Sabtu, 24 Februari 2018 | 21.32 WIB
Metro24Jam>News>Metro 24 Jam>2 Bom Panci Meledak di Kampung Melayu, 3 Polisi Tewas

2 Bom Panci Meledak di Kampung Melayu, 3 Polisi Tewas

Kamis, 25 Mei 2017 - 09:32 WIB

IMG-30908

Potongan tubuh yang diduga pelaku bom panci. (ist/metro24jam.com)

JAKARTA, metro24jam.com – Bom meledak di terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur, Rabu malam sekitar pukul 21.00 WIB. Bom meledak dua kali dan menewaskan lima orang.

Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan, bom tersebut berjenis bom panci, mirip seperti bom yang meledak di Bandung beberapa bulan lalu.

Potongan tangan yang diduga bagian dari tubuh pelaku bom bunuh diri. (ist/metro24jam.com)

Jenis bom ini diketahui setelah petugas kepolisian selesai melakukan olah TKP, Kamis (25/5/2017) dini hari.

“Serpihan hampir sama dengan Bandung, bom panci,” ujar Setyo di lokasi kejadian, mengutip Liputan6.com

Setyo juga menyebut, polisi menemukan struk pembelian panci di salah satu saku pelaku yang tewas di lokasi kejadian. Struk tersebut bertanggal 22 Mei.

“Struk tanggal 22 Mei di Padalarang pukul sembilan, pembelian panci dari minimarket ditemukan di salah satu saku pelaku,” beber Setyo.

Meski bom Kampung Melayu sempat mengejutkan warga, namun Setyo mengimbau agar warga tidak takut. “Polri menjamin keamanan warga,” ujar Setyo.

Dua Potongan Tubuh, 3 Polisi Tewas
Setelah menuntaskan olah tempat kejadian perkara (TKP) ledakan bom di Kampung Melayu, Jakarta Timur, Kamis dinihari sekitar jam 01.00 WIB, polisi menemukan dua serpihan tubuh, yakni tangan dan kepala, yang dipastikan milik pelaku bom bunuh diri.

Aparat kepolisian mengevakuasi potongan jenazah ketika olah TKP ledakan di Terminal Kampung Melayu, Rabu (24/5). (Liputan6.com)

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto menyatakan, pelaku bom Kampung Melayu berjumlah dua orang dan keduanya dipastikan tewas di lokasi.

“2 pelaku dinyatakan tewas, laki-laki,” ujar Setyo di lokasi, Kamis (25/5/2017) dini hari.

Setyo memastikan dua potongan tubuh itu adalah dua tubuh yang berbeda. “Dua jasad berbeda,” ucap dia.

Selain itu, korban meninggal dari kepolisian bertambah menjadi 3 korban meninggal. “3 anggota Polri yang gugur. Penyebab meninggal belum ditahui,” ujar Setyo.

Tiga polisi yang tewas sedang mengamankan pawai obor jelang Ramadan.

“Lagi bertugas mengamankan pawai. Pawai belum lewat sudah terjadi ledakan,” ucap dia.

Dengan demikian, total terdapat 5 korban jiwa akibat bom Kampung Melayu, yakni 2 pelaku dan 3 polisi.

Bom Panci
Sementara itu, Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul mengatakan pelaku menggunakan jenis bom ransel dan panci pada saat kejadian.

Kesimpulan ini didapat dari hasil penyidikan dan olah tempat kejadian perkara (TKP). Apalagi, jasad orang yang diduga pelaku ditemukan tidak utuh di lokasi kejadian.

“Itu tas ransel maupun panci,” kata Martinus seperti di Jakarta, dilansir Liputan6.com, Kamis (25/5/2017).

Martin menambahkan, bom yang digunakan oleh pelaku berdaya ledak rendah. Menurutnya, hal ini bisa dilihat dari dampak ledakan yang tidak terlalu besar di lokasi kejadian bom Kampung Melayu.

