Senin, 11 Desember 2017 | 20.23 WIB
Metro24Jam>News>Metro 24 Jam>Koper Merah Dikira Bom Aspol Pasar Merah Geger

Koper Merah Dikira Bom Aspol Pasar Merah Geger

Minggu, 11 Juni 2017 - 07:51 WIB

IMG-33553

Tim jibom di lokasi. (ist/metro24jam.com)

MEDAN, metro24jam.com – Trauma dengan aksi bom bunuh diri yang terjadi belakangan ini membuat S Simamora warga Blok T No 12, Asrama Polisi Pasar Merah, Jalan Menteng Raya, Kelurahan Pasar Merah Timur, Kecamatan Medan Denai, ketakutan melihat koper berwarna merah ditinggal pemiliknya di depan rumahnya, Sabtu (10/6) jam 08.30 wib.

Takut koper itu meledak, S Simamora pun mendatangi Kepling kemudian menelpon Tim Jibom Brimob Polda Sumut untuk mengamankan koper yang diduga berisi bom itu. Suasana Asrama Polisi di pagi buta itu pun menjadi gempar.

Isi tas merah. (Ari/metro24jam.com)

Menurut informasi menyebutkan, pagi itu, seorang wanita berusia sekitar 18 tahun memakai memakai baju kaos lengan pendek warna hitam putih dan memakai celana jeans warna hitam dengan rambut pendek, berkulit sawo matang, datang membawa tas koper berwarna merah dengan berjalan kaki.

Kemudian, wanita tersebut mendatangi salah satu warga di komplek tersebut dan menanyakan rumah salah satu warga bermarga Hutagalung. Namun, rumah yang dicari tak kunjung ketemu, wanita tersebut pergi dengan berjalan kaki.

Lalu, seorang warga melihat tas yang dibawa wanita itu ditinggal di samping rumah S Simamora, tepatnya di belakang gereja Oikumeme. Menduga tas koper itu berisikan bom, warga pun panik dan berhamburan keluar rumah.

Tak beberapa lama mendengar itu, EE Siagian (56), Kepling 15 Kelurahan Binjai, Kecamatan Medan Denai, Kompleks Aspol Pasar Merah Blok O No 12 D, pun datang.

“Sekira jam 09.10 wib datang ke rumah saya seorang warga S Simamora melaporkan bahwa di samping rumahnya ada ditemukan satu buah tas koper warna merah, langsung saya laporkan ke Polsek Medan Area,” akunya.

Mendengar laporan tersebut, Polsek Medan Area yang dipimpin Kapolsek Kompol M Arifin mengamankan lokasi dan langsung memasang police line sembari menunggu Team Jibom dari Brimobdasu.

Lalu tim Jibom Brimobdasu memeriksa dengan melakukan XRay pada tas Merah tersebut. Alhasil, tas tersebut hanya berisikan sebuah Setrika merek Parkson, 3 Kipas angin tangan, dan kain ambal, dan kain untuk bakal Batik Angkasawan warna Biru.

Kapolsek Medan Area, Kompol M Arifin saat dikonfirmasi Metro24Jam membenarkan kejadian tersebut.

“Pemiliknya gak tahu juga masih kita lidik orangnya, sedang diperiksa di mako Brimob bukan di Polsek,” ujarnya.

Cari Rumah Hutagalung
Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Rina Sari Ginting kepada wartawan menjelaskan, berdasarkan keterangan saksi Dameria br Situmorang (54), warga Aspol, menyebutkan sesaat sebelum tas koper itu ditemukan, terlebih dulu ada seorang wanita sekira umur 18 tahun pakai baju kaos lengan pendek warna hitam putih dan celana jeans warna hitam, rambut pendek, kulit sawo matang, dengan membawa tas koper warna merah tersebut dengan berjalan kaki, menanyakan rumah salah seorang warga bermarga Hutagalung, No 52.

Petugas menginterogasi warga. (Rafli/metro24jam.com)

“Jadi ada perempuan yang bertanya ke saksi rumah salah seorang warga di situ, lalu dijawab saksi kalau rumah No 52, tidak ada. Tapi kalau rumah Marga Hutagalung ada. Selanjutnya yang bersangkutan pergi meninggalkan saksi. Setelah itu, saksi melihat perempuan tadi pergi dengan berjalan kaki meninggalkan Asrama Pasar Merah. Namun saksi melihat, koper warna merah milik wanita itu sudah berada di pinggir jalan samping rumah warga S Simamora, Blok T, No 12, tepatnya di belakang gereja Oikumene,” terang Rina.

Penemuan tas koper tersebut langsung menjadi perbincangan warga sekitar, termasuk S Simamora.

