Kamis, 19 Oktober 2017 | 14.27 WIB
Metro24Jam>News>Siantar 24 Jam>Perusakan Hutan Simalungun Makin Marak, Polisi Jangan ‘Main Mata’

Perusakan Hutan Simalungun Makin Marak, Polisi Jangan ‘Main Mata’

Sabtu, 12 Agustus 2017 - 14:47 WIB

IMG-38193

Barang bukti yang berhasil disita. (Eno/metro24jam.com)

SIMALUNGUN, metro24jam.com – Sebulan terakhir, perusakan kawasan hutan di Simalungun semakin merajalela. Setelah sebelumnya terjadi di Hutan Sipiso-piso, Nagori Sinar Naga Mariah, Kecamatan Pamatang Silimahuta, kini sudah beranjak ke Hutan Lindung Simacik II, Nagori Panribuan, Kecamatan Dolok Silau, Kabupaten Simalungun.

Di Hutan Lindung Simacik II, empat orang pelaku berhasil ditangkap Polsek Dolok Silau Rabu (9/8) malam dan diserahkan ke Polres Simalungun, Kamis (10/8) malam.

Para pelaku sedang diperiksa. (Eno/metro24jam.com)

Keempat pelaku, warga Nagori Panribuan, Kecamatan Dolok Silau itu adalah, Adventus Nainggolan (39) sebagai tukang chainsaw penebang kayu, Eman (17) sebagai kernet, penyiram oli ke chainsaw, Reno (48) dan Begin Tarigan (41) yang keduanya sebagai pelangsir kayu yang sudah diolah menjadi papan dan broti ke pinggir jalan.

Barang bukti yang diamankan adalah 50 lembar papan ukuran 3/4 inci (tigasuku), 20 batang kayu olahan ukuran 2×3 incidan satu unit mesin chainsaw.

Awalnya, Rabu (9/8 2017) sekitar pukul 14.00 Wib, pelapor Aiptu Hefrianto Ginting SH (40), anggota Polsek Dolok Silau bersama Bripka Alvine Sitepu (33), Sakeus Tarigan (34 ) selaku Kabid Lingkungan Hidup dan sejumlah saksi lain dari Ormas Bara JP Simalungun serta Sumut berangkat ke wilayah Hutan Simacik 2 karena diduga ada kebakaran hutan.

Sesampainya di wilayah hutan tersebut sekira jam 15.30 Wib menemukan empat orang tersebut sedang menebang pohon menggunakan chainshaw dan melangsir kayu pinus diduga masuk dalam kawasan hutan. Lalu pelapor dan para saksi langsung mengamankan para pelaku serta barang bukti ke Polsek Dolok Silau untuk diproses sesuai hukum yang berlaku.

Pihak Polsek Dolok Silau bersama Unit Idik II Sat Reskrim serta Mahendra Sipayung SH dari UPT Kesatuan Pengelolaan Kawasan Hutan Wil 2 melakukan cek lokasi penebangan kayu di daerah Nagori Dolok Panribuan Kecamatan Dolok Silau. Hasilnya, ditemukan lokasi penebangan kayu tersebut masuk kawasan hutan.

Selanjutnya, Kamis (10/8), sekira jam 20.00 Wib, keempat pelaku dan barang bukti diserahkan kepada Satuan Reskrim Polres Simalungun.

Kapolsek Dolok Silau, AKP Hilton Marpaung membenarkan penangkapan tersebut dan para pelaku sudah diserahkan ke Ujit Tindak Pidana Tertentu Polres Simalungun. “Tanggal 9 kita tangkap, tanggal 10 kita gelar perkara bersama Dinas Kehutanan dan Unit Tipiter dan lahan yang dirusak itu merupakan hutan lindung,” tukasnya.

Terpisah, Kanit Tipiter Polres Simalungun, Ipda Panji Nugraha STK saat dikonfirmasi pada Jumat (11/8) jam 14.55 Wib membenarkan pelimpahan kasus ini dari Polsek Dolok Silau. “Sekarang masih kita periksa,” ujarnya singkat.

Sementara, perusakan hutan lindung Sipiso-piso, Nagori Sinar Naga Mariah, Kecamatan Pamatang Silimahuta sudah dilaporkan Dinas Kehutanan Sumatera Utara ke Mapolres Simalungun, Selasa (8/8) lalu.

Ceritanya, Selasa (13/6) masuk surat dari Pangulu Nagori Sinar Naga Mariah yang melaporkan bahwa di lokasi ada terjadi perambahan atau pengerusakan hutan oleh sekelompok masyarakat Simpang Bage, Nagori Sinar Naga Mariah, Kecamatan Pematang Silimahuta.

Kemudian, Jumat (16/6) sekira jam 12.30 Wib, pelapor beserta saksi-saksi turun ke TKP dan menemukan terjadi penebangan kayu Kaliandra sebanyak 50 batang. Bahkan, di lokasi ada plank bertuliskan “Tanah APL Milik Masyarakat Simpang Bage Sinar Naga Mariah”.

