Sabtu, 19 Agustus 2017 | 08.33 WIB
Metro24Jam>News>Metro 24 Jam>Sekali Diperawani Duda Jontik, Pelajar SMP Minta Tamboh

Sekali Diperawani Duda Jontik, Pelajar SMP Minta Tamboh

Kamis, 5 Januari 2017 - 07:37 WIB

IMG-7693

Korban (kiri) didampingi temannya.GABE/METRO

TEBINGTINGGI, metro24jam.com – Entah pake ilmu pelet apa sehingga Junaidi (31) sukses merenggut perawan gadis 14 tahun yang masih duduk di bangku kelas 2 SMP. Hebatnya lagi, duda ‘jontik’ beranak satu ini tak hanya sekali mengisap madu si gadis belia, tapi sudah lima kali dan semuanya dilakukan tanpa paksaan. Enak tenan!

Kisah cinta warga Dusun VII, Desa Kuta Baru, Kecamatan Tebingtinggi, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) ini terbongkar setelah korbannya, sebut saja Ani namanya, bercerita kepada teman sekelasnya.

Dari teman sekelasnya itu, kabar Ani yang sudah diperawani Junaidi berkembang cepat seperti lesatan meteor. Bahkan aib tersebut terdengar pula ke telinga orang tua Ani.

Bak mendengar petir di siang bolong, kedua orang tua Ani seperti tak percaya dengan kabar tak sedap tersebut. Namun, kedua orang tua Ani hanya bisa tertunduk lesu begitu si anak mengakui semuanya.

Tanpa pikir panjang, kedua orang tua Ani langsung membuat pengaduan ke Polres Tebingtinggi. Dan Senin malam (2/1), Junaidi pun dibekuk petugas. Saat dibekuk, Junaidi tengah menikmati tuak di salah satu pakter di kampungnya itu.

Kepada petugas yang meringkus, Junaidi tak memungkiri semua yang telah diperbuatnya. Bahkan dengan sedikit perasaan bangga, Junaidi membenarkan telah lima kali berhubungan suami-istri dengan Ani.

“Semua kami lakukan di dalam rumah saya, Pak,” ucap Junaidi dengan suara lantang.

Dari informasi yang dirangkum Metro24Jam di Polres Tebingtinggi, peristiwa kelabu ini bermula saat Ani bertemu Junaidi di salah satu doorsmeer kereta di kampung mereka.

Junaidi. GABE/METRO

Kala itu, sekitar pertengahan bulan November 2016. Ani yang datang bersama temannya di doorsmeer itu merasa tertarik dengan penampilan Junaidi. Padahal banyak orang di kampung Ani mengetahui kalau Junaidi bukanlah seorang perjaka, melainkan duda dengan satu anak.

Tapi, hal itu tak membuat kekaguman Ani berkurang terhadap Junaidi. “Mungkin ia tertarik padaku, Bang. Padahal aku ini telah menduda selama tujuh tahun dan punya satu anak,” ucap Junaidi.

Lewat pertemuan singkat itu, Ani juga berhasil meminta nomor hape Junaidi. Setelah itu keduanya saling kontak dengan mengumbar kata-kata mesra.

Junaidi yang merasa ketiban durian runtuh, jelas tak menyia-nyiakan kesempatan emas ini. Berbagai cara ditempuh Junaidi, termasuk mengeluarkan jurus-jurus ampuh gombalannya.

Ani yang sudah kelepek-kelepek hatinya, menerima dengan senang hati saat Junaidi mengajak ke rumahnya.

Pucuk dicinta. Saat Ani maen ke rumah Junaidi, ternyata anaknya sedang tidak di rumah. Tanpa menyia-nyiakan kesempatan dan mumpung kondisi rumah lagi sepi, Junaidi kembali melancarkan rayuan mautnya.

Dengan penuh mesra Junaidi membelai rambut hitam Ani dan membopongnya ke dalam kamar.

Awalnya Junaidi hampir tak percaya kalau gadis bau kencur ini akan menolak ajakkannya. Tapi, ketika Ani menerima dengan mesra, Junaidi pun tambah semangat.

