Kamis, 19 Oktober 2017 | 19.28 WIB
Metro24Jam>News>Metro 24 Jam>Di Wilayah Polsek Delitua, Sehari, 7 Kasus Curanmor Terjadi!

Di Wilayah Polsek Delitua, Sehari, 7 Kasus Curanmor Terjadi!

Rabu, 11 Januari 2017 - 08:34 WIB

IMG-8593

Rendi, korban. Elsa juga korban.SITEPU/DOK/METRO

DELITUA, metro24jam.com – Meski posko anti begal dan narkoba telah didirikan Polsek Delitua, namun tidak membuat nyali para pelaku kejahatan ciut. Justru pada awal 2017 ini, kasus kriminal seperti curas, curanmor dan curat (3C) malah makin meningkat.

Seperti data yang diperoleh kru koran ini, Senin (9/1) sore, rata-rata dalam sehari, setidaknya 7 korban kejahatan mendatangi Mapolsek Delitua yang terletak di Jalan Besar Delitua, guna membuat laporan pengaduan.

“Banyak kali yang membuat laporan bang, makanya kami disuruh Polisi tadi nunggu antrian. Soalnya sebelum saya membuat laporan, ada sekitar 5 orang korban telah membuat laporan. Dan kasusnya sama dengan apa yang saya alami” sebut Elsa Raditia (24), warga Gang Suka Sehat, Jalan STM, Kecamatan Medan Johor kepada wartawan, Senin (9/1) sekira jam 15.30 wib.

Menurut SPG rokok ini, ia kehilangan kereta Beat Pop warna putih BK 8362 AFZ saat disimpan di garasi rumahnya, Jumat (6/1) sekira jam 06.00 wib.

“Maling sekarang sungguh nekat bang. Saya juga tidak habis pikir. Masak kereta dalam garasi pun bisa hilang. Padahal garasi, pintu pagar rumah, dan kereta dalam posisi stang terkunci,” timpal Ilham (48), ayah Elsa yang ikut mendampingi putrinya membuat laporan.

Lain halnya dialami Rendi (18) warga pasar IX, Kecamatan Percut Seituan. Saat diwawancarai wartawan, Senin (9/1) sekira jam 17.00 wib, saat membuat laporan di Mapolsek Delitua, pemuda berperawakan tambun ini mengaku menjadi korban curanmor dengan modus ‘tabrak adik’ di Jalan Karya Wisata, Kecamatan Medan Johor atau tepatnya di depan Swalayan Diamond, Minggu (8/1) sekira jam 17.00 wib. Akibat kejadian tersebut, pemuda yang mengenakan kaca mata ini mengaku kehilangan kereta Jupiter Z warna biru BK 4084 KF serta hape merek Oppo.

Dikisahkan Rendi, sebelum kejadian, ia bersama temanmya berencana belanja di Carrefour yang terletak di Jalan Jamin Ginting, Padang Bulan Medan.

Namun ketika korban sedang berada di pintu gerbang Carrefour, seorang pria berperawakan kurus dengan membawa tas ransel berwarna coklat menghampirinya. Ketika itu, pria tersebut mengaku sedang mencari pelaku yang telah menabrak adiknya dan ciri-cirinya mirip dengan Rendi.

Jelas saja, Rendi menampik tuduhan pelaku. Pun demikian, pelaku tetap meyakini kalau Rendi lah yang telah menabrak adiknya.

Untuk membuktikan diri tak bersalah, Rendi lantas diminta untuk menemui adiknya di Jalan Karya Wisata Medan Johor. Singkatnya, dengan menggunakan kereta Rendi, pria tersebut kemudian diminta untuk bersama-sama menemui adiknya.

Sesampainya didepan swalayan Diamond di Jalan Karya Wisata, pelaku menyuruh Rendi menghentikan laju kereta. Lalu, dia meminjam kereta Rendi dengan alasan hendak menjemput temannya.

“Aku disuruh berhenti di depan swalayan. Selanjutnya pelaku meminjam keretaku dengan alasan untuk menemui temannya. Dan sebelum pergi, pelaku menintipkan tas ransel miliknya,” tutur Rendi.

Namun begitu kereta dibawa, pelaku pun tak kembali lagi. Sebelum pergi, pelaku sempat berpesan agar isi tas ranselnya jangan ada yang hilang. Pelaku beralasan tas tersebut berisi surat-surat berharga yang merupakan sebagian napas hidupnya. “Tapi setelah aku periksa, isi tasnya hanya pakaian kotor,” kesal Rendi.(tepu)


Loading...
KOMENTAR ANDA
Berita Terkini Lainnya
Vivonis 11 Tahun, Aktor Malaysia: Saya Tidak Terima
Metro 24 Jam - Kamis, 19 Oktober 2017 - 16:04 WIB

Vivonis 11 Tahun, Aktor Malaysia: Saya Tidak Terima

Aktor ternama Malaysia, Khaeryl Benjamin Ibrahim alias Benjy (38) divonis oleh majelis hakim selama divonis selama 11 tahun penjara dan ...
Kasihannya…!!! Nenek 87 Tahun Nyasar ke Kantor Polisi (Sempat Nginap 2 Hari)
Metro 24 Jam - Kamis, 19 Oktober 2017 - 16:01 WIB

Kasihannya…!!! Nenek 87 Tahun Nyasar ke Kantor Polisi (Sempat Nginap 2 Hari)

Sabariah Sembiring, nenek berusia 87 tahun, warga Dusun XIV, Desa Marjanji, Kecamatan Sipispis, Kabupaten Serdangbedagai (Sergai), akhirnya bisa berkumpul lagi ...
Kasus OTT DPM-PPTSP Sumut Ngambang
Tak Berkategori - Kamis, 19 Oktober 2017 - 15:58 WIB

Kasus OTT DPM-PPTSP Sumut Ngambang

Penanganan kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPM PPTSP) Sumut yang ...
Gelapkan Uang Ratusan Juta, Bendahara Diskominfo Samosir ‘Raib’
Metro 24 Jam - Kamis, 19 Oktober 2017 - 15:52 WIB

Gelapkan Uang Ratusan Juta, Bendahara Diskominfo Samosir ‘Raib’

Kelakuan Herlinda Donda Hutapea, Bendahara Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Samosir ini memang tak patut dicontoh. Dia berani menggelapkan ...
Kepergok! Kereta, Mobil dan Truk Sawit Kena Tilang
Metro 24 Jam - Kamis, 19 Oktober 2017 - 15:49 WIB

Kepergok! Kereta, Mobil dan Truk Sawit Kena Tilang

Banyak pengguna jalan, khususnya kendaraan roda dua dan empat terperogok polisi dari Satuan Lalulintas (Satlantas) Polres Langkat yang menggelar razia ...
Wakil Tuhan, di PN Simalungun Dianggap Tak Adil
Siantar 24 Jam - Kamis, 19 Oktober 2017 - 15:46 WIB

Wakil Tuhan, di PN Simalungun Dianggap Tak Adil

Hakim atau juga disebut 'Wakil Tuhan' sepertinya bertindak tak adil. Pasalnya, hukuman terhadap pelaku penyalahgunaan narkoba terkesan dipermainkan. Sebab, yang ...