Minggu, 18 Februari 2018 | 12.22 WIB
Metro24Jam>News>Siantar 24 Jam>Perusakan Hutan Simalungun Makin Marak, Polisi Jangan ‘Main Mata’

Perusakan Hutan Simalungun Makin Marak, Polisi Jangan ‘Main Mata’

Sabtu, 12 Agustus 2017 - 14:47 WIB

IMG-38193

Barang bukti yang berhasil disita. (Eno/metro24jam.com)

SIMALUNGUN, metro24jam.com – Sebulan terakhir, perusakan kawasan hutan di Simalungun semakin merajalela. Setelah sebelumnya terjadi di Hutan Sipiso-piso, Nagori Sinar Naga Mariah, Kecamatan Pamatang Silimahuta, kini sudah beranjak ke Hutan Lindung Simacik II, Nagori Panribuan, Kecamatan Dolok Silau, Kabupaten Simalungun.

Di Hutan Lindung Simacik II, empat orang pelaku berhasil ditangkap Polsek Dolok Silau Rabu (9/8) malam dan diserahkan ke Polres Simalungun, Kamis (10/8) malam.

Para pelaku sedang diperiksa. (Eno/metro24jam.com)

Keempat pelaku, warga Nagori Panribuan, Kecamatan Dolok Silau itu adalah, Adventus Nainggolan (39) sebagai tukang chainsaw penebang kayu, Eman (17) sebagai kernet, penyiram oli ke chainsaw, Reno (48) dan Begin Tarigan (41) yang keduanya sebagai pelangsir kayu yang sudah diolah menjadi papan dan broti ke pinggir jalan.

Barang bukti yang diamankan adalah 50 lembar papan ukuran 3/4 inci (tigasuku), 20 batang kayu olahan ukuran 2×3 incidan satu unit mesin chainsaw.

Awalnya, Rabu (9/8 2017) sekitar pukul 14.00 Wib, pelapor Aiptu Hefrianto Ginting SH (40), anggota Polsek Dolok Silau bersama Bripka Alvine Sitepu (33), Sakeus Tarigan (34 ) selaku Kabid Lingkungan Hidup dan sejumlah saksi lain dari Ormas Bara JP Simalungun serta Sumut berangkat ke wilayah Hutan Simacik 2 karena diduga ada kebakaran hutan.

Sesampainya di wilayah hutan tersebut sekira jam 15.30 Wib menemukan empat orang tersebut sedang menebang pohon menggunakan chainshaw dan melangsir kayu pinus diduga masuk dalam kawasan hutan. Lalu pelapor dan para saksi langsung mengamankan para pelaku serta barang bukti ke Polsek Dolok Silau untuk diproses sesuai hukum yang berlaku.

Pihak Polsek Dolok Silau bersama Unit Idik II Sat Reskrim serta Mahendra Sipayung SH dari UPT Kesatuan Pengelolaan Kawasan Hutan Wil 2 melakukan cek lokasi penebangan kayu di daerah Nagori Dolok Panribuan Kecamatan Dolok Silau. Hasilnya, ditemukan lokasi penebangan kayu tersebut masuk kawasan hutan.

Selanjutnya, Kamis (10/8), sekira jam 20.00 Wib, keempat pelaku dan barang bukti diserahkan kepada Satuan Reskrim Polres Simalungun.

Kapolsek Dolok Silau, AKP Hilton Marpaung membenarkan penangkapan tersebut dan para pelaku sudah diserahkan ke Ujit Tindak Pidana Tertentu Polres Simalungun. “Tanggal 9 kita tangkap, tanggal 10 kita gelar perkara bersama Dinas Kehutanan dan Unit Tipiter dan lahan yang dirusak itu merupakan hutan lindung,” tukasnya.

Terpisah, Kanit Tipiter Polres Simalungun, Ipda Panji Nugraha STK saat dikonfirmasi pada Jumat (11/8) jam 14.55 Wib membenarkan pelimpahan kasus ini dari Polsek Dolok Silau. “Sekarang masih kita periksa,” ujarnya singkat.

Sementara, perusakan hutan lindung Sipiso-piso, Nagori Sinar Naga Mariah, Kecamatan Pamatang Silimahuta sudah dilaporkan Dinas Kehutanan Sumatera Utara ke Mapolres Simalungun, Selasa (8/8) lalu.

Ceritanya, Selasa (13/6) masuk surat dari Pangulu Nagori Sinar Naga Mariah yang melaporkan bahwa di lokasi ada terjadi perambahan atau pengerusakan hutan oleh sekelompok masyarakat Simpang Bage, Nagori Sinar Naga Mariah, Kecamatan Pematang Silimahuta.

Kemudian, Jumat (16/6) sekira jam 12.30 Wib, pelapor beserta saksi-saksi turun ke TKP dan menemukan terjadi penebangan kayu Kaliandra sebanyak 50 batang. Bahkan, di lokasi ada plank bertuliskan “Tanah APL Milik Masyarakat Simpang Bage Sinar Naga Mariah”.

