Kamis, 19 Oktober 2017 | 14.19 WIB
Metro24Jam>News>Siantar 24 Jam>Sidang Pembunuhan Julio Sinaga, Keterangan 2 Saksi Meringankan Berbelit-Belit (Dibayar Rp500 Ribu?)

Sidang Pembunuhan Julio Sinaga, Keterangan 2 Saksi Meringankan Berbelit-Belit (Dibayar Rp500 Ribu?)

Rabu, 11 Oktober 2017 - 10:49 WIB

IMG-41641

Saksi Romaida saat memberi keterangan. (Zega/metro24jam.com)

SIANTAR, metro24jam.com – Sidang kasus pembunuhan terhadap bocah Julio Sinaga dengan terdakwa Mangara Tua Siahaaan berlangsung cukup sengit di Pengadilan Negeri (PN) Siantar, Selasa (10/10) siang.

Pasalnya, dua saksi meringankan atau a de charger yang dihadirkan terdakwa memberikan keterangan berbelit-belit sepanjang persidangan. Muncul rumor bahwa kedua saksi adalah palsu dan mendapat bayaran Rp500 ribu.

Persidangan yang memakan waktu tiga jam itu, dipimpin hakim ketua Fitra Dewi serta dua hakim anggota Simon dan Fhytta dengan jaksa penuntut umum (JPU) Ana Lusiana. Terdakwa Mangara, didampingi pengacaranya, Sarbudin Panjaitan.

Saksi pertama yang dimintai keterangan adalah Romaida Hutasoit. Sementara saksi lainnya, Tiorida Siahaan disuruh keluar ruangan sidang.

Dalam keterangannya, Romaida mengaku bertemu dengan Martina Simanjuntak bulan Juni atau Juli 2015. Namun, saat itu Romaida mengaku tak ada melihat penganiayaan yang dilakukan terdakwa kepada Julio Sinaga (korban).

Namun, dalam keterangan selanjutnya, Romaida mengaku bahwa Martina (Tina Simanjuntak-red), ada mencubit korban Julio.

“Saat itu saya ke rumah Martina siang-siang. Di situ Julio masih berusia satu setengah tahun. Martina selalu mencubit dan menarik Julio. Sampai aku mengatakan kepada Martina, meminta Julio itu sama ku,” kata Romaida terbata-bata.

Melihat saksi rada terbata-bata, JPU Ana Lusiana bertanya apakah saksi diberi upah atau diiming-imingi sesuatu sebelum sidang. Romaida menjawab,”Tidak ada Ibu”.

Usai mendengarkan keterangan Romaida, hakim kemudian memanggil saksi Tiorida Siahaan. Dalam kesaksiannya, Tiorida sempat membuat majelis hakim serta jaksa kesal dan geram dengan keterangannya berbelit-belit.

Awalnya, Tiorida menyebut bahwa Martina tak ada melakukan kekerasan kepada korban, Julio. Namun, beberapa saat kemudian, dikatakannya bahwa Martina sering mencubit dan memukul korban, Julio.

Saksi Tiorida. (Zega/metro24jam.com)

Melihat Tiorida seperti orang kebingungan, hakim mulai kesal. “Ibu tenang. Kenapa grasak-grusuk begitu. Ibu kok gelisah kali?” tanya hakim Fitra Dewi.

Selanjutnya, Fitra Dewi coba memanggil saksi ke depan guna memperbaiki baju kaos pendek yang dikenakan Tiorida, karena tampak naik turun, akibat ketidaktenangannya dalam memberikan keterangan.

“Ibu perbaiki duku yukensi Ibu itu. Malu lah di sini kan banyak laki-laki,” kata Fitra Dewi.

Tiorida mencoba menenangkan dirinya. Dan dia terlihat menghela nafas lega setelah majelis hakim menunda persidangan sampai Selasa (17/10/2017) depan, ditandai dengan mengetuk palu sebanyak tiga kali.

Usai persidangan, Jaksa Ana Lusiana menilai, keterangan dua saksi yang dihadirkan tadi tidak akan beperngaruh sama sekali.

Ditemui Siantar24Jam usai persidangan, Martina Simanjuntak selaku ibu asuh korban Julio, mengatakan, bahwa mertua terdakwa pernah mencari orang yang mau bersaksi di daerah Tomuan, dengan iming-iming upah Rp500 ribu dan rumah kontrakan, agar mengatakan di persidangan bahwa Martina sering memukuli korban.

