Sabtu, 24 Februari 2018 | 21.27 WIB
Metro24Jam>News>Siantar 24 Jam>Masih SD Sudah Jadi Budak Seks, Diungkap Pihak Sekolah, ‘Ayah Badau’ Ditangkap

Masih SD Sudah Jadi Budak Seks, Diungkap Pihak Sekolah, ‘Ayah Badau’ Ditangkap

Selasa, 10 Oktober 2017 - 11:18 WIB

IMG-41598

Korban didampingi Unit PPA, pihak sekolah dan Dinsos di Mapolres Siantar. (Jonathan/metro24jam.com)

SIANTAR, metro24jam.com – Ini tragedi seorang siswi sekolah dasar (SD) di Kota Siantar, sebut saja namanya Melati dan masih berusia 11 tahun. Setahun terakhir ini dia dijadikan budak seks oleh ayah kandungnya.

Info dihimpun dari kepolisian menyebut, kisah bejat ini awalnya dibongkar pihak sekolah tempat Melati menimba ilmu. Itu terjadi Selasa 3 Oktober lalu.

Tidak terima dengan perlakuan ayah bejat itu, korban bersama pihak sekolah didampingi salah seorang perwakilan Dinas Sosial P3A (Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Anak) Kota Siantar membuat pengaduan ke Mapolres Siantar, Senin (9/10) pagi.

Salah seorang pihak sekolah saat ditemui di-depan SPK Polres Siantar menceritakan sebelum kasus ini terbongkar, Melati pernah bercerita-cerita kepada teman sekolahnya.

“Korban cerita-cerita sama kawan-kawannya bahwa dia ditindih, gitu,” kata seorang wali kelas sekolah korban.

Setelah mendengar kabar itu, pihak sekolah memanggil gadis kecil itu ke ruangan untuk ditanya soal kebenaran kabar tersebut.

“Kami panggil, pertama dia (Melati) gak ngaku. Kami panggil pagi anak SD yang membilang itu sama kami yang kami dengar kabar ini sebelumnya. Kami tanya siswa itu, siswa itu bilang Melati ditindih. Kami tanyakan sama Melati, betulnya itu Melati kami tanya,” terangnya lagi.

“Jadi setelah kami tanya si Melati ini, dia baru mengaku. Iya Pak, katanya sama kami. Kami tanya lagi kapan itu? Uda berulang-ulang kata dia (Melati). Loh kok nggak pernah kau cerita sama gurumu kami tanya lagi. Takut aku pak, dijawab si Melati,” sambungnya lagi.

Saat ini Melati duduk di bangku Kelas V SD. Kejadian yang dialaminya itu berlangsung sejak duduk di Kelas IV SD. “Kalau dibilang korban dari kelas IV digitukan bapaknya.

Mereka tinggal bertiga di rumah. Bapaknya, Melati, sama neneknya,” ucap wali kelas itu lagi.

Dijelaskan, Melati setiap pagi diantar bapaknya ke sekolah. Tapi belakangan, Melati tidak diantar sampai depan gerbang Sekolah. Pengakuan Melati setelah dia diantar, bapaknya itu mintak upah dicium.

“Pekerjaan bapaknya ini mocok-mocok, gak ada kerjaan tetapnya,” jelas wali kelas tersebut sembari mengatakan bahwa korban tinggal di Kelurahan Bah Kapul, Siantar Sitalasari dan tidak se rumah lagi dengan ibunya.

“Udah empat tahun pisah bapaknya sama mamak si Melati ini. Kami tanya neneknya, gak tau entah kemana mamak si Melati ini. Si Melati kami tanya juga nggak tau dia dimana mamaknya sekarang,” tambahnya.

Dijelaskan, korban sebelumnya sudah diperiksakan kepada bidan dekat rumahnya pada hari Selasa itu juga.

“Bidannya itu bilang uda lebar punya si Melati itu. Kata bidannya itu, sampek ke rahim si Melati itu uda rusak. Peranakannya uda jebol,” sambungnya.

Pantauan di Mapolres Siantar, pihak unit PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak) Satuan Reserse Kriminal Polres Siantar, pihak sekolah, Dinsos P3A serta Melati yang masih berseragam sekolah itu dibawa ke RSUD dr Djasamen Saragih untuk dilakukan visum.

