Kamis, 19 Oktober 2017 | 14.26 WIB
Metro24Jam>News>Metro 24 Jam>Istri Mau Pipis Dibilang Lo**e, Abang Tewas Dibalok Adik

Istri Mau Pipis Dibilang Lo**e, Abang Tewas Dibalok Adik

Kamis, 27 April 2017 - 15:13 WIB

IMG-26317

SIMALUNGUN, metro24jam.com – Mulutmu, harimau mu. Pepatah ini tepat berlaku bagi Saudin Damanik (63). Warga Kampung Marjandi Dolok, Nagori Silou Huluan, Kecamatan Raya, Simalungun ini tewas setelah dihajar adiknya Pendiaman Damanik (48) pakai batang kayu kopi, Selasa (25/4) jam 21.30 wib.

Peristiwa maut itu terjadi Rabu (26/4) jam 07.00 wib, diawali saat istri Pendiaman Damanik, Mina br Sirait (55) keluar dari sisi kiri rumah untuk buang air kecil.

Saat bersamaan Saudin yang rumahnya bersebelahan dengan Pendiaman, kebetulan sedang berada di halaman rumah adiknya itu sehabis pulang dari kedai tuak.

Kemudian, dengan suara meninggi Saudin membentak Mina br Sirait, “Tuechhhh lo**e!!”. Mendengar suara ribut di luar, Pendiaman Damanik langsung keluar rumah sembari bertanya kepada istrinya, “Ada apa itu Ma.”

Kemudian, sang istri mengadu, “Dibilangnya aku lo**e!”. Mendengar ucapan seperti itu, Pendiaman menyuruh istrinya masuk. “Sudahlah Ma, masuklah kau ke rumah,” pinta Pendiaman kepada istrinya.

Ketika sang istri, Mina br Sirait masuk ke rumah yang berbentuk panggung, Pendiaman terus memperhatikan gerakan Saudin yang saat itu masuk ke rumahnya.

Kemudian, Saudin tiba-tiba keluar lagi dari pintu belakang dengan membawa sebilah parang lalu membacok dinding dapur rumah Pendiaman.

Disaat Saudin membacokkan sebilah golok, Pendiaman menduga bahwa korban hendak membunuh istri dan keluarganya. Kemudian, Pendiaman mendatangi abang kandungnya yang berada di belakang rumahnya mereka itu.

Selanjutnya, Pendiaman mengambil sebatang kayu kopi dari belakang rumahnya. Saat itu juga Saudin Damanik menghunuskan parangnya ke arah Pendiaman, namun dengan cepat, Pendiaman menyambutnya dengan memukulkan batang kayu kopi ke leher Saudin. Selanjutnya, memukulkan kepala belakang korban sampai berdarah-darah.

Saudin Damanik akhirnya tersungkur bersimpah darah. Selang beberapa detik kemudian Saudin berusaha bangkit, tapi Pendiaman tak memberi ampun dan kembali memukul bagian belakang kepala abang kandungnya berulang-ulang dangan sekuat tenaga, hingga akhirnya Saudin roboh bersimbah darah dengan kondisi telungkup sambil memegang parang di tangan kanan.

Setelah itu Pendiaman masuk ke rumah menemui istrinya. “Ma, kasih tahu sama Gamut (Kepala Dusun), sudah kumatikan si Saudin,” perintah Pendiaman kepada istrinya. Kemudian, Mina sang istri pergi ke rumah Gamut dan memberitahukan peristiwa pembunuhan yang dilakukan suaminya terhadap abang kandung sendiri.

Setelah kejadian itu, Pendiaman Damanik masih tetap berada di rumahnya sambil tetap memegang potongan kayu kopi sepanjang dua meter yang masih berdarah. Selanjutnya, Gamot, Chandra Saragih langsung menghubungi pihak Polsek Raya Resort Simalungun.

Kapolsek Raya AKP Leston Siregar saat dikonfirmasi, Rabu (26/4) sekira jam 11.35 wib, membenarkan perisitwa tersebut dan pelaku sudah diamankan bersama barang bukti sepotong kayu jenis kopi dan sebilah parang dengan panjang 40 Cm bergagang kayu.

