Minggu, 18 Februari 2018 | 12.22 WIB
Metro24Jam>News>Metro 24 Jam>Jadi Sindikat Bandar Sabu Aceh – Medan, Sertu CPM Habibi Dicari Hidup Atau Mati!

Jadi Sindikat Bandar Sabu Aceh – Medan, Sertu CPM Habibi Dicari Hidup Atau Mati!

Kamis, 4 Mei 2017 - 14:32 WIB

IMG-27322

Sertu CPM Mustafa Habibi lolos saat BNN menyergap jaringan pengedar Sabu Medan-Aceh. (file/metro24jam.com)

MEDAN, metro24jam.com – Hingga kini, keberadaan Sertu CPM Mustafa Habibi, masih dicari keberadaannya. Bukan karena sosok anggota TNI berjasa pada bangsa dan negara, tapi akibat ulahnya sendiri yang terlibat sindikat narkoba.

Sertu CPM Mustafa Habibi merupakan anggota sindikat pengedar narkoba jaringan Aceh-Medan. Ia berhasil lolos saat teman-temannya dibekuk dalam rentetan penggerebekan yang bermula di Jalan Medan-Binjai Km 10, kawasan Asrama Abdul Hamid, Sunggal, pada Rabu (1/2/2017) lalu.

Dalam penggerebekan yang dilakukan BNN dan Polri itu, 10 orang jaringan Habibi diringkus. Satu diantaranya ditembak mati karena berusaha melawan. Dari kasus itu, total barangbukti yang disita petugas mencapai 46 Kg sabu, 3.620 pil ekstasi dan 465 pil Happy Five.

Anggota Detasemen Polisi Militer (Denpom) I/5 Medan ini bisa lolos dari penangkapan karena sedang ikut apel di sebuah lokasi di Kota Medan. Begitu selesai apel, Habibi dikabarkan mengetahui penggerebekan di Jalan Medan-Binjai itu. Seketika itu juga Habibi langsung menghilang hingga saat ini.

“Keberadaannya terus dicari, baik hidup ataupun mati. Karena, selain BNN, Polri, dan Kodam I/BB, Puspom TNI juga mencari yang bersangkutan,” ucap Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) I/BB, Kolonel Inf Edi Hartono menjawab Global24Jam Medan di sela-sela acara Coffee Morning Pangdam I/BB dengan insan media di Makodam I/BB Jalan Gatot Subroto Km 7,5 Medan, Rabu (3/5).

Menurut Kolonel Inf Edi, sejak peristiwa 1 Maret itu hingga kini, terhitung sudah dua bulan lebih pencarian Habibi dilakukan. Namun yang bersangkutan masih belum tertangkap.

“Cepat atau lambat, dia (Habibi) pasti tertangkap. Hanya masalah waktu saja. Karena, seluruh jajaran di wilayah Kodam I/BB yang meliputi Sumut, Riau, Sumbar, dan Kepri telah diinstruksikan untuk membantu pencarian. Begitu juga dengan Puspom TNI, BNN dan Polri. Jadi, hanya tinggal menunggu waktunya saja,” kata Kolonel Inf Edi.

Sebelumnya pun, Komandan Detasemen Polisi Militer (Dandenpom) Kodam I/BB, Kolonel CPM Yusri Nuryanto juga menegaskan akan terus mencari Habibi. Bagi Yusri, ulah Habibi sudah tidak bisa ditolerir. Tidak hanya mencoreng nama kesatuan, tetapi juga institusi TNI AD.

“Kami enggak kasih ampun sama anggota yang terlibat narkoba seperti ini. Yang bersangkutan, akan kami cari hidup atau mati,” tegas Yusri, Kamis (2/3) sore.

Perwira berpangkat tiga melati kuning di pundak itu menambahkan, sudah memerintahkan jajaran Polisi Militer (POM) Kodam I/BB untuk mencari Habibi. Yusri memastikan akan memecat Habibi dari kesatuan setelah tertangkap.

“Seperti yang saya sampaikan, tidak ada ampun bagi anggota yang terlibat narkoba. Jika tertangkap, tentu akan kami proses untuk pemecatan. Saya pastikan itu,” tegasnya.

