Sabtu, 24 Februari 2018 | 21.30 WIB
Metro24Jam>News>Metro 24 Jam>2 Bos Begal Didor, Penadahnya Nenek-Nenek

2 Bos Begal Didor, Penadahnya Nenek-Nenek

Rabu, 11 Januari 2017 - 09:24 WIB

IMG-8600

Genk Hamdani.ROMEO/METRO

MEDAN TIMUR, metro24jam.com – Sekian lama diburon, genk begal sadis akhirnya diringkus Polsek Medan Timur. Dua residivis yang mengotaki genk ini bahkan dilumpuhkan dengan pelor.

“Dua tersangka terpaksa ditembak,” kata Kapolsek Medan Timur Kompol Wilson Pasaribu, melalui Kanit Reskrim Iptu M Ainul Yaqin, Selasa (10/1) siang.

Proses penangkapan genk begal sadis ini berlangsung Minggu (8/1) malam. Dua yang ditembak adalah Rezky Andika dan Ilham Syahputra. Rezky sendiri merupakan kepala genk yang selama ini paling dicari. Sedangkan dua anak buahnya yang ditangkap secara terpisah adalah Ahmad Arif dan Ilham Syahputra.

Setiap beraksi, komplotan genk Rezky ini bermain lebih dari delapan orang. Termasuk empat pelaku lainnya yang masih dalam pengejaran polisi. “Sedangkan pelaku begal lainnya berinisial SN, DW, DY dan DN masih dalam pengejaran petugas (DPO),” kata kapolsek.

Sebut kapolsek, para tersangka diamankan berdasarkan laporan korban, Fitria M Margareta Sihotang, dengan bukti laporan nomor: LP/1309/XII/2016/Polrestabes Medan/Sek.Medan Timur, tanggal 27 Desember 2016 lalu.

Dari tangan para pelaku petugas menyita sejumlah barangbukti, antara lain berupa uang tunai Rp26 ribu, 4 tas sandang, puluhan plastik klip kosong, kunci letter T, iphone, sabu paket kecil dan ganja seberat 21 gram.

Sebutnya, Rezky Andika dan Ilham Syahputra terpaksa ditembak saat penyergapan. “Kita tindak tegas berupa tembakan terukur di kakinya, lantaran melakukan perlawanan saat ditangkap petugas,” kata mantan Kapolsek Patumbak ini. Wilson menjelaskan, sindikat begal ini telah beraksi di sejumlah wilayah di Kota Medan, termasuk di wilayah hukum Polsek Medan Timur.

22 KALI BERAKSI
Selama beraksi kompolotan genk pimpinan Rezky dan Ilham, kerap beraksi di wilayah hukum Polrestabes Medan. Setidaknya ada 22 lokasi yang mereka sasar. “Mereka ini sudah sering beraksi di wilayah hukum Polrestabes Medan, sudah 22 kali,” kata Wilson.

Khusus untuk wilayah hukum Polsek Medan Timur, komplotan itu beraksi di delapan lokasi. “Mereka telah beraksi sebanyak 8 kali,” jelasnya.

Tersangka Ahmad Arif dan Rezky Andika merupakan residivis dengan kasus sama. Namun, saat dilakukan penangkapan petugas menemukan 1 paket sabu, ganja 21 gram, plastik klip beserta bong. Dan baru enam bulan keluar lapas.

“Keduanya merupakan residivis atas kasus yang sama dan baru 6 bulan lalu menghirup udara segar. Jadi ketika sudah bebas, keduanya langsung kembali beraksi. Barang bukti (narkoba) tersebut milik mereka berdua, lantaran selain pemakai sekaligus pengedar,” ucap Wilson.

Dalam modusnya, sebut Wilson, para pelaku selalu mengikuti calon korbannya dan tak segan-segan melakukan pengancaman. “Kebanyakan korban dari sindikat begal ini umumnya kaum perempuan,” ujarnya.

