Kamis, 14 Desember 2017 | 16.45 WIB
Metro24Jam>News>Global Medan>Trembesi Timpa Warga & Mobil, Pemko Tanggung Biaya, Zulkifli Masih Kuat?

Trembesi Timpa Warga & Mobil, Pemko Tanggung Biaya, Zulkifli Masih Kuat?

Rabu, 11 Januari 2017 - 06:48 WIB

IMG-8694

Pohon Trambesi tumbang menimpa mobil di Lapangan Merdeka Medan, Senin (9/1). DOK/GLOBAL

MEDAN, metro24jam.com – Belum ada tolok ukur pemko untuk menetapkan status pohon tua. Jangankan itu, perawatan saja ala kadarnya seperti kualitas aparatur.

Wakil Walikota Medan, Akhyar Nasution menyatakan Pemko Medan menanggung biaya perawatan empat warga yang tertimpa Pohon Trambesi di Lapangan Merdeka pada Senin (9/1).

“Korban dirawat di RS Malahayati. Pohon yang tumbang sudah dipindahkan kemarin (Senin),” ujar Akhyar menjawab pers di Gedung DPRD Medan, Selasa (10/1).

Akhyar menjelaskan kerugian atas tiga mobil ringsek dan rusak parah akibat pohon berusia ratusan tahun itu tumbang masih dalam pembahasan dengan pihak Merdeka Walk.

“Kami mau mencari jalan keluar dahulu dengan pihak Merdeka Walk. Soal ganti rugi juga kita bicarakan nanti,” ujar Akhyar.

Disinggung tindakan kepada Merdeka Walk, Wakil Walikota menyatakan tidak akan menutup usaha di Lapangan Merdeka. “Tidak mungkinlah kita ‘bunuh’ mereka yang mencari penghidupan di situ, berapa banyak orang yang perlu (mencari) makan di situ,” urai Akhyar.

Sementara, Ketua Fraksi Demokrat DPRD Medan, Herri Zulkarnain kecewa atas kinerja Dinas Pertamanan lantaran terbukti tidak serius merawat dan memeriksa pohon-pohon berusia ratusan tahun tersebut.

Satu sisi keberadaan pohon itu menjadi saksi sejarah perjalanan dan menghiasi Kota Medan yang bisa dijadikan salah satu ikon. Di sisi lain perawatan tidak dilakukan, justru ranting dan dahannya dijejali (tempel) dengan berbagai hiasan dan spanduk.

Heri menyebut tragedi pohon tumbang menimpa warga atau kendaraan bukan kali pertama terjadi di Medan. Mengingat banyak kasus serupa terjadi, sudah bisa menjadi bukti kuat bagi Walikota Dzulmi Eldin mengevaluasi Kepala Dinas Pertamanan, Zulkifli Sitepu.

“Kondisi ini tidak lepas dari buruknya penataan dan perawatan pohon-pohon di kota ini. Akibatnya, saat ini berdampak buruk pada lingkungan sekitar. Setelah salah satu pohon mulai memperlihatkan ketidakberdayaannya, sehingga tumbang dan menimpa kendaraan dan warga menjadi korban,” kata Herri.

Dipaparkan Heri, penataan pohon di Medan perlu meniru Pemerintah Kota Penang, Malaysia. “Jauh berbeda. Di sana (Penang) semua terawat (dipupuk, dipangkas dan diperiksa daya tahan agar tidak tumbang),” katanya.

Sementara di Medan, belum diketahui parameter (tolok ukur) yang dilakukan Dinas Pertamanan untuk merawat dan mengetahui kekuatan pohon supaya jangan tumbang. Pemko selama ini cenderung ‘cuci tangan’ dengan menyebutkan faktor alam, seperti cuaca hujan deras disertai angin kencang.

Anggota Komisi D DPRD Medan, Gofried Effendi Lubis menyatakan kecewa mengapa pemerintah kota tak mengukur ketahanan, usia dan lainnya.

“Ke depannya, perawatan pohon besar di kawasan publik harus diutamakan dan dipertimbangkan menjadi prioritas. Soal tanggungjawab, mulai korban luka dan mobil rusak adalah tanggungjawab pemko, tidak boleh tidak. Walaupun ada asuransi misalnya, tapi harus tetap tanggungjawab Pemko Medan,” tegas dia.

