Jumat, 15 Desember 2017 | 13.27 WIB
Metro24Jam>News>Metro 24 Jam>Gadis Pendiam, SPG Maju Bersama Tewas Gantung Diri

Gadis Pendiam, SPG Maju Bersama Tewas Gantung Diri

Kamis, 14 September 2017 - 17:17 WIB

IMG-40101

Yulita br Nababan saat ditemukan. (Putra/metro24jam.com)

HELVETIA, metro24jam.com – Yulita br Nababan (21), warga Dusun ll, Kampung Pajak, Labuhanbatu, yang bekerja sebagai Sales Promotion Girl (SPG) di Swalayan Maju Bersama Jalan Kapten Muslim, Helvetia Kota Medan nekat mengakhiri hidupnya dengan seutas tali, di dapur indekosnya, di Jalan Kapten Muslim, Gang Sepakat, Kelurahan Dwikora Kecamatan Medan Helvetia, tepatnya di depan Plaza Millenium, Rabu (13/9) jam 13.30 Wib

Amatan di lokasi kejadian, Yulita br Nababan tewas gantung diri di dapur kos-kosannya, menggunakan tali jemuran yang diikatkan ke sebatang penyangga talang air.

Informasi yang diperoleh, korban pertama kali terlihat sudah tewas tergantung oleh anak bungsu pemilik kos, Mario Sijabat (14) saat dia baru pulang sekolah dan hendak ke dapur.

“yang pertama melihat korban anak saya yang paling kecil, pas baru pulang sekolah, dilihatnya si Yulita sudah tergantung di dapur. Dia langsung ketakutan, sambil bilang, didapur ada macam di film hatu-hantu itu,”sebut Mangapul Sijabat, pemilik kos-kosan ketika ditemui di halaman Polsek Helvetia, Rabu (13/9) jam 19.00 wib

Mendengar keterangan anaknya, Mangapul Sijabat langsung berlari ke dapur dan melihat Yulita br Nababan sudah tewas dengan posisi tergantung.

“Saya bingung apa cakap anak saya. Saya ke dapur, rupanya dia (Yulita) yang gantung diri,” sebutnya.

Melihat kejadian tersebut, Mangapul segera memberitahukan kepada warga dan ke Polsek Helvetia.

“Saya langsung laporkan masyarakat, sama polisi, yang langsung turun ke lokasi kejadian,” ucap pria yang mengaku berprofesi sebagai pengacara itu.

Mangapul khawatir, akibat kejadian tersebut kamar kos-kosannya akan sepi, karena anak kosnya akan ketakutan.

“Gara-gara ini kos-kosan saya akan nggak laku lagi. Karena orang akan ketakutan dengan cerita kalau di kosan saya pernah ada yang mati gantung diri,”jelasnya.

Sementara anak korban, Mario Sijabat yang masih duduk dibangku SMP kelas dua, merasa trauma dan ketakutan akibat melihat langsung korban dalam keadaan tergantung.

“Mau ke dapur, aku lihat ada yang tergantung. Aku langsung lari. Aku jadi takut di rumah,” sebut Mario dengan Polos.

Sementara itu, keluarga korban yang ditemui di halaman Mapolsek Helvetia mengaku belum mengetahui motif Yulita br Nababan nekat mengakhiri hidupnya. Selain itu, pihak keluarga juga masih menunggu kedatangan ibu kandung Yulita untuk memastikan langkah keluarga terkait peristiwa itu.

“Nggak tahu kami, ini kami nunggu mamaknya datang dari kampung biar ada keputusan diautopsi atau nggak jenazahnya,” terang keluarga korban.

Jenazah Yulita br Nababan saat akan dibawa ke RS Bhayangkara. (Putra/metro24jam.com)

Kapolsek Helvetia, Kompol Trilla Murni saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut, dan jenazah Yulita br Nababan sudah dirujuk ke RS Bhayangkara Medan.

“Benar, di tubuh korban kita temukan tanda-tanda orang gantung diri seperti biasanya, yakni posisi korban mengigit ujung lidah, adanya kotoran diduburnya dan bekas luka lembam pada leher pangkal lidah akibat ikatan tali plastik nilon,” tegas Trilla.