“Itu low explosive,” ucap Martin.

Meski demikian, Martin mengaku pihaknya masih mendalami beberapa barang bukti yang ditemukan di lokasi pada saat olah TKP. Sehingga, kata dia, bisa didapat kesimpulan jenis bom yang digunakan pelaki.

“Karena kan harus ditemukan ransel dan pancinya,” tambah Martin.

Dua ledakan besar terjadi di Halte Transjakarta Kampung Melayu, Jakarta Timur, Rabu (24/5/2017) malam.

Ledakan pertama terjadi pukul 21.00 WIB. Selang lima menit, kembali terdengar suara ledakan.

Suara ledakan disebutkan berasal dari arah toilet umum terminal, yang berada tidak jauh dari halte Transjakarta Kampung Melayu, arah Otista Jatinegara.

Wakil Kapolri Komjen Syafruddin mengungkapkan ledakan terjadi saat polisi tengah mengawal pawai obor yang digelar warga untuk menyambut bulan suci Ramadan.(l6/asp)


Loading...
KOMENTAR ANDA
Berita Terkini Lainnya
Targe Tembus Pasar Internasional, Beras Organik Sergai Butuh Sertifikat LSO
BISNIS - Sabtu, 24 Februari 2018 - 21:25 WIB

Targe Tembus Pasar Internasional, Beras Organik Sergai Butuh Sertifikat LSO

Beras organik merk Sri Wangi produk Kelompok Tani Fajar di Desa Pematang Setrak, Kecamatan Teluk Mengkudu, Sergai yang berhasil menembus ...
Gelar Silahturahmi Alumni Al Azhar, GNPF MUI Sumut Deklarasi Dukung Eramas
Metro 24 Jam - Sabtu, 24 Februari 2018 - 20:35 WIB

Gelar Silahturahmi Alumni Al Azhar, GNPF MUI Sumut Deklarasi Dukung Eramas

Tokoh dan alumni Al Azhar Mesir menggelar silaturahmi di Medan, Jumat (23/2/2018). Silaturahmi bertema Menatap Indonesia Baru Bersama Tuan Guru ...
Pagar Merbau II Geger, Cewek ABG Ditikami 7 Liang
Metro 24 Jam - Sabtu, 24 Februari 2018 - 20:26 WIB

Pagar Merbau II Geger, Cewek ABG Ditikami 7 Liang

Warga Desa Pagar Merbau II, Kecamatan Pagar Merbau, digegerkan dengan temuan seorang gadis berusia sekira 16 tahun yang berlumuran darah ...
Sejak Dicabuli Gurunya, Bocah Ini Tak Sekolah dan Jadi Pemurung
Siantar 24 Jam - Sabtu, 24 Februari 2018 - 20:08 WIB

Sejak Dicabuli Gurunya, Bocah Ini Tak Sekolah dan Jadi Pemurung

Pasca mengalami pelecehan seksual secara berulang dari terduga pelaku, HP (50), oknum wali kelasnya, bocah perempuan, NS, (10) yang masih ...
Sihar Sitorus: Budayakan Literasi untuk Mendapatkan Kebenaraan Informasi
Metro 24 Jam - Sabtu, 24 Februari 2018 - 20:03 WIB

Sihar Sitorus: Budayakan Literasi untuk Mendapatkan Kebenaraan Informasi

Penyebaran informasi yang semakin masif dan canggih, membuat masyarakat dengan mudah mengaksesnya. Hal ini juga menjadi peluang bagi penyebar berita ...
Perumahan Alam Asri, Dibangun di Kawasan Hunian Sejuk
BISNIS - Sabtu, 24 Februari 2018 - 19:59 WIB

Perumahan Alam Asri, Dibangun di Kawasan Hunian Sejuk

Hunian satu ini sangat pas untuk keluarga yang ingin memiliki tempat tinggal alami dan sejuk dengan udara segar pedesaan yang ...