Senin, 24 April 2017 | 00.47 WIB
Metro24Jam>News>Metro 24 Jam>Sekali Diperawani Duda Jontik, Pelajar SMP Minta Tamboh

Sekali Diperawani Duda Jontik, Pelajar SMP Minta Tamboh

Kamis, 5 Januari 2017 - 07:37 WIB

IMG-7693

Korban (kiri) didampingi temannya.GABE/METRO

TEBINGTINGGI, metro24jam.com – Entah pake ilmu pelet apa sehingga Junaidi (31) sukses merenggut perawan gadis 14 tahun yang masih duduk di bangku kelas 2 SMP. Hebatnya lagi, duda ‘jontik’ beranak satu ini tak hanya sekali mengisap madu si gadis belia, tapi sudah lima kali dan semuanya dilakukan tanpa paksaan. Enak tenan!

Kisah cinta warga Dusun VII, Desa Kuta Baru, Kecamatan Tebingtinggi, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) ini terbongkar setelah korbannya, sebut saja Ani namanya, bercerita kepada teman sekelasnya.

Dari teman sekelasnya itu, kabar Ani yang sudah diperawani Junaidi berkembang cepat seperti lesatan meteor. Bahkan aib tersebut terdengar pula ke telinga orang tua Ani.

Bak mendengar petir di siang bolong, kedua orang tua Ani seperti tak percaya dengan kabar tak sedap tersebut. Namun, kedua orang tua Ani hanya bisa tertunduk lesu begitu si anak mengakui semuanya.

Tanpa pikir panjang, kedua orang tua Ani langsung membuat pengaduan ke Polres Tebingtinggi. Dan Senin malam (2/1), Junaidi pun dibekuk petugas. Saat dibekuk, Junaidi tengah menikmati tuak di salah satu pakter di kampungnya itu.

Kepada petugas yang meringkus, Junaidi tak memungkiri semua yang telah diperbuatnya. Bahkan dengan sedikit perasaan bangga, Junaidi membenarkan telah lima kali berhubungan suami-istri dengan Ani.

“Semua kami lakukan di dalam rumah saya, Pak,” ucap Junaidi dengan suara lantang.

Dari informasi yang dirangkum Metro24Jam di Polres Tebingtinggi, peristiwa kelabu ini bermula saat Ani bertemu Junaidi di salah satu doorsmeer kereta di kampung mereka.

Junaidi. GABE/METRO

Kala itu, sekitar pertengahan bulan November 2016. Ani yang datang bersama temannya di doorsmeer itu merasa tertarik dengan penampilan Junaidi. Padahal banyak orang di kampung Ani mengetahui kalau Junaidi bukanlah seorang perjaka, melainkan duda dengan satu anak.

Tapi, hal itu tak membuat kekaguman Ani berkurang terhadap Junaidi. “Mungkin ia tertarik padaku, Bang. Padahal aku ini telah menduda selama tujuh tahun dan punya satu anak,” ucap Junaidi.

Lewat pertemuan singkat itu, Ani juga berhasil meminta nomor hape Junaidi. Setelah itu keduanya saling kontak dengan mengumbar kata-kata mesra.

Junaidi yang merasa ketiban durian runtuh, jelas tak menyia-nyiakan kesempatan emas ini. Berbagai cara ditempuh Junaidi, termasuk mengeluarkan jurus-jurus ampuh gombalannya.

Ani yang sudah kelepek-kelepek hatinya, menerima dengan senang hati saat Junaidi mengajak ke rumahnya.

Pucuk dicinta. Saat Ani maen ke rumah Junaidi, ternyata anaknya sedang tidak di rumah. Tanpa menyia-nyiakan kesempatan dan mumpung kondisi rumah lagi sepi, Junaidi kembali melancarkan rayuan mautnya.

Dengan penuh mesra Junaidi membelai rambut hitam Ani dan membopongnya ke dalam kamar.

Awalnya Junaidi hampir tak percaya kalau gadis bau kencur ini akan menolak ajakkannya. Tapi, ketika Ani menerima dengan mesra, Junaidi pun tambah semangat.

“Saat di dalam kamar, ia (Ani) pasrah saja begitu kulepas semua bajunya. Setelah itu, kami pun melakukan hubungan suami-istri,” ucap Junaidi.

