Sabtu, 24 Februari 2018 | 21.30 WIB
Metro24Jam>News>Metro 24 Jam>Gadis Pendiam, SPG Maju Bersama Tewas Gantung Diri

Gadis Pendiam, SPG Maju Bersama Tewas Gantung Diri

Kamis, 14 September 2017 - 17:17 WIB

IMG-40101

Yulita br Nababan saat ditemukan. (Putra/metro24jam.com)

HELVETIA, metro24jam.com – Yulita br Nababan (21), warga Dusun ll, Kampung Pajak, Labuhanbatu, yang bekerja sebagai Sales Promotion Girl (SPG) di Swalayan Maju Bersama Jalan Kapten Muslim, Helvetia Kota Medan nekat mengakhiri hidupnya dengan seutas tali, di dapur indekosnya, di Jalan Kapten Muslim, Gang Sepakat, Kelurahan Dwikora Kecamatan Medan Helvetia, tepatnya di depan Plaza Millenium, Rabu (13/9) jam 13.30 Wib

Amatan di lokasi kejadian, Yulita br Nababan tewas gantung diri di dapur kos-kosannya, menggunakan tali jemuran yang diikatkan ke sebatang penyangga talang air.

Informasi yang diperoleh, korban pertama kali terlihat sudah tewas tergantung oleh anak bungsu pemilik kos, Mario Sijabat (14) saat dia baru pulang sekolah dan hendak ke dapur.

“yang pertama melihat korban anak saya yang paling kecil, pas baru pulang sekolah, dilihatnya si Yulita sudah tergantung di dapur. Dia langsung ketakutan, sambil bilang, didapur ada macam di film hatu-hantu itu,”sebut Mangapul Sijabat, pemilik kos-kosan ketika ditemui di halaman Polsek Helvetia, Rabu (13/9) jam 19.00 wib

Mendengar keterangan anaknya, Mangapul Sijabat langsung berlari ke dapur dan melihat Yulita br Nababan sudah tewas dengan posisi tergantung.

“Saya bingung apa cakap anak saya. Saya ke dapur, rupanya dia (Yulita) yang gantung diri,” sebutnya.

Melihat kejadian tersebut, Mangapul segera memberitahukan kepada warga dan ke Polsek Helvetia.

“Saya langsung laporkan masyarakat, sama polisi, yang langsung turun ke lokasi kejadian,” ucap pria yang mengaku berprofesi sebagai pengacara itu.

Mangapul khawatir, akibat kejadian tersebut kamar kos-kosannya akan sepi, karena anak kosnya akan ketakutan.

“Gara-gara ini kos-kosan saya akan nggak laku lagi. Karena orang akan ketakutan dengan cerita kalau di kosan saya pernah ada yang mati gantung diri,”jelasnya.

Sementara anak korban, Mario Sijabat yang masih duduk dibangku SMP kelas dua, merasa trauma dan ketakutan akibat melihat langsung korban dalam keadaan tergantung.

“Mau ke dapur, aku lihat ada yang tergantung. Aku langsung lari. Aku jadi takut di rumah,” sebut Mario dengan Polos.

Sementara itu, keluarga korban yang ditemui di halaman Mapolsek Helvetia mengaku belum mengetahui motif Yulita br Nababan nekat mengakhiri hidupnya. Selain itu, pihak keluarga juga masih menunggu kedatangan ibu kandung Yulita untuk memastikan langkah keluarga terkait peristiwa itu.

“Nggak tahu kami, ini kami nunggu mamaknya datang dari kampung biar ada keputusan diautopsi atau nggak jenazahnya,” terang keluarga korban.

Jenazah Yulita br Nababan saat akan dibawa ke RS Bhayangkara. (Putra/metro24jam.com)

Kapolsek Helvetia, Kompol Trilla Murni saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut, dan jenazah Yulita br Nababan sudah dirujuk ke RS Bhayangkara Medan.

“Benar, di tubuh korban kita temukan tanda-tanda orang gantung diri seperti biasanya, yakni posisi korban mengigit ujung lidah, adanya kotoran diduburnya dan bekas luka lembam pada leher pangkal lidah akibat ikatan tali plastik nilon,” tegas Trilla.

