Sabtu, 24 Februari 2018 | 21.29 WIB
Metro24Jam>News>Siantar 24 Jam>Tutup Pabrik Mie Formalin!

Tutup Pabrik Mie Formalin!

Minggu, 18 Juni 2017 - 05:34 WIB

IMG-34546

Plt Sekda Reinward Simanjuntak. (Els/metro24jam.com)

SIANTAR, metro24jam.com – Plt Sekda Kota Siantar, Reinward Simanjuntak meminta Satpol PP segera turun dan menutup pabrik mie yang baru-baru ini digerebek Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Medan.

Pabrik mie tersebut memasukkan bahan berbahaya formalin dan boraks ke mie kuning yang diproduksi. Tak kurang enam pabrik mie di Kota Siantar dan Kabupaten Simalungun berhasil diungkap, yang kemudian dipublikasi pada Senin (12/6) lalu. BBPOM berhasil menyita 798,5 Kg mie kuning mengandung bahan berbahaya itu.

Reinward menilai, ini bisa terjadi karena pola pengawasan yang dilakukan Dinas Kesehatan selama ini amat buruk, selain juga durasi pengawasan terlalu lama yakni hanya enam bulan sekali.

“Kita melalui dinas terkait akan mendata ulang produsen-produsen mie dan melakukan pengawasan ketat. Sehingga hal ini tak terulang lagi di kemudian hari. Cukup lah sekali ini,” tandasnya, ditemui Sabtu (17/6)sekira jam 10.00 Wib.

Kata dia, Pemko segera melakukan rapat internal mengenai hal tersebut bersama Dinas Kesehatan, Dinas UKM Koperasi dan Perdagangan, dan Perizinan sebagai pemberi izin terhadap pabrik. “Kita juga akan perintahkan Satpol PP, agar langsung melihat pabrik tersebut. Memang harus ditindak, jangan beroperasi lagi,” ungkapnya.

Sementara itu, informasi diperoleh dari internal Dinas Kesehatan Siantar, menyebut, pola pengawasan yang dilakukan Kepala Dinas Kesehatan, Ronald Saragih dan jajarannya terhadap operasi pabrik mie di Kota Siantar hanya sekali dalam enam bulan.

Kalau pun ada pengawasan tambahan, itu dilakukan kalau tim terdiri dari Dinas Kesehatan, instansi terkait dan pihak kepolisian saat melakukan inspeksi mendadak (sidak).

Dari data yang disampaikan sumber ini, ada 10 industri mie kuning di Kota Siantar, masing-masing milik Idris di Kelurahan Banjar, Kecamatan Siantar Barat, Balirun di dua lokasi berupa industri rumahan di Kelurahan Banjar, milik Daniel di dua lokasi di Kelurahan Tomuan, Kecamatan Siantar Timur.

Kemudian milik Rizal, di Kelurahan Mekar Nauli, Kecamatan Siantar Marihat, milik Alim di Jalan Pitola dan Sofyan di Jalan Siatas Barita, Kelurahan Tomuan, Aliong di Jalan Tanah Jawa, Kelurahan Melayu, Purba di Kelurahan Pardomuan dan Aceh di Kelurahan Tomuan.

Seperti diberitakan sebelumnya, temuan pabrik mie mencampur bahan produkinya dengan formalin di enam pabrik yang ada di Kota Siantar, mendapat tanggapan serius dari Ketua DPRD Siantar Eliakim Simanjuntak.

Eliakim menyebut, terkait temuan tersebut, Plh Walikota Hefriansyah harus menindak tegas dinas-dinas yang tak menjalankan fungsi sesuai tugas masing-masing. “Ini kecolongan besar kita ini. Jadi kita harapkan Pemko agar ini menjadi pelajaran berharga. Jangan lah pula, BBPOM Medan yang terlebih dahulu mengetahui kebobrokan industri yang ada di Kota Siantar,” tukasnya, Kamis (15/6) sekira jam 10.00 Wib.

Sambungnya, dengan temuan tersebut Pemko dinilai tak bekerja sesuai dengan fungsinya. “Sehingga kita harapkan, Pemko sigap. Apalagi ini menjelang hari Lebaran. Maunya pemerintah proaktif menjalankan tugasnya,” ujarnya.

Lebih jauh kata Eliakim, Pemko juga diminta tak bungkam dalam masalah ini. Karena kemungkinan masih banyak perusahaan lain melakukan hal sama dengan leluasa. “Hal ini karena minimnya pengawasan dari Pemko Siantar,” ungkapnya.