Ternyata, permainan ranjang Junaidi yang membuatnya terbang ke awang-awang itu meninggalkan kesan teramat dalam di hati Ani. Selang beberapa lama, Ani yang rindu belaian Junaidi kembali menghampiri.

Jelas saja Junaidi menerima dengan hati terbuka kehadiran Ani. Apalagi di dalam hatinya, Junaidi masih belum merasa puas dengan lekuk tubuh mulus Ani yang baru kemarin digerayanginya. Singkat cerita, kembali Junaidi meniduri Ani di kamar rumahnya. Dan sejak saat itu, Ani dan Junaidi terus melakukan cinta terlarang itu hingga lima kali.

“Sudah lima kali kami berhubungan, Pak. Semuanya baru ketahuan saat Ani cerita ke teman di kelasnya,” ungkap mantan napi Lapas Pusara Pejuang Tebingtinggi ini.

Kini, Junaidi tak lagi bisa menikmati harumnya tubuh mulus Ani. Desah nafasnya yang memburu saat mencapai puncak klimaks pun hanya bisa dibayangkannya dari balik jeruji penjara Polres Tebingtinggi.

Kadsubbag Humas Polres Tebingtinggi AKP MT Sagala yang dikonfirmasi menjelaskan, belum bisa memberikan keterangan lebih terperinci mengenai kasus ini. “Saat ini, baik tersangka maupun korban masih ditangani juru periksa,” ucap Sagala. (gab)


KOMENTAR ANDA
Berita Terkini Lainnya
Peringatan Hari Bumi, Korporasi Penyumbang Kerusakan Alam Paling Tinggi
Metro 24 Jam - Minggu, 23 April 2017 - 22:59 WIB

Peringatan Hari Bumi, Korporasi Penyumbang Kerusakan Alam Paling Tinggi

Hari bumi adalah hari pengamatan tentang bumi yang dicanangkan setiap tahun tanggal 22 April dan diperingati secara internasional. Hari Bumi ...
Diculik Lagi Tidur, ABG 13 Tahun Trauma Berat, Polisi Buru Pemerkosa
Metro 24 Jam - Minggu, 23 April 2017 - 22:07 WIB

Diculik Lagi Tidur, ABG 13 Tahun Trauma Berat, Polisi Buru Pemerkosa

Kondisi Mawar (13) yang menjadi korban penculikan, pemerkosaan dan penyekapan pria misterius masih mengalami trauma berat. Korban tidak mau bicara ...
Merajuk Tak Dikasih Duit Sabu, Pemuda Tuir Bakar Rumah Ibu
Metro 24 Jam - Minggu, 23 April 2017 - 22:03 WIB

Merajuk Tak Dikasih Duit Sabu, Pemuda Tuir Bakar Rumah Ibu

Anak durhaka tak tahu diri itu pantas disematkan kepada Rahmat (35) warga Jalan Perhubungan Desa Kolam, Kecamatan Percut Sei Tuan. ...
Tewas Dimassa, Jasad 2 Maling Kerbau Menghilang di Kamar Mayat
Metro 24 Jam - Minggu, 23 April 2017 - 21:45 WIB

Tewas Dimassa, Jasad 2 Maling Kerbau Menghilang di Kamar Mayat

Pihak Polres Tanah Karo masih memburu 3 pelaku pencurian ternak kerbau yang menewaskan 2 pelaku lainnya, di Desa Batumamak, Kecamatan ...
Bolos Kerja Sehari, Penjaga Tambak Ditemukan Tewas Mengapung
Metro 24 Jam - Minggu, 23 April 2017 - 21:40 WIB

Bolos Kerja Sehari, Penjaga Tambak Ditemukan Tewas Mengapung

Seorang penjaga tambak, Abdul Kadir (36) warga Gang Meriam Sei Bilah, Kecamatan Berandan, Kabupaten Langkat, ditemukan terapung di lokasi tambak ...
Saling Ejek di Medsos, Siregar Tewas Ditikam Teman Sekolah
Metro 24 Jam - Minggu, 23 April 2017 - 21:34 WIB

Saling Ejek di Medsos, Siregar Tewas Ditikam Teman Sekolah

Dua pelaku penikaman terhadap Hamzah Siregar (17), akhirnya dibekuk Sat Reskrim Polres Padangsidempuan, Jumat (21/4) jam 22.00 wib.Hamzah Siregar tewas ...