Sabtu, 19 Agustus 2017 | 08.32 WIB
Metro24Jam>News>Metro 24 Jam>Makan Badan Jalan, Emon Cafe Ditolak Warga

Makan Badan Jalan, Emon Cafe Ditolak Warga

Senin, 19 Juni 2017 - 15:12 WIB

IMG-34837

Kendaraan pengunjung Emon Cafe terparkir dibadan jalan. (metro24jam.com)

TANJUNGBALAI, metro24jam.com – Pemerintahan Kota (Pemko) Tanjungbalai diminta meninjau lokasi Emon Cafe yang terletak di lingkungan I, Keluarahan Pahang, Kecamatan Datuk Bandar. Pasalnya, keberadaan tempat hiburan itu mendapat penolakan dari warga setempat.

Beberapa warga, Mulyadi alias Cakmul (46), Isu (35) dan Junaidi (36) kepada Metro24Jam, Minggu (18/6) sekira jam 20.30 wib, mengatakan bahwa keberadaan tempat hiburan yang telah beroperasi benar-benar tidak mendapat tempat di hati warga.

“Keberadaannya jelasnya saja tidak mendapat tempat dihati kami. Pengusahanya sudah melakukan penggarapan lahan milik pemerintah yang semestinya diperuntukkan bagi kepentingan umum,” kata Mulyadi alias Cakmul.

Menurut pria berambut gondrong itu, yang dimaksud lahan pemerintah yang diduga sudah digarap Cafe adalah bahu jalan yang seharusnya bisa dipergunakan pejalan kaki dan kendaraan roda dua.

“Badan jalan yang merupakan lahan milik pemerintah itu kini sudah dibangun dengan menggunakan paving block warna biru yang digunakan sebagai tanjakan menuju ke ruang utama tempat hiburan itu,” katanya.

Semestinya ruang utama gedung berlantai dua itu, kata Cakmul diperuntukkan sebagai areal parkiran kendaraan bagi pengunjung Emon Cafe.

“Ruang utamanya diisi dengan tempat duduk pengunjung. Badan jalan untuk pejalan kaki dan kendaraan roda dua, yang diberi lampu tanda batas aspal, difungsikan sebagai areal parkir,” katanya.

“Kalau tak ada tindakan tegas dari Pemko Tanjungbalai, maka ini artinya penggarapan lahan itu telah terjadi pembiaran,” sambung Cak Mul.

Hal senada juga dikatakan Isu (35). Pria yang sehari-hari berdagang burung ini telah mengalami kerugian materil sebesar Rp5 juta setelah burung dagangannya seperti ruak-ruak dan Lovebird lepas dari sangkarnya.

Peristiwa itu terjadi karena kreta yang dikendarainya nyaris bertabrakan di depan Emon Cafe, karena jalan yang semakin menyempit.

“Empat hari lalu kejadiannya. Waktu itu aku naik kreta dari rumah. Tiba di depan Emon Cafe itu burung yang kubawa lepas dari sangkarnya lantaran mengelakkan kreta yang datang dari arah berlawanan yang hampir saja bertabrakan denganku,” katanya. (*/asp)


Loading...
KOMENTAR ANDA
Berita Terkini Lainnya
SDN 124390 Ikut Semarakkan HUT RI
Metro 24 Jam - Sabtu, 19 Agustus 2017 - 05:02 WIB

SDN 124390 Ikut Semarakkan HUT RI

Dalam pelaksanaan rangkaian menyemarakkan hari ulang tahun Republik Indonesia ke 72 tahun 2017, sejumlah masyarakat mulai dari tingkat kelurahan, kecamatan ...
Waspadai Jaringan ISIS di Indonesia
Metro 24 Jam - Sabtu, 19 Agustus 2017 - 04:43 WIB

Waspadai Jaringan ISIS di Indonesia

Pelaksanaan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Litbang pemetaan jaringan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) Indonesia dipimpin Pangdam I/BB ...
Unimed Wajibkan Mahasiswa Baru Ikuti Sosialisasi Akademik
Metro 24 Jam - Sabtu, 19 Agustus 2017 - 04:32 WIB

Unimed Wajibkan Mahasiswa Baru Ikuti Sosialisasi Akademik

Universitas Negeri Medan (Unimed) mewajibkan mahasiswa baru mengikuti sosialisasi peraturan akademik pada 18 sampai 19 Agustus 2017 di Gedung ...
Rektor UMSU: HUT Ke- 72 RI  Momen Kerja Keras
Metro 24 Jam - Sabtu, 19 Agustus 2017 - 04:25 WIB

Rektor UMSU: HUT Ke- 72 RI Momen Kerja Keras

Rektor Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Dr Agussani, MAP menjadi Inspektur Upacara (Irup) pada Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan ...
Peringatan HUT Kemerdekaan RI Ke 72 di Kanwil Kemenagsu  Khidmat
Metro 24 Jam - Sabtu, 19 Agustus 2017 - 04:15 WIB

Peringatan HUT Kemerdekaan RI Ke 72 di Kanwil Kemenagsu Khidmat

Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 72 Kemerdekaan RI di Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara berlangsung ...
Diotaki Pangulu, Hutan Sibatuloteng Dirambah
Siantar 24 Jam - Selasa, 15 Agustus 2017 - 16:00 WIB

Diotaki Pangulu, Hutan Sibatuloteng Dirambah

Lahan seluas 600 hektar lebih, hutan register II Sibatuloteng, Kecamatan Hatonduhan, Kabupaten Simalungun, dirambah. Oknum pangulu setempat disinyalir terlibat, bahkan ...