“Saat di dalam kamar, ia (Ani) pasrah saja begitu kulepas semua bajunya. Setelah itu, kami pun melakukan hubungan suami-istri,” ucap Junaidi.

Ternyata, permainan ranjang Junaidi yang membuatnya terbang ke awang-awang itu meninggalkan kesan teramat dalam di hati Ani. Selang beberapa lama, Ani yang rindu belaian Junaidi kembali menghampiri.

Jelas saja Junaidi menerima dengan hati terbuka kehadiran Ani. Apalagi di dalam hatinya, Junaidi masih belum merasa puas dengan lekuk tubuh mulus Ani yang baru kemarin digerayanginya. Singkat cerita, kembali Junaidi meniduri Ani di kamar rumahnya. Dan sejak saat itu, Ani dan Junaidi terus melakukan cinta terlarang itu hingga lima kali.

“Sudah lima kali kami berhubungan, Pak. Semuanya baru ketahuan saat Ani cerita ke teman di kelasnya,” ungkap mantan napi Lapas Pusara Pejuang Tebingtinggi ini.

Kini, Junaidi tak lagi bisa menikmati harumnya tubuh mulus Ani. Desah nafasnya yang memburu saat mencapai puncak klimaks pun hanya bisa dibayangkannya dari balik jeruji penjara Polres Tebingtinggi.

Kadsubbag Humas Polres Tebingtinggi AKP MT Sagala yang dikonfirmasi menjelaskan, belum bisa memberikan keterangan lebih terperinci mengenai kasus ini. “Saat ini, baik tersangka maupun korban masih ditangani juru periksa,” ucap Sagala. (gab)


Loading...
KOMENTAR ANDA
Berita Terkini Lainnya
SDN 124390 Ikut Semarakkan HUT RI
Metro 24 Jam - Sabtu, 19 Agustus 2017 - 05:02 WIB

SDN 124390 Ikut Semarakkan HUT RI

Dalam pelaksanaan rangkaian menyemarakkan hari ulang tahun Republik Indonesia ke 72 tahun 2017, sejumlah masyarakat mulai dari tingkat kelurahan, kecamatan ...
Waspadai Jaringan ISIS di Indonesia
Metro 24 Jam - Sabtu, 19 Agustus 2017 - 04:43 WIB

Waspadai Jaringan ISIS di Indonesia

Pelaksanaan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Litbang pemetaan jaringan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) Indonesia dipimpin Pangdam I/BB ...
Unimed Wajibkan Mahasiswa Baru Ikuti Sosialisasi Akademik
Metro 24 Jam - Sabtu, 19 Agustus 2017 - 04:32 WIB

Unimed Wajibkan Mahasiswa Baru Ikuti Sosialisasi Akademik

Universitas Negeri Medan (Unimed) mewajibkan mahasiswa baru mengikuti sosialisasi peraturan akademik pada 18 sampai 19 Agustus 2017 di Gedung ...
Rektor UMSU: HUT Ke- 72 RI  Momen Kerja Keras
Metro 24 Jam - Sabtu, 19 Agustus 2017 - 04:25 WIB

Rektor UMSU: HUT Ke- 72 RI Momen Kerja Keras

Rektor Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Dr Agussani, MAP menjadi Inspektur Upacara (Irup) pada Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan ...
Peringatan HUT Kemerdekaan RI Ke 72 di Kanwil Kemenagsu  Khidmat
Metro 24 Jam - Sabtu, 19 Agustus 2017 - 04:15 WIB

Peringatan HUT Kemerdekaan RI Ke 72 di Kanwil Kemenagsu Khidmat

Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 72 Kemerdekaan RI di Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara berlangsung ...
Diotaki Pangulu, Hutan Sibatuloteng Dirambah
Siantar 24 Jam - Selasa, 15 Agustus 2017 - 16:00 WIB

Diotaki Pangulu, Hutan Sibatuloteng Dirambah

Lahan seluas 600 hektar lebih, hutan register II Sibatuloteng, Kecamatan Hatonduhan, Kabupaten Simalungun, dirambah. Oknum pangulu setempat disinyalir terlibat, bahkan ...