Senin, 11 Desember 2017 | 20.24 WIB
Metro24Jam>News>Siantar 24 Jam>Masuk Zona Biru, PT STTC Tetap Tak Layak di Tengah Pemukiman

Masuk Zona Biru, PT STTC Tetap Tak Layak di Tengah Pemukiman

Sabtu, 17 Juni 2017 - 10:10 WIB

IMG-34415

PT STTC Jalan Pattimura Siantar Timur. (Elisbet/metro24jam.com)

SIANTAR, metro24jam.com – Suka atau tidak suka, industri rokok PT STTC sudah tidak layak berada di sekitar areal pemukiman, meski dalam Alokasi Ruang untuk Kawasan Industri, yang akan diakomodir dalam Revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal), kawasan itu masih dimasukkan dalam zona biru atau aman.

Pernyataan itu disampaikan Dr Robert Siregar selaku Pengamat Tata Ruang Kota yang dikonfirmasi Siantar24Jam, Jumat (16/6), sekira jam 10.00 Wib.

Secara hirarki, perencanaan dan harmonisasi ruang yang digabung dalam satu zona, harus dihindarkan.

“Jadi saat ini dalam revisi RTRW yang akan mengakomodir spasialnya harus dibuat alokasinya sehingga ke depan semua pihak tidak terjadi saling tuding menuding,” ucapnya.

Lebih lanjut dipaparkan bahwa alokasi ruang tersebut bukan hanya untuk industri rokok PT STTC, sehingga semua kegiatan pengolahan atau industri harus direlokasi pada ruang yang tepat agar tidak menimbulkan friksi.

“Mengenai waktu kapan implementasi relokasinya itu akan diatur dalam regulasinya. Jadi kita mendorong alokasi ruang agar diakomodir dalam revisi RTRW. Hal ini bukan ada kepentingan dan ini bukan hanya untuk STTC. Tetapi semua pelaku industri yang ada dalam zona pemukiman harus memang sudah ditata akan terjadi sustainable development yang kita harap kan,” ujarnya.

Dijelaskan, ke depan tidak ada lagi stakeholder berinterpretasi secara parsial dalam penataan ruang sehingga ada yang pro kontra dalam STTC. Hal ini berlaku untuk semua pelaku industri di Kota Siantar agar taat dalam penataan ruang yang nantinya tercover dalam RTRW.

“Kalau kita melihat secara parsial. ini tidak menyalahi, itu salah, dari sisi ini tidak salah, itu namanya perencanaan yang tidak holistic atau perencanaan sepihak. Penataan RTRW adalah panduan kita menata kota ini secara fisik dan non fisik yg menjadi acuan RPJP, RPJMD, Renstra,” jelasnya.

Kemudian, meski saat ini PT STTC masih dalam zona biru, dinas terkait diharapkan tetap berpacu karena bagaimana nanti jika ke depannya pabrik rokok tersebut menjadi merah atau berbahaya.

“Apakah instansi terkait mau bertanggungjawab, kita harus melihat ini secara holistic dan jangan melihat secara parsial,” ungkapnya.

Dalam hal ini, Direktur Pasca Sarjana Universitas Simalungun itu juga mengatakan, pihaknya tidak ada niat mendorong investasi hengkang dari Kota Siantar. Hanya saja harus ada penataan ruang agar ke depan tidak menjadi masalah.

“Ini pastinya akan tetap jadi polemik jika dibiarkan, sehingga alokasi ruang untuk kegiatan pengolahan industri tidak lagi pada zona pemukiman, suka atau tidak suka harus dialokasikan dalam RTRW dan implementasinya akan diatur nantinya dalam regulasi. Dan bukan hanya PT STTC tapi semua industri yang ada” jelasnya lagi.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan, Ronald Saragih, saat dikonfirmasi mengenai kelayakan sebuah industri di daerah pemukiman, enggan member komentar.

“Itu bukan saya yang menentukan, itu tidak kompetensi saya menjawab itu,” elaknya.

Disinggung, mengenai analisis kesehatannya. Ronald menyampaikan harus ada dulu analisis ilmiah mengenai polutannya, limbah, dan bagaimana efek kepada kesehatan. Setelah itu Ronald mengaku baru berani berbicara.

“Nanti saya salah ngomong pula. Bukan takut saya sama orang itu, tapi saya mencoba menyarankan agar ada penelitian secara ilmiah dulu,” sebutnya berargumen.

