Kamis, 19 Oktober 2017 | 14.24 WIB
Metro24Jam>News>Siantar 24 Jam>Kantor Samsat Siantar Calo Merajalela, Pedagang Dipalak

Kantor Samsat Siantar Calo Merajalela, Pedagang Dipalak

Senin, 19 Juni 2017 - 10:58 WIB

IMG-34722

Samsat Siantar tampak tulisan lebih cepat tanpa calo. (Ag/metro24jam.com)

SIANTAR, metro24jam.com – Plank bertuliskan “Silahkan saudara mengurus STNK dan pajak kendaraannya lebih cepat tanpa calo. Jangan membiasakan melalui calo. ‘Stop pungli’ yang dipajang di depan pintu masuk kantor Bersama Samsat Kota Siantar, cuma formalitas semata.

Sampai detik ini, di kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap Jalan Sangnaualuh, Kelurahan Siopat Suhu, Kecamatan Siantar Timur, Kota Siantar tersebut, para calo justru masih menjamur dan berkeliaran.

“Siapa bilang gak ada lagi calo? Masih banyak calo di Samsat Siantar nonggok. Kalau mengurus seperti perpanjangan pajak justru lebih cepat melalui calo,” kata seorang pria pemilik mobil Taft, Sabtu (17/6).

Bahkan, para calo yang berpotensi merusak kesadaran masyarakat khususnya pemilik kendaraan untuk membayarkan pajak dan memperpanjang masa berlaku STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan) tampak berperan melakukan penggesekan nomor rangka dan mesin.

“Bukan petugas Samsat yang turun tangan menggesek nomor rangka sama mesin. Calo yang menggesek. Kemudian, membawa berkasnya ke dalam,” ucap pria bertubuh tinggi sekira 170 sentimeter.

Ironisnya, biaya tembak (tanpa) KTP untuk perpanjangan pajak kendaraan seperti mobil. Pemilik mobil dibebankan dengan biaya bervariasi. Jika menggunakan plat Asahan dibebankan biaya sebesar Rp350 ribu.

“Kalau tembak KTP plat Medan beda lagi. Biayanya sebesar Rp500 ribu. Makanya, yang bulan Mei itu, harusnya pajak sebesar Rp700 Ribu lebih. Bayarnya jadi Rp1 juta lebih termasuk tembak KTP, ” urainya.

Selain itu, sejumlah lapak dagang di kompleks Samsat tersebut ternyata dikomersilkan. Seperti, lapak kantin. Sebab, pengelola kantin dikutip biaya setiap harinya. “Kalau satu hari dikutip Rp50 ribu,” sebut seorang pengelola kantin.

Sedangkan yang melakukan pengutipan biaya dari pedagang mengelola kantin yaitu seorang perempuan oknum petugas Samsat. Bahkan, kios warna biru yang disulap sebagai loket bus CV Karya Agung jurusan Balam, Duri dan Bagan Batu hingga menggunakan trotoar menjadi hak pejalan kaki tepatnya berada di sebelah gerbang masuk Samsat juga turut dikomersilkan.

“Kios loket Karya Agung yang di depan itu kan termasuk komplek (area) Samsat ini, disewakan juga itu. Mungkin, karena direksi bus Karya Agung pejabat Dishub (Dinas Perhubungan) provinsi, ” jelasnya.

Kasubbag Tata Usaha UPT Samsat Siantar, T Abdul Somad ketika dikonfirmasi melalui telepon selular, Minggu (18/6) sekira jam 15.56 Wib tak ada jawaban. Pesan singkat dilayangkan tak ada balasan. (ga)


Loading...
KOMENTAR ANDA
Berita Terkini Lainnya
Lapak, Meja & Rak Hilang, Pedagang Siap Melapor ke Polisi
Siantar 24 Jam - Kamis, 19 Oktober 2017 - 14:22 WIB

Lapak, Meja & Rak Hilang, Pedagang Siap Melapor ke Polisi

Pasangan suami istri (pasutri) Yunus Siburian dan Elna boru Turnip geram dengan tindak-tanduk Perusahaan Daerah Pasar Horas Jaya (PD PHJ) ...
4 Parpol di Siantar Belum Sesuai Sipol
Siantar 24 Jam - Kamis, 19 Oktober 2017 - 14:14 WIB

4 Parpol di Siantar Belum Sesuai Sipol

KPUD Siantar perpanjang pendaftaran partai politik (parpol) kepesertaan Pemilu 2019 hingga 17 Oktober 2017, sesuai Surat Edaran KPU RI nomor ...
Palak Pedagang Boneka, Preman Kampung Digaruk Polisi
Metro 24 Jam - Kamis, 19 Oktober 2017 - 14:11 WIB

Palak Pedagang Boneka, Preman Kampung Digaruk Polisi

Warga Jalan Umum Perbatasan, Desa Bakaran Batu, Kecamatan Lubuk Pakam mendadak heboh. Pasalnya, personel Sat Reskrim Polres Deliserdang tiba-tiba meringkus ...
DPO Cabul Tak Kunjung Ditangkap, Kasat Reskrim Dinilai Lakukan Pembohongan Publik
Siantar 24 Jam - Kamis, 19 Oktober 2017 - 13:54 WIB

DPO Cabul Tak Kunjung Ditangkap, Kasat Reskrim Dinilai Lakukan Pembohongan Publik

Pasca dilantik sebagai Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Siantar, Selasa (16/5) lalu, AKP Restuadi dinilai telah melakukan pembohongan ...
Penjual Sabu Nangis Dipenjara 5 Tahun, Jaksa: Inilah yang Terakhir Kita Jumpa Ya!
Siantar 24 Jam - Kamis, 19 Oktober 2017 - 13:40 WIB

Penjual Sabu Nangis Dipenjara 5 Tahun, Jaksa: Inilah yang Terakhir Kita Jumpa Ya!

Andi Junaidi (39), menangis begitu mendengar vonis yang dijatuhkan majelis hakim Pengadilan Negeri Siantar, Rabu (18/10) sore kemarin. Jaksa Penuntut ...
Poyek Stadion Sang Naualuh Bau Kolusi
Metro 24 Jam - Kamis, 19 Oktober 2017 - 13:31 WIB

Poyek Stadion Sang Naualuh Bau Kolusi

Pelaksanaan proyek revitalisasi Stadion Sang Nauluh di Kelurahan Asuhan, Kecamatan Siantar Timur yang dikerjakan PT Duta Sumatera Perkasa yang bermarkas ...