Jumat, 27 April 2018 | 10.01 WIB
Metro24Jam>News>Metro 24 Jam>Cewek Cantik Tewas OD di Diskotik X3 Yanglim Plaza, Mahasiswi Tewas di Equator

Cewek Cantik Tewas OD di Diskotik X3 Yanglim Plaza, Mahasiswi Tewas di Equator

Rabu, 15 Maret 2017 - 14:04 WIB

IMG-18964

Yang Lim Plaza. (Rafli/metro24jam.com)

MEDAN, metro24jam.com – Karaoke X3 Yanglim Plaza Jalan Emas Kecamatan Medan Area, Senin (13/3) jam 23.00 wib, mendadak heboh. Seorang cewek cantik, Amelia (22) kejang-kejang di KTV X05. Dugaan overdosis pun mengungkap adanya peredaran narkoba yang tak tersentuh hukum.

“Semalam bang teman kami Amelia overdosis (OD) saat sedang dugem,” terang rekan korban yang enggan menyebutkan identitasnya kepada wartawan, Selasa (14/3).

Selanjutnya, melihat korban yang sedang kejang-kejang, pengunjung lain dibantu pihak petugas keamanan X3 dengan menggunakan ambulan membawanya ke RS Bunda Thamrin untuk diberikan perawatan.

Informasi yang di-dapat di lapangan, korban kejang-kejang karena mengkonsumsi narkoba jenis pil ekstasi yang dibeli seharga Rp 300 ribu di area dalam Diskotik X3.

Kapolsek Medan Area Kompol M Arifin, menuturkan belum mengetahui laporan adanya pengunjung X3 yang mengalami overdosis karena mengkonsumsi narkoba.

“Belum tahu saya. Sabar ya nanti saya cek. Nanti saya tanyakan Humasnya bernama Edi,” tuturnya. Kemudian, mengenai adanya peredaran narkoba di dalam area Diskotik X3, Arifin mengaku akan menyelidikinya. Apabila terbukti ada peredaran narkoba akan dilakukan tindakan tegas terhadap pengelola.

“Kalau Ada peredaran narkoba di dalamnya, Akan kita grebek X3,” pungkasnya.

Manager Karaoke X3 Yanglim Plaza, Yanto membantah adanya kejadian tersebut. Menurutnya, dari tadi sudah ditanyai sama wartawan.

“Dari tadi sudah ditanyai masalah itu, memang engak ada,” kata Yanto.

Yanto mengaku, sampai hari ini Selasa (14/3), tak ada kejadian di lokasi karaokenya.

Tewas Di KTV Equator
Sementara itu, seorang mahasiswi, Eka Rasya Puspita (25) mendadak tewas saat sedang karaoke bersama teman-temanya di KTV 2 Equator di Hotel Soechi, Jalan Cirebon, Pasar Baru, Medan Kota, Minggu (12/3) kemarin.

Menurut informasi di lokasi, Senin (14/3) siang, menyebutkan tewasnya wanita asal Tanjungbalai tersebut diketahui setelah teman-temannya meminta bantuan kepada manajemen KTV, karena korban mengalami sesak nafas.

Berawal dari informasi itu, pihak manajemen mendatangi Tempat Kejadiaan Perkara (TKP) dan mendapati korban dengan kondisi kejang-kejang.

Melihat itu, pihak manajemen dibantu teman-teman korban langsung mengevakuasi korban ke RS Permata Bunda, Jalan SM Raja, Medan, guna mendapat perawatan itensif. Namun sayang, Tuhan berkata lain. Tak lama di rumah sakit, pihak dokter pun menyatakan nyawa korban tak mampu tertolong alias tewas.

“Begitu ceritanya bang, tidak tahu karena apa. Tapi intinya, dia mengalami sesak nafas,” kata seorang manajemen KTV yang enggan menyebutkan namanya saat ditanya wartawan.

Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Medan Kota, Iptu Budi Simanjuntak membenarkan peristiwa tewasnya korban tersebut. Katanya lagi, setelah dilakukan penyelidikan, korban dinyatakan tewas karena sesak nafas dan bukan karena mengkonsumsi obat-obatan terlarang seperti inex dan lain-lain.

