Kamis, 21 Juni 2018 | 11.04 WIB
Metro24Jam>News>Metro 24 Jam>Gadis Pendiam, SPG Maju Bersama Tewas Gantung Diri

Gadis Pendiam, SPG Maju Bersama Tewas Gantung Diri

Kamis, 14 September 2017 - 17:17 WIB

IMG-40101

Yulita br Nababan saat ditemukan. (Putra/metro24jam.com)

HELVETIA, metro24jam.com – Yulita br Nababan (21), warga Dusun ll, Kampung Pajak, Labuhanbatu, yang bekerja sebagai Sales Promotion Girl (SPG) di Swalayan Maju Bersama Jalan Kapten Muslim, Helvetia Kota Medan nekat mengakhiri hidupnya dengan seutas tali, di dapur indekosnya, di Jalan Kapten Muslim, Gang Sepakat, Kelurahan Dwikora Kecamatan Medan Helvetia, tepatnya di depan Plaza Millenium, Rabu (13/9) jam 13.30 Wib

Amatan di lokasi kejadian, Yulita br Nababan tewas gantung diri di dapur kos-kosannya, menggunakan tali jemuran yang diikatkan ke sebatang penyangga talang air.

Informasi yang diperoleh, korban pertama kali terlihat sudah tewas tergantung oleh anak bungsu pemilik kos, Mario Sijabat (14) saat dia baru pulang sekolah dan hendak ke dapur.

“yang pertama melihat korban anak saya yang paling kecil, pas baru pulang sekolah, dilihatnya si Yulita sudah tergantung di dapur. Dia langsung ketakutan, sambil bilang, didapur ada macam di film hatu-hantu itu,”sebut Mangapul Sijabat, pemilik kos-kosan ketika ditemui di halaman Polsek Helvetia, Rabu (13/9) jam 19.00 wib

Mendengar keterangan anaknya, Mangapul Sijabat langsung berlari ke dapur dan melihat Yulita br Nababan sudah tewas dengan posisi tergantung.

“Saya bingung apa cakap anak saya. Saya ke dapur, rupanya dia (Yulita) yang gantung diri,” sebutnya.

Melihat kejadian tersebut, Mangapul segera memberitahukan kepada warga dan ke Polsek Helvetia.

“Saya langsung laporkan masyarakat, sama polisi, yang langsung turun ke lokasi kejadian,” ucap pria yang mengaku berprofesi sebagai pengacara itu.

Mangapul khawatir, akibat kejadian tersebut kamar kos-kosannya akan sepi, karena anak kosnya akan ketakutan.

“Gara-gara ini kos-kosan saya akan nggak laku lagi. Karena orang akan ketakutan dengan cerita kalau di kosan saya pernah ada yang mati gantung diri,”jelasnya.

Sementara anak korban, Mario Sijabat yang masih duduk dibangku SMP kelas dua, merasa trauma dan ketakutan akibat melihat langsung korban dalam keadaan tergantung.

“Mau ke dapur, aku lihat ada yang tergantung. Aku langsung lari. Aku jadi takut di rumah,” sebut Mario dengan Polos.

Sementara itu, keluarga korban yang ditemui di halaman Mapolsek Helvetia mengaku belum mengetahui motif Yulita br Nababan nekat mengakhiri hidupnya. Selain itu, pihak keluarga juga masih menunggu kedatangan ibu kandung Yulita untuk memastikan langkah keluarga terkait peristiwa itu.

“Nggak tahu kami, ini kami nunggu mamaknya datang dari kampung biar ada keputusan diautopsi atau nggak jenazahnya,” terang keluarga korban.

Jenazah Yulita br Nababan saat akan dibawa ke RS Bhayangkara. (Putra/metro24jam.com)

Kapolsek Helvetia, Kompol Trilla Murni saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut, dan jenazah Yulita br Nababan sudah dirujuk ke RS Bhayangkara Medan.

“Benar, di tubuh korban kita temukan tanda-tanda orang gantung diri seperti biasanya, yakni posisi korban mengigit ujung lidah, adanya kotoran diduburnya dan bekas luka lembam pada leher pangkal lidah akibat ikatan tali plastik nilon,” tegas Trilla.

