Kamis, 19 Oktober 2017 | 14.19 WIB
Metro24Jam>News>Metro 24 Jam>Yakin Tewas Akibat Kecelakaan, 2 Tahun Yono tak Sadar Anaknya Mati Karena Dibunuh

Yakin Tewas Akibat Kecelakaan, 2 Tahun Yono tak Sadar Anaknya Mati Karena Dibunuh

Kamis, 7 September 2017 - 15:35 WIB

IMG-39541

Suherman alias Iwan Kakek. (ist/metro24jam.com)

PN MEDAN, metro24jam.com – Ditemukan tewas di jalan bersama sepeda motor yang tergeletak di malam Ramadhan 12 Juli 2015, baru 4 bulan lalu Suyono tahu kebenaran dari penyebab kematian anak tercintanya, Suherman alias Iwan Kakek. Motif dan modus pembunuhan terhadap anaknya terungkap lewat aksi Andi Lala Cs membantai sekeluarga di Mabar, Medan Deli, April lalu.

Demikian kesaksian Suyono alias Yono dalam persidangan perkara pembunuhan terhadap anaknya yang kembali digelar di Ruang Cakra VII Gedung Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (6/9) sore. Pada majelis hakim persidangan yang diketuai Dominghus Silaban itu, Suyono mengaku selama 2 tahun dia dan keluarganya meyakini kematian Iwan Kakek terjadi akibat kecelakaan lalu lintas.

Alih-alih tahu dibunuh oleh Andi Lala bersama istri dan seorang temannya, sebelum April lalu, Yono bahkan tak mengetahui soal kisah perselingkuhan anaknya itu dengan Reni Safitri, istri Andi Lala. Ia baru mengetahui kebenaran motif dan modus kematian anaknya setelah diberitahu seorang penyidik di Polda Sumut, yang menangani kasus pembantaian sadis Andi Lala Cs terhadap sekeluarga malang di Mabar.

“Saya tidak tahu majelis hakim. Anak (Iwan Kakek) saya itu, (pada hari kejadian) keluar dari rumah jam 7 malam. Saat saya telpon mau sahur, telpon Iwan sudah tidak aktif lagi,” kata Yono. Peristiwa pembunuhan terhadap Iwan Kakek diketahui berlatar dendam dan terencana.

Itu setelah Andi Lala terkaget-kaget mengetahui istri tercintanya, Ny Reni Safitri, berulang kali bermain seks dengan Iwan Kakek. Tinggal di Lubuk Pakam, Iwan Kakek diketahui ‘telah lama’ menjadi pacar gelap Reni. Sebelum akhirnya tewas dibantai Andi, Iwan Kakek dilaporkan telah 7 kali meniduri istri sang jagal sadis itu.

Bersama motornya, mayat Iwan Kakek ditemukan di parit Jl Pembangunan II, Desa Sekip, Kec Lubuk Pakam, Deliserdang, 12 Juli 2015. Modus itu sengaja dibuat Andi agar kisah temuan jasad Iwan Kakek disimpulkan mati karena kecelakaan lalu lintas.

“Saya melihat wajah dan mengenali kereta anak saya. Keretanya Honda Vario warna merah,” lanjut Yono dalam kesaksiannya.

“Saya tidak tahu soal anak saya ada main dengan istri orang. Tapi saya tahu itu setelah mendengar dari orang lain,” imbuhnya sembari menunjuk ke arah Andi Lala yang duduk di kursi pesakitan.

Dalam sidang kali ini, jaksa penuntut (JPU) Kadlan Sinaga juga menghadirkan Carles Hutapea, sang penemu mayat Iwan Kakek. Juga E Siagian, Kepala Lingkungan di lokasi penemuan mayat Iwan. Minus kesadisannya menghabisi nyawa sekeluarga di Mabar pada April lalu, atas aksinya membunuh Iwan Kakek, Andi Lala didakwa dengan pasal berlapis.

Sang jagal dijerat Pasal 340 atau Pasal 338 jo Pasal 365, atau Pasal 363 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo Pasal 65 ayat (1) KUHPidana. Semua pasal seram itu berujung sanksi hukuman mati. (rez)


Loading...
KOMENTAR ANDA
Berita Terkini Lainnya
4 Parpol di Siantar Belum Sesuai Sipol
Siantar 24 Jam - Kamis, 19 Oktober 2017 - 14:14 WIB

4 Parpol di Siantar Belum Sesuai Sipol

KPUD Siantar perpanjang pendaftaran partai politik (parpol) kepesertaan Pemilu 2019 hingga 17 Oktober 2017, sesuai Surat Edaran KPU RI nomor ...
Palak Pedagang Boneka, Preman Kampung Digaruk Polisi
Metro 24 Jam - Kamis, 19 Oktober 2017 - 14:11 WIB

Palak Pedagang Boneka, Preman Kampung Digaruk Polisi

Warga Jalan Umum Perbatasan, Desa Bakaran Batu, Kecamatan Lubuk Pakam mendadak heboh. Pasalnya, personel Sat Reskrim Polres Deliserdang tiba-tiba meringkus ...
DPO Cabul Tak Kunjung Ditangkap, Kasat Reskrim Dinilai Lakukan Pembohongan Publik
Siantar 24 Jam - Kamis, 19 Oktober 2017 - 13:54 WIB

DPO Cabul Tak Kunjung Ditangkap, Kasat Reskrim Dinilai Lakukan Pembohongan Publik

Pasca dilantik sebagai Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Siantar, Selasa (16/5) lalu, AKP Restuadi dinilai telah melakukan pembohongan ...
Penjual Sabu Nangis Dipenjara 5 Tahun, Jaksa: Inilah yang Terakhir Kita Jumpa Ya!
Siantar 24 Jam - Kamis, 19 Oktober 2017 - 13:40 WIB

Penjual Sabu Nangis Dipenjara 5 Tahun, Jaksa: Inilah yang Terakhir Kita Jumpa Ya!

Andi Junaidi (39), menangis begitu mendengar vonis yang dijatuhkan majelis hakim Pengadilan Negeri Siantar, Rabu (18/10) sore kemarin. Jaksa Penuntut ...
Poyek Stadion Sang Naualuh Bau Kolusi
Metro 24 Jam - Kamis, 19 Oktober 2017 - 13:31 WIB

Poyek Stadion Sang Naualuh Bau Kolusi

Pelaksanaan proyek revitalisasi Stadion Sang Nauluh di Kelurahan Asuhan, Kecamatan Siantar Timur yang dikerjakan PT Duta Sumatera Perkasa yang bermarkas ...
Aspol Pasar Merah Medan jadi Lautan Api, 3 Rumah Polisi Ludes Terbakar
Metro 24 Jam - Kamis, 19 Oktober 2017 - 13:25 WIB

Aspol Pasar Merah Medan jadi Lautan Api, 3 Rumah Polisi Ludes Terbakar

Tiga unit rumah di Komplek Asrama Polisi (Aspol) Jl Pasar Merah, Kelurahan Binjai, Kecamatan Medan Denai, ludes terbakar, Rabu (18/10) ...