Sementara jenazah Saudin Damanik dievakuasi ke RSUD Djasamen Saragih Kota Siantar dan pihaknya saat ini masih memintai keterangan beberapa saksi yang mengetahui peristiwa tersebut.

Sedangkan tersangka dijerat melanggar Pasal 338 subsider pasal 351 ayat 3 KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Kepala Forensik dr Reinhard JD Hutahean SH SpF dikonfirmasi menyatakan, otopsi itu berlangsung sekitar tiga jam. Dari hasil otopsi itu ditemukan tulang tengkorak kepala mengalami retak yang diakibatkan trauma tumpul. Penyebab kematian Saudin itu akibat terjadinya pendarahan di tengkorak kepala.

“Penyebab meninggalnya Saudin Damanik itu akibat pendarahan di tengkorak kepala. Tidak ada tanda luka-luka lainnya ditemukan di tubuh Saudin. Jadi kami tidak melakukan pemeriksaan lainnya karena sudah diketahui penyebab kematiannya. Mayat Saudin sudah dibawa pulang keluarganya setelah diformalin,” ujar Reinhard. (as/fred)


Loading...
KOMENTAR ANDA
Berita Terkini Lainnya
Lapak, Meja & Rak Hilang, Pedagang Siap Melapor ke Polisi
Siantar 24 Jam - Kamis, 19 Oktober 2017 - 14:22 WIB

Lapak, Meja & Rak Hilang, Pedagang Siap Melapor ke Polisi

Pasangan suami istri (pasutri) Yunus Siburian dan Elna boru Turnip geram dengan tindak-tanduk Perusahaan Daerah Pasar Horas Jaya (PD PHJ) ...
4 Parpol di Siantar Belum Sesuai Sipol
Siantar 24 Jam - Kamis, 19 Oktober 2017 - 14:14 WIB

4 Parpol di Siantar Belum Sesuai Sipol

KPUD Siantar perpanjang pendaftaran partai politik (parpol) kepesertaan Pemilu 2019 hingga 17 Oktober 2017, sesuai Surat Edaran KPU RI nomor ...
Palak Pedagang Boneka, Preman Kampung Digaruk Polisi
Metro 24 Jam - Kamis, 19 Oktober 2017 - 14:11 WIB

Palak Pedagang Boneka, Preman Kampung Digaruk Polisi

Warga Jalan Umum Perbatasan, Desa Bakaran Batu, Kecamatan Lubuk Pakam mendadak heboh. Pasalnya, personel Sat Reskrim Polres Deliserdang tiba-tiba meringkus ...
DPO Cabul Tak Kunjung Ditangkap, Kasat Reskrim Dinilai Lakukan Pembohongan Publik
Siantar 24 Jam - Kamis, 19 Oktober 2017 - 13:54 WIB

DPO Cabul Tak Kunjung Ditangkap, Kasat Reskrim Dinilai Lakukan Pembohongan Publik

Pasca dilantik sebagai Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Siantar, Selasa (16/5) lalu, AKP Restuadi dinilai telah melakukan pembohongan ...
Penjual Sabu Nangis Dipenjara 5 Tahun, Jaksa: Inilah yang Terakhir Kita Jumpa Ya!
Siantar 24 Jam - Kamis, 19 Oktober 2017 - 13:40 WIB

Penjual Sabu Nangis Dipenjara 5 Tahun, Jaksa: Inilah yang Terakhir Kita Jumpa Ya!

Andi Junaidi (39), menangis begitu mendengar vonis yang dijatuhkan majelis hakim Pengadilan Negeri Siantar, Rabu (18/10) sore kemarin. Jaksa Penuntut ...
Poyek Stadion Sang Naualuh Bau Kolusi
Metro 24 Jam - Kamis, 19 Oktober 2017 - 13:31 WIB

Poyek Stadion Sang Naualuh Bau Kolusi

Pelaksanaan proyek revitalisasi Stadion Sang Nauluh di Kelurahan Asuhan, Kecamatan Siantar Timur yang dikerjakan PT Duta Sumatera Perkasa yang bermarkas ...