Masih menurut perwira berpangkat satu bunga melati emas itu, dari lokasi pihaknya mengamankan barang bukti berupa seutas tali, dua buah pot bunga dan satu buah kursi yang diduga digunakan korban untuk memasang tali gantungan.

Dikenal Pendiam
Juliartha Boru Angkat (21), teman satu kamar Yulita br Nababan mengatakan, kalau temannya itu sudah 4 bulan menghuni kamar kos tersebut. Namun selama 4 bulan tidur sekamar, cewek asal Dairi itu mengaku tak pernah mendengar keluhan maupun curhatan Yulita, baik masalah pekerjaan maupun asmara.

“Dia orangnya tertutup, nggak pernah cerita apa-apa. Apalagi masalah asmara, nggak pernah mau cerita,” ungkap Juliartha seusai keluar dari ruang penyidik.

Lanjut dikatakan Juliartha, sebelum mengakhiri hidupnya Yulita juga tidak terlihat melakukan gelagat aneh.

“Biasa aja, nggak ada yang beda. Aku juga nggak ada firasat apa-apa,” tambahnya sambil berlalu meninggalkan awak media.(put)


Loading...
KOMENTAR ANDA
Berita Terkini Lainnya
KM Sinar Bangun Tenggelam, 3 Korban Lagi Ditemukan, BPBD Sumut: 178 Orang Hilang
Metro 24 Jam - Kamis, 21 Juni 2018 - 08:21 WIB

KM Sinar Bangun Tenggelam, 3 Korban Lagi Ditemukan, BPBD Sumut: 178 Orang Hilang

Hingga Rabu (20/6/2018) siang, tiga korban KM Sinar Bangun yang tenggelam di perairan Danau Toba akhirnya ditemukan. Dua di antaranya ...
Jalur Jalan Berastagi Kembali Normal
Metro 24 Jam - Kamis, 21 Juni 2018 - 07:33 WIB

Jalur Jalan Berastagi Kembali Normal

Jalan kota wisata Berastagi, Kabupaten Karo yang sejak hari pertama Idul Fitri sempat dipadati wisatawan, kini berangsur sepi. Pada H+5 ...
Tagih Uang Tip Sama Tamu, Pelayan Cafe KO Ditinju (Katanya yang Bogem Sipir Lapas)
Metro 24 Jam - Kamis, 21 Juni 2018 - 07:25 WIB

Tagih Uang Tip Sama Tamu, Pelayan Cafe KO Ditinju (Katanya yang Bogem Sipir Lapas)

Echa (24), seorang waitress di Sempurna Cafe, Jalan Ringroad, mendapat bogem mentah alias tinju dari tamunya, hanya gara-gara menagih uang ...
Patricia Berdoa untuk Para Korban KMP Sinar Bangun
Metro 24 Jam - Kamis, 21 Juni 2018 - 06:57 WIB

Patricia Berdoa untuk Para Korban KMP Sinar Bangun

Patricia Siahaan, istri dari Cawagub Sumut Sihar Sitorus ikut memberikan kekuatan pada keluarga korban Kapal Motor Penumpang (KMP) Sinar Bangun ...
Termasuk Ketua, 7 Anggota Komunitas Slankers Ikut Tenggelam Bersama KM Sinar Bangun
Metro 24 Jam - Kamis, 21 Juni 2018 - 06:52 WIB

Termasuk Ketua, 7 Anggota Komunitas Slankers Ikut Tenggelam Bersama KM Sinar Bangun

Tujuh di antara penumpang KM Sinar Bangun yang tenggelam di perairan Danau Toba, Senin (18/6/2018) kemarin, diketahui merupakan anggota komunitas ...
Tiga Hari KM Sinar Bangun Tenggelam, PNS Pemko Medan Itu Belum Ditemukan
Metro 24 Jam - Rabu, 20 Juni 2018 - 18:31 WIB

Tiga Hari KM Sinar Bangun Tenggelam, PNS Pemko Medan Itu Belum Ditemukan

Tim gabungan Basarnas dan TNI, Polri, terus menelusuri sejumlah titik mencari penumpang Kapal KM Sinar Bangun yang tenggelam di Danau ...