Melihat hal itu, pelapor kemudian menyampaikan kepada Dinas Kehutanan Sumut untuk menempuh jalur hukum.

Polisi Jangan Main Mata
Terkait dengan maraknya perusakan kawasan hutan dengan cara menenbang kayu secara illegal dibenarkan anggota DPRD Simalungun dari Komisi I yang khusus menangani masalah hutan. “Memang, setelah kewenangan masalah hutan diambil alih provinsi dari kabupaten, pengawasan menjadi lemah,” katanya.

Untuk itu, kewenangan dimaksud perlu dikaji ulang atau dikembalikan kepada Pemkab yang lebih mengetahui bagaimana kondisi kawasan hutan di daerahnya. “Kalau ditangani provinsi pengawasannya tentu jadi longgar,” kata Bernhard.

Kemudian, terkait dengan maraknya penebangan hutan atau illegal loging yang sudah ditangani Kepolisian harus transparan. “Kita berharap supaya Polisi tidak main mata dengan para penebang kayu,” kata politisi Partai Nasdem itu.

Kemudian, para pelaku diberi sanksi KUHP tentang pencurian, UU No 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan dan UU No 32 Tahun 2009 tentang Lingkungan Hidup. “Sanksinya, selain dikenakan hukuman kurungan juga dikenakan denda,” jelas Bernhard.

Lebih lanjut dikatakan paska revisi SK Menhut No44 Tahun 2005 menjadi SK 579 tahun 2014, soal titik kordinat kawasan hutan juga tak jelas. Sehingga, Kementerian Badan Pemantapan Kawasan Hutan dan Balai Penyuluhan Hukum sebagai perpanjangan tangan Kementerian Kehutanan Wilayah I diminta memperjelas soal titik koordinat atau tapal batas kawasan hutan.

“Dalam waktu dekat, kita minta supaya perusakan kawasan hutan di Simalungun menjadi salah satu agenda pembahasan Komisi I, DPRD Simalungun,” ungkap Bernhard. (Eno)


Loading...
KOMENTAR ANDA
Berita Terkini Lainnya
Perempuan Sergai Taklukkan Puncak Tertinggi Amerika Selatan
Metro 24 Jam - Minggu, 18 Februari 2018 - 11:52 WIB

Perempuan Sergai Taklukkan Puncak Tertinggi Amerika Selatan

Seorang putri Indonesia asal Serdang Bedagai berhasil menaklukkan puncak Gunung Aconcagua di provinsi Mendoza, Argentina, yang memiliki ketinggian 6.962 meter ...
Poldasu Grebek Gudang Sawit Milik Oknum Dewan Simalungun, Puluhan Orang Diamankan
Siantar 24 Jam - Minggu, 18 Februari 2018 - 11:20 WIB

Poldasu Grebek Gudang Sawit Milik Oknum Dewan Simalungun, Puluhan Orang Diamankan

Sepasukan personel Ditreskrimsus dibantu personel Brimob Poldasu, menggerebek gudang penimbunan Tandan Buah Sawit (TBS) di Nagori Baja Dolok dan Kecamatan ...
Setengah Tahun Buron, Residivis Kasus Pencurian Ditangkap
Metro 24 Jam - Minggu, 18 Februari 2018 - 11:04 WIB

Setengah Tahun Buron, Residivis Kasus Pencurian Ditangkap

Berakhir sudah aksi pelarian Dwi Suhatmoko (37). Setelah buron selama setengah tahun lebih, pria yang tinggal di Jalan Dwikora, Kelurahan ...
Curi Kotak Infaq, Penyabu Digiring ke Polsek
- Minggu, 18 Februari 2018 - 10:57 WIB

Curi Kotak Infaq, Penyabu Digiring ke Polsek

Seorang pencuri kotak infaq diamankan polisi usai kepergok warga dan pengurus mesjid saat beraksi di Masjid Ali Imran, Dusun 10, ...
Kepergok Curi Kreta, Feri Bengkak-bengkak Dihajar Massa
Metro 24 Jam - Minggu, 18 Februari 2018 - 10:51 WIB

Kepergok Curi Kreta, Feri Bengkak-bengkak Dihajar Massa

Wajah Feri Efendi Pane (30), warga Jalan Mesjid, dekat Asrama Zipur, bengkak-bengkak dihajar massa usai kepergok mencuri kreta di Jalan ...
Cabuli Siswi SMA, Guru Honor Ditangkap dan Terancam Dipecat
Metro 24 Jam - Minggu, 18 Februari 2018 - 10:38 WIB

Cabuli Siswi SMA, Guru Honor Ditangkap dan Terancam Dipecat

Syahrul Huda (29) warga Simpang Roda, Desa Sei Buluh, Kecamatan Teluk Mengkudu, Sergai ditangkap Sat Reksrim Polres Sergai atas kasus ...