Melihat hal itu, pelapor kemudian menyampaikan kepada Dinas Kehutanan Sumut untuk menempuh jalur hukum.

Polisi Jangan Main Mata
Terkait dengan maraknya perusakan kawasan hutan dengan cara menenbang kayu secara illegal dibenarkan anggota DPRD Simalungun dari Komisi I yang khusus menangani masalah hutan. “Memang, setelah kewenangan masalah hutan diambil alih provinsi dari kabupaten, pengawasan menjadi lemah,” katanya.

Untuk itu, kewenangan dimaksud perlu dikaji ulang atau dikembalikan kepada Pemkab yang lebih mengetahui bagaimana kondisi kawasan hutan di daerahnya. “Kalau ditangani provinsi pengawasannya tentu jadi longgar,” kata Bernhard.

Kemudian, terkait dengan maraknya penebangan hutan atau illegal loging yang sudah ditangani Kepolisian harus transparan. “Kita berharap supaya Polisi tidak main mata dengan para penebang kayu,” kata politisi Partai Nasdem itu.

Kemudian, para pelaku diberi sanksi KUHP tentang pencurian, UU No 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan dan UU No 32 Tahun 2009 tentang Lingkungan Hidup. “Sanksinya, selain dikenakan hukuman kurungan juga dikenakan denda,” jelas Bernhard.

Lebih lanjut dikatakan paska revisi SK Menhut No44 Tahun 2005 menjadi SK 579 tahun 2014, soal titik kordinat kawasan hutan juga tak jelas. Sehingga, Kementerian Badan Pemantapan Kawasan Hutan dan Balai Penyuluhan Hukum sebagai perpanjangan tangan Kementerian Kehutanan Wilayah I diminta memperjelas soal titik koordinat atau tapal batas kawasan hutan.

“Dalam waktu dekat, kita minta supaya perusakan kawasan hutan di Simalungun menjadi salah satu agenda pembahasan Komisi I, DPRD Simalungun,” ungkap Bernhard. (Eno)


Loading...
KOMENTAR ANDA
Berita Terkini Lainnya
Lapak, Meja & Rak Hilang, Pedagang Siap Melapor ke Polisi
Siantar 24 Jam - Kamis, 19 Oktober 2017 - 14:22 WIB

Lapak, Meja & Rak Hilang, Pedagang Siap Melapor ke Polisi

Pasangan suami istri (pasutri) Yunus Siburian dan Elna boru Turnip geram dengan tindak-tanduk Perusahaan Daerah Pasar Horas Jaya (PD PHJ) ...
4 Parpol di Siantar Belum Sesuai Sipol
Siantar 24 Jam - Kamis, 19 Oktober 2017 - 14:14 WIB

4 Parpol di Siantar Belum Sesuai Sipol

KPUD Siantar perpanjang pendaftaran partai politik (parpol) kepesertaan Pemilu 2019 hingga 17 Oktober 2017, sesuai Surat Edaran KPU RI nomor ...
Palak Pedagang Boneka, Preman Kampung Digaruk Polisi
Metro 24 Jam - Kamis, 19 Oktober 2017 - 14:11 WIB

Palak Pedagang Boneka, Preman Kampung Digaruk Polisi

Warga Jalan Umum Perbatasan, Desa Bakaran Batu, Kecamatan Lubuk Pakam mendadak heboh. Pasalnya, personel Sat Reskrim Polres Deliserdang tiba-tiba meringkus ...
DPO Cabul Tak Kunjung Ditangkap, Kasat Reskrim Dinilai Lakukan Pembohongan Publik
Siantar 24 Jam - Kamis, 19 Oktober 2017 - 13:54 WIB

DPO Cabul Tak Kunjung Ditangkap, Kasat Reskrim Dinilai Lakukan Pembohongan Publik

Pasca dilantik sebagai Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Siantar, Selasa (16/5) lalu, AKP Restuadi dinilai telah melakukan pembohongan ...
Penjual Sabu Nangis Dipenjara 5 Tahun, Jaksa: Inilah yang Terakhir Kita Jumpa Ya!
Siantar 24 Jam - Kamis, 19 Oktober 2017 - 13:40 WIB

Penjual Sabu Nangis Dipenjara 5 Tahun, Jaksa: Inilah yang Terakhir Kita Jumpa Ya!

Andi Junaidi (39), menangis begitu mendengar vonis yang dijatuhkan majelis hakim Pengadilan Negeri Siantar, Rabu (18/10) sore kemarin. Jaksa Penuntut ...
Poyek Stadion Sang Naualuh Bau Kolusi
Metro 24 Jam - Kamis, 19 Oktober 2017 - 13:31 WIB

Poyek Stadion Sang Naualuh Bau Kolusi

Pelaksanaan proyek revitalisasi Stadion Sang Nauluh di Kelurahan Asuhan, Kecamatan Siantar Timur yang dikerjakan PT Duta Sumatera Perkasa yang bermarkas ...