Minggu, 18 Februari 2018 | 12.15 WIB
Metro24Jam>News>Metro 24 Jam>Tangan Penuh Luka Sayat, Song Jinbu Tewas, Leher Terjerat di Pohon Sawit

Tangan Penuh Luka Sayat, Song Jinbu Tewas, Leher Terjerat di Pohon Sawit

Jumat, 11 Agustus 2017 - 16:34 WIB

IMG-38153

LANGKAT, metro24jam.com – Dari kampungnya di Tanah Tiongkok, Song Jinbu (33) datang ke Langkat dan bekerja di PLTU Pangkalan Susu. Itu 2015. Setahun kemudian, dia menikahi gadis lokal dan kemarin (10/8) siang ditemukan tewas dengan terjerat pada sebatang pohon sawit. Belum diyakini tewas karena bunuh diri.

Song Jinbu semasa hidup. (ist/metro24jam.com)

Sejak menikahi Rika Sugiarti, Song Jinbu diketahui punya nama baru, yakni M Alwi. Bersama istri dan anak hasil perkawinannya dengan Rika, WNA asal RRC dengan nomor pasport: E61052210 dan visa: V6C099035 itu diketahui tinggal di Dusun III Desa Pintu Air, Kecamatan Pangkalan Susu, Langkat.

Temuan heboh kematian Song Jinbu kali pertama diketahui Amiruddin (49), warga Lingkungan VI Kelurahan Beras Basah, Pangkalan Susu.

Selain terjerat kaku, luka sayat juga ditemukan pada tangan kiri perantauan itu. Akibat luka itu, nadi Song Jinbu bahkan ditengarai putus. Guna otopsi atau untuk mengetahui biang kematiannya, dari lokasi penemuan polisi mengevakuasi jenazahnya ke RS Bhayangkari Polri di Medan.

Info dihimpun dari Mapolsek Pangkalan Susu menyebut, petaka pekerja dari Tiongkok ini berawal Selasa malam 8 Agustus lalu. Ceritanya, malam itu sekira pukul 9, Song Jinbu dan istrinya, Rika, pergi ke pasar malam di kawasan Jalan Lintas Pangkalan Brandan-Pangkalan Susu. Mereka mengendarai kereta.

Tak lama kemudian, sekitar jam 21.35 WIB, mereka pulang ke rumah di Dusun III Desa Pintu Air. Namun di tengah perjalanan, ban motor mereka bocor. Rika lalu menempel ban kereta di kawasan Jalan Lintas Brandan-Pangkalan Susu, persisnya di Kelurahan Beras Basah, Pangkalan Susu.

Sementara Song Jinbu menunggu di pinggir Jalan Tanjung Pasir Panton, Desa Sei Siur, Pangkalan Susu. Sampai di sini, belum diketahui mengapa Pasutri itu berpisah. Nah, sekira jam 21.55 wib, Rika yang telah selesai menempel ban motornya lalu menjemputnya suaminya. Tapi Song Jinbu tak ditemukan di lokasi penungguannya itu.

Lewat HP, Rika lalu mengontak suaminya. Lewat kontak telepon itu, Song Jinbu dilaporkan menangis saat bercerita pada istrinya. Dia malah mengaku tak tahu di mana keberadaannya. Tersesat? Cici, warga yang ditemukan Rika saat sibuk mencari suaminya, malam itu mengaku melihat seorang laki dengan ciri mirip Song Jinbu.

Menurutnya, laki itu ditemukan berjalan kaki seorang diri di Jalan Lintas Pangkalan Brandan-Pangkalan Susu, persisnya di Kelurahan Beras Basah, Pangkalan Susu. Laki itu bahkan dilaporkan kembali melewati areal pasar malam yang sebelumnya didatangi Rika bersama Song Jinbu.

Karena tak ditemukan hingga pagi, Rabu siang 9 Agustus lalu, Rika pun melaporkan kisah suaminya hilang ke Mapolsek Pangkalan Susu.

“Setelah menerima laporan itu, kita langsung mencarinya dengan mencoba menelpon HP korban, namun tidak diangkat dan dibalas saat dihubungi maupun di-SMS,” ujar Kapolsek Pangkalan Susu AKP Bambang P seusai mendapat kabar: Song Jinbu ditemukan mati tergantung di areal kebun kelapa sawit, Bambang bercerita.

