Sabtu, 19 Agustus 2017 | 08.39 WIB
Metro24Jam>News>Metro 24 Jam>Program Sekolah 5 Hari Tidak Wajib, Apalagi Dipaksakan

Program Sekolah 5 Hari Tidak Wajib, Apalagi Dipaksakan

Senin, 19 Juni 2017 - 13:24 WIB

IMG-34704

dr Sofyan Tan (ist/metro24jam.com)

MEDAN, metro24jam.com – Anggota Komisi X DPR RI, dr Sofyan Tan mengatakan, kebijakan sekolah lima hari dalam sepekan yang diusulkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) merupakan pilihan opsional. Artinya, sekolah tidak diwajibkan dan dipaksakan untuk melaksanakan kebijakan tersebut.

“Kita sudah melakukan rapat kerja dengan Pak Menteri dan memberikan rekomendasi opsional. Artinya, sekolah tidak diwajibkan untuk melaksanakannya,” katanya, Minggu (18/6/2017).

Disebutkan, jika sekolah itu sudah mampu melaksanakannya. Misalnya, dalam hal infrastruktur telah memadai, sarana dan prasarananya juga lengkap, maka tidak ada salahnya mengikuti kebijakan tersebut.

“Ada juga yang tidak bisa melaksanakan kebijakan ini karena sosial budaya. Misalnya ada sekolah di Jawa. Siang mereka belajar agama. Makanya yang seperti ini tidak bisa mengikuti 8 jam sehari itu. Karena ini memang budaya setempat. Kementerian harus mengerti situasi ini,” ucap anggota dewan yang berasal dari Sumatera Utara tersebut.

Sebenarnya menurut Sofyan Tan, sekolah lima hari ini bukanlah hal yang luar biasa. Di luar negeri, sekolah telah menerapkan ini. Begitu juga dengan di Indonesia. Misalnya di kota-kota besar juga telah melakukan kebijakan ini.

“Korea, anak-anaknya sampai malam belajar. Makanya tingkat keberhasilannya juga tinggi. Hanya saja jadinya seperti robot. Berbeda dengan Finlandia, tidak perlu lama-lama, anak-anaknya sukses juga. Jadi tergantung kita,” katanya.

Jika di Indonesia diberlakukan hal seperti ini, maka menurutnya tidak bisa. Indonesia belum bisa diseragamkan kebijakan tersebut.

“Kalau di Sumut paling di kota-kota besar yang fasilitasnya telah mendukung. Kalau sekolah di daerah-daerah yang fasilitas dan infrastrukturnya belum lengkap tidak bisa dilakukan hal seperti ini. Bisa-bisa mereka pulang, udah gak ada penerangan jalan. Kendaraan pun tak ada dan lain sebagainya,” sebutnya. (*/adc)


Loading...
KOMENTAR ANDA
Berita Terkini Lainnya
SDN 124390 Ikut Semarakkan HUT RI
Metro 24 Jam - Sabtu, 19 Agustus 2017 - 05:02 WIB

SDN 124390 Ikut Semarakkan HUT RI

Dalam pelaksanaan rangkaian menyemarakkan hari ulang tahun Republik Indonesia ke 72 tahun 2017, sejumlah masyarakat mulai dari tingkat kelurahan, kecamatan ...
Waspadai Jaringan ISIS di Indonesia
Metro 24 Jam - Sabtu, 19 Agustus 2017 - 04:43 WIB

Waspadai Jaringan ISIS di Indonesia

Pelaksanaan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Litbang pemetaan jaringan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) Indonesia dipimpin Pangdam I/BB ...
Unimed Wajibkan Mahasiswa Baru Ikuti Sosialisasi Akademik
Metro 24 Jam - Sabtu, 19 Agustus 2017 - 04:32 WIB

Unimed Wajibkan Mahasiswa Baru Ikuti Sosialisasi Akademik

Universitas Negeri Medan (Unimed) mewajibkan mahasiswa baru mengikuti sosialisasi peraturan akademik pada 18 sampai 19 Agustus 2017 di Gedung ...
Rektor UMSU: HUT Ke- 72 RI  Momen Kerja Keras
Metro 24 Jam - Sabtu, 19 Agustus 2017 - 04:25 WIB

Rektor UMSU: HUT Ke- 72 RI Momen Kerja Keras

Rektor Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Dr Agussani, MAP menjadi Inspektur Upacara (Irup) pada Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan ...
Peringatan HUT Kemerdekaan RI Ke 72 di Kanwil Kemenagsu  Khidmat
Metro 24 Jam - Sabtu, 19 Agustus 2017 - 04:15 WIB

Peringatan HUT Kemerdekaan RI Ke 72 di Kanwil Kemenagsu Khidmat

Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 72 Kemerdekaan RI di Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara berlangsung ...
Diotaki Pangulu, Hutan Sibatuloteng Dirambah
Siantar 24 Jam - Selasa, 15 Agustus 2017 - 16:00 WIB

Diotaki Pangulu, Hutan Sibatuloteng Dirambah

Lahan seluas 600 hektar lebih, hutan register II Sibatuloteng, Kecamatan Hatonduhan, Kabupaten Simalungun, dirambah. Oknum pangulu setempat disinyalir terlibat, bahkan ...