Kamis, 19 Oktober 2017 | 14.26 WIB
Metro24Jam>News>Metro 24 Jam>Jadi Sindikat Bandar Sabu Aceh – Medan, Sertu CPM Habibi Dicari Hidup Atau Mati!

Jadi Sindikat Bandar Sabu Aceh – Medan, Sertu CPM Habibi Dicari Hidup Atau Mati!

Kamis, 4 Mei 2017 - 14:32 WIB

IMG-27322

Sertu CPM Mustafa Habibi lolos saat BNN menyergap jaringan pengedar Sabu Medan-Aceh. (file/metro24jam.com)

MEDAN, metro24jam.com – Hingga kini, keberadaan Sertu CPM Mustafa Habibi, masih dicari keberadaannya. Bukan karena sosok anggota TNI berjasa pada bangsa dan negara, tapi akibat ulahnya sendiri yang terlibat sindikat narkoba.

Sertu CPM Mustafa Habibi merupakan anggota sindikat pengedar narkoba jaringan Aceh-Medan. Ia berhasil lolos saat teman-temannya dibekuk dalam rentetan penggerebekan yang bermula di Jalan Medan-Binjai Km 10, kawasan Asrama Abdul Hamid, Sunggal, pada Rabu (1/2/2017) lalu.

Dalam penggerebekan yang dilakukan BNN dan Polri itu, 10 orang jaringan Habibi diringkus. Satu diantaranya ditembak mati karena berusaha melawan. Dari kasus itu, total barangbukti yang disita petugas mencapai 46 Kg sabu, 3.620 pil ekstasi dan 465 pil Happy Five.

Anggota Detasemen Polisi Militer (Denpom) I/5 Medan ini bisa lolos dari penangkapan karena sedang ikut apel di sebuah lokasi di Kota Medan. Begitu selesai apel, Habibi dikabarkan mengetahui penggerebekan di Jalan Medan-Binjai itu. Seketika itu juga Habibi langsung menghilang hingga saat ini.

“Keberadaannya terus dicari, baik hidup ataupun mati. Karena, selain BNN, Polri, dan Kodam I/BB, Puspom TNI juga mencari yang bersangkutan,” ucap Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) I/BB, Kolonel Inf Edi Hartono menjawab Global24Jam Medan di sela-sela acara Coffee Morning Pangdam I/BB dengan insan media di Makodam I/BB Jalan Gatot Subroto Km 7,5 Medan, Rabu (3/5).

Menurut Kolonel Inf Edi, sejak peristiwa 1 Maret itu hingga kini, terhitung sudah dua bulan lebih pencarian Habibi dilakukan. Namun yang bersangkutan masih belum tertangkap.

“Cepat atau lambat, dia (Habibi) pasti tertangkap. Hanya masalah waktu saja. Karena, seluruh jajaran di wilayah Kodam I/BB yang meliputi Sumut, Riau, Sumbar, dan Kepri telah diinstruksikan untuk membantu pencarian. Begitu juga dengan Puspom TNI, BNN dan Polri. Jadi, hanya tinggal menunggu waktunya saja,” kata Kolonel Inf Edi.

Sebelumnya pun, Komandan Detasemen Polisi Militer (Dandenpom) Kodam I/BB, Kolonel CPM Yusri Nuryanto juga menegaskan akan terus mencari Habibi. Bagi Yusri, ulah Habibi sudah tidak bisa ditolerir. Tidak hanya mencoreng nama kesatuan, tetapi juga institusi TNI AD.

“Kami enggak kasih ampun sama anggota yang terlibat narkoba seperti ini. Yang bersangkutan, akan kami cari hidup atau mati,” tegas Yusri, Kamis (2/3) sore.

Perwira berpangkat tiga melati kuning di pundak itu menambahkan, sudah memerintahkan jajaran Polisi Militer (POM) Kodam I/BB untuk mencari Habibi. Yusri memastikan akan memecat Habibi dari kesatuan setelah tertangkap.

“Seperti yang saya sampaikan, tidak ada ampun bagi anggota yang terlibat narkoba. Jika tertangkap, tentu akan kami proses untuk pemecatan. Saya pastikan itu,” tegasnya.