Sebelumnya, Dinas Pertamanan Pemko Medan menyebutkan pohon trambesi tumbang tersebut merupakan tanggungjawab pihak Merdeka Walk untuk merawatnya.

Muntasir, penduduk Jalan Halat yang kebetulan berada di lokasi tidak habis pikir atas pernyataan Dinas Pertamanan. “Jadi, kalau pohon yang berada dipinggir jalan tepat depan rumah warga juga tanggungjawab si pemilik rumah? Kalau gitu caranya lebih bagus kita tebang saja, ternyata Pemko Medan lepas tanggungjawab,” tegas dia.

Informasi dipereleh di lingkungan Pemko Medan menyebutkan posisi Zulkifli Sitepu masih kuat untuk bisa mengemban tanggungjawab pemerintahan.

Bahkan, Walikota Eldin cenderung tidak akan mengusik adik mending Alinafiah Sitepu (mantan Sekretaris Korpri Pemprov Sumut) dan Burhanuddin Sitepu (Wakil Ketua DPRD Medan dari Fraksi Demokrat). “Berani jamin,” kata sumber anonim tersebut. (romu/pul)

BACA JUGA:
Trembesi Ratusan Tahun Tumbang, Akibat Akar Lapuk & Keropos
Trembesi Ratusan Tahun Tumbang, Bapak Anak Kritis, 2 Mobil & Kereta Remuk
Kraakkkkk…! Trembesi Raksasa Tumbang, Mobil Pendeta Remuk Trembesi Ratusan Tahun Tumbang, Ayah Anak Tertimpa


Loading...
KOMENTAR ANDA
Berita Terkini Lainnya
Hanafiah Harahap Ingin Gantikan Ngogesa Sitepu
Metro 24 Jam - Kamis, 14 Desember 2017 - 15:34 WIB

Hanafiah Harahap Ingin Gantikan Ngogesa Sitepu

Politisi senior Partai Golkar Sumatera Utara, Harafiah Harahap SH mendaftarkan diri untuk menggantikan Ngogesa Sitepu. Bukan sebagai Ketua DPD Partai ...
Menteri Susi Silaturahmi dengan Nelayan Sialang Buah
Metro 24 Jam - Kamis, 14 Desember 2017 - 13:13 WIB

Menteri Susi Silaturahmi dengan Nelayan Sialang Buah

Menteri Kelautan dam Perikanan RI, Susi Pudjiastuti melakukan kunjungan sekaligus silaturahmi dengan para nelayan di Pantai Sialang Buah, Kecamatan Teluk ...
Tuntutan Toke Angkot Gol, Go-Car dan GrabCar  Stop Rekrut Driver
Tak Berkategori - Kamis, 14 Desember 2017 - 13:01 WIB

Tuntutan Toke Angkot Gol, Go-Car dan GrabCar Stop Rekrut Driver

Diekspresikan lewat aksi mogok total seharian kemarin (13/12/2017), tuntutan sejumlah pengusaha serta sopir angkutan kota (angkot) konvensional di Kota Medan ...
Aksi Bakar Helm Ojek Online, 2 Pelaku Diamankan Polisi
Metro 24 Jam - Kamis, 14 Desember 2017 - 12:55 WIB

Aksi Bakar Helm Ojek Online, 2 Pelaku Diamankan Polisi

Delapan ribu-an sopir angkutan umum melakukan aksi mogok serentak di Kota Medan. Akibatnya, ribuan masyarakat khususnya pelajar sempat terlantar karena ...
2 Rumah Semi Permanen  Terbakar Di Galang
Metro 24 Jam - Kamis, 14 Desember 2017 - 12:37 WIB

2 Rumah Semi Permanen Terbakar Di Galang

Diduga korsleting listrik, dua rumah semi permanen di Dusun III, Desa Paya Itik, Kecamatan Galang masing-maing milik Badri (47) dan ...
Kejari Labuhanbatu Pelajari  Proyek Penyusunan Dokumen  Pemukiman Kumuh Berbiaya Rp 1,5 M
Metro 24 Jam - Kamis, 14 Desember 2017 - 12:35 WIB

Kejari Labuhanbatu Pelajari Proyek Penyusunan Dokumen Pemukiman Kumuh Berbiaya Rp 1,5 M

Kejaksaan Negeri (Kejari) Labuhanbatu sedang mempelajari pelaksanaan proyek penyusunan dokumen perencanaan kawasan pemukiman kumuh di Kabupaten Labuhanbatu tahun anggaran 2017 ...