Sabtu, 24 Februari 2018 | 21.32 WIB
Metro24Jam>News>Metro 24 Jam>Ibu Tionghoa Dipaksa Mengemis Gegerkan Dunia Maya. Dicari Dinsos Medan, Kini Menghilang. Kabar Terakhir, Sudah Ditampung Keluarga Juliana

Ibu Tionghoa Dipaksa Mengemis Gegerkan Dunia Maya. Dicari Dinsos Medan, Kini Menghilang. Kabar Terakhir, Sudah Ditampung Keluarga Juliana

Selasa, 3 Januari 2017 - 05:40 WIB

IMG-7540

Ibu Yen di kursi roda.IST

MEDAN, metro24jam.com – Ibu Yen (65), wanita tua etnis Tionghoa yang dipaksa mengemis oleh anak, menantu dan cucunya dikabarkan telah ditampung oleh keluarga Juliana Handoyo asal Surabaya.

Informasi ditampungnya Ibu Yen ini berdasarkan kiriman e-mail yang masuk ke redaksi Metro24Jam, Senin (2/1) atas nama Ayen dengan alamat e-mail Linda_gui***@*****.com. Sayang, hingga jam 22.00 Wib tadi malam, Senin (2/1), beberapa pertanyaan yang dikirim kembali ke e-mail tersebut belum dibalas.

Pemberitaan Metro24Jam tentang sosok wanita tua etnis Tionghoa yang dipaksa mengemis oleh anaknya tersebut cukup menggegerkan dan menjadi viral di media sosial.

Beragam tanggapan dilontarkan pembaca Metro24jam melalui website metro24jam.com. Rata-rata pembaca mengecam perbuatan sang anak yang tega menjadikan ibunya seorang pengemis.

Sebagian lagi meminta aparatur pemerintahan bertindak menampung Ibu Yen ke panti-panti sosial yang ada di Medan. Bahkan, ada yang ingin menampung Ibu Yen.

Seorang pembaca, Sultan Hendrick, mengatakan pihaknya sudah membantu dan sudah berkoordinasi dengan Rotary Club, Yayasan TABA dan beberapa yayasan/organisasi serta para aktivis sosial lainnya, untuk membawa Ibu Yen ke Panti Jompo Buddhist Yayasan Taman Bodhi Asri (TABA), Kompleks Jalan Bintang Terang Ujung, Dusun XV, Desa Muliorejo, Kecamatan Sunggal, Deliserdang, Km 13,8 Medan-Binjai.

Sejauh ini, wartawan metro24jam masih melakukan kontak dengan Sultan Hendrick, untuk memastikan keberadaan Ibu Yen. Pasalnya, hingga Senin (1/2), keberadaan Ibu Yen belum diketahui.

Menurut informasi, Ibu Yen sering terlihat mengemis di Jalan Asia, sebuah vihara di Jalan Ayahanda dan kerap terlihat di Kompleks Asia Mega Mas.

Mirisnya, dari pengakuan pembaca metro24jam yang pernah melihatnya, Ibu Yen mengemis sampai tengah malam. Dan, Ibu Yen katanya dia tidak boleh pulang kalau uang hasil mengemisnya belum cukup.

Namun, seseorang yang mengaku sebagai penghubung Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker) Kota Medan mengaku kehilangan jejak Ibu Yen.

Wanita tua itu tak lagi terlihat di tempat-tempatnya biasa mengemis. Padahal, lelaki ini mengatakan dirinya telah diperintahkan langsung oleh Kepala Dinsosnaker Armansyah untuk mencari keberadaan Ibu Yen.

Sementara, pembaca metro24jam bernama Calvin Yeo mengatakan Ibu Yen dulunya berjualan di SD Methodist Pematangsiantar, bersama anak dan cucunya. Usai berjualan, dilanjutkan menjadi peminta-minta di pintu masuk Vihara Avo di kota itu.

“Beberapa tahun belakangan ini tampak di Medan dan berlokasi di Asia Mega Mas. Jika malam hari, basecamp-nya di samping KFC, tempat Ibu Yen diturunkan dari becak dan didorong oleh cucunya yang tak pernah memakai baju,” ungkap Calvin Yeo.

Di sisi lain, sebuah video yang di-upload di media sosial menunjukkan Ibu Yen, didampingi seorang wanita dan seorang bocah tidak memakai baju, berada di sebuah vihara. Bersama mereka ada dua pria yang diduga warga sedang sembahyang dan memberikan sumbangan kepada Ibu Yen.

Dari pembicaraan terdengar, si perempuan yang duduk di lantai bersama seorang bocah asyik mengeluh soal uang, terutama uang sewa rumah. Itu yang kemudian membuat orang-orang kasihan dan memberinya uang.

