Senin, 26 Juni 2017 | 15.54 WIB
Metro24Jam>News>Siantar 24 Jam>Kerjakan Proyek PTPN 4, Alat Berat Pakai BBM Bersubsidi

Kerjakan Proyek PTPN 4, Alat Berat Pakai BBM Bersubsidi

Senin, 19 Juni 2017 - 10:43 WIB

IMG-34718

Tiga alat berat jenis exavator yang diduga menggunakan BBM solar bersubsidi.(Ag/metro24jam.com)

TANAH JAWA, metro24jam.com – Petugas Satuan Reskrim Polres Simalungun bersama Petugas Satuan TNI Kabupaten Simalungun, diminta serius menangani kasus dugaan penyelewengan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis solar yang menyalahi aturan penggunaan di wilayah hukumnya.

Tiga unit alat berat berupa excavator yang digunakan untuk penggusuran batang pohon sawit di lahan PTPN 4, Kebun Unit Usaha Marihat, Afdeling III diduga menggunakan ribuan liter BBM jenis solar bersubsidi.

Keterangan yang dihimpun Siantar24Jam, Minggu siang (18/6), dari beberapa karyawan PTPN 4, Unit Usaha Kebun Marihat, modus yang dilakukan adalah memperjualbelikan solar dengan menggunakan jerigen ukuran standar kepada pemborong untuk digunakan pada alat berat tersebut.

“Solar itu dijual oleh oknum aparat kepada orang kepercayaan pemilik alat berat yang merupakan mandor proyek dan menyalurkannya kepada yang bertugas sebagai operator alat berat untuk digunakan di proyek itu,” ungkap sumber di lokasi.

Dari keterangan salah satu karyawan PTPN 4, Unit Usaha Kebun Marihat, pasokan BBM tersebut hampir setiap malam dilakukan dengan menggunakan jerigen dan disimpan di sekitaran kantor kepala desa. Kemudian, alat berat tersebut dalam sehari bisa menghabiskan kurang lebih ratusan liter BBM solar. “Kalau mau lebih jelas lagi cek di sekitaran kantor kepala desa dan di lokasi proyek pasti kelihatan BBM solar yang digunakan alat berat itu, “ungkapnya.

Sementara keterangan yang dihimpun dari seorang sumber marga Marbun, yang pernah berbisnis BBM ilegal menjelaskan, membeli solar industri butuh proses panjang. Hal itu dianggap ribet. Pembeli solar industri harus menyiapkan truk tangki sendiri dan harus mengurus DO (Delivery Order) agar bisa menebus solar industri di Depot Pertamina Balongan.

Karena itu, katanya, mau enggak mau harus menggunakan solar subsidi untuk operasional excavator itu. Solar industri tidak dijual di SPBU. Pembeli harus menyediakan truk tangki ke Depot Pertamina Balongan. Jadi masalahnya, kebutuhan harian solar untuk excavator itu tidak terpenuhi, belum ditambah proses adminitrasinya berbelit-belit. Sehingga menyita banyak waktu.

“Karena itu, kita terpaksa memasok menggunakan BBM solar bersubsidi yang tidak sesuai peruntukannya,” kenangnya saat berbisnis BBM ilegal di Kabupaten Simalungun.

Sementara, salah satu operator alat berat yang tak ingin menjelaskan identitasnya, mengaku tidak tahu jika bahan bakar yang digunakan untuk alat berat yang dioperasikannya menyalahi aturan. Ia hanya bertugas mengoperasikan alat.

“Aku tidak tahu. Tugasku hanya menjalankan exsavator dalam proyek,” katanya saat dijumpai di lokasi penggusuran batang pohon sawit, Sabtu sore (17/6).

Sayang pihak manajemen PTPN 4 Unit Usaha Kebun Marihat hingga kini belum bisa dikonfirmasi untuk memberikan keterangan resmi terkait dugaan tiga alat berat jenis exavator yang beroperasi di lahan Afdiling III PTPN 4, Unit Usaha Kebun Marihat.

Sementara Kapolres Simalungun AKPB. Leberty Panjaitan Sik, saat dikonfirmasi melalui Kanit Idik II Tipiter Ipda Panji mengaku belum mendapat informasi dugaan penyalah guna BBM jenis solar tersebut.

“Di mana lokasinya? kita belum dapat informasinya bang, kita cek dulu bang, kita akan kordinasikan dengan Polsek setempat, makasih informasinya bang,” katanya singkat melalui sambungan telepon seluler, Sabtu sore (17/6). (ag)


Loading...
KOMENTAR ANDA
Berita Terkini Lainnya
Malam Labaran, Mapoldasu Diserang Teroris, 1 Polisi Tewas
Metro 24 Jam - Senin, 26 Juni 2017 - 10:36 WIB

Malam Labaran, Mapoldasu Diserang Teroris, 1 Polisi Tewas

Dua terduga teroris pos penjagaan pintu 3 Markas Polda Sumut Minggu (25/6) sekira jam 03.00 wib. Peristiwa itu mengakibatkan seorang ...
Dorrrr! Spesialis Maling Sarang Walet Tersungkur Ditembak Polisi
Metro 24 Jam - Sabtu, 24 Juni 2017 - 12:27 WIB

Dorrrr! Spesialis Maling Sarang Walet Tersungkur Ditembak Polisi

Seorang maling spesialis sarang walet, Dayan Royan Sitorus (38), warga Jalan Ir H Juanda, Kelurahan Gambir Baru, Kecamatan Kota Kisaran ...
Mau Mudik, Sekeluarga Terpaksa Lebaran di Rumah Sakit
Metro 24 Jam - Sabtu, 24 Juni 2017 - 12:06 WIB

Mau Mudik, Sekeluarga Terpaksa Lebaran di Rumah Sakit

Satu keluarga yang diduga hendak mudik, terpaksa berlebaran di rumah sakit setelah mobil Suzuki Karimun yang ditumpangi mereka bertabrakan dengan ...
Medan Utara Harapkan Perhatian Pemko Medan
Metro 24 Jam - Sabtu, 24 Juni 2017 - 03:43 WIB

Medan Utara Harapkan Perhatian Pemko Medan

Sejumlah keluhat disampaikan warga Medan Utara kepada Mulia Asri Rambe, dalam pelaksanaan reses ke II di Medan Marelan, Rabu (21/6) ...
Pasangan Sejenis Punya Buku Nikah, Farel Menyukai Laki-laki dan Perempuan, Sudah Dua Kali Menikah
Metro 24 Jam - Sabtu, 24 Juni 2017 - 03:30 WIB

Pasangan Sejenis Punya Buku Nikah, Farel Menyukai Laki-laki dan Perempuan, Sudah Dua Kali Menikah

Masih ingat dengan kasus pernikahan sejenis antara Nengsih alias Farel (25) dengan Salmah (24) di Jalan Birpot, Lingkungan III, ...
DPD KNPI Sumut Berbuka Puasa dengan Anak Yatim
Metro 24 Jam - Jumat, 23 Juni 2017 - 12:40 WIB

DPD KNPI Sumut Berbuka Puasa dengan Anak Yatim

DPD KNPI Sumatera Utara berbuka puasa bersama anak yatim di panti asuhan AL Washliyah Pinang Baris Rabu (21/6). Acara diawali ...