“Dua hari kemarin kejadiannya. Itu hasil analisis dokter yang menangani korban, namun karena tewasnya di KTV. Jadi orang berfikirnya negatif,” katanya.

Disebutkannya, korban diketahui masuk bersama teman-temannya dari jam 17.00 wib dengan tujuan untuk nyanyi-nyanyi. “Mereka saja masuk sore, dan korban mahasiswi. Jadi biasalah kalau nyanyi-nyanyi. Tapi mungkin, karena sakitnya kambuh, dan korban pun akhirnya tewas karena sesak nafas,” sebutnya.

Mantan Kanit Intelkam Polsek Medan Kota ini menambahkan, usai dinyatakan tewas, pihak keluarga mengakui enggan membuat laporan dan mengingat, jenazah korban akan langsung dibawa ke rumah duka di Tanjungbalai.

“Karena keluarga menginginkan itu, kita pun langsung mengantarkan jenzah korban ke rumah duka. Intinya jelas, korban tewas karena sesak nafas, dan teman-teman korban juga mengakui jika korban mengidap penyakit sesak nafas,” pungkasnya. (rafli-mag/ari)


Loading...
KOMENTAR ANDA
Berita Terkini Lainnya
Baru Beli Sabu Ditangkap Polisi, Bandarnya Terciduk di Dalam Rumah
Metro 24 Jam - Jumat, 27 April 2018 - 06:44 WIB

Baru Beli Sabu Ditangkap Polisi, Bandarnya Terciduk di Dalam Rumah

Personel Polsek Tanjungbalai Selatan meringkus seorang pembeli sabu berikut bandarnya bernama Fauzi (46), warga Jalan Anwar Idris, Lingkungan IV, Kelurahan ...
Resmikan Posko Patriot, Sihar Disambut Barongsai dan Reog
Metro 24 Jam - Jumat, 27 April 2018 - 05:49 WIB

Resmikan Posko Patriot, Sihar Disambut Barongsai dan Reog

Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Sumatera Utara Sihar Sitorus disambut barongsai dan reog diarak untuk menyapa warga Desa Helvetia Kecamatan Labuhan ...
Ali Ngabalin: Kalau Sumut tak Bisa Pilkada Damai, Biar Kami Orang Papua yang Jaga
Metro 24 Jam - Jumat, 27 April 2018 - 00:00 WIB

Ali Ngabalin: Kalau Sumut tak Bisa Pilkada Damai, Biar Kami Orang Papua yang Jaga

Ketua Badan Koordinator Mubaligh Indonesia, Dr H Ali Muchtar Ngabalin MA, menyebut Sumatera Utara (Sumut) adalah barometer Indonesia. Maka, mengantisipasi ...
Pulas Tertidur, HP Disikat Maling, Rekaman CCTV pun Hilang, Ali Toho Lapor Polisi
Metro 24 Jam - Kamis, 26 April 2018 - 23:33 WIB

Pulas Tertidur, HP Disikat Maling, Rekaman CCTV pun Hilang, Ali Toho Lapor Polisi

Tiga unit HP milik Ali Toho (56), yang sedang di-charger di warung Jalan Pahlawan,Gang Roso, Kelurahan Kedai Durian, Kecamatan Delitua ...
Ketangkap CCTV Curi Besi, Bulu Terciduk Rekannya Buron
Metro 24 Jam - Kamis, 26 April 2018 - 22:59 WIB

Ketangkap CCTV Curi Besi, Bulu Terciduk Rekannya Buron

'Gelap' tak punya uang, Budianto alias Bulu nekat mencuri besi di bengkel las PT Cahaya Casindo Cemerlang. Sial bagi Bulu, ...
Divonis 5 Tahun 6 Bulan, Bayar UP Rp5 M Lebih, OK Arya: “Pusing Kepala Ku!”
Metro 24 Jam - Kamis, 26 April 2018 - 22:45 WIB

Divonis 5 Tahun 6 Bulan, Bayar UP Rp5 M Lebih, OK Arya: “Pusing Kepala Ku!”

Bupati Batubara non aktif, OK Arya Zulkarnaen, mengaku pusing setelah dijatuhi vonis 5 tahun 6 bulan penjara dan denda Rp200 ...