Kamis, 19 Oktober 2017 | 14.19 WIB
Metro24Jam>News>Metro 24 Jam>Gadis Pendiam, SPG Maju Bersama Tewas Gantung Diri

Gadis Pendiam, SPG Maju Bersama Tewas Gantung Diri

Kamis, 14 September 2017 - 17:17 WIB

IMG-40101

Yulita br Nababan saat ditemukan. (Putra/metro24jam.com)

HELVETIA, metro24jam.com – Yulita br Nababan (21), warga Dusun ll, Kampung Pajak, Labuhanbatu, yang bekerja sebagai Sales Promotion Girl (SPG) di Swalayan Maju Bersama Jalan Kapten Muslim, Helvetia Kota Medan nekat mengakhiri hidupnya dengan seutas tali, di dapur indekosnya, di Jalan Kapten Muslim, Gang Sepakat, Kelurahan Dwikora Kecamatan Medan Helvetia, tepatnya di depan Plaza Millenium, Rabu (13/9) jam 13.30 Wib

Amatan di lokasi kejadian, Yulita br Nababan tewas gantung diri di dapur kos-kosannya, menggunakan tali jemuran yang diikatkan ke sebatang penyangga talang air.

Informasi yang diperoleh, korban pertama kali terlihat sudah tewas tergantung oleh anak bungsu pemilik kos, Mario Sijabat (14) saat dia baru pulang sekolah dan hendak ke dapur.

“yang pertama melihat korban anak saya yang paling kecil, pas baru pulang sekolah, dilihatnya si Yulita sudah tergantung di dapur. Dia langsung ketakutan, sambil bilang, didapur ada macam di film hatu-hantu itu,”sebut Mangapul Sijabat, pemilik kos-kosan ketika ditemui di halaman Polsek Helvetia, Rabu (13/9) jam 19.00 wib

Mendengar keterangan anaknya, Mangapul Sijabat langsung berlari ke dapur dan melihat Yulita br Nababan sudah tewas dengan posisi tergantung.

“Saya bingung apa cakap anak saya. Saya ke dapur, rupanya dia (Yulita) yang gantung diri,” sebutnya.

Melihat kejadian tersebut, Mangapul segera memberitahukan kepada warga dan ke Polsek Helvetia.

“Saya langsung laporkan masyarakat, sama polisi, yang langsung turun ke lokasi kejadian,” ucap pria yang mengaku berprofesi sebagai pengacara itu.

Mangapul khawatir, akibat kejadian tersebut kamar kos-kosannya akan sepi, karena anak kosnya akan ketakutan.

“Gara-gara ini kos-kosan saya akan nggak laku lagi. Karena orang akan ketakutan dengan cerita kalau di kosan saya pernah ada yang mati gantung diri,”jelasnya.

Sementara anak korban, Mario Sijabat yang masih duduk dibangku SMP kelas dua, merasa trauma dan ketakutan akibat melihat langsung korban dalam keadaan tergantung.

“Mau ke dapur, aku lihat ada yang tergantung. Aku langsung lari. Aku jadi takut di rumah,” sebut Mario dengan Polos.

Sementara itu, keluarga korban yang ditemui di halaman Mapolsek Helvetia mengaku belum mengetahui motif Yulita br Nababan nekat mengakhiri hidupnya. Selain itu, pihak keluarga juga masih menunggu kedatangan ibu kandung Yulita untuk memastikan langkah keluarga terkait peristiwa itu.

“Nggak tahu kami, ini kami nunggu mamaknya datang dari kampung biar ada keputusan diautopsi atau nggak jenazahnya,” terang keluarga korban.

Jenazah Yulita br Nababan saat akan dibawa ke RS Bhayangkara. (Putra/metro24jam.com)

Kapolsek Helvetia, Kompol Trilla Murni saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut, dan jenazah Yulita br Nababan sudah dirujuk ke RS Bhayangkara Medan.

“Benar, di tubuh korban kita temukan tanda-tanda orang gantung diri seperti biasanya, yakni posisi korban mengigit ujung lidah, adanya kotoran diduburnya dan bekas luka lembam pada leher pangkal lidah akibat ikatan tali plastik nilon,” tegas Trilla.

