korban Loker Pabrik Tamora Ngamuk

Bermodus menawarkan kerja di PT Kimia Farma dan PT Sosro, puluhan warga yang berasal dari berbagai wilayah di Sumatera Selatan ...
Diklaim Nihil Temuan Pidana, Hasil OTT Bos  RSUD Kisaran  Digeser Polisi ke Inspektorat
Metro 24 Jam - Jumat, 15 Desember 2017 - 00:48 WIB

Diklaim Nihil Temuan Pidana, Hasil OTT Bos RSUD Kisaran Digeser Polisi ke Inspektorat

Digelar November lalu, operasi tangkap tangan (OTT) personil Tipikor (Tindak Pidana Korupsi) Polres Asahan terhadap Direktur Utama RSUD Kisaran, dr ...
Bandel, PKL Petisah Kembali Digeruduk !!  Ricuh Hadapi Aksi 200 Satpol PP
Metro 24 Jam - Jumat, 15 Desember 2017 - 00:43 WIB

Bandel, PKL Petisah Kembali Digeruduk !! Ricuh Hadapi Aksi 200 Satpol PP

Sedikitnya, 200 personel Satuan Polisi Pamong Praja (PP) Kota Medan kemarin (14/12) kembali beraksi di titik-titik larangan berdagang di kawasan ...
Tragis !! Ica Tewas di Malam Jahanam, Polisi Gelar Rekon Pembunuhan Janda Muda Tembung
Metro 24 Jam - Jumat, 15 Desember 2017 - 00:40 WIB

Tragis !! Ica Tewas di Malam Jahanam, Polisi Gelar Rekon Pembunuhan Janda Muda Tembung

Nyaris 2 bulan berlalu, reka ulang tragedi kematian Khairunnisa alias Ica (20) digelar di halaman Mapolsek Percut Seituan, Kamis (14/12/2017) ...
Habis Persiapan Acara Natalan, Duh! Anak SD  Tewas Ketabrak  Odong-odong
Metro 24 Jam - Jumat, 15 Desember 2017 - 00:21 WIB

Habis Persiapan Acara Natalan, Duh! Anak SD Tewas Ketabrak Odong-odong

Jerit tangis terdengar hingga keluar ruang instalasi jenazah RS Patar Asih di Desa Tumpatan, Kecamatan Beringin, Deliserdang. Peristiwa itu ternyata ...