Masih menurut perwira berpangkat satu bunga melati emas itu, dari lokasi pihaknya mengamankan barang bukti berupa seutas tali, dua buah pot bunga dan satu buah kursi yang diduga digunakan korban untuk memasang tali gantungan.

Dikenal Pendiam
Juliartha Boru Angkat (21), teman satu kamar Yulita br Nababan mengatakan, kalau temannya itu sudah 4 bulan menghuni kamar kos tersebut. Namun selama 4 bulan tidur sekamar, cewek asal Dairi itu mengaku tak pernah mendengar keluhan maupun curhatan Yulita, baik masalah pekerjaan maupun asmara.

“Dia orangnya tertutup, nggak pernah cerita apa-apa. Apalagi masalah asmara, nggak pernah mau cerita,” ungkap Juliartha seusai keluar dari ruang penyidik.

Lanjut dikatakan Juliartha, sebelum mengakhiri hidupnya Yulita juga tidak terlihat melakukan gelagat aneh.

“Biasa aja, nggak ada yang beda. Aku juga nggak ada firasat apa-apa,” tambahnya sambil berlalu meninggalkan awak media.(put)


Loading...
KOMENTAR ANDA
Berita Terkini Lainnya
Targe Tembus Pasar Internasional, Beras Organik Sergai Butuh Sertifikat LSO
BISNIS - Sabtu, 24 Februari 2018 - 21:25 WIB

Targe Tembus Pasar Internasional, Beras Organik Sergai Butuh Sertifikat LSO

Beras organik merk Sri Wangi produk Kelompok Tani Fajar di Desa Pematang Setrak, Kecamatan Teluk Mengkudu, Sergai yang berhasil menembus ...
Gelar Silahturahmi Alumni Al Azhar, GNPF MUI Sumut Deklarasi Dukung Eramas
Metro 24 Jam - Sabtu, 24 Februari 2018 - 20:35 WIB

Gelar Silahturahmi Alumni Al Azhar, GNPF MUI Sumut Deklarasi Dukung Eramas

Tokoh dan alumni Al Azhar Mesir menggelar silaturahmi di Medan, Jumat (23/2/2018). Silaturahmi bertema Menatap Indonesia Baru Bersama Tuan Guru ...
Pagar Merbau II Geger, Cewek ABG Ditikami 7 Liang
Metro 24 Jam - Sabtu, 24 Februari 2018 - 20:26 WIB

Pagar Merbau II Geger, Cewek ABG Ditikami 7 Liang

Warga Desa Pagar Merbau II, Kecamatan Pagar Merbau, digegerkan dengan temuan seorang gadis berusia sekira 16 tahun yang berlumuran darah ...
Sejak Dicabuli Gurunya, Bocah Ini Tak Sekolah dan Jadi Pemurung
Siantar 24 Jam - Sabtu, 24 Februari 2018 - 20:08 WIB

Sejak Dicabuli Gurunya, Bocah Ini Tak Sekolah dan Jadi Pemurung

Pasca mengalami pelecehan seksual secara berulang dari terduga pelaku, HP (50), oknum wali kelasnya, bocah perempuan, NS, (10) yang masih ...
Sihar Sitorus: Budayakan Literasi untuk Mendapatkan Kebenaraan Informasi
Metro 24 Jam - Sabtu, 24 Februari 2018 - 20:03 WIB

Sihar Sitorus: Budayakan Literasi untuk Mendapatkan Kebenaraan Informasi

Penyebaran informasi yang semakin masif dan canggih, membuat masyarakat dengan mudah mengaksesnya. Hal ini juga menjadi peluang bagi penyebar berita ...
Perumahan Alam Asri, Dibangun di Kawasan Hunian Sejuk
BISNIS - Sabtu, 24 Februari 2018 - 19:59 WIB

Perumahan Alam Asri, Dibangun di Kawasan Hunian Sejuk

Hunian satu ini sangat pas untuk keluarga yang ingin memiliki tempat tinggal alami dan sejuk dengan udara segar pedesaan yang ...