Kamis, 19 Oktober 2017 | 14.26 WIB
Metro24Jam>News>Siantar 24 Jam>Debt Collector Tarik Paksa Mobil Kredit, ADMF Siantar Disomasi

Debt Collector Tarik Paksa Mobil Kredit, ADMF Siantar Disomasi

Sabtu, 12 Agustus 2017 - 14:36 WIB

IMG-38191

Kantor ADMF Siantar. (Jonathan/metro24jam.com)

SIANTAR, metro24jam.com – Tindakan debt collector utusan PT Adira Dinamika Multi Finance (ADMF) Jalan Asahan Komplek Mega Land, Kota Siantar, yang melakukan sita paksa mobil atas nama Simson Sijabat (44), warga Huta III Waringin, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun, akhirnya berujung somasi kepada pihak perusahaan.

Hal ini dikatakan Simson melalui kuasa hukumnya, Sepriandi Saragih SH, Jumat (11/8) siang. Ia mengatakan, jika kliennya telah membayar kredit selama 31 bulan dan hanya menyisakan 17 bulan lagi untuk pelunasan kredit yang akan dibayar kliennya.

“Kita sudah melayangkan somasi ke pihak Adira Finance Kota Siantar di Jalan Sangnaualuh, Komplek Megaland, bahwasannya mobil klien kami ditarik di kediamannya, Kamis (27/7) lalu, dengan unsur paksaan serta melawan hukum,” katanya saat menyambangi Polres Siantar.

Sepriandi mengatakan jika yang menarik mobil Daihatsu Grandmax Pick Up hitam BK 8360 TP milik kliennya tersebut adalah debt colector PT ADMF.

“Yang menarik mobil Daihatsu Pick Up BK 8360 TP milik klien kami ini yakni debt collector PT Adira dan mereka juga mengintimidasi istri klien kami untuk menyerahkan mobil itu segera,” ucapnya.

Dikatakannya, perbuatan debt collector PT Adira itu telah melawan hukum, karena melakukan penarikan atau penyitaan tanpa adanya penetapan dari pengadilan. Dijelaskannya, yang berhak mengeksekusi hasil penetapan tersebut adalah pihak kepolisian, bukan pihak leasing sebagaimana tertuang dalam Pasal 7 UU No 48 tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman dan Peraturan Kapolri No 8 tahun 2012.

“Diindikasi, PT Adira sudah melawan hukum sebagaimana tertulis di UU dan Peraturan Kapolri (Perkap) serta bekerja tidak sesuai prosedural. Penarikan tanpa prosedural ini bisa menjadi tindak pidana pencurian dengan pemberatan sebagaimana diatur dalam pasal 365 KHUPidana,” kata Sepriandi.

Padahal selama ini, Simson Sijabat dikatakan selalu taat membayar dan sudah 31 bulan dibayar kreditnya. “Tinggal 17 bulan lagi. Ini belum terbayarkan karena usaha dagangannya merosot belakangan ini,” terang Sepri.

Dalam surat somasi yang dilayangkannya ke PT Adira Dinamika Multi Finance Kota Siantar tertanggal 10 Agustus 2017, bahwa keluarga kliennya juga mengalami rasa ketakutan dan trauma atas sikap serta tindakan dari debt collector pihak leasing tersebut.

“Tanggal 9 Agustus, klien kami pernah datang dengan niat baik-baik ke kantor Adira untuk mempertanyakan hal apa yang perlu dilakukan agar mobilnya bisa dikembalikan sampai negosiasi untuk meminta keringanan pembayaran. Namun, usaha itu sia-sia dan malah pihak Adira terkesan tidak menghargai klien kami dan mempertunjukkan sikap mempersulit,” katanya.

Ia pun menduga, jika pihak leasing telah mengalihkan mobil milik kliennya, serta somasi yang sudah dilayangkan agar ditanggapi oleh pihak leasing tersebut.