Sementara, Kanit SPKT III Polres Siantar, Iptu Edy Wirya membenarkan telah menerima laporan pengaduan resmi korban oleh pihak sekolah korban dan Dinsos P3A. “Kita sudah menerima laporan pengaduan resmi korban yang langsung kita teruskan ku unit PPA,” katanya.

Terpisah, salah seorang praktisi hukum, Besar Banjarnahor SH yang dimintai keterangannya mengatakan tidak ada nota pembelaan kepada pelaku jika sudah di persidangan.

“Apa, bapaknya kandung melakukan? Bah! Pelaku ini gak bisa dibela. Gak bisa dibantu itu, bahkan kalau didampingi penasehat hukum tidak perlu dibuat nota pembelaan. Yang jelas penasehat hukum conform (setuju), apa tuntutan Jaksa dan juga putusan Hakim di persidangan,” ucapnya di Mapolres Siantar.

Saat ditanya seandainya dia diunjuk sebagai Penasehat Hukum pelaku, Besar Banjarnahor mengatakan tetap tidak akan melakukan nota pembelaan kecuali pelaku merupakan orang gila yang jika surat orang gilanya sudah resmi.

“Jika saya penasehat hukumnya, saya tidak melakukan nota pembelaan secara tertulis. Kecuali dia (pelaku) orang gila. Kalau dia orang gila, ada surat sakitnya dari Psikiater baru saya buat nota pembelaannya itu. Ya namanya pun orang gila gitu ya kan, itu dia,” pungkas Besar. (jo)


Loading...
KOMENTAR ANDA
Berita Terkini Lainnya
Targe Tembus Pasar Internasional, Beras Organik Sergai Butuh Sertifikat LSO
BISNIS - Sabtu, 24 Februari 2018 - 21:25 WIB

Targe Tembus Pasar Internasional, Beras Organik Sergai Butuh Sertifikat LSO

Beras organik merk Sri Wangi produk Kelompok Tani Fajar di Desa Pematang Setrak, Kecamatan Teluk Mengkudu, Sergai yang berhasil menembus ...
Gelar Silahturahmi Alumni Al Azhar, GNPF MUI Sumut Deklarasi Dukung Eramas
Metro 24 Jam - Sabtu, 24 Februari 2018 - 20:35 WIB

Gelar Silahturahmi Alumni Al Azhar, GNPF MUI Sumut Deklarasi Dukung Eramas

Tokoh dan alumni Al Azhar Mesir menggelar silaturahmi di Medan, Jumat (23/2/2018). Silaturahmi bertema Menatap Indonesia Baru Bersama Tuan Guru ...
Pagar Merbau II Geger, Cewek ABG Ditikami 7 Liang
Metro 24 Jam - Sabtu, 24 Februari 2018 - 20:26 WIB

Pagar Merbau II Geger, Cewek ABG Ditikami 7 Liang

Warga Desa Pagar Merbau II, Kecamatan Pagar Merbau, digegerkan dengan temuan seorang gadis berusia sekira 16 tahun yang berlumuran darah ...
Sejak Dicabuli Gurunya, Bocah Ini Tak Sekolah dan Jadi Pemurung
Siantar 24 Jam - Sabtu, 24 Februari 2018 - 20:08 WIB

Sejak Dicabuli Gurunya, Bocah Ini Tak Sekolah dan Jadi Pemurung

Pasca mengalami pelecehan seksual secara berulang dari terduga pelaku, HP (50), oknum wali kelasnya, bocah perempuan, NS, (10) yang masih ...
Sihar Sitorus: Budayakan Literasi untuk Mendapatkan Kebenaraan Informasi
Metro 24 Jam - Sabtu, 24 Februari 2018 - 20:03 WIB

Sihar Sitorus: Budayakan Literasi untuk Mendapatkan Kebenaraan Informasi

Penyebaran informasi yang semakin masif dan canggih, membuat masyarakat dengan mudah mengaksesnya. Hal ini juga menjadi peluang bagi penyebar berita ...
Perumahan Alam Asri, Dibangun di Kawasan Hunian Sejuk
BISNIS - Sabtu, 24 Februari 2018 - 19:59 WIB

Perumahan Alam Asri, Dibangun di Kawasan Hunian Sejuk

Hunian satu ini sangat pas untuk keluarga yang ingin memiliki tempat tinggal alami dan sejuk dengan udara segar pedesaan yang ...