Masih menurut perwira berpangkat satu bunga melati emas itu, dari lokasi pihaknya mengamankan barang bukti berupa seutas tali, dua buah pot bunga dan satu buah kursi yang diduga digunakan korban untuk memasang tali gantungan.

Dikenal Pendiam
Juliartha Boru Angkat (21), teman satu kamar Yulita br Nababan mengatakan, kalau temannya itu sudah 4 bulan menghuni kamar kos tersebut. Namun selama 4 bulan tidur sekamar, cewek asal Dairi itu mengaku tak pernah mendengar keluhan maupun curhatan Yulita, baik masalah pekerjaan maupun asmara.

“Dia orangnya tertutup, nggak pernah cerita apa-apa. Apalagi masalah asmara, nggak pernah mau cerita,” ungkap Juliartha seusai keluar dari ruang penyidik.

Lanjut dikatakan Juliartha, sebelum mengakhiri hidupnya Yulita juga tidak terlihat melakukan gelagat aneh.

“Biasa aja, nggak ada yang beda. Aku juga nggak ada firasat apa-apa,” tambahnya sambil berlalu meninggalkan awak media.(put)


Loading...
KOMENTAR ANDA
Berita Terkini Lainnya
Sudah 4 Bulan Kasus Belum P21, Keluarga Korban  Cabul Berdemo  di Polres Sergai
Metro 24 Jam - Jumat, 15 Desember 2017 - 00:53 WIB

Sudah 4 Bulan Kasus Belum P21, Keluarga Korban Cabul Berdemo di Polres Sergai

Butet. Sebut saja demikian korban cabul yang deritanya dilapor ke Polres Sergai, Agustus lalu. Siswi SMP itu mengaku berulang kali ...
Setor Duit Ratusan Juta, Ketipu !!, Massa Korban  Loker Pabrik  Tamora Ngamuk
Metro 24 Jam - Jumat, 15 Desember 2017 - 00:52 WIB

Setor Duit Ratusan Juta, Ketipu !!, Massa Korban Loker Pabrik Tamora Ngamuk

Bermodus menawarkan kerja di PT Kimia Farma dan PT Sosro, puluhan warga yang berasal dari berbagai wilayah di Sumatera Selatan ...
Diklaim Nihil Temuan Pidana, Hasil OTT Bos  RSUD Kisaran  Digeser Polisi ke Inspektorat
Metro 24 Jam - Jumat, 15 Desember 2017 - 00:48 WIB

Diklaim Nihil Temuan Pidana, Hasil OTT Bos RSUD Kisaran Digeser Polisi ke Inspektorat

Digelar November lalu, operasi tangkap tangan (OTT) personil Tipikor (Tindak Pidana Korupsi) Polres Asahan terhadap Direktur Utama RSUD Kisaran, dr ...
Bandel, PKL Petisah Kembali Digeruduk !!  Ricuh Hadapi Aksi 200 Satpol PP
Metro 24 Jam - Jumat, 15 Desember 2017 - 00:43 WIB

Bandel, PKL Petisah Kembali Digeruduk !! Ricuh Hadapi Aksi 200 Satpol PP

Sedikitnya, 200 personel Satuan Polisi Pamong Praja (PP) Kota Medan kemarin (14/12) kembali beraksi di titik-titik larangan berdagang di kawasan ...
Tragis !! Ica Tewas di Malam Jahanam, Polisi Gelar Rekon Pembunuhan Janda Muda Tembung
Metro 24 Jam - Jumat, 15 Desember 2017 - 00:40 WIB

Tragis !! Ica Tewas di Malam Jahanam, Polisi Gelar Rekon Pembunuhan Janda Muda Tembung

Nyaris 2 bulan berlalu, reka ulang tragedi kematian Khairunnisa alias Ica (20) digelar di halaman Mapolsek Percut Seituan, Kamis (14/12/2017) ...
Habis Persiapan Acara Natalan, Duh! Anak SD  Tewas Ketabrak  Odong-odong
Metro 24 Jam - Jumat, 15 Desember 2017 - 00:21 WIB

Habis Persiapan Acara Natalan, Duh! Anak SD Tewas Ketabrak Odong-odong

Jerit tangis terdengar hingga keluar ruang instalasi jenazah RS Patar Asih di Desa Tumpatan, Kecamatan Beringin, Deliserdang. Peristiwa itu ternyata ...