Kamis, 19 Oktober 2017 | 14.24 WIB
Metro24Jam>News>Siantar 24 Jam>Dikelola Oknum Aparat, Parkir Cindelaras Illegal

Dikelola Oknum Aparat, Parkir Cindelaras Illegal

Senin, 19 Juni 2017 - 12:58 WIB

IMG-34805

Jukir liar mengutip parkir. (Ga/metro24jam.com)

SIMALUNGUN, metro24jam.com – Pengutipan retribusi parkir pengunjung di sebelah rumah makan Cindelaras, Jalan Asahan, Km 3, Nagori Siantar Estate, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun illegal karena menguntungkan pribadi semata.

Apalagi tidak ada izin dari Dinas Perhubungan (Dishub) Simalungun selaku pengelola perparkiran. “Mulai adanya kutipan parkir yang di Cindelaras. Gak ada kita urusi itu, lae. Izinnya juga gak ada kita keluarkan,” kata kepala seksi pengendalian operasional (kasi-Dalops) Dishub Simalungun, Jawarden Purba, Minggu (18/6) jam 13.30 wib.

Karcis kutipan parkir ilegal. (Gona/metro24jam.com)

Selain ilegal, tarif retribusi yang diterapkan kepada para pengunjung khususnya pemilik kereta di luar batas ketentuan. Di mana, untuk satu unit kereta, tarif parkir dikutip juru parkir (jukir) sebesar Rp2 ribu. “Seharusnya, kereta Rp1000. Bukan Rp2000,” sebut Jawarden.

Kemudian, selama pengutipan. Hasil retribusi parkir yang disetorkan kepada Dishub Simalungun terkesan gelengkan kepala. Sebab, yang disetorkan hanya Rp75 sampai Rp100 ribu. Padahal, dalam satu hari, diperkirakan lebih dari 100 unit kereta sekaligus mobil parkir.

Belakangan diketahui, pengutipan retribusi di lapak parkir illegal Cindelaras tersebut berjalan lancar dan bagaikan sesuka hati. Karena, dibekap sekaligus dikelola oknum aparat bernama Koko.

“Aparat yang mengelola parkir di Cindelaras itu. Terkadang hanya Rp75 sampai Rp100 ribu dikasih. Kayak mana mau dibilang,” ujar Jawarden.

Terpisah, anggota komisi I DPRD Simalungun, Bernhard Damanik ketika diminta tanggapannya, Minggu (18/6) sekira jam 17.40 wib, menjelaskan pengutipan retribusi perpakiran telah diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) tentang Pajak dan Retribusi Daerah. “Untuk satu unit kereta sebesar Rp1.000,” jelasnya.

Ketika disinggung mengenai kutipan retribusi parkir di Cindelaras illegal dan untuk 1 unit kereta sebesar Rp2 ribu? Ketua fraksi NasDem tersebut menegaskan, telah melanggar Perda. “Berarti itu menyalahi Perda,” tegasnya.

Menurut Bernhard, Pemkab Simalungun melalui instansi terkait perlu mempertanyakan hasil retribusi parkir tepi jalan di Kecamatan Siantar. Sebab, sesuai Perda tentang Pajak dan Retribusi, diwajibkan memberi kontribusi kepada daerah.

“Bagaimana bentuk kontribusi ke daerah? Kalau tidak ada, instansi terkait tersebut bekerjasama dengan pihak Kecamatan agar menyurati rumah makannya.

Terlepas siapa pengelolanya. Karena, sesuai Perda tersebut diwajibkan memberikan kontribusi kepada daerah,” ujarnya. (ga)


Loading...
KOMENTAR ANDA
Berita Terkini Lainnya
Lapak, Meja & Rak Hilang, Pedagang Siap Melapor ke Polisi
Siantar 24 Jam - Kamis, 19 Oktober 2017 - 14:22 WIB

Lapak, Meja & Rak Hilang, Pedagang Siap Melapor ke Polisi

Pasangan suami istri (pasutri) Yunus Siburian dan Elna boru Turnip geram dengan tindak-tanduk Perusahaan Daerah Pasar Horas Jaya (PD PHJ) ...
4 Parpol di Siantar Belum Sesuai Sipol
Siantar 24 Jam - Kamis, 19 Oktober 2017 - 14:14 WIB

4 Parpol di Siantar Belum Sesuai Sipol

KPUD Siantar perpanjang pendaftaran partai politik (parpol) kepesertaan Pemilu 2019 hingga 17 Oktober 2017, sesuai Surat Edaran KPU RI nomor ...
Palak Pedagang Boneka, Preman Kampung Digaruk Polisi
Metro 24 Jam - Kamis, 19 Oktober 2017 - 14:11 WIB

Palak Pedagang Boneka, Preman Kampung Digaruk Polisi

Warga Jalan Umum Perbatasan, Desa Bakaran Batu, Kecamatan Lubuk Pakam mendadak heboh. Pasalnya, personel Sat Reskrim Polres Deliserdang tiba-tiba meringkus ...
DPO Cabul Tak Kunjung Ditangkap, Kasat Reskrim Dinilai Lakukan Pembohongan Publik
Siantar 24 Jam - Kamis, 19 Oktober 2017 - 13:54 WIB

DPO Cabul Tak Kunjung Ditangkap, Kasat Reskrim Dinilai Lakukan Pembohongan Publik

Pasca dilantik sebagai Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Siantar, Selasa (16/5) lalu, AKP Restuadi dinilai telah melakukan pembohongan ...
Penjual Sabu Nangis Dipenjara 5 Tahun, Jaksa: Inilah yang Terakhir Kita Jumpa Ya!
Siantar 24 Jam - Kamis, 19 Oktober 2017 - 13:40 WIB

Penjual Sabu Nangis Dipenjara 5 Tahun, Jaksa: Inilah yang Terakhir Kita Jumpa Ya!

Andi Junaidi (39), menangis begitu mendengar vonis yang dijatuhkan majelis hakim Pengadilan Negeri Siantar, Rabu (18/10) sore kemarin. Jaksa Penuntut ...
Poyek Stadion Sang Naualuh Bau Kolusi
Metro 24 Jam - Kamis, 19 Oktober 2017 - 13:31 WIB

Poyek Stadion Sang Naualuh Bau Kolusi

Pelaksanaan proyek revitalisasi Stadion Sang Nauluh di Kelurahan Asuhan, Kecamatan Siantar Timur yang dikerjakan PT Duta Sumatera Perkasa yang bermarkas ...