Kamis, 19 Oktober 2017 | 14.23 WIB
Metro24Jam>News>Siantar 24 Jam>Aniaya Siswa, 2 Guru Asisi Terancam Penjara

Aniaya Siswa, 2 Guru Asisi Terancam Penjara

Sabtu, 2 September 2017 - 12:22 WIB

IMG-39293

SMA swasta Asisi. (Rudi/metro24jam.com)

SIMALUNGUN, metro24jam.com – Kasus penganiayaan yang dilakukan 2 orang guru SMA Swasta Asisi, Jalan Asahan, Km 5, Nagori Sejahtera, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, terhadap salah seorang siswanya, SDHP (16), berbuntut panjang.

Raja Purba, ayah kandung SDHP memilih melaporkan kedua oknum guru tersebut ke Polsek Bangun. Dengan harapan, Polsek Bangun meringkus kedua oknum guru tersebut.

“Sudah kami laporkan ke Polsek Bangun. Yang hari Minggu itu kami laporkan 2 gurunya yang memukul anakku. Kalau aku berharap, ditangkap langsung 2 guru itu,” ucap Raja, Jumat (1/9) jam 16.30 wib.

Diapun menegaskan, laporan terhadap 2 guru SMA tersebut, E Purba dan marga Munthe ke polisi atas nama dirinya. “Kalau laporannya atas namaku. Dan sudah diterima Polsek Bangun,” ujarnya.

Dia menyebutkan, berujungnya kasus itu ke ranah hukum, karena selama ini tidak ada i’tikad baik dari SMA Swasta Asisi dan kedua oknum guru tersebut. “Mulai dari kejadian itu, kemudian dilaporkan. Sampai sekarang belum ada itikad baiknya. Satu orang dari 2 guru yang ikut memukul. Sebagai guru olahraga,” jelas Raja yang tinggal di Parluasan, Kecamatan Siantar Utara, Kota Siantar.

Dia mengatakan, aksi penganiayaan yang dilakukan kedua oknum guru tersebut, memberi efek negatif bagi anaknya. “Dengkulnya sebelah kiri bergeser,” sesalnya.

Bahkan, sambungnya, bagian belakang kepala mengalami bengkak dan memar. Selain itu, aksi balbal tersebut juga membuat SDHP mengalami trauma. “Makanya, belum diperiksa Polisi anakku. Sudah dibawa anak ku ke Polsek. Tapi, masih takut-takut,” katanya.

Seorang penyidik Polsek Bangun ketika ditanya berrencana memeriksa saksi-saksi dan kedua guru. “Iya. Rencana periksa saksi dulu. Langsung ke Kapolsek saja,” ujarnya.

Kasubbag Humas, AKP J Sinaga juga menyarankan hal serupa. “Langsung saja ke Kapolsek ya,” katanya. Diberitakan sebelumnya, kekerasan terhadap murid terjadi di Kabupaten Simalungun. Seorang murid kelas I atau X SMA Swasta Asisi, SDHP (16), dibalbal 2 oknum guru dari sekolah tersebut.

Ceritanya, siang itu di sela aktivitas kerja bakti para murid SMA Asisi kerja bakti. Antara SDHP dengan temannya bermarga Malau bertengkar mulut. “Waktu bertengkar itu disiram anakku pake air,” jelas Raja menirukan cerita anaknya.

Usai kerja bakti. SDHP mendatangi temannya bermarga Malau tersebut sembari mendorong kepalanya. Karena, tak terima. temannya marga Malau yang langsung pergi usai kepalanya didorong, kembali datang.

Namun, kala itu bukan seorang diri. Melainkan, bersama keempat temannya dan juga sesama murid. “Mungkin, lawannya marga Malau murid situ juga gak senang, makanya didatangi lagi anakku. Dibawa kawannya,” paparnya.

Selanjutnya, adu jotos antara SDHP dengan sesama murid marga Malau sempat terjadi tak jauh dari teacher office (kantor guru). Kemudian, seorang guru bermarga Munthe datang untuk melerai. “Pas berkelahi datang gurunya marga Munthe,” sebut Raja.