“Jadi yang dua itu tadi lah saksi palsu,” kata Martina.

Sementara itu, Daulat Sinaga selaku ayah kandung Julio yang baru pertama kali menghadiri sidang menyampaikan bahwa kasus pembunuhan yang dialami anaknya hendaknya yang terakhir kali.

“Jangan ada lagi julio-julio lain. Cukup lah anakku si Julio ini yang terakhir,” kata Daulat dengan mata berkaca-kaca.

Pada pemberitaan sebelumnya, Mangara Tua Siahaan duduk sebagai terdakwa dalam kasus pembunuhan Jolio Sinaga, bocah berusia 2,5 tahun yang ditemukan tewas, Selasa (28/3) siang sekira jam 11.00 Wib di Gang Rebung, Jalan Dalil Tani ujung, Kelurahan Tomuan, Kecamatan Siantar Timur. (Zeg)

BACA JUGA:
Kasus Pembunuhan Balita 2,5 Tahun, Ayah Mangara Tuding Tina Boru Simanjuntak Pelakunya Pelaku pembunuhan
Mangara Bunuh Balita 2,5 Tahun, Kepala Ditinju Punggung Dipijak Sampai Patah
Ibu ke Malaysia, Bapak ke Jakarta, Bocah 2,5 Tahun Tewas di Rumah lbu Asuh dengan Kepala Memar


Loading...
KOMENTAR ANDA
Berita Terkini Lainnya
4 Parpol di Siantar Belum Sesuai Sipol
Siantar 24 Jam - Kamis, 19 Oktober 2017 - 14:14 WIB

4 Parpol di Siantar Belum Sesuai Sipol

KPUD Siantar perpanjang pendaftaran partai politik (parpol) kepesertaan Pemilu 2019 hingga 17 Oktober 2017, sesuai Surat Edaran KPU RI nomor ...
Palak Pedagang Boneka, Preman Kampung Digaruk Polisi
Metro 24 Jam - Kamis, 19 Oktober 2017 - 14:11 WIB

Palak Pedagang Boneka, Preman Kampung Digaruk Polisi

Warga Jalan Umum Perbatasan, Desa Bakaran Batu, Kecamatan Lubuk Pakam mendadak heboh. Pasalnya, personel Sat Reskrim Polres Deliserdang tiba-tiba meringkus ...
DPO Cabul Tak Kunjung Ditangkap, Kasat Reskrim Dinilai Lakukan Pembohongan Publik
Siantar 24 Jam - Kamis, 19 Oktober 2017 - 13:54 WIB

DPO Cabul Tak Kunjung Ditangkap, Kasat Reskrim Dinilai Lakukan Pembohongan Publik

Pasca dilantik sebagai Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Siantar, Selasa (16/5) lalu, AKP Restuadi dinilai telah melakukan pembohongan ...
Penjual Sabu Nangis Dipenjara 5 Tahun, Jaksa: Inilah yang Terakhir Kita Jumpa Ya!
Siantar 24 Jam - Kamis, 19 Oktober 2017 - 13:40 WIB

Penjual Sabu Nangis Dipenjara 5 Tahun, Jaksa: Inilah yang Terakhir Kita Jumpa Ya!

Andi Junaidi (39), menangis begitu mendengar vonis yang dijatuhkan majelis hakim Pengadilan Negeri Siantar, Rabu (18/10) sore kemarin. Jaksa Penuntut ...
Poyek Stadion Sang Naualuh Bau Kolusi
Metro 24 Jam - Kamis, 19 Oktober 2017 - 13:31 WIB

Poyek Stadion Sang Naualuh Bau Kolusi

Pelaksanaan proyek revitalisasi Stadion Sang Nauluh di Kelurahan Asuhan, Kecamatan Siantar Timur yang dikerjakan PT Duta Sumatera Perkasa yang bermarkas ...
Aspol Pasar Merah Medan jadi Lautan Api, 3 Rumah Polisi Ludes Terbakar
Metro 24 Jam - Kamis, 19 Oktober 2017 - 13:25 WIB

Aspol Pasar Merah Medan jadi Lautan Api, 3 Rumah Polisi Ludes Terbakar

Tiga unit rumah di Komplek Asrama Polisi (Aspol) Jl Pasar Merah, Kelurahan Binjai, Kecamatan Medan Denai, ludes terbakar, Rabu (18/10) ...