Penikmat Mie Turun
Sementara itu, dampak temuan mie berformalin sangat kentara terutama bagi warga yang biasa menikmati mie sebagai sarapan pagi atau malam hari.

Ditemui di Jalan Gereja, Kota Siantar, seorang guru bermarga Sinaga mengakui biasanya dia menikmati mie pansit setiap pagi sebagai sarapan. Namun sejak ada pemberitaan temuan mie berformalin oleh BBPOM Medan, dia jadi tak mau lagi memakan mie pansit.

“Ya terang saja takut. Nggak makan mie pansit lagi saya,” katanya dan saat ditemui hanya menikmati segelas teh manis dan roti cipeng di mejanya di salah satu warung kopi, Sabtu (17/6) pagi.

Selain itu, amatan Siantar24Jam, sejumlah kedai penjual mie pansit di Simpang 4 Kota Siantar yang selalu ramai sejak pagi hingga malam hari juga tampak sepi.

Jika pun ada warga yang menikmati mie pansit di beberapa kedai, tampak tidak seramai sebelum informasi dan pemberitaan mie formalin dan borals meledak. Mie kuning memang menjadi salah satu bahan untuk varian kuliner makanan unggulan di Kota Siantar, seperti untuk membuat mie goreng, mie pansit dan mie kuah yang memang amat digandrungi bukan hanya warga Kota Siantar tetapi juga warga luar daerah. (Els)


Loading...
KOMENTAR ANDA
Berita Terkini Lainnya
Targe Tembus Pasar Internasional, Beras Organik Sergai Butuh Sertifikat LSO
BISNIS - Sabtu, 24 Februari 2018 - 21:25 WIB

Targe Tembus Pasar Internasional, Beras Organik Sergai Butuh Sertifikat LSO

Beras organik merk Sri Wangi produk Kelompok Tani Fajar di Desa Pematang Setrak, Kecamatan Teluk Mengkudu, Sergai yang berhasil menembus ...
Gelar Silahturahmi Alumni Al Azhar, GNPF MUI Sumut Deklarasi Dukung Eramas
Metro 24 Jam - Sabtu, 24 Februari 2018 - 20:35 WIB

Gelar Silahturahmi Alumni Al Azhar, GNPF MUI Sumut Deklarasi Dukung Eramas

Tokoh dan alumni Al Azhar Mesir menggelar silaturahmi di Medan, Jumat (23/2/2018). Silaturahmi bertema Menatap Indonesia Baru Bersama Tuan Guru ...
Pagar Merbau II Geger, Cewek ABG Ditikami 7 Liang
Metro 24 Jam - Sabtu, 24 Februari 2018 - 20:26 WIB

Pagar Merbau II Geger, Cewek ABG Ditikami 7 Liang

Warga Desa Pagar Merbau II, Kecamatan Pagar Merbau, digegerkan dengan temuan seorang gadis berusia sekira 16 tahun yang berlumuran darah ...
Sejak Dicabuli Gurunya, Bocah Ini Tak Sekolah dan Jadi Pemurung
Siantar 24 Jam - Sabtu, 24 Februari 2018 - 20:08 WIB

Sejak Dicabuli Gurunya, Bocah Ini Tak Sekolah dan Jadi Pemurung

Pasca mengalami pelecehan seksual secara berulang dari terduga pelaku, HP (50), oknum wali kelasnya, bocah perempuan, NS, (10) yang masih ...
Sihar Sitorus: Budayakan Literasi untuk Mendapatkan Kebenaraan Informasi
Metro 24 Jam - Sabtu, 24 Februari 2018 - 20:03 WIB

Sihar Sitorus: Budayakan Literasi untuk Mendapatkan Kebenaraan Informasi

Penyebaran informasi yang semakin masif dan canggih, membuat masyarakat dengan mudah mengaksesnya. Hal ini juga menjadi peluang bagi penyebar berita ...
Perumahan Alam Asri, Dibangun di Kawasan Hunian Sejuk
BISNIS - Sabtu, 24 Februari 2018 - 19:59 WIB

Perumahan Alam Asri, Dibangun di Kawasan Hunian Sejuk

Hunian satu ini sangat pas untuk keluarga yang ingin memiliki tempat tinggal alami dan sejuk dengan udara segar pedesaan yang ...