Ironisnya, oknum guru tersebut melerai perkelahian justru dengan cara mencekik leher dan menarik, SDHP menuju ruang guru. “Melerai tapi sambil mencekik dan ditarik ke ruang guru. Aturan kalau melerai jangan mencekik,” sesalnya.

Sesampainya di ruang guru. SDHP, bukannya mendapatkan nasehat agar tak lagi berkelahi. Namun, dihajar seorang guru lainnya bermarga Purba. “Marga Purba itu guru olah raga. Lucunya, hanya anak ku yang dibawa ke ruang guru. Lawannya tidak,” katanya.

Selain itu, pihak SMA Asisi sempat berbelit. Awalnya, ketika memberitahukan melalui telepon terdengar mendesak. Bahkan, pihak SMA Asisi belum menunjukan itikad baik dan kepedulian terhadap kondisi fisik, SDHP.

Tapi, pas sudah mau jalan menuju sekolah dari Siantar. Ditelepon lagi, bilang anak ku sudah pulang. Sempat penasaran. Rupanya, setelah ditelepon dari rumah, karena dengkul anak ku sudah bergeser dihajar dua gurunya. Sampai sekarang belum ada itikad baik,” ujarnya. (ga)

BACA JUGA:
Dikeroyok 2 Guru, Dengkul Anak SMA Bergeser


Loading...
KOMENTAR ANDA
Berita Terkini Lainnya
Lapak, Meja & Rak Hilang, Pedagang Siap Melapor ke Polisi
Siantar 24 Jam - Kamis, 19 Oktober 2017 - 14:22 WIB

Lapak, Meja & Rak Hilang, Pedagang Siap Melapor ke Polisi

Pasangan suami istri (pasutri) Yunus Siburian dan Elna boru Turnip geram dengan tindak-tanduk Perusahaan Daerah Pasar Horas Jaya (PD PHJ) ...
4 Parpol di Siantar Belum Sesuai Sipol
Siantar 24 Jam - Kamis, 19 Oktober 2017 - 14:14 WIB

4 Parpol di Siantar Belum Sesuai Sipol

KPUD Siantar perpanjang pendaftaran partai politik (parpol) kepesertaan Pemilu 2019 hingga 17 Oktober 2017, sesuai Surat Edaran KPU RI nomor ...
Palak Pedagang Boneka, Preman Kampung Digaruk Polisi
Metro 24 Jam - Kamis, 19 Oktober 2017 - 14:11 WIB

Palak Pedagang Boneka, Preman Kampung Digaruk Polisi

Warga Jalan Umum Perbatasan, Desa Bakaran Batu, Kecamatan Lubuk Pakam mendadak heboh. Pasalnya, personel Sat Reskrim Polres Deliserdang tiba-tiba meringkus ...
DPO Cabul Tak Kunjung Ditangkap, Kasat Reskrim Dinilai Lakukan Pembohongan Publik
Siantar 24 Jam - Kamis, 19 Oktober 2017 - 13:54 WIB

DPO Cabul Tak Kunjung Ditangkap, Kasat Reskrim Dinilai Lakukan Pembohongan Publik

Pasca dilantik sebagai Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Siantar, Selasa (16/5) lalu, AKP Restuadi dinilai telah melakukan pembohongan ...
Penjual Sabu Nangis Dipenjara 5 Tahun, Jaksa: Inilah yang Terakhir Kita Jumpa Ya!
Siantar 24 Jam - Kamis, 19 Oktober 2017 - 13:40 WIB

Penjual Sabu Nangis Dipenjara 5 Tahun, Jaksa: Inilah yang Terakhir Kita Jumpa Ya!

Andi Junaidi (39), menangis begitu mendengar vonis yang dijatuhkan majelis hakim Pengadilan Negeri Siantar, Rabu (18/10) sore kemarin. Jaksa Penuntut ...
Poyek Stadion Sang Naualuh Bau Kolusi
Metro 24 Jam - Kamis, 19 Oktober 2017 - 13:31 WIB

Poyek Stadion Sang Naualuh Bau Kolusi

Pelaksanaan proyek revitalisasi Stadion Sang Nauluh di Kelurahan Asuhan, Kecamatan Siantar Timur yang dikerjakan PT Duta Sumatera Perkasa yang bermarkas ...