Disinggung, bahwa asumsi di masyarakat ada kesan dinas yang dipimpinnya berusaha membela PT STTC ‘mati-matian’ karena ada ‘sesuatu’, Ronald membantah.

“Aku bukan membela, bukan hanya di Dinas kesehatan yang dapat DHCT. Sehingga bukan karena itu,” kilahnya.

Terkait pernyataan dr Djuni saat diwawancarai beberapa hari lalu, soal pasien Ispa yang bisa saja disebabkan oleh polusi pabrik, Ronal tidak membantahnya. “Benar karena polusi pabrik, tapikan harus jelas polusi bagaimana,” ucapnya.

Sementara, masalah limbah atau perubahan udara yang dihirup, sebenarnya bukan hanya dirasakan masyarakat sekitar Jalan Pdt Justin Sihombing sekitarnya, tetapi juga sampai ke warga yang berada di seputaran Jalan Pattimura. Terutama di sekitar Kelurahan Tomuan, Kecamatan Siantar Timur, hal itu juga terjadi. Ironisnya, pihak PT STTC tidak mau tau tentang apa yang dialami masyarakat.

“Setiap hari kami mencium bau tembakau karena rumah kami sangat berdekatan dengan STTC. Tapi, waktu ada bagi-bagi sembako, yang menerima justru yang berada jauh dari STTC,” kata salah seorang ibu rumah tangga sembari mengatakan mulai sering sesak nafas dan berencana akan memeriksa kesehatannya di Puskesmas terdekat. (Els)


Loading...
KOMENTAR ANDA
Berita Terkini Lainnya
Tak Becus Kerja, DPRD Simalungun Diprotes Keras
Siantar 24 Jam - Senin, 11 Desember 2017 - 19:17 WIB

Tak Becus Kerja, DPRD Simalungun Diprotes Keras

DPRD Simalungun mendapat protes keras dari Komite Nasional Pemuda Simalungun Indonesia (KNPSI), lantaran dinilai tak becus melakukan tugas dan fungsi ...
Mendadak Ngidam, Wanita ‘Jadi-jadian’ Ketahuan Simpan Sabu
Metro 24 Jam - Senin, 11 Desember 2017 - 14:09 WIB

Mendadak Ngidam, Wanita ‘Jadi-jadian’ Ketahuan Simpan Sabu

Ada-ada saja tingkah laku pecandu sabu satu ini. Demi mengelabui polisi, Efendi Sinaga alias Wulan (23), mendadak ngidam ketika bertemu ...
Gara-gara ‘Tukang Es’, Panjul dan Tompel Nyangkut di Polsek Perbaungan
Metro 24 Jam - Senin, 11 Desember 2017 - 13:20 WIB

Gara-gara ‘Tukang Es’, Panjul dan Tompel Nyangkut di Polsek Perbaungan

Julianto alias Panjul (24) warga Pasar 7, Gang Kuini, Desa Melati 2, Kecamatan Perbaungan, Sergai dan Andi Zulfikar alias Tompel ...
Perempuan Aceh Diciduk di Loket Bus Antar Provinsi, 1200 Ekstasi Gagal Berangkat ke Palembang
Metro 24 Jam - Senin, 11 Desember 2017 - 09:20 WIB

Perempuan Aceh Diciduk di Loket Bus Antar Provinsi, 1200 Ekstasi Gagal Berangkat ke Palembang

Sebanyak 1200 pil ekstasi gagal berangkat ke Palembang setelah kurirnya, Maulizar--seorang perempuan asal Aceh--diciduk personel Sat Narkoba Polres Tanjungbalai di ...
Jelang Natal & Tahun Baru, Stok Beras Siantar Aman
Siantar 24 Jam - Senin, 11 Desember 2017 - 08:55 WIB

Jelang Natal & Tahun Baru, Stok Beras Siantar Aman

Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2018 yang sudah semakin dekat, Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub Divre Pematangsiantar memastikan persediaan ...
Hutan Sitahoan Dirambah Cukong Asal Siantar
Siantar 24 Jam - Senin, 11 Desember 2017 - 08:48 WIB

Hutan Sitahoan Dirambah Cukong Asal Siantar

Ratusan hektar yang diduga sebagai kawasan hutan di Huta Sitahoan, Nagori Sipangan Bolon, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon (Girsip), Kabupaten Simalungun ...