Bandar Besar
Setelah menembak mati seorang bandar narkoba bernama Rizwan (48), petugas BNN kemudian melakukan pengembangan jaringan narkoba ini. BNN kemudian memeriksa tersangka lain yang berhasil ditangkap, yakni Dedi (24).

Dari pengembangan itu, terungkap keterlibatan Sertu CPM Mustafa Habibi. Tanpa buang waktu, personel BNN Pusat langsung menggerebek rumah Habibi di Jalan TB Simatupang, Kecamatan Sunggal, Kota Medan.

Di sana, petugas menemukan narkoba jenis sabu dalam jumlah besar, yakni 35 Kg. Petugas juga mengamankan 6 warga sipil. Yaitu Junet, Andi, Hendra, Zakaria, Rahmat dan Rijal. Mereka adalah warga asal Aceh Utara. Selanjutnya, petugas juga melakukan pengrebekan di sebuah rumah mewah di Kompleks Melinjo, Medan Johor. (zul)

BACA JUGA:
Sindikat Sabu Dihujani Pelor 1 Tewas, 9 Ditangkap Hidup, Terlibat, PM Pangkat Sertu Buron


Loading...
KOMENTAR ANDA
Berita Terkini Lainnya
Perempuan Sergai Taklukkan Puncak Tertinggi Amerika Selatan
Metro 24 Jam - Minggu, 18 Februari 2018 - 11:52 WIB

Perempuan Sergai Taklukkan Puncak Tertinggi Amerika Selatan

Seorang putri Indonesia asal Serdang Bedagai berhasil menaklukkan puncak Gunung Aconcagua di provinsi Mendoza, Argentina, yang memiliki ketinggian 6.962 meter ...
Poldasu Grebek Gudang Sawit Milik Oknum Dewan Simalungun, Puluhan Orang Diamankan
Siantar 24 Jam - Minggu, 18 Februari 2018 - 11:20 WIB

Poldasu Grebek Gudang Sawit Milik Oknum Dewan Simalungun, Puluhan Orang Diamankan

Sepasukan personel Ditreskrimsus dibantu personel Brimob Poldasu, menggerebek gudang penimbunan Tandan Buah Sawit (TBS) di Nagori Baja Dolok dan Kecamatan ...
Setengah Tahun Buron, Residivis Kasus Pencurian Ditangkap
Metro 24 Jam - Minggu, 18 Februari 2018 - 11:04 WIB

Setengah Tahun Buron, Residivis Kasus Pencurian Ditangkap

Berakhir sudah aksi pelarian Dwi Suhatmoko (37). Setelah buron selama setengah tahun lebih, pria yang tinggal di Jalan Dwikora, Kelurahan ...
Curi Kotak Infaq, Penyabu Digiring ke Polsek
- Minggu, 18 Februari 2018 - 10:57 WIB

Curi Kotak Infaq, Penyabu Digiring ke Polsek

Seorang pencuri kotak infaq diamankan polisi usai kepergok warga dan pengurus mesjid saat beraksi di Masjid Ali Imran, Dusun 10, ...
Kepergok Curi Kreta, Feri Bengkak-bengkak Dihajar Massa
Metro 24 Jam - Minggu, 18 Februari 2018 - 10:51 WIB

Kepergok Curi Kreta, Feri Bengkak-bengkak Dihajar Massa

Wajah Feri Efendi Pane (30), warga Jalan Mesjid, dekat Asrama Zipur, bengkak-bengkak dihajar massa usai kepergok mencuri kreta di Jalan ...
Cabuli Siswi SMA, Guru Honor Ditangkap dan Terancam Dipecat
Metro 24 Jam - Minggu, 18 Februari 2018 - 10:38 WIB

Cabuli Siswi SMA, Guru Honor Ditangkap dan Terancam Dipecat

Syahrul Huda (29) warga Simpang Roda, Desa Sei Buluh, Kecamatan Teluk Mengkudu, Sergai ditangkap Sat Reksrim Polres Sergai atas kasus ...