NEK YUYA DITANGKAP
Setelah beraksi, komplotan ini menjual barang hasil jarahan dari para korbannya ke penadah. Penadahnya ada dua orang, yakni Aye Yuya (54) dan Asmala Dewi (34). Keduanya warga Jalan Suluh, Medan Tembung.


Nek Yuya. ROMEO/METRO

Terungkapnya keterlibatan kedua perempuan ini merupakan hasil pengembangan penyelidikan. Beberapa jam setelah Rezky dkk ditangkap, petugas kembali bergerak ke rumah Aye Yuya. Di sana, Aye Yuya ditangkap bersama Asmala Dewi. “Tersangka Asmala Dewi dan Aye Yuya selalu membeli barang hasil kejahatan dari para pelaku dengan harga murah,” kata Wilson.

Kepada petugas, Nek Yuya, selama ini tahu barang yang diterimanya bukan dijual, tapi digade. “Barangnya digade, bukan dijual. Tapi, dia tahu itu barang hasil kejahatan,” katanya.

Karena harga murah, setiap barang hasil kejahatan berani ia tampung dari komplotan begal sadis ini. (rom/zal)


Loading...
KOMENTAR ANDA
Berita Terkini Lainnya
Targe Tembus Pasar Internasional, Beras Organik Sergai Butuh Sertifikat LSO
BISNIS - Sabtu, 24 Februari 2018 - 21:25 WIB

Targe Tembus Pasar Internasional, Beras Organik Sergai Butuh Sertifikat LSO

Beras organik merk Sri Wangi produk Kelompok Tani Fajar di Desa Pematang Setrak, Kecamatan Teluk Mengkudu, Sergai yang berhasil menembus ...
Gelar Silahturahmi Alumni Al Azhar, GNPF MUI Sumut Deklarasi Dukung Eramas
Metro 24 Jam - Sabtu, 24 Februari 2018 - 20:35 WIB

Gelar Silahturahmi Alumni Al Azhar, GNPF MUI Sumut Deklarasi Dukung Eramas

Tokoh dan alumni Al Azhar Mesir menggelar silaturahmi di Medan, Jumat (23/2/2018). Silaturahmi bertema Menatap Indonesia Baru Bersama Tuan Guru ...
Pagar Merbau II Geger, Cewek ABG Ditikami 7 Liang
Metro 24 Jam - Sabtu, 24 Februari 2018 - 20:26 WIB

Pagar Merbau II Geger, Cewek ABG Ditikami 7 Liang

Warga Desa Pagar Merbau II, Kecamatan Pagar Merbau, digegerkan dengan temuan seorang gadis berusia sekira 16 tahun yang berlumuran darah ...
Sejak Dicabuli Gurunya, Bocah Ini Tak Sekolah dan Jadi Pemurung
Siantar 24 Jam - Sabtu, 24 Februari 2018 - 20:08 WIB

Sejak Dicabuli Gurunya, Bocah Ini Tak Sekolah dan Jadi Pemurung

Pasca mengalami pelecehan seksual secara berulang dari terduga pelaku, HP (50), oknum wali kelasnya, bocah perempuan, NS, (10) yang masih ...
Sihar Sitorus: Budayakan Literasi untuk Mendapatkan Kebenaraan Informasi
Metro 24 Jam - Sabtu, 24 Februari 2018 - 20:03 WIB

Sihar Sitorus: Budayakan Literasi untuk Mendapatkan Kebenaraan Informasi

Penyebaran informasi yang semakin masif dan canggih, membuat masyarakat dengan mudah mengaksesnya. Hal ini juga menjadi peluang bagi penyebar berita ...
Perumahan Alam Asri, Dibangun di Kawasan Hunian Sejuk
BISNIS - Sabtu, 24 Februari 2018 - 19:59 WIB

Perumahan Alam Asri, Dibangun di Kawasan Hunian Sejuk

Hunian satu ini sangat pas untuk keluarga yang ingin memiliki tempat tinggal alami dan sejuk dengan udara segar pedesaan yang ...