Sabtu, 19 Agustus 2017 | 08.30 WIB
Metro24Jam>News>Metro 24 Jam>Tangan Penuh Luka Sayat, Song Jinbu Tewas, Leher Terjerat di Pohon Sawit

Tangan Penuh Luka Sayat, Song Jinbu Tewas, Leher Terjerat di Pohon Sawit

Jumat, 11 Agustus 2017 - 16:34 WIB

IMG-38153

LANGKAT, metro24jam.com – Dari kampungnya di Tanah Tiongkok, Song Jinbu (33) datang ke Langkat dan bekerja di PLTU Pangkalan Susu. Itu 2015. Setahun kemudian, dia menikahi gadis lokal dan kemarin (10/8) siang ditemukan tewas dengan terjerat pada sebatang pohon sawit. Belum diyakini tewas karena bunuh diri.

Song Jinbu semasa hidup. (ist/metro24jam.com)

Sejak menikahi Rika Sugiarti, Song Jinbu diketahui punya nama baru, yakni M Alwi. Bersama istri dan anak hasil perkawinannya dengan Rika, WNA asal RRC dengan nomor pasport: E61052210 dan visa: V6C099035 itu diketahui tinggal di Dusun III Desa Pintu Air, Kecamatan Pangkalan Susu, Langkat.

Temuan heboh kematian Song Jinbu kali pertama diketahui Amiruddin (49), warga Lingkungan VI Kelurahan Beras Basah, Pangkalan Susu.

Selain terjerat kaku, luka sayat juga ditemukan pada tangan kiri perantauan itu. Akibat luka itu, nadi Song Jinbu bahkan ditengarai putus. Guna otopsi atau untuk mengetahui biang kematiannya, dari lokasi penemuan polisi mengevakuasi jenazahnya ke RS Bhayangkari Polri di Medan.

Info dihimpun dari Mapolsek Pangkalan Susu menyebut, petaka pekerja dari Tiongkok ini berawal Selasa malam 8 Agustus lalu. Ceritanya, malam itu sekira pukul 9, Song Jinbu dan istrinya, Rika, pergi ke pasar malam di kawasan Jalan Lintas Pangkalan Brandan-Pangkalan Susu. Mereka mengendarai kereta.

Tak lama kemudian, sekitar jam 21.35 WIB, mereka pulang ke rumah di Dusun III Desa Pintu Air. Namun di tengah perjalanan, ban motor mereka bocor. Rika lalu menempel ban kereta di kawasan Jalan Lintas Brandan-Pangkalan Susu, persisnya di Kelurahan Beras Basah, Pangkalan Susu.

Sementara Song Jinbu menunggu di pinggir Jalan Tanjung Pasir Panton, Desa Sei Siur, Pangkalan Susu. Sampai di sini, belum diketahui mengapa Pasutri itu berpisah. Nah, sekira jam 21.55 wib, Rika yang telah selesai menempel ban motornya lalu menjemputnya suaminya. Tapi Song Jinbu tak ditemukan di lokasi penungguannya itu.

Lewat HP, Rika lalu mengontak suaminya. Lewat kontak telepon itu, Song Jinbu dilaporkan menangis saat bercerita pada istrinya. Dia malah mengaku tak tahu di mana keberadaannya. Tersesat? Cici, warga yang ditemukan Rika saat sibuk mencari suaminya, malam itu mengaku melihat seorang laki dengan ciri mirip Song Jinbu.

Menurutnya, laki itu ditemukan berjalan kaki seorang diri di Jalan Lintas Pangkalan Brandan-Pangkalan Susu, persisnya di Kelurahan Beras Basah, Pangkalan Susu. Laki itu bahkan dilaporkan kembali melewati areal pasar malam yang sebelumnya didatangi Rika bersama Song Jinbu.

Karena tak ditemukan hingga pagi, Rabu siang 9 Agustus lalu, Rika pun melaporkan kisah suaminya hilang ke Mapolsek Pangkalan Susu.