“Jadi warga S Simamora yang rumahnya tak jauh dari koper merah diduga bom itu mendengar ribut-ribut di samping rumahnya. Lalu dia keluar dan melihat tas koper itu. Dia kemudian berinisiatif melaporkan hal itu ke Kepling setempat, EE Siagian. Lantas keduanya melaporkan hal itu ke Polsek Medan Area,” terangnya lagi.

Mendapat laporan itu, personel Polsek Medan Area yang dipimpin langsung Kapolseknya, Kompol M Arifin meluncur untuk mengamankan lokasi dengan memasang police line menunggu Team Jibom dari Brimobdasu.

Baru sekira jam 10.10 wib, tim Jibom Brimob Poldasu dipimpin Kanit Jibom Iptu Masmur Sitepu tiba di lokasi dilanjutkan pelaksanaan XRAY pada tas koper warna merah. Selanjutnya, petugas Jibom mengamankan koper tersebut ke Mako Gegana Brimob Polda Sumut untuk diperiksa.

Setelah diperiksa, ternyata isi tas koper tersebut, yakni 1 setrika pakaian merek Parkson, 3 buah kipas tangan dari bambu dan kain, 1 buah ambal warna merah dan sebuah kain bakal batik merk angkasawan warna biru.

“Sekira jam 12.00 wib, tas koper warna merah diamankan Jibom dan diboyong ke Mako Detasemen Gegana Brimob Polda Sumut untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Setelah diperiksa, ternyata isinya bukan bom atau bahan peledak, melainkan sebuah setrika, 3 buah kipas tangan, sebuah ambal dan sebuah kain bakal batik merk angkasawan warna biru. Dan itu sudah diserahkan ke Polsek Medan Area,” ungkap Rina Sari Ginting. (ari/raf)


Loading...
KOMENTAR ANDA
Berita Terkini Lainnya
Tak Becus Kerja, DPRD Simalungun Diprotes Keras
Siantar 24 Jam - Senin, 11 Desember 2017 - 19:17 WIB

Tak Becus Kerja, DPRD Simalungun Diprotes Keras

DPRD Simalungun mendapat protes keras dari Komite Nasional Pemuda Simalungun Indonesia (KNPSI), lantaran dinilai tak becus melakukan tugas dan fungsi ...
Mendadak Ngidam, Wanita ‘Jadi-jadian’ Ketahuan Simpan Sabu
Metro 24 Jam - Senin, 11 Desember 2017 - 14:09 WIB

Mendadak Ngidam, Wanita ‘Jadi-jadian’ Ketahuan Simpan Sabu

Ada-ada saja tingkah laku pecandu sabu satu ini. Demi mengelabui polisi, Efendi Sinaga alias Wulan (23), mendadak ngidam ketika bertemu ...
Gara-gara ‘Tukang Es’, Panjul dan Tompel Nyangkut di Polsek Perbaungan
Metro 24 Jam - Senin, 11 Desember 2017 - 13:20 WIB

Gara-gara ‘Tukang Es’, Panjul dan Tompel Nyangkut di Polsek Perbaungan

Julianto alias Panjul (24) warga Pasar 7, Gang Kuini, Desa Melati 2, Kecamatan Perbaungan, Sergai dan Andi Zulfikar alias Tompel ...
Perempuan Aceh Diciduk di Loket Bus Antar Provinsi, 1200 Ekstasi Gagal Berangkat ke Palembang
Metro 24 Jam - Senin, 11 Desember 2017 - 09:20 WIB

Perempuan Aceh Diciduk di Loket Bus Antar Provinsi, 1200 Ekstasi Gagal Berangkat ke Palembang

Sebanyak 1200 pil ekstasi gagal berangkat ke Palembang setelah kurirnya, Maulizar--seorang perempuan asal Aceh--diciduk personel Sat Narkoba Polres Tanjungbalai di ...
Jelang Natal & Tahun Baru, Stok Beras Siantar Aman
Siantar 24 Jam - Senin, 11 Desember 2017 - 08:55 WIB

Jelang Natal & Tahun Baru, Stok Beras Siantar Aman

Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2018 yang sudah semakin dekat, Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub Divre Pematangsiantar memastikan persediaan ...
Hutan Sitahoan Dirambah Cukong Asal Siantar
Siantar 24 Jam - Senin, 11 Desember 2017 - 08:48 WIB

Hutan Sitahoan Dirambah Cukong Asal Siantar

Ratusan hektar yang diduga sebagai kawasan hutan di Huta Sitahoan, Nagori Sipangan Bolon, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon (Girsip), Kabupaten Simalungun ...