Masih menurut perwira berpangkat satu bunga melati emas itu, dari lokasi pihaknya mengamankan barang bukti berupa seutas tali, dua buah pot bunga dan satu buah kursi yang diduga digunakan korban untuk memasang tali gantungan.

Dikenal Pendiam
Juliartha Boru Angkat (21), teman satu kamar Yulita br Nababan mengatakan, kalau temannya itu sudah 4 bulan menghuni kamar kos tersebut. Namun selama 4 bulan tidur sekamar, cewek asal Dairi itu mengaku tak pernah mendengar keluhan maupun curhatan Yulita, baik masalah pekerjaan maupun asmara.

“Dia orangnya tertutup, nggak pernah cerita apa-apa. Apalagi masalah asmara, nggak pernah mau cerita,” ungkap Juliartha seusai keluar dari ruang penyidik.

Lanjut dikatakan Juliartha, sebelum mengakhiri hidupnya Yulita juga tidak terlihat melakukan gelagat aneh.

“Biasa aja, nggak ada yang beda. Aku juga nggak ada firasat apa-apa,” tambahnya sambil berlalu meninggalkan awak media.(put)


Loading...
KOMENTAR ANDA
Berita Terkini Lainnya
4 Parpol di Siantar Belum Sesuai Sipol
Siantar 24 Jam - Kamis, 19 Oktober 2017 - 14:14 WIB

4 Parpol di Siantar Belum Sesuai Sipol

KPUD Siantar perpanjang pendaftaran partai politik (parpol) kepesertaan Pemilu 2019 hingga 17 Oktober 2017, sesuai Surat Edaran KPU RI nomor ...
Palak Pedagang Boneka, Preman Kampung Digaruk Polisi
Metro 24 Jam - Kamis, 19 Oktober 2017 - 14:11 WIB

Palak Pedagang Boneka, Preman Kampung Digaruk Polisi

Warga Jalan Umum Perbatasan, Desa Bakaran Batu, Kecamatan Lubuk Pakam mendadak heboh. Pasalnya, personel Sat Reskrim Polres Deliserdang tiba-tiba meringkus ...
DPO Cabul Tak Kunjung Ditangkap, Kasat Reskrim Dinilai Lakukan Pembohongan Publik
Siantar 24 Jam - Kamis, 19 Oktober 2017 - 13:54 WIB

DPO Cabul Tak Kunjung Ditangkap, Kasat Reskrim Dinilai Lakukan Pembohongan Publik

Pasca dilantik sebagai Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Siantar, Selasa (16/5) lalu, AKP Restuadi dinilai telah melakukan pembohongan ...
Penjual Sabu Nangis Dipenjara 5 Tahun, Jaksa: Inilah yang Terakhir Kita Jumpa Ya!
Siantar 24 Jam - Kamis, 19 Oktober 2017 - 13:40 WIB

Penjual Sabu Nangis Dipenjara 5 Tahun, Jaksa: Inilah yang Terakhir Kita Jumpa Ya!

Andi Junaidi (39), menangis begitu mendengar vonis yang dijatuhkan majelis hakim Pengadilan Negeri Siantar, Rabu (18/10) sore kemarin. Jaksa Penuntut ...
Poyek Stadion Sang Naualuh Bau Kolusi
Metro 24 Jam - Kamis, 19 Oktober 2017 - 13:31 WIB

Poyek Stadion Sang Naualuh Bau Kolusi

Pelaksanaan proyek revitalisasi Stadion Sang Nauluh di Kelurahan Asuhan, Kecamatan Siantar Timur yang dikerjakan PT Duta Sumatera Perkasa yang bermarkas ...
Aspol Pasar Merah Medan jadi Lautan Api, 3 Rumah Polisi Ludes Terbakar
Metro 24 Jam - Kamis, 19 Oktober 2017 - 13:25 WIB

Aspol Pasar Merah Medan jadi Lautan Api, 3 Rumah Polisi Ludes Terbakar

Tiga unit rumah di Komplek Asrama Polisi (Aspol) Jl Pasar Merah, Kelurahan Binjai, Kecamatan Medan Denai, ludes terbakar, Rabu (18/10) ...