Kamis, 25 Mei 2017 | 08.09 WIB
Metro24Jam>News>Metro 24 Jam>Terungkap! Tarigan Dibunuh 2 Supir Angkot Desa Maju, Gara-gara Korban Merepet

Terungkap! Tarigan Dibunuh 2 Supir Angkot Desa Maju, Gara-gara Korban Merepet

Selasa, 10 Januari 2017 - 10:15 WIB

IMG-8529

Herman Tarigan di temukan. AHMAD/METRO

DOLOK MASIHUL, metro24jam.com – Teka-teki tewasnya Herman Tarigan alias Bulang Tarigan (71) yang ditemukan di jalan umum Dolok Masihul-Galang, tepatnya di tikungan perkebunan PT Sarang Ginting, Desa Sarang Ginting, Kecamatan Serbajadi, Sergai, Rabu (5/1) jam 20.00 wib, terungkap.

Pembunuhnya tak lain adalah 2 sopir angkot Desa Maju jurusan Helvetia-Thamrin, dan dibantu seorang wanita kekasih salah satu sopir angkot tersebut.

Para pelaku adalah Perlindungan Manullang (36) warga Jalan Dahlia, Kelurahan Helvetia Tengah, Kecamatan Medan Helvetia, Medan dan Jonatan Sampai Tua Hutagaol (25) warga Jalan Garu 8, Medan Ampas.

Sementara Dita Lewina boru Tamba (34) warga Jalan Melari 10, Blok 10, Perumnas Helvetia, Medan, merupakan kekasih Jonatan berada di lokasi saat Bulang Tarigan dibunuh.

Pengakuan boru Tamba, Bulang Tarigan merupakan tetangganya yang memiliki angkot Desa Maju, ikut dengan sopirnya untuk menjeput keluarga boru Tamba di Siantar untuk rombongan. Kemudian mereka dengan menggunakan 2 angkot ke Siantar.

“Waktu itu kami mau mengambil rombongan keluargaku di Perluasan Siantar,” ujar boru Tamba.

Dikatakannya, saat angkot mereka menuju Medan, setibanya di Tebing angkot bulang Tarigan dikemudikan Manulang rusak sehingga ditarik angkot dikemudikan Jonatan. Sialnya tali putus sehingga angkot terguling dan bulang Tarigan terjepit.

“Kami ketakutan karena bulang terjepit sehingga kami membawanya naik angkot untuk dibawa ke Medan,” terangnya.

Ternyata saat diangkot mantan PNS di Yon Zipur tersebut terus marah akibat angkotnya terbalik saat ditarik. Merasa kesal dimarahi, Jonatan kemudian memukul kepala bulang Tarigan dengan kayu sehingga berdarah.

“Bulang itu terus marah sehingga Jonatan kesal dan memukul kepalanya dengan kayu,” bilang boru Tamba.

Boru Tamba berkilah, dirinya tidak ikut membunuh, bahkan ingin melapor ke polisi, tapi dilarang karena akan ditangkap polisi kalau melaporkan kejadian itu. “Aku gak ikut bunuh, waktu mau melapor aku malah dilarang mereka,” kilahnya.

Sedangkan Jonatan mengaku, saat itu mereka menarik angkot Bulang Tarigan mendadak tali putus kemudian angkot terbalik dan korban menderita luka.

“Kami mau membawanya pulang, tapi dia terus marah sehingga aku kesal dan memukul kepalanya dengan kayu,” paparnya.

Dikatakannya, usai korban dibunuh mereka ketakutan sehingga membuang mayat korban, kemudian mereka kabur ke Lagaboti, Simalungun.

“Kami ketakutan sehingga kabur semalam ke Lagaboti,” kilah Jonatan yang mendapat hadiah timah panas di kakinya, karena sempat melawan dan membantah membunuh Bulang Tarigan di salah satu Stasiun Angkot di Amplas.

“Aku melawan dan tidak jujur sehingga kakiku ditembak,” ujar adik oknum Polisi bertugas di Poldasu.

Sementara itu Kapolres Sergai AKBP Eko S mengatakan, tertangkapnya para tersangka berawal dari kartu identitas korban ditemukan kemudian polisi melakukan penyelidikan dan berhasil mengungkapkan para pelaku pembunuh Herman Tarigan.

“Para pelaku kita tangkap dibeberapa tempat berbeda dan sempat melawan saat akan ditangkap,” terang Kapolres. (mad)

BACA JUGA: Tewas Misterius, Herman Tarigan Dibegal atau Lakalantas?


Loading...
KOMENTAR ANDA
Berita Terkini Lainnya
Young Debater, Ray Vivaldy Panjaitan: Pengen Jadi Dubes untuk Prancis
Global Medan - Rabu, 24 Mei 2017 - 23:42 WIB
ANAK MEDAN

Young Debater, Ray Vivaldy Panjaitan: Pengen Jadi Dubes untuk Prancis

Kemampuannya dalam berbahasa asing menghantarkannya meraih gelar juara dalam beberapa lomba debat Bahasa Inggris. Ray Vivaldy Panjaitan, mahasiswa semester 2, ...
Dump Truk, Avanza, Supra, Astrea, Scoppy Tabrakan, Dua Opname
Metro 24 Jam - Rabu, 24 Mei 2017 - 23:04 WIB

Dump Truk, Avanza, Supra, Astrea, Scoppy Tabrakan, Dua Opname

Kecelakaan beruntun terjadi di Simpang Kebun Sayur Desa Sekip Kecamatan Lubukpakam, Senin (22/5) jam 20.30 wib. Dua orang mengalami luka-lua ...
Pipa Tirtanadi Pecah Jalan Selambo Kebanjiran, Jumirin : Masih Diselidiki
Metro 24 Jam - Rabu, 24 Mei 2017 - 23:01 WIB

Pipa Tirtanadi Pecah Jalan Selambo Kebanjiran, Jumirin : Masih Diselidiki

Warga sekitar Jalan Panglima Denai dan Jalan Selambo Amplas, dikejutkan meluapnya air secara tiba-tiba ke badan jalan, sehingga sempat mengganggu ...
Pungli Berkedok Sumbangan, Kasubbag Umum  Berondok Di Lantai 2
Metro 24 Jam - Rabu, 24 Mei 2017 - 22:59 WIB

Pungli Berkedok Sumbangan, Kasubbag Umum Berondok Di Lantai 2

Ocehan salah seorang pegawai Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provsu terkait pungutan liar (pungli) di ruangan Bendahara Sekretariat dinas, ...
Doorrr…! Peluru Nyasar  Tembus Punggung Beni
Metro 24 Jam - Rabu, 24 Mei 2017 - 22:59 WIB

Doorrr…! Peluru Nyasar Tembus Punggung Beni

Doorr...! Sedang menonton TV, Beni (55) warga Jalan Pisang Gang Hikmah, Percut Seituan, langsung tumbang. Pasalnya, pria setengah abad ini ...
Pungli Parkir Berserak, Polisi Dimana?
Metro 24 Jam - Rabu, 24 Mei 2017 - 22:58 WIB

Pungli Parkir Berserak, Polisi Dimana?

Masyarakat Kota Medan belakangan ini resah lantaran banyaknya pungutan liar (pungli) dengan modus parkir. Bagaimana tidak, hampir di setiap jalan ...