Kamis, 19 Oktober 2017 | 19.36 WIB
Metro24Jam>News>Siantar 24 Jam>Kerjakan Proyek PTPN 4, Alat Berat Pakai BBM Bersubsidi

Kerjakan Proyek PTPN 4, Alat Berat Pakai BBM Bersubsidi

Senin, 19 Juni 2017 - 10:43 WIB

IMG-34718

Tiga alat berat jenis exavator yang diduga menggunakan BBM solar bersubsidi.(Ag/metro24jam.com)

TANAH JAWA, metro24jam.com – Petugas Satuan Reskrim Polres Simalungun bersama Petugas Satuan TNI Kabupaten Simalungun, diminta serius menangani kasus dugaan penyelewengan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis solar yang menyalahi aturan penggunaan di wilayah hukumnya.

Tiga unit alat berat berupa excavator yang digunakan untuk penggusuran batang pohon sawit di lahan PTPN 4, Kebun Unit Usaha Marihat, Afdeling III diduga menggunakan ribuan liter BBM jenis solar bersubsidi.

Keterangan yang dihimpun Siantar24Jam, Minggu siang (18/6), dari beberapa karyawan PTPN 4, Unit Usaha Kebun Marihat, modus yang dilakukan adalah memperjualbelikan solar dengan menggunakan jerigen ukuran standar kepada pemborong untuk digunakan pada alat berat tersebut.

“Solar itu dijual oleh oknum aparat kepada orang kepercayaan pemilik alat berat yang merupakan mandor proyek dan menyalurkannya kepada yang bertugas sebagai operator alat berat untuk digunakan di proyek itu,” ungkap sumber di lokasi.

Dari keterangan salah satu karyawan PTPN 4, Unit Usaha Kebun Marihat, pasokan BBM tersebut hampir setiap malam dilakukan dengan menggunakan jerigen dan disimpan di sekitaran kantor kepala desa. Kemudian, alat berat tersebut dalam sehari bisa menghabiskan kurang lebih ratusan liter BBM solar. “Kalau mau lebih jelas lagi cek di sekitaran kantor kepala desa dan di lokasi proyek pasti kelihatan BBM solar yang digunakan alat berat itu, “ungkapnya.

Sementara keterangan yang dihimpun dari seorang sumber marga Marbun, yang pernah berbisnis BBM ilegal menjelaskan, membeli solar industri butuh proses panjang. Hal itu dianggap ribet. Pembeli solar industri harus menyiapkan truk tangki sendiri dan harus mengurus DO (Delivery Order) agar bisa menebus solar industri di Depot Pertamina Balongan.

Karena itu, katanya, mau enggak mau harus menggunakan solar subsidi untuk operasional excavator itu. Solar industri tidak dijual di SPBU. Pembeli harus menyediakan truk tangki ke Depot Pertamina Balongan. Jadi masalahnya, kebutuhan harian solar untuk excavator itu tidak terpenuhi, belum ditambah proses adminitrasinya berbelit-belit. Sehingga menyita banyak waktu.

“Karena itu, kita terpaksa memasok menggunakan BBM solar bersubsidi yang tidak sesuai peruntukannya,” kenangnya saat berbisnis BBM ilegal di Kabupaten Simalungun.

Sementara, salah satu operator alat berat yang tak ingin menjelaskan identitasnya, mengaku tidak tahu jika bahan bakar yang digunakan untuk alat berat yang dioperasikannya menyalahi aturan. Ia hanya bertugas mengoperasikan alat.

“Aku tidak tahu. Tugasku hanya menjalankan exsavator dalam proyek,” katanya saat dijumpai di lokasi penggusuran batang pohon sawit, Sabtu sore (17/6).

Sayang pihak manajemen PTPN 4 Unit Usaha Kebun Marihat hingga kini belum bisa dikonfirmasi untuk memberikan keterangan resmi terkait dugaan tiga alat berat jenis exavator yang beroperasi di lahan Afdiling III PTPN 4, Unit Usaha Kebun Marihat.

Sementara Kapolres Simalungun AKPB. Leberty Panjaitan Sik, saat dikonfirmasi melalui Kanit Idik II Tipiter Ipda Panji mengaku belum mendapat informasi dugaan penyalah guna BBM jenis solar tersebut.

“Di mana lokasinya? kita belum dapat informasinya bang, kita cek dulu bang, kita akan kordinasikan dengan Polsek setempat, makasih informasinya bang,” katanya singkat melalui sambungan telepon seluler, Sabtu sore (17/6). (ag)


Loading...
KOMENTAR ANDA
Berita Terkini Lainnya
Vivonis 11 Tahun, Aktor Malaysia: Saya Tidak Terima
Metro 24 Jam - Kamis, 19 Oktober 2017 - 16:04 WIB

Vivonis 11 Tahun, Aktor Malaysia: Saya Tidak Terima

Aktor ternama Malaysia, Khaeryl Benjamin Ibrahim alias Benjy (38) divonis oleh majelis hakim selama divonis selama 11 tahun penjara dan ...
Kasihannya…!!! Nenek 87 Tahun Nyasar ke Kantor Polisi (Sempat Nginap 2 Hari)
Metro 24 Jam - Kamis, 19 Oktober 2017 - 16:01 WIB

Kasihannya…!!! Nenek 87 Tahun Nyasar ke Kantor Polisi (Sempat Nginap 2 Hari)

Sabariah Sembiring, nenek berusia 87 tahun, warga Dusun XIV, Desa Marjanji, Kecamatan Sipispis, Kabupaten Serdangbedagai (Sergai), akhirnya bisa berkumpul lagi ...
Kasus OTT DPM-PPTSP Sumut Ngambang
Tak Berkategori - Kamis, 19 Oktober 2017 - 15:58 WIB

Kasus OTT DPM-PPTSP Sumut Ngambang

Penanganan kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPM PPTSP) Sumut yang ...
Gelapkan Uang Ratusan Juta, Bendahara Diskominfo Samosir ‘Raib’
Metro 24 Jam - Kamis, 19 Oktober 2017 - 15:52 WIB

Gelapkan Uang Ratusan Juta, Bendahara Diskominfo Samosir ‘Raib’

Kelakuan Herlinda Donda Hutapea, Bendahara Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Samosir ini memang tak patut dicontoh. Dia berani menggelapkan ...
Kepergok! Kereta, Mobil dan Truk Sawit Kena Tilang
Metro 24 Jam - Kamis, 19 Oktober 2017 - 15:49 WIB

Kepergok! Kereta, Mobil dan Truk Sawit Kena Tilang

Banyak pengguna jalan, khususnya kendaraan roda dua dan empat terperogok polisi dari Satuan Lalulintas (Satlantas) Polres Langkat yang menggelar razia ...
Wakil Tuhan, di PN Simalungun Dianggap Tak Adil
Siantar 24 Jam - Kamis, 19 Oktober 2017 - 15:46 WIB

Wakil Tuhan, di PN Simalungun Dianggap Tak Adil

Hakim atau juga disebut 'Wakil Tuhan' sepertinya bertindak tak adil. Pasalnya, hukuman terhadap pelaku penyalahgunaan narkoba terkesan dipermainkan. Sebab, yang ...