Bandar Besar
Setelah menembak mati seorang bandar narkoba bernama Rizwan (48), petugas BNN kemudian melakukan pengembangan jaringan narkoba ini. BNN kemudian memeriksa tersangka lain yang berhasil ditangkap, yakni Dedi (24).

Dari pengembangan itu, terungkap keterlibatan Sertu CPM Mustafa Habibi. Tanpa buang waktu, personel BNN Pusat langsung menggerebek rumah Habibi di Jalan TB Simatupang, Kecamatan Sunggal, Kota Medan.

Di sana, petugas menemukan narkoba jenis sabu dalam jumlah besar, yakni 35 Kg. Petugas juga mengamankan 6 warga sipil. Yaitu Junet, Andi, Hendra, Zakaria, Rahmat dan Rijal. Mereka adalah warga asal Aceh Utara. Selanjutnya, petugas juga melakukan pengrebekan di sebuah rumah mewah di Kompleks Melinjo, Medan Johor. (zul)

BACA JUGA:
Sindikat Sabu Dihujani Pelor 1 Tewas, 9 Ditangkap Hidup, Terlibat, PM Pangkat Sertu Buron


Loading...
KOMENTAR ANDA
Berita Terkini Lainnya
Lapak, Meja & Rak Hilang, Pedagang Siap Melapor ke Polisi
Siantar 24 Jam - Kamis, 19 Oktober 2017 - 14:22 WIB

Lapak, Meja & Rak Hilang, Pedagang Siap Melapor ke Polisi

Pasangan suami istri (pasutri) Yunus Siburian dan Elna boru Turnip geram dengan tindak-tanduk Perusahaan Daerah Pasar Horas Jaya (PD PHJ) ...
4 Parpol di Siantar Belum Sesuai Sipol
Siantar 24 Jam - Kamis, 19 Oktober 2017 - 14:14 WIB

4 Parpol di Siantar Belum Sesuai Sipol

KPUD Siantar perpanjang pendaftaran partai politik (parpol) kepesertaan Pemilu 2019 hingga 17 Oktober 2017, sesuai Surat Edaran KPU RI nomor ...
Palak Pedagang Boneka, Preman Kampung Digaruk Polisi
Metro 24 Jam - Kamis, 19 Oktober 2017 - 14:11 WIB

Palak Pedagang Boneka, Preman Kampung Digaruk Polisi

Warga Jalan Umum Perbatasan, Desa Bakaran Batu, Kecamatan Lubuk Pakam mendadak heboh. Pasalnya, personel Sat Reskrim Polres Deliserdang tiba-tiba meringkus ...
DPO Cabul Tak Kunjung Ditangkap, Kasat Reskrim Dinilai Lakukan Pembohongan Publik
Siantar 24 Jam - Kamis, 19 Oktober 2017 - 13:54 WIB

DPO Cabul Tak Kunjung Ditangkap, Kasat Reskrim Dinilai Lakukan Pembohongan Publik

Pasca dilantik sebagai Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Siantar, Selasa (16/5) lalu, AKP Restuadi dinilai telah melakukan pembohongan ...
Penjual Sabu Nangis Dipenjara 5 Tahun, Jaksa: Inilah yang Terakhir Kita Jumpa Ya!
Siantar 24 Jam - Kamis, 19 Oktober 2017 - 13:40 WIB

Penjual Sabu Nangis Dipenjara 5 Tahun, Jaksa: Inilah yang Terakhir Kita Jumpa Ya!

Andi Junaidi (39), menangis begitu mendengar vonis yang dijatuhkan majelis hakim Pengadilan Negeri Siantar, Rabu (18/10) sore kemarin. Jaksa Penuntut ...
Poyek Stadion Sang Naualuh Bau Kolusi
Metro 24 Jam - Kamis, 19 Oktober 2017 - 13:31 WIB

Poyek Stadion Sang Naualuh Bau Kolusi

Pelaksanaan proyek revitalisasi Stadion Sang Nauluh di Kelurahan Asuhan, Kecamatan Siantar Timur yang dikerjakan PT Duta Sumatera Perkasa yang bermarkas ...