Kamis, 19 Oktober 2017 | 14.24 WIB
Metro24Jam>News>Metro 24 Jam>Protes Lahan Digusur PTPN 2, 5 Warga Kubur Diri, 1 Nyaris Tewas

Protes Lahan Digusur PTPN 2, 5 Warga Kubur Diri, 1 Nyaris Tewas

Senin, 19 Juni 2017 - 15:09 WIB

IMG-34740

Warga yang mengubur diri. (Arif/metro24jam.com)

PANCUR BATU, metro24jam.com – Aksi mengubur diri mewarnai protes penggusuran tanah Sibayak Lau Cih, Jalan Bunga Turi, Dusun III, Desa Bekala Simalingkar A, Kecamatan Pancurbatu, Deliserdang, oleh PTPN 2, Sabtu (17/6) jam 11.00 wib.

Seorang dari 5 peserta protes nyaris tewas, akibat aksi kubur diri yang dilakukan demi mempertahankan lahan yang sudah dikuasainya selama 20 tahun.

Golfried Siregar SH. (Arif/metro24jam.com)

Ke lima warga tersebut bersama warga lainnya memprotes pihak PTPN 2 wilayah Kwala Bekala yang dipimpin Josem Ginting, menggusur warga yang telah menguasai lahan tersebut selama puluhan tahun.

“Hidup rakyat, berantas kebohongan. Enak kali mau caplok-caplok tanah kami. Kami disini bayar pajak, duluan kami di sini masuk dari pada PTPN 2. TNI menyerang kami, jelas ini permainan PTPN 2,” ujar warga meluapkan kekesalannya.

Iwan sebagai koordinator aksi mengatakan, pihak PTPN 2 mengkalim tanah Ulayat Sibayak Lau Chi. Tanpa dasar hukum yang jelas, PTPN 2 berperan memperjualbelikan tanah warga kepada pihak pengembang yaitu Perumahan Bekala Asri Resident.

Berdasarkan SK Badan Pertanahan Nasional (BPN) sesuai hasil Rapat Dengan Pendapat (RDP) oleh anggota DPRD Deliserdang di thn 1999 lalu, bahwa SK Mendagri no 11 thn 1975 tidak terdaftar. Artinya, PTPN 2 harus keluar dari tanah masyarakat adat Sibayak Lau Cih yang berusaha direbutnya.

Terkait PTPN 2 mengkalim tanah warga adalah Hak Guna Usaha (HGU) no 171 thn 2009 berdasarkan SK BPN no 10 thn 2004. Sementara, proses HGU No 171 thn 2009 itu harus didaftarkan selama 3 bulan. Nyatanya, terbitnya di tahun 2009. Artinya, PTPN2 telah menyalahi prosedur hukum dan aturan yang berlaku.

“Pengukuran mereka peta No 66/1997, ini dasar mereka terbit HGU no 171 thn 2009 iyu. Kedua, surat ukut juga tidak sama dengan penerbitan surat HGU ditanggal yang sama di tahun yang sama,” katanya.

Ketiga, parahnya lagi menyalahi peraturan tentang HGU, tidak ada sosialisasi dan konsulidasi pihak PTPN2 dengan masyarakat dalam penerbitan SK HGU yang mereka klaim.

Sementara, Julianus Sembiring, seorang pemilik lahan yang juga tokoh pemuda Karo menambahkan, dari ketiga point itu, HGU mereka (PTPN 2) sudah cacat hukum di tanah wilayat Sibayak Lau Cih.

“Dibilang SK Mendagri thn 1975 itu tidak terdaftar, selanjutnya terbitlah SK BPN no 10. Tapi, SK BPN no 10 ini disebutkan, setelah itu 3 bulan wajib didaftarkan. Ternyata terdaftar thn 2009,” katanya diaminkan Golfrid Siregar SH sebagai Ketua Staf Hukum Walhi (Wahana Lingkungan Hidup Indonesia). (arif-mag)


Loading...
KOMENTAR ANDA
Berita Terkini Lainnya
Lapak, Meja & Rak Hilang, Pedagang Siap Melapor ke Polisi
Siantar 24 Jam - Kamis, 19 Oktober 2017 - 14:22 WIB

Lapak, Meja & Rak Hilang, Pedagang Siap Melapor ke Polisi

Pasangan suami istri (pasutri) Yunus Siburian dan Elna boru Turnip geram dengan tindak-tanduk Perusahaan Daerah Pasar Horas Jaya (PD PHJ) ...
4 Parpol di Siantar Belum Sesuai Sipol
Siantar 24 Jam - Kamis, 19 Oktober 2017 - 14:14 WIB

4 Parpol di Siantar Belum Sesuai Sipol

KPUD Siantar perpanjang pendaftaran partai politik (parpol) kepesertaan Pemilu 2019 hingga 17 Oktober 2017, sesuai Surat Edaran KPU RI nomor ...
Palak Pedagang Boneka, Preman Kampung Digaruk Polisi
Metro 24 Jam - Kamis, 19 Oktober 2017 - 14:11 WIB

Palak Pedagang Boneka, Preman Kampung Digaruk Polisi

Warga Jalan Umum Perbatasan, Desa Bakaran Batu, Kecamatan Lubuk Pakam mendadak heboh. Pasalnya, personel Sat Reskrim Polres Deliserdang tiba-tiba meringkus ...
DPO Cabul Tak Kunjung Ditangkap, Kasat Reskrim Dinilai Lakukan Pembohongan Publik
Siantar 24 Jam - Kamis, 19 Oktober 2017 - 13:54 WIB

DPO Cabul Tak Kunjung Ditangkap, Kasat Reskrim Dinilai Lakukan Pembohongan Publik

Pasca dilantik sebagai Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Siantar, Selasa (16/5) lalu, AKP Restuadi dinilai telah melakukan pembohongan ...
Penjual Sabu Nangis Dipenjara 5 Tahun, Jaksa: Inilah yang Terakhir Kita Jumpa Ya!
Siantar 24 Jam - Kamis, 19 Oktober 2017 - 13:40 WIB

Penjual Sabu Nangis Dipenjara 5 Tahun, Jaksa: Inilah yang Terakhir Kita Jumpa Ya!

Andi Junaidi (39), menangis begitu mendengar vonis yang dijatuhkan majelis hakim Pengadilan Negeri Siantar, Rabu (18/10) sore kemarin. Jaksa Penuntut ...
Poyek Stadion Sang Naualuh Bau Kolusi
Metro 24 Jam - Kamis, 19 Oktober 2017 - 13:31 WIB

Poyek Stadion Sang Naualuh Bau Kolusi

Pelaksanaan proyek revitalisasi Stadion Sang Nauluh di Kelurahan Asuhan, Kecamatan Siantar Timur yang dikerjakan PT Duta Sumatera Perkasa yang bermarkas ...