“Setelah menerima laporan itu, kita langsung mencarinya dengan mencoba menelpon HP korban, namun tidak diangkat dan dibalas saat dihubungi maupun di-SMS,” ujar Kapolsek Pangkalan Susu AKP Bambang P seusai mendapat kabar: Song Jinbu ditemukan mati tergantung di areal kebun kelapa sawit, Bambang bercerita.

Sebelum ditemukan tewas, saat dikontak dan lewat bantuan teknologi BTS posisi Song Jinbu diketahui berada di kawasan Stabat, Langkat. Lokasi ini terbilang jauh dari kawasan penemuan mayat Song Jinbu.

“Kita mengecek melalui BTS dan HP nya masih hidup dan bahkan kembali lagi mencoba menelepon HP korban, namun tidak diangkat dan dibalas saat dihubungi maupun di SMS. Hingga akhirnya saya mendapat kabar dari anggota bahwa korban sudah ditemukan sama warga telah meninggal dunia tergantung di pohon sawit, dan lengan tangan kirinya mengalami luka sayat,” sambung Bambang.

Menikahi Rika pada 2016 dan kini dikaruniai seorang anak berusia 7 bulan, belum lama ini Song Jinbu diketahui pernah dirawat di RS Bunda Thamrin, Jl Gajah Mada, Medan.

“Tapi karena kata istrinya di rumah sakit itu tidak ada dokter spesialis untuk penyakit yang dialami suaminya, korban dibawa pulang dan dirawat di RS Pertamina, Pangkalan Brandan. Di rumah sakit itu, korban yang kabarnya mengidap sakit demam dan susah buang air kecil sempat dirawat selama 1 malam,” tandas Bambang. Hingga kemarin polisi masih menyelidiki motif kematian pekerja imigran itu. (die)


Loading...
KOMENTAR ANDA
Berita Terkini Lainnya
SDN 124390 Ikut Semarakkan HUT RI
Metro 24 Jam - Sabtu, 19 Agustus 2017 - 05:02 WIB

SDN 124390 Ikut Semarakkan HUT RI

Dalam pelaksanaan rangkaian menyemarakkan hari ulang tahun Republik Indonesia ke 72 tahun 2017, sejumlah masyarakat mulai dari tingkat kelurahan, kecamatan ...
Waspadai Jaringan ISIS di Indonesia
Metro 24 Jam - Sabtu, 19 Agustus 2017 - 04:43 WIB

Waspadai Jaringan ISIS di Indonesia

Pelaksanaan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Litbang pemetaan jaringan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) Indonesia dipimpin Pangdam I/BB ...
Unimed Wajibkan Mahasiswa Baru Ikuti Sosialisasi Akademik
Metro 24 Jam - Sabtu, 19 Agustus 2017 - 04:32 WIB

Unimed Wajibkan Mahasiswa Baru Ikuti Sosialisasi Akademik

Universitas Negeri Medan (Unimed) mewajibkan mahasiswa baru mengikuti sosialisasi peraturan akademik pada 18 sampai 19 Agustus 2017 di Gedung ...
Rektor UMSU: HUT Ke- 72 RI  Momen Kerja Keras
Metro 24 Jam - Sabtu, 19 Agustus 2017 - 04:25 WIB

Rektor UMSU: HUT Ke- 72 RI Momen Kerja Keras

Rektor Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Dr Agussani, MAP menjadi Inspektur Upacara (Irup) pada Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan ...
Peringatan HUT Kemerdekaan RI Ke 72 di Kanwil Kemenagsu  Khidmat
Metro 24 Jam - Sabtu, 19 Agustus 2017 - 04:15 WIB

Peringatan HUT Kemerdekaan RI Ke 72 di Kanwil Kemenagsu Khidmat

Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 72 Kemerdekaan RI di Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara berlangsung ...
Diotaki Pangulu, Hutan Sibatuloteng Dirambah
Siantar 24 Jam - Selasa, 15 Agustus 2017 - 16:00 WIB

Diotaki Pangulu, Hutan Sibatuloteng Dirambah

Lahan seluas 600 hektar lebih, hutan register II Sibatuloteng, Kecamatan Hatonduhan, Kabupaten Simalungun, dirambah. Oknum pangulu setempat disinyalir terlibat, bahkan ...