Ibu Yen

Ibu Yen sesaat setelah diturunkan dari mobil van dan dipaksa mengemis. DOK/METRO24JAM

Sebelumya, Kamis (29/12) jam 18.00 wib, Ibu Yen yang duduk di kursi roda terlihat diturunkan oleh seorang pria Tionghoa dari mobil van warna putih di Jalan Gatot Subroto, simpang lampu merah Jalan Iskandar Muda, tepatnya dekat Plaza Medan Fair (Carrefour). Wanita renta ini dihardik kasar oleh orang yang mengantarkannya. Dan, dia disruruh mencari duit dengan cara mengemis.

Lalu, kedua tangan Yen yang keriput memutar roda di kursi rodanya. Sebuah baskom kecil diletakkan di pangkuannya, kemudian baskom itu dia tadahkan ke pengendara yang melintas dan berhenti di lampu merah tersebut. Tak satu pengendara pun yang peduli. Mereka hanya memandang.

Melihat kondisi ini, awak redaksi metro24jam mendatangi pria berbadan sehat di dalam van yang menyuruh Ibu Yen mengemis. Pria itu diminta keluar dari mobil van-nya. Namun, pria bermata sipit yang berusia sekitar 30-an tersebut tidak mau keluar dan malah kabur dengan kendaraaannya.

Kepada awak redaksi metro24jam, Yen mengaku setiap hari dipaksa seorang pria dan wanita dan seorang anak berusia 12 tahun untuk mengemis di lampu merah Jalan Gatot Subroto. “Sudah jalan hidup ibu seperti ini, tak ada yang peduli. Nanti pun kalau mati mungkin tak tahu mau dikubur di mana,” ujarnya lirih, sembari menatap langit yang kosong.

Meski sehari bisa menghasilkan uang rata-rata Rp200 ribu dari mengemis di lampu merah itu, yang bisa dinikmati Ibu Yen hanyalah sekadar untuk makan. Selebihnya, uang hasil mengemis diambil paksa oleh anak dan menantunya.

“Sudahlah jangan dibesar-besarkan, karena pemerintah pun pasti tetap tutup mata. Mereka melihat, tapi tak mendengar Nak,” ungkap Yen bijak.

Selanjutnya, Yen pun minta ditinggal di perempatan jalan. Dia yakin nanti akan ada yang menjemputnya. (don/zal/amri-mag)


Loading...
KOMENTAR ANDA
Berita Terkini Lainnya
Targe Tembus Pasar Internasional, Beras Organik Sergai Butuh Sertifikat LSO
BISNIS - Sabtu, 24 Februari 2018 - 21:25 WIB

Targe Tembus Pasar Internasional, Beras Organik Sergai Butuh Sertifikat LSO

Beras organik merk Sri Wangi produk Kelompok Tani Fajar di Desa Pematang Setrak, Kecamatan Teluk Mengkudu, Sergai yang berhasil menembus ...
Gelar Silahturahmi Alumni Al Azhar, GNPF MUI Sumut Deklarasi Dukung Eramas
Metro 24 Jam - Sabtu, 24 Februari 2018 - 20:35 WIB

Gelar Silahturahmi Alumni Al Azhar, GNPF MUI Sumut Deklarasi Dukung Eramas

Tokoh dan alumni Al Azhar Mesir menggelar silaturahmi di Medan, Jumat (23/2/2018). Silaturahmi bertema Menatap Indonesia Baru Bersama Tuan Guru ...
Pagar Merbau II Geger, Cewek ABG Ditikami 7 Liang
Metro 24 Jam - Sabtu, 24 Februari 2018 - 20:26 WIB

Pagar Merbau II Geger, Cewek ABG Ditikami 7 Liang

Warga Desa Pagar Merbau II, Kecamatan Pagar Merbau, digegerkan dengan temuan seorang gadis berusia sekira 16 tahun yang berlumuran darah ...
Sejak Dicabuli Gurunya, Bocah Ini Tak Sekolah dan Jadi Pemurung
Siantar 24 Jam - Sabtu, 24 Februari 2018 - 20:08 WIB

Sejak Dicabuli Gurunya, Bocah Ini Tak Sekolah dan Jadi Pemurung

Pasca mengalami pelecehan seksual secara berulang dari terduga pelaku, HP (50), oknum wali kelasnya, bocah perempuan, NS, (10) yang masih ...
Sihar Sitorus: Budayakan Literasi untuk Mendapatkan Kebenaraan Informasi
Metro 24 Jam - Sabtu, 24 Februari 2018 - 20:03 WIB

Sihar Sitorus: Budayakan Literasi untuk Mendapatkan Kebenaraan Informasi

Penyebaran informasi yang semakin masif dan canggih, membuat masyarakat dengan mudah mengaksesnya. Hal ini juga menjadi peluang bagi penyebar berita ...
Perumahan Alam Asri, Dibangun di Kawasan Hunian Sejuk
BISNIS - Sabtu, 24 Februari 2018 - 19:59 WIB

Perumahan Alam Asri, Dibangun di Kawasan Hunian Sejuk

Hunian satu ini sangat pas untuk keluarga yang ingin memiliki tempat tinggal alami dan sejuk dengan udara segar pedesaan yang ...