Sebelum ditemukan tewas, saat dikontak dan lewat bantuan teknologi BTS posisi Song Jinbu diketahui berada di kawasan Stabat, Langkat. Lokasi ini terbilang jauh dari kawasan penemuan mayat Song Jinbu.

“Kita mengecek melalui BTS dan HP nya masih hidup dan bahkan kembali lagi mencoba menelepon HP korban, namun tidak diangkat dan dibalas saat dihubungi maupun di SMS. Hingga akhirnya saya mendapat kabar dari anggota bahwa korban sudah ditemukan sama warga telah meninggal dunia tergantung di pohon sawit, dan lengan tangan kirinya mengalami luka sayat,” sambung Bambang.

Menikahi Rika pada 2016 dan kini dikaruniai seorang anak berusia 7 bulan, belum lama ini Song Jinbu diketahui pernah dirawat di RS Bunda Thamrin, Jl Gajah Mada, Medan.

“Tapi karena kata istrinya di rumah sakit itu tidak ada dokter spesialis untuk penyakit yang dialami suaminya, korban dibawa pulang dan dirawat di RS Pertamina, Pangkalan Brandan. Di rumah sakit itu, korban yang kabarnya mengidap sakit demam dan susah buang air kecil sempat dirawat selama 1 malam,” tandas Bambang. Hingga kemarin polisi masih menyelidiki motif kematian pekerja imigran itu. (die)


Loading...
KOMENTAR ANDA
Berita Terkini Lainnya
Perempuan Sergai Taklukkan Puncak Tertinggi Amerika Selatan
Metro 24 Jam - Minggu, 18 Februari 2018 - 11:52 WIB

Perempuan Sergai Taklukkan Puncak Tertinggi Amerika Selatan

Seorang putri Indonesia asal Serdang Bedagai berhasil menaklukkan puncak Gunung Aconcagua di provinsi Mendoza, Argentina, yang memiliki ketinggian 6.962 meter ...
Poldasu Grebek Gudang Sawit Milik Oknum Dewan Simalungun, Puluhan Orang Diamankan
Siantar 24 Jam - Minggu, 18 Februari 2018 - 11:20 WIB

Poldasu Grebek Gudang Sawit Milik Oknum Dewan Simalungun, Puluhan Orang Diamankan

Sepasukan personel Ditreskrimsus dibantu personel Brimob Poldasu, menggerebek gudang penimbunan Tandan Buah Sawit (TBS) di Nagori Baja Dolok dan Kecamatan ...
Setengah Tahun Buron, Residivis Kasus Pencurian Ditangkap
Metro 24 Jam - Minggu, 18 Februari 2018 - 11:04 WIB

Setengah Tahun Buron, Residivis Kasus Pencurian Ditangkap

Berakhir sudah aksi pelarian Dwi Suhatmoko (37). Setelah buron selama setengah tahun lebih, pria yang tinggal di Jalan Dwikora, Kelurahan ...
Curi Kotak Infaq, Penyabu Digiring ke Polsek
- Minggu, 18 Februari 2018 - 10:57 WIB

Curi Kotak Infaq, Penyabu Digiring ke Polsek

Seorang pencuri kotak infaq diamankan polisi usai kepergok warga dan pengurus mesjid saat beraksi di Masjid Ali Imran, Dusun 10, ...
Kepergok Curi Kreta, Feri Bengkak-bengkak Dihajar Massa
Metro 24 Jam - Minggu, 18 Februari 2018 - 10:51 WIB

Kepergok Curi Kreta, Feri Bengkak-bengkak Dihajar Massa

Wajah Feri Efendi Pane (30), warga Jalan Mesjid, dekat Asrama Zipur, bengkak-bengkak dihajar massa usai kepergok mencuri kreta di Jalan ...
Cabuli Siswi SMA, Guru Honor Ditangkap dan Terancam Dipecat
Metro 24 Jam - Minggu, 18 Februari 2018 - 10:38 WIB

Cabuli Siswi SMA, Guru Honor Ditangkap dan Terancam Dipecat

Syahrul Huda (29) warga Simpang Roda, Desa Sei Buluh, Kecamatan Teluk Mengkudu, Sergai ditangkap Sat Reksrim Polres Sergai atas kasus ...