Senin, 11 Desember 2017 | 20.21 WIB
Metro24Jam>News>Metro 24 Jam>Dicabuli Abang Semarga Sampai Hamil, Terdakwa Nikahi Korban Demi Keringanan Hukuman

Dicabuli Abang Semarga Sampai Hamil, Terdakwa Nikahi Korban Demi Keringanan Hukuman

Sabtu, 17 Juni 2017 - 12:52 WIB

SIBOLGA, metro24jam.com – Kasus yang menjerat terdakwa Riswan Ali Amran H (36), yang menyetubuhi adik semarganya, Senja, bukan nama sebenarnya (14) hingga hamil dan sudah melahirkan, masih bergulir di Pengadilan Negeri (PN) Sibolga.

Namun, hingga memasuki agenda pembacaan tuntutan, korban tak juga hadir di persidangan.

Informasi diperoleh menyebutkan, ternyata korban dan terdakwa akhirnya dinikahkan dengan harapan bisa meringankan hukuman. Seperti keterangan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Tehe Aro Waruwu yang ditemui wartawan di PN Sibolga, Rabu (14/6) kemarin.

“Katanya sudah dinikahkan dengan adanya rekomendasi dari istri terdakwa untuk dibawa ke Kantor Urusan Agama(KUA),” ujar Tehe Aro Waruwu.

Dikatakannya, hal ini jelas merupakan upaya hukum dari keluarga terdakwa agar hukuman terdakwa dapat diringankan atas kasus yang menjeratnya tersebut.

Diketahui, ditunggu hingga jam 14.00 wib, saksi korban tak juga hadir di ruang sidang utama, Ruang Cakra, PN Sibolga pada perkara dengan No.131/Pid sus/2017/PN-sbg yang ditangani Hakim Ketua Martua Sagala yang juga Ketua PN Sibolga dengan Hakim Anggota Bob Sadiwijaya dan Boy Jefry Paulus Sembiring.

Senada disampaikan Hakim Ketua Martua Sagala saat dikonfirmasi sebelum persidangan. Dia mengatakan bahwa hingga saat ini terdakwa yang merupakan warga Kecamatan Kolang, Tapanuli Tengah (Tapteng) ini masih ditahan di Lapas Sibolga. Namun, kemarin, keluarga terdakwa mengajukan izin keluar dari penjara untuk menjalani sidang di Pengadilan Agama agar terdakwa diizinkan berpoligami.

Begitu juga dengan informasi yang dihimpun dari keluarga korban. Dikatakan, dua minggu lalu korban keluar dari rumahnya tanpa diketahui oleh orangtuanya dan warga sekitar.

Sementara anak hasil hubungannya dengan terdakwa Riswan Ali Amran H ditinggal begitu saja di rumah orangtuanya. Namun, setelah beberapa hari, keluarga terdakwa menginformasikan, Senja ada pada pengawasan mereka.

Terpisah, Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait mengatakan, terkait upaya hukum yang dibuat oleh keluarga terdakwa dengan menikahkan anak di bawah umur dengan terdakwa tidak bisa dijadikan hakim untuk meringankan hukuman.

“Kasus ini jelas melibatkan anak di bawah umur yang masih memerlukan perlindungan hukum. Jangan keluarga terdakwa dengan seenaknya melanggar aturan dan norma yang berlaku, apalagi korban merupakan anak di bawah umur,” katanya.

“Kemudian, keduanya masih terikat hubungan satu marga. Sudah jelas tidak ada alasan pernikahannya menjadi sah dan hakim tidak bisa menjadikan hal ini meringankan hukuman terdakwa yang jelas sudah melanggar hukum, yakni Undangh-Undang Perlindungan Anak,” sambungnya. (mtc)


Loading...
KOMENTAR ANDA
Berita Terkini Lainnya
Tak Becus Kerja, DPRD Simalungun Diprotes Keras
Siantar 24 Jam - Senin, 11 Desember 2017 - 19:17 WIB

Tak Becus Kerja, DPRD Simalungun Diprotes Keras

DPRD Simalungun mendapat protes keras dari Komite Nasional Pemuda Simalungun Indonesia (KNPSI), lantaran dinilai tak becus melakukan tugas dan fungsi ...
Mendadak Ngidam, Wanita ‘Jadi-jadian’ Ketahuan Simpan Sabu
Metro 24 Jam - Senin, 11 Desember 2017 - 14:09 WIB

Mendadak Ngidam, Wanita ‘Jadi-jadian’ Ketahuan Simpan Sabu

Ada-ada saja tingkah laku pecandu sabu satu ini. Demi mengelabui polisi, Efendi Sinaga alias Wulan (23), mendadak ngidam ketika bertemu ...
Gara-gara ‘Tukang Es’, Panjul dan Tompel Nyangkut di Polsek Perbaungan
Metro 24 Jam - Senin, 11 Desember 2017 - 13:20 WIB

Gara-gara ‘Tukang Es’, Panjul dan Tompel Nyangkut di Polsek Perbaungan

Julianto alias Panjul (24) warga Pasar 7, Gang Kuini, Desa Melati 2, Kecamatan Perbaungan, Sergai dan Andi Zulfikar alias Tompel ...
Perempuan Aceh Diciduk di Loket Bus Antar Provinsi, 1200 Ekstasi Gagal Berangkat ke Palembang
Metro 24 Jam - Senin, 11 Desember 2017 - 09:20 WIB

Perempuan Aceh Diciduk di Loket Bus Antar Provinsi, 1200 Ekstasi Gagal Berangkat ke Palembang

Sebanyak 1200 pil ekstasi gagal berangkat ke Palembang setelah kurirnya, Maulizar--seorang perempuan asal Aceh--diciduk personel Sat Narkoba Polres Tanjungbalai di ...
Jelang Natal & Tahun Baru, Stok Beras Siantar Aman
Siantar 24 Jam - Senin, 11 Desember 2017 - 08:55 WIB

Jelang Natal & Tahun Baru, Stok Beras Siantar Aman

Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2018 yang sudah semakin dekat, Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub Divre Pematangsiantar memastikan persediaan ...
Hutan Sitahoan Dirambah Cukong Asal Siantar
Siantar 24 Jam - Senin, 11 Desember 2017 - 08:48 WIB

Hutan Sitahoan Dirambah Cukong Asal Siantar

Ratusan hektar yang diduga sebagai kawasan hutan di Huta Sitahoan, Nagori Sipangan Bolon, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon (Girsip), Kabupaten Simalungun ...