Sepriandi menduga pihak PT Adira Finance telah menyembunyikan atau malah sudah mengalihkan mobil tersebut. Sehingga, pihak leasing diminta menanggapi somasi paling lama 2×24 jam hari kerja untuk mengembalikan mobil dimaksud. Apabila tidak ditanggapi, akan segera dilaporkan kepada Polres Simalungun.

“Besok atau hari Senin paling lama akan kita laporkan ke Polres Simalungun,” tegasnya.

Terpisah, pihak PT Adira Finance Kota Siantar saat disambangi wartawan di kantornya belum dapat ditemui. Salah seorang Satpam dan Admin mengatakan, pimpinan mereka sedang tidak berada di kantor.

Saat seorang Admin menghubungi seorang pimpinan mereka yang diketahui bernama Kurnia yang menjabat sebagai HR Head mengatakan agar esok hari wartawan bertemu langsung dengannya karena sedang berada di luar kota. (Jo)


Loading...
KOMENTAR ANDA
Berita Terkini Lainnya
Lapak, Meja & Rak Hilang, Pedagang Siap Melapor ke Polisi
Siantar 24 Jam - Kamis, 19 Oktober 2017 - 14:22 WIB

Lapak, Meja & Rak Hilang, Pedagang Siap Melapor ke Polisi

Pasangan suami istri (pasutri) Yunus Siburian dan Elna boru Turnip geram dengan tindak-tanduk Perusahaan Daerah Pasar Horas Jaya (PD PHJ) ...
4 Parpol di Siantar Belum Sesuai Sipol
Siantar 24 Jam - Kamis, 19 Oktober 2017 - 14:14 WIB

4 Parpol di Siantar Belum Sesuai Sipol

KPUD Siantar perpanjang pendaftaran partai politik (parpol) kepesertaan Pemilu 2019 hingga 17 Oktober 2017, sesuai Surat Edaran KPU RI nomor ...
Palak Pedagang Boneka, Preman Kampung Digaruk Polisi
Metro 24 Jam - Kamis, 19 Oktober 2017 - 14:11 WIB

Palak Pedagang Boneka, Preman Kampung Digaruk Polisi

Warga Jalan Umum Perbatasan, Desa Bakaran Batu, Kecamatan Lubuk Pakam mendadak heboh. Pasalnya, personel Sat Reskrim Polres Deliserdang tiba-tiba meringkus ...
DPO Cabul Tak Kunjung Ditangkap, Kasat Reskrim Dinilai Lakukan Pembohongan Publik
Siantar 24 Jam - Kamis, 19 Oktober 2017 - 13:54 WIB

DPO Cabul Tak Kunjung Ditangkap, Kasat Reskrim Dinilai Lakukan Pembohongan Publik

Pasca dilantik sebagai Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Siantar, Selasa (16/5) lalu, AKP Restuadi dinilai telah melakukan pembohongan ...
Penjual Sabu Nangis Dipenjara 5 Tahun, Jaksa: Inilah yang Terakhir Kita Jumpa Ya!
Siantar 24 Jam - Kamis, 19 Oktober 2017 - 13:40 WIB

Penjual Sabu Nangis Dipenjara 5 Tahun, Jaksa: Inilah yang Terakhir Kita Jumpa Ya!

Andi Junaidi (39), menangis begitu mendengar vonis yang dijatuhkan majelis hakim Pengadilan Negeri Siantar, Rabu (18/10) sore kemarin. Jaksa Penuntut ...
Poyek Stadion Sang Naualuh Bau Kolusi
Metro 24 Jam - Kamis, 19 Oktober 2017 - 13:31 WIB

Poyek Stadion Sang Naualuh Bau Kolusi

Pelaksanaan proyek revitalisasi Stadion Sang Nauluh di Kelurahan Asuhan, Kecamatan Siantar Timur yang dikerjakan PT Duta